NovelToon NovelToon
You Love Me

You Love Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: HeniNurr

Adila Dimitri... Kesucian yang sudah terenggut, tidak mengubahnya menjadi wanita lemah. Mandiri, kuat, berani dan tidak takut dengan apapun, sudah menjadi slogan dalam hidupnya.

"Hidup ini pilihan, apapun yang membuatmu sedih, tinggalkan...!!!
Apapun yang membuatmu tersenyum, pertahankan...!!!"

Aditya Putra Wiriaatmaja... kehilangan cinta karena kondisi yang membuatnya tidak bisa bertahan.

"Aku bukannya tak mau merelakan kepergianmu, aku hanya menyesali kelemahanku memperjuangkanmu untuk tetap disisiku. Aku belajar tulus untuk mencintai meski tak harus memiliki, belajar ikhlas merelakan meski harus kehilangan...!!"

Pertemuan yang diawali dengan drama settingan yang Adila ciptakan, membuat mereka terjebak dalam kondisi yang tidak nyaman, hingga akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali dalam kondisi yang jauh berbeda.

Akankah sifat absurd Adila mampu meluluhkan hati Aditya yang menyukai wanita sederhana dan anggun seperti mantan kekasihnya dulu???

Sequel dari ❤Cinta Yang Hilang❤...
Pantengin terus di semua partnya👌👌
Happy reading💋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HeniNurr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyesakan di Rooftop

Adila manggut-manggut mendengar penjelasan dari Ibu Dina tentang perhelatan akbar ulang tahun pertama perusahaan Wirrbel cabang Surabaya .

Tema yang diusung adalah keragaman Indonesia. Jadi untuk memeriahkan acara itu, perusahaan Wirrbel khususnya Divisi Umum yang bertugas mengkordinir kegiatan perusahaan, ingin melakukan gebrakan baru dengan melakukan perlombaan menyambut usia satu tahunnya Wirrbel di Kota Surabaya.

Setiap Divisi wajib mengirimkan dua pasang anggotanya untuk mengikuti fashion show dengan mengenakan baju tradisional yang ada di Indonesia. Dan tugas Adila disini adalah untuk melatih mereka selama tiga hari.

"Bagaimana, ada yang mau ditanyakan?"Tanya Ibu Dina.

"Maaf sebelumnya Bu kalau saya lancang, kenapa perusahaan tidak menyewa jasa pelatih profesional saja?"

Ibu Dina tersenyum," Kalau ternyata ada yang lebih bagus dan salah satu karyawan kami mengenalnya, kenapa harus cari yang lain?" Ucapnya sambil melirik Adira.

Adila ikut melirik Adira, entah apa yang diceritakan Adira tentangnya hingga Ibu Dina ia begitu yakin akan kemampuannya.

"Saya yakin Mbak Adila bisa melatih mereka, lagian Mbak Adila kan tidak dituntut membuat mereka menjadi seorang peragawati sempurna, Mbak Adila cukup mengajari mereka dasar-dasarnya saja, agar saat mereka tampil, tamu undangan dan seluruh Dewan Direksi merasa terhibur dengan penampilan mereka."

"Baik Bu, saya akan usahakan. Tapi jangan panggil saya Mbak, panggil saja Dila. Saya seumuran kok sama Dira."

"Baiklah Dila... oh iya, kalian saudara sepupu atau saudara kandung, kenapa namanya hampir mirip seperti itu?"

Adila dan Adira saling melirik, dan tersenyum.

"Kami saudara kembar Bu." Jawab Adira.

Ibu Dina terperangah tak percaya," Oh ya?"

"Beda ya Bu... kita bukan kembar identik, jadi tidak mirip. Kesukaan kita juga beda. Dia suka reading aku suka clubbing, dia suka watching aku suka shopping, dia suka baca aku suka ngaca, dia suka...."

Adira menyikut Adila agar diam," Maaf Bu, Dila emang suka begitu."

"Nggak papa, saya suka orang yang apa adanya, daripada orang yang ada apa-apanya, iya kan?"

"Betul Bu... aku juga sependapat sama Ibu. Kita itu harus jadi diri kita sendiri, jangan mau terlihat asing, sampai kita sendiri...."

"Dil...," Potong Adira,".... Maaf Bu... jadi apa kita buatkan surat perjanjiannya sekarang?"

Ibu Dina menahan senyum melihat saudara kembar didepannya saat ini, sama sekali tidak ada kemiripan.

"Boleh, nanti kamu bisa minta Andri untuk membuatkannya."

"Baik Bu."

"Eh iya Dira... satu lagi yang hampir saya lupakan, yang make-up artis itu mana, dia tidak kesini?"

Adila melihat Adira," Siapa Dir, si Moly... dia diajak juga?"

Adira mengangguk," Dia yang nanti akan merias semua karyawan yang mengikuti lomba."

"Jadi Dila juga kenal?" Tanya Ibu Dina yang mendengar percakapan mereka.

"Jelas kenal dong Bu, Moly kan yang suka dandanin aku kalau mau fashion show... dijamin Ibu bakalan puas dengan hasil riasannya. Dia itu udah jago banget, sering merias artis Ibu Kota, kayak...."

"Dil...." Sergah Adira mengingatkan agar dia tidak terlalu banyak bicara.

"Waktu saya telepon Mas Moly dia sedang ada acara, tapi barusan katanya sedang dijalan, sebentar lagi sampai." Lanjut Adira.

Adila tergelak, membuat Adira dan Ibu Dina melihat kearahnya.

"Kalau nanti Moly udah kesini, jangan sampai dia denger lu panggil dia dengan sebutan Mas, yang ada dia manyun, cemberut tujuh turunan." Ucapnya pelan, namun masih terdengar oleh Ibu Dina.

"Masa sih... memangnya kenapa?"

"Coba aja kalah lu nggak percaya, nanti juga lu bakal tahu."

Adira kembali melihat Ibu Dina, merasa tidak enak sudah menjadi tontonan yang menyita waktu kepala Divisinya ini.

"Aduh maaf Bu... kalah begitu kami permisi, biar Adila tunggu diluar. Dan kalau Mas, eh Moly datang, nanti saya kabari Ibu lagi."

Lagi-lagi Ibu Dina tersenyum, merasa sangat lucu melihat interaksi anak kembar tak seiras ini.

"Iya silahkan."

Mereka pun meninggalkan ruangan Ibu Dina dan menunggu di sofa luar yang khusus disediakan untuk tamu.

"Dil kamu tunggu disini sebentar ya, kalau surat perjanjiannya udah jadi aku kesini lagi."

"Lama nggak?"

"Paling dua puluh menitan."

"Oke."

Adila duduk di sofa empuk, matanya menyapu semua sudut ruangan yang berdekorasi sangat apik dan elegan. Bukan Adila namanya kalau hanya bisa duduk manis tanpa melakukan apapun.

Adila berdiri, melihat denah perusahaan Wirrbel yang tertempel didinding dengan bingkai terlapisi kaca, berukuran sangat besar.

Rooftop... mata Adila mengerling, sinyal kepalanya mulai berkelap-kelip. Rooftop perusahaan Wirrbel yang tergambar di denah sepertinya sangatlah bagus, membuat ia begitu penasaran dibuatnya.

Dan masalah waktu, masih ada lima belas menit lagi untuk ia bisa menikmati keindahan kota Surabaya diatas Rooftop perusahaan Wirrbel, selagi ia masih ada disini, kesempatan itu tidak akan dia buang percuma.

Masuk kedalam lift, Adila menekan angka dua puluh lima. Dan kurang dari satu menit, lift itu berhasil mengantarkan Adila ke lantai teratas gedung Wirrbel.

Mulut Adila menganga lebar, ia langsung berlari kesana kemari. Banyak rumput hijau dan pepohonan berukuran sedang tumbuh dibeberapa bagian. Kursi bahkan satu set sofa pun sudah tersedia, seperti sengaja diperuntukan bagi siapapun yang ingin menikmati keindahan langit dalam waktu yang sangat lama. Sayangnya ini siang hari, jadi suasananya begitu terasa sangat terik.

Suara tawa seseorang membuat Adila menajamkan pendengarannya. Ternyata masih ada orang lain selain dirinya yang ada di Rooftop ini.

Pelan-pelan Adila mengayunkan kaki, mendekati sumber suara yang begitu menyita perhatiannya, karena bukan hanya satu, tapi dua. Suara perempuan dan laki-laki yang tengah asyik bersenda gurau.

Dibagian paling sudut didekat kolam air mancur buatan, terdapat sebuah gazebo cantik yang tersusun rapi dari bahan bambu beratapkan daun palem.

Ada sepasang sejoli yang duduk santai dengan dua gelas minuman dingin didepannya. Duduk beralaskan tikar, perempuan itu menyangga kepala dengan menumpukan siku di sandaran bambu, dengan posisi membelakangi Adila.

Dan si pria, Adila tertegun... Aditya, menyandarkan punggung dengan beberapa kali menoleh dan tersenyum, menjadi pendengar setia dengan semua ocehan si perempuan itu.

Adila menyembunyikan diri dibalik pohon berdaun rindang.

"Dit Kamu tahu nggak, kamu itu nggak pernah berubah, masih sama seperti yang dulu."

"Oh ya?"

"Iya... aku kangen sama kamu, sama kenangan kita zaman sekolah dulu. Kamu masih ingat waktu kamu datang kerumah aku malam-malam keujanan, terus kita minum coklat panas sambil diam didepan kompor karena kamu menggigil kedinginan."

Aditya tertawa, mengingat semua memori bersama perempuan yang ada didepannya. Kemudian perempuan itu merubah posisi duduknya menjadi tegap, meraih tangan Aditya dan menggenggamnya dengan sangat erat.

Bagaikan patung manaquin, Adila terpaku diam ditempatnya. Merasakan kerongkongan yang tiba-tiba tercekik, ludah terasa kelu, dan dada seperti terhimpit bongkahan batu besar, terasa sesak untuk mengambil nafas.

Bunyi ponsel ditempat sepi berdering sangat nyaring. Hingga Aditya mengalihkan pandangan kepada orang yang kini sedang berdiri dibalik pohon melihat kearahnya.

Adila terjinjit dan tersadar, mata yang sempat beradu segera Adila putus dengan secepatnya melangkahkan kaki dengan tangan merogoh ponsel agar segera diam tak bersuara.

"Halo Dir..."

"Kamu dimana?"

"Gue di Rooftop."

"Ngapain kamu disana, itu area khusus untuk para petinggi dan direksi, sembarangan orang tidak boleh masuk kesana."

"Apa... mati gue."

"Udah cepetan balik kesini nanti keburu ada yang liat bisa berabe. Moly juga udah sampai, dia nanyain kamu.

"Hai Nek...you dimanose, buruan sini ciin...ek jamuran nunggu you taunan disini."Seru Moly.

"Iya-iya gue kesana sekarang."

1
Solehatun Rayhan
bagus ceritanya aku kasih bintang 🌟 5
Solehatun Rayhan
Thor boleh ga aku ngakak 😄😄😄😄😄
Solehatun Rayhan
Angelina Jolie 🤣🤣🤣🤣🤣 astaghfirullah sorry molen ups 🤣🤣
Solehatun Rayhan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Solehatun Rayhan
ya Allah aku ngakak Thor 🤣🤣🤣🤣🤣
Solehatun Rayhan
assalamualaikum Thor ternyata othor ada juga di NT selain di paizo aku lg bc karya mu (cinta yg hilang,you love me, pilih aku Aruna) apalagi si Adila Adira dasar somplak🤣🤣🤣
Arin
sykurlh klo si kembar ngga suka sm stu orng yg sama...☺️
Arin
dasar kucing garong...bilng cinta tpi msih celup sana sni
Sumzumi
bagus
Julius Pius
Salah satu karya favorit dan bakal direkomendasi buat semua pembaca2 lainnya..
Julius Pius
Aduh.. benar2 sebuah jalan cerita yg menarik.. kayak bukan di dunia halu aja ya.. bg aq tu ini salah satu novel yg bakal aq rekomendasi dan jadiin favorit deh.. Nah ini aq sudah kasi like,vote dan beberapa kuntum bunga ya.. salam buat othornya deh.. Akan ku baca ulang karya othor ini kerana ianya cukup seru bg aq..
HeniNurr (IG_heninurr88): Uh ternyta dri negeri sebrang, oke Ka Nidar happy reading... slm bwt upin ipin yupzzz😅😘😘
total 3 replies
Deistya Nur
keren, sukses sllu ka buat novel terbarunya 👍
Yayoek Rahayu
boleh tuh kalo dibuat kisahnya mas Cool...dingin dingin sedep...mak nyesss😃😃😃 piss kak hennn
Umi Salsabilla
segitu amat ngidamx ,,, ngakak aku bacax 😅😅😅
Umi Salsabilla
segitu lugux Adira ,,, sampai senyum2 sendiribacax thort
Umi Salsabilla
cembokar bilang Bosss 😀
Kasmawati S. Smaroni
OMG hello adira,
Kasmawati S. Smaroni
wanita seperti adila dan adira emang pantas di lecehkan,masalahmya ayahnya sendiri gak tau kehidupan anak kandungmya.terus si kembar gak ada satupun yg punya sikap dan sifat yg tegas yg bisa menaikkan derajatnya.
Kasmawati S. Smaroni
masa dari dulu di jajah dan dzolimi ma tirinya tapi kok adila mau terima.aja di gituin.gak ngelawan gitu padahal adila kan bisa hidupi diri sendiri
Kasmawati S. Smaroni
gak suka sm dila,gaknpunya sikap yg tegas mala kesannya terlalu murahan gitu,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!