Hafizah Syarifah Pradipto (19thn) gadis yang terlahir di keluarga sederhana tapi humoris,memiliki paras yang cantik,pintar,murah senyum,baik,sopan anak pertama dari 3 bersaudara.Dari pasangan Adrian Meshach Pradipto dan Kaila Sherly Pradipto.
Hafizah mempunyai adik laki-laki 2 yang bernama Abdul Rahman Pradipto usia (15thn),Agam Fathul Pradipto(12thn).
Fizah lulusan SMA ia bercita-cita menjadi Dokter,tetapi karna kondisi ekonomi keluarganya ia merantau ke jakarta untuk mencari kerja untuk membiayai kuliah dan keluarganya.Karna ayah Fizah sudah tua jadi ia yang membantu keluarganya.
Hingga ada seorang pria yang begitu membencinya,Abraham Alexi Pratama Raymond,seorang anak pengusaha terkaya di indonesia yang disegani para pebisnis lainnya,karna Abraham dikenal kajam,dingin.
Bagaimana kelanjutan kisah Hafizah dan Abraham,akankah mereka saling cinta atau saling benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingeu yolanda lesmana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Abraham dan Rika menuju parkiran,sesampai di depan mobil Abraham membuka kan pintu
"Rika kamu duduk di belakang dengan za"ucap Abraham sedikit panik
"Baik pak"sahut Rika,Abraham pun menaruh Za di belakang kemudi bersama rika
Abraham pun meninggalkan kantor menuju rumah sakit,Abraham mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi hingga membuat Rika pun ketakutan
"Astaga si bos kenceng bener ngendarain nya woy bos gue masih pengen idup gue juga pengen ngerasain bahagia,Ya Allah lindungi lah hamba mu ini semoga selamat sampai tujuan"ucap Rika dalam hati seperjalanan rika beristigfar
Sesampai di rumah sakit Abraham menepi kan mobil nya dan membuka pintu belakang mengambil alih Za serta mengendong za,Abraham berlari masuk ke dalam rumah sakit.
"Suster,suster"teriak Abraham dan suster pun menghampiri abraham sambil membawa brangkar pasien
"Pak tolong letakan pasien di sini"ucap suster tersebut,suster dan yang lain nya pun mendorong brangkar tersebut menuju IGD
"Maaf pak,bu kalian tunggu saja di luar biar kami yang menangani beliau"ucap suster itu
"Baik sus"ucap Abraham,beberapa menit kemudian dokter pun keluar ruangan
"Bagaimana keadaan teman saya dok"tanya Rika
"Teman anda baik baik saja cuman teman anda kecapean dan masih agak syok,saya tidak tahu apa yang terjadi dengan teman mbak tapi saran saya mba jaga teman mba baik baik jangan sampai mengalami syok lagi"ucap dokter tersebut
"Allhamdulillah,baik dok saya akan menjaga teman saya terima kasih dok,apa saya boleh masuk ke dalam dok"Rika berterima kasih pada dokter sekaligus bertanya
"Sama sama mba,boleh tapi jangan terlalu berisik karna teman mba butuh istirahat"ucap dokter itu
"Baik dok"sahut Rika
"Za bangun dong jangan buat gue hawatir,gue janji Za bakal bales si Dina,asal lo cepet sadar plisss Za"ucap Rika menggenggam tanggan Za,Rika tidak bisa membendung air mata nya lagi hingga air mata nya pun mengalir dengan deras.Beberapa menit kemudian tangan Za pun bergerak.
"A_air"ucap Za dengan lemah
"Alhhamdulillah lo udah sadar Za,lo mau minum tunggu gue ambilin"Rika pun mengambil air
"Ni Za minum"Rika mendekatkan gelas ke mulut Za
"Za gue keluar dulu yah,mau beritahu ke bos"ucap Rika
"Pak Abraham ada di luar Rik?"tanya Za
"Ia tadi dia itu anterin lo ke rumah sakit,si bos keliatan khawatir banget Za,ya udah yah gue ke luar dulu"ucap Rika Za pun mengganggukan kepalanya,sedangkan Rika keluar ruangan dan menghampiri bos nya yang duduk termenung di kursi depan ruangan Za
"Bos maaf ganggu Za sudah siuman"ucap Rika dengan ketakutan
"Ya sudah saya masuk dulu,Rika tolong panggil dokter bilang ke dokter kalau Za sudah siuman"sahut Abraham,Rika pun menganggukan kepala.Abraham pun masuk ke dalam ruangan rawat Za Abraham merasa iba melihat Za yang berwajah pucat yang berbaring di atas kasur pasien,Abraham pun duduk di dekat Za,sedangkan Za merasa ada yang memperhati kan nya pun menoleh ke arah Abraham,Za berniat ingin duduk tapi di hentikan oleh ucapan Abraham
"Sudah kamu berbaring saja,kamu butuh istirahat,sebentar lagi dokter ke sini periksa ulang kamu"sahut Abraham
"Tapi-"belum usai Za berkata pintu ruangan Za terbuka hingga membuat Za dan Abraham menoleh ke sumber suara
Ceklek
Pintu ruangan Za terbuka tampak seorang yang memakai seragam putih menghampiri Za.Sedangkan Rika menunggu di luar ruangan
"Apakah ada keluhan nona"tanya wanita tersebut
"Kepala saya agak berat dan agak pusing dok"ucap za
"Itu efek karna nona sedang banyak pikiran dan kelelahan,saran saya nona Za jangan terlalu memikir kan yang tidak tidak karna tidak baik buat kesehatan nona Za dan jangan terlalu bekerja terlalu keras ingat pesan saya ya Za"ucap dokter tersebut sambil tersenyum
"Baik dok saya akan mengingat pesan dokter"sahut Za sambil membalas senyum dokter tersebut.
"Apa ada yang mau di tanyakan lagi?"tanya dokter
"Dok kapan saya bisa pulang"ucap Za dokter hanya tersenyum dengan pertanyaan za
"Sekarang juga bisa asalkan kesehatan nona Za kembali membaik"sahut dokter tersebut
"Saran saya besok saja nona Za pulang nya,saya takut kalau nona Za kelelahan lagi"ucap dokter tersebut
"Ohh,ya sudah terima kasih dok"ucap za
"Sama sama Za,kalau gitu saya ke luar dulu mau priksa pasien lain nya mari pak"sahut dokter dan meninggalkan ruangan tersebut tinggal lah mereka berdua,seketika ruangan sepi mereka merdua agak canggung untuk mengobrol.Za pun memulai bercakap
"Maaf pak saya mau minta tolong boleh tidakk"ucap Za dengan layu dan ketakutan
"Boleh silahkan"sahut Abraham dengan tatapan dingin
"Boleh panggil kan Rika tidak pak,soal nya tidak baik kalau lawan jenis di dalam satu ruangan takut menjadi fitnah"ucap Za dengan gugup takut akan amarah Abraham
"Baiklah tunggu sebentar"sahut Abraham,Abraham pun keluar dan menghampiri Rika yang dsedang duduk sambil menopang dagunya
"Rika kamu temui Za dia mau bertemu dengan mu"ucap Abraham
"Baik pak,pak ehh apa boleh saya kerja setengah hari saja?saya mau menjaga Za pak"sahut Rika
"Baik lah nanti saya beri tahu sekertaris saya,Kalau gitu saya ke kasir dulu"ucap Abraham di angguki Rika,Rika pun masuk ke dalam
"Zaaaa"teriak Rika sambil berlari dan mendekap tubuh Za
"Astagfirulloh Rika bisa gak sih jangan teriak teriak ini kan rumah sakit,Rika lepasin aku gak bisa nafas"ucap Za sambilmelepaskan pelukan Rika
"Maaf Za aku itu seneng banget karna kamu udah siuman"ucap Rika
"Pak Abraham mana Rik?"tanya Za
"Bos lagi mengurus pembayaran"sahut Rika
Selesai membayar Abraham menghubungi sesorang dan berkata
"Halo,ada apa bos"ucap seseorang di balik telpon tersebut
"Halo ada yang ini saya kata kan"ucap Abraham
"tho the point aja bos"sahut orang tersebut
"Mad pecat pegawai yang nama nya Dina di bagian OB sekarang juga,dan jangan pernah dia menginjak kantor ku lagi"emosi Abraham
"Baik bos"sahut Ahmad dan Abraham pun mematikan telfon nya
Kenapa ya bos nyuruh gue mecat si Dina,pasti ada yang gak beres nihh,Ahmad pun menuju ke pentri
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Gays maaf baru up aku mau mengklarifikasi sebenarnya Dina itu gak pake hijab yah jadi jangan salah paham dulu ya,terus thor juga minta maaf kalau cerita nya kaya sajak karna thour juga masih belajar.
Maaf juga kalu dalam cerita ini thour kurang teliti dalam mengetik,Temen Za di kantor yang ngak pake hijab itu dina,novi,rika ada juga yang memakai hijab beberapa saja
***Jangan lupa ya LIKE,KOMEN,VOTE.SEBANYAK BANYAKNYA,BIAR AUTHORNYA SEMANGAT.
Ini yang paling penting buat thour VOTE,jangan lupa yah VOTE sebanyak banyak nya
baru pertama nyimak..sdh...asyik..