Perjuangan seorang Wanita Yang sudah Di hianati oleh suaminya. hidupnya hancur setelah Menikah dengan seorang pria yang tidak pernah menganggapnya sebagai istri. walaupun Ia sudah berusaha menjadi istri yang Baik, akan tetapi Devan tidak pernah menghargai Kinanti. hingga pada akhirnya Mereka berdua berpisah karena Devan kedapatan Telah Berselingkuh dengan Wanita lain. dalam keadaannya yang sedang hamil Kinanti harus menerima Kenyataan jika Ia harus bercerai dengan Devan.
Bagaimana cerita mereka selanjutnya kita nantikan di Episode selanjutnya yah.. Jangan lupa mampir 🙏 maaf baru pemula mohon Bantuannya 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 18: Bertemu Kinanti.
Hari demi hari Kinanti dan Putri semakin Dekat bahkan putri tidak ingin jauh dari Kinanti. Begitu juga dengan wanita berparas cantik itu. Ia sangat menyayangi Putri layaknya anaknya sendiri. Akan tetapi Masala selalu datang pada Kinanti. Di mana Risma yang tidak pernah menyukai keberadaan Kinanti di dalam rumah itu. Membuat Risma terus menjelekkan kepribadian Kinanti di depan semua orang.
Hari ini Kinanti dan Putri Pergi ke Sebuah taman bermain anak-anak. Di sana Putri Terlihat Begitu Ceria saat bermain bersama dengan Kinanti. Tak lama dari itu ternyata Risma juga datang ke sana untuk Menemui Kinanti dan juga Anaknya Leo.
"Hebat Juga kamu ya, Wanita Kampung Sepertimu itu Ternyata Lebih Muda Untuk Menggoda Leo." Ucap Risma.
Sambil Menatap Sinis pada Kinanti.
Akan tetapi kinanti tidak Mempedulikannya Ia masih saja Bermain dengan Putri.
"Aku peringatkan Kamu, untuk tidak Bekerja di Rumahnya Leo lagi. Karena aku tidak ingin Leo Jatuh cinta sama Wanita kampung SepertiMu, Lagi pula Kamu itu sangat Tidak berkelas dengan Leo. Dan aku juga yakin, jika leo Nggak mungkin Jatuh Hati sama perempuan Udik seperti kamu!" Cetus Risma.
Karena Sudah tidak tahan Dengan sikap Wanita itu. Kinanti pun Menatap Risma.
"Maksud kamu Apa yah? Memangnya Siapa yang jatuh cinta di sini, Bukannya itu kamu ya. Kan kamu Yang tidak pernah Berhenti untuk mengejar Pak leo, kenapa jadi marah-marah sama Aku," Balas Kinanti.
"Dasar kamu wanita Jalan. Berani sekali kamu Bicara Seperti Di depanku. Memangnya kamu siapa, kamu itu hanyalah seorang pembantu Di rumahnya. Jadi jangan Sok kepedean untuk Mencampuri urusan Pribadiku dengan Leo!" Bentak Risma.
Membuat kinanti Tertawa Kecil.
"Aku memang hanya seorang pembantu, tapi setidaknya aku tidak pernah Memaksakan Diri untuk di Cintai Oleh pak leo, Karena aku sadar hanya Non Clara yang Selalu di cintai oleh pak Leo, sangat berbeda dengan kamu, sudah tau pak leo nggak cinta. Tapi kamu selalu Berusaha untuk Mencari perhatiannya. Kalau aku jadi kamu mungkin aku udah malu Sejak pertama kalinya pak leo Menolak. Tapi nyatanya kamu Mala terus membuat pak leo Marah."
"Diam kamu!" Bentak Risma. Dan Langsung melayangkan Tangannya ke arah Kinanti. Tapi untungnya Kinanti bisa Menghempaskan tangan wanita itu sehingga tidak mengenai wajahnya.
"Kamu pikir aku lemah? Sehingga kamu bisa seenaknya sama aku, Dengar yah mba. Aku tidak pernah Takut dengan Ancaman kamu. Karena di sini aku Bekerja bukan Untuk anda. Jadi sebaiknya anda berhenti Menggangguku!" Menatap serius pada Risma.
"Ohh... Jadi sekarang kamu sudah berani dengan Saya. Kamu pikir Saya Tidak bisa menyingkirkan kamu dari Rumahnya Leo, ingat yah. Saya Akan Melakukan apa saja Sampai kamu Di pecat oleh Leo!"
"Terserah." Balas kinanti. Lalu ia segera Menggendong Putri Dan pergi dari tempat itu.
Sementara dalam perjalanan ada seseorang Yang tak Sengaja melihat Kinanti sedang menggendong Seorang anak perempuan. Ia masih Tidak percaya jika itu wanita yang sedang di cari-cari.
"Apa Wanita itu yang ada di foto ini, tapi Kenapa dia Bersama dengan seorang anak kecil? Apa mungkin anak itu adalah anaknya?" Ucap wanita yang sedang Memperhatikan Kinanti yang sedang Berjalan.
Karena merasa penasaran. Akhirnya ia Pergi Menghampiri Kinanti dan juga Anak kecil itu.
"Permisi mba," ucap Wanita Tersebut.
Kinanti menoleh ke sampingnya.
"Iya, ada apa?" Balas kinanti. Yang tidak mengerti apa-apa.
"Apa mba yang bernama Kinanti?" Tanya Wanita itu.
"I--iya, Aku Kinanti. Memangnya ada apa Mba?"Merasa Kebingungan.
"Ohh. Tunggu di sini Sebentar mba," ucap wanita tersebut. Lalu ia sedikit menjauh dari Kinanti. Karena Ingin menghungi Nomor Ponsel Seseorang yang sedang mencari Kinanti.
Kinanti yang merasa heran hanya Menatap Wanita yang saat ini sedang Berbicara dengan Seseorang di Balik Ponselnya.
"Siapa dia, kenapa dia bisa Tahu namaku?" Gumam Kinanti.
"Kita duduk di sini Dulu Yah," ucap kinanti. Pada Putri. Lalu mereka berdua segera duduk sambil Menunggu wanita tersebut.
Setelah beberapa menit kemudian. Wanita itu kembali ke tempat Kinanti.
"Maaf mba, karena sudah lama menunggu." Ucap wanita Tersebut.
"Iya, nggak apa-apa. Maaf, kalu Boleh tau kenapa kamu bisa Tau namaku?" Tanya Kinanti. Pada wanita itu.
"Aku tau dari ini Mba," jawab Wanita itu. Sambil Menunjukkan Fotonya.
"Itu Kenapa ada foto aku di sosmed kamu?" Balik bertanya.
"Tunggu saja Mba, Mungkin nggak Lama Orang yang Sedang mencari mba akan datang ke sini." Jawab wanita itu lagi.
Sehingga membuat kinanti bertambah Bingung dan Penasaran. Dengan Sosok yang sedang mencarinya itu.
Lalu Sebuah mobil berwarna hitam Berhenti di depan Mereka. Membuat kinanti sedikit Penasaran dengan Siapa pemilik mobil tersebut.
Mata Kinanti kini tertuju pada seorang pria Yang baru saja keluar dari mobilnya. Ia bahkan tidak berkedip Sedikit pun ketika melihat Aditya yang sedang berjalan menuju Ke arahnya.
Setelah berada di dekat Kinanti. Aditya Langsung melepaskan Kaca matanya. Dan menatap pada Seorang anak kecil yang berada di samping Kinanti. Aditya Sedikit Terkejut karena Kini Kinanti bersama seorang anak perempuan. Bahkan ia sendiri belum tau apa itu anaknya atau adiknya.
"Pak Aditya? Kenapa bapa bisa Ada di sini?" Tanya kinanti.
"Dia ini yang Tadi Saya ceritakan sama mba," timpal Wanita tadi.
Seketika membuat Kinanti Melotot pada wanita itu.
"Kenapa? Apa kamu tidak suka dengan Kedatanganku di sini." Ucap Aditya.
"Oya, Ini Hadiahnya Karena kamu sudah Berhasil Menemukan Dia." Ujar Aditya. Lalu memberikan Sebuah Amplop Berwarna Putih pada wanita tadi. Setelah menerima Amplop dari Aditya. Wanita itu langsung pergi.
Kinanti yang merasa Kebingungan dengan Sikap Aditya. Merasa heran dan Bertanya-tanya dalam hatinya.
"Kamu tinggal di mana, dan siapa anak ini?" Tanya Aditya.
Namun kinanti Tidak menjawabnya. Ia masih saja Menatap Aditya.
"Hei! Apa kamu tuli. Aku sedang bicara sama kamu!" Ucap Aditya. Membuat kinanti Sedikit Terkejut.
"Sebenarnya Kenapa bapa mencariku, dan apa tujuan bapa ke sini."
"Suka-suka saya dong, Lagi pula itu salahmu sendiri. Kenapa hari itu kamu tidak Memberitahuku jika kamu Pulang ke kampung." Menatap Kinanti.
"Bukannya aku udah kasih tau sama bapa? Kan bapa yang tidak mengijinkan aku Pulang. Dan bapa juga tidak ingin tau dengan alasan aku kembali ke kampung. Tapi nggak apa-apa, karena bagi bapa orang seperti Aku memang hanyalah seorang karyawan Biasa. Jadi bapa tidak Akan perduli dengan masalaku." Ucap Kinanti.
"Kenapa jadi menyalahkanKu, emang salahku di mana?"
"Maaf Pak. Kami harus segera pergi, Dan aku juga sudah tidak bekerja di tempat bapa. Jadi bapa bukan lagi atasanku." Ucap kinanti.
"Kinanti!" Tiba-tiba tangannya di tarik oleh Aditya. Membuat kinanti sedikit Gugup karena baru pertama kalinya Aditya. Menahan tangannya seperti ini.
"Aku berusaha untuk Mencari kamu Kemana-mana. Dan sekarang kamu Mala mau pergi begitu saja? Memangnya kamu nggak bisa memaafkanku yah!" Ucap Aditya. Sambil terus menahan tangannya Kinanti.
"Dan kamu juga belum menjawab pertanyaanku tadi."
"Lepaskan tanganku pak, Aku harus segera kembali ke rumah." Ucap kinanti.
"Siapa anak ini?" Mengulang pertanyaannya tadi.
"Dia anak bosku. Dan aku sedang Bekerja di rumah mereka," jawab Kinanti.
"Baiklah. Kalau begitu biar aku yang mengantarkan kalian pulang."
Kinanti Melotot pada Aditya.
"Tidak perlu pak. Takutnya Bos aku Mala Berpikiran yang Tidak-tidak tentang bapa." Tolak Kinanti.
"Itu lebih bagus." Sambung Aditya. Membuat kinanti semakin Bertambah Kebingungan dengan sikap mantan Bosnya itu.
Dan tanpa berpikir panjang Aditya langsung menggendong putri ke mobilnya. Kinanti hanya terdiam menatap seorang Aditya yang tiba-tiba jadi Seperti itu.
"Apa yang sedang kamu pikirkan Di situ. Cepat masuk!" Ucap Aditya.
Dan Kinanti segera berjalan ke arah mobil.
"Memangnya saya ini SopirMu. Sehingga kamu harus duduk di Belakang."
"Terus aku harus duduk di mana?" Tanya Kinanti kebingungan.
"Di depan!"
Karena melihat wajah Aditya yang sedikit seram akhirnya Kinanti Berpindah tempat ke Depan. Sehingga mereka langsung pergi dari tempat Itu.