Saya Punya Novel Baru nih guys. Jangan Lupa Buat Mampir baca ya. Ceritanya tentang cowo cool yang jatuh cinta pada seorang cewe disekolahnya.
Sinopsis :
Karena kelelahan bekerja, Nathan meninggal dan tereinkarnasi ke dunia lain. Di Kehidupannya yang baru ini Nathan memutuskan untuk menjalani hidup yang bebas akan tetapi untuk mewujudkan itu Nathan harus menghadapi berbagai halangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thenawa09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bayangan Masa Lalu
Kedamaian yang dirasakan Nathan tidak berlangsung lama. Seminggu setelah pengakuan Ely, sebuah mimpi aneh mulai menghantuinya. Dia berdiri di sebuah padang luas yang gelap, langitnya berwarna ungu dengan dua bulan yang menggantung. Di depan dia, seorang pria dengan tanduk hitam dan sayap kelelawar yang robek berdiri membelakangi.
"Bangunlah, penerus darah," suara pria itu bergema di kepalanya. "Masa kelam semakin dekat. Mereka datang untukmu."
Setiap kali Nathan mencoba mendekat atau bertanya, dia terbangun dengan keringat dingin dan jantung berdebar kencang. Mimpi itu terasa begitu nyata, begitu mengerikan.
Suatu pagi, saat Nathan membantu membersihkan loteng rumah, dia secara tidak sengaja menemukan sebuah peti kayu tua berdebu. Rasa penasarannya mengalahkan segalanya. Di dalam peti itu, selain barang-barang kenangan Paman Jorgi masa lalu, ada sebuah buku harian usang dengan sampul kulit.
Buku itu bukan milik Paman Jorgi. Di sampulnya terukir simbol yang sama persis dengan yang dia lihat di mimpi—sebuah mata dengan pupil vertikal dikelilingi oleh sayap.
Dengan tangan gemetar, Nathan membukanya. Bahasanya aneh, tapi entah bagaimana dia bisa memahaminya. Itu adalah buku harian seorang pria bernama Alaric, yang mengaku sebagai anggota terakhir dari "Klan Nightshade", sebuah klan dari ras iblis.
Hari ini, kerajaan sekali lagi mengirim pemburu. Mereka membunuh yang tua dan yang muda. Kami harus bersembunyi lebih dalam, meninggalkan kehidupan kami yang sudah hancur. Istriku, Liana, sangat ketakutan untuk bayi kami yang belum lahir...
Nathan terus membaca, hatinya berdebar kencang. Alaric menceritakan penganiayaan terhadap rasnya, bagaimana mereka dituduh sebagai biang keladi setiap bencana dan disingkirkan. Dia dan istrinya melarikan diri ke dunia manusia, menyamar dengan sihir.
Kami memutuskan untuk mengirim anak kami ke dunia lain, dunia tanpa sihir, di mana dia akan aman. Portal itu akan menghabiskan hampir semua kekuatan kami, tapi itu sepadan. Anak kami, Nathan, akan hidup bebas dari rasa takut ini...
Nathan menjatuhkan buku itu. Napasnya tersedak.
Nathan. Itu namanya. Anak kami.
Dia adalah anak dari Alaric dan Liana. Dia adalah ras iblis murni yang dikirim orang tuanya ke Bumi, dunia asalnya, untuk menyelamatkannya. Kecelakaan yang membawanya kembali ke dunia sihir ini mungkin bukanlah kebetulan semata. Mungkin darahnya, warisannya, yang menariknya kembali.
Dia mengambil buku itu lagi, membalik halaman terakhir. Ada sebuah pesan singkat yang ditulis dengan tergesa-gesa.
Jika kau membaca ini, Nathan, anakku, maka nasib telah membawamu kembali. Maafkan kami karena meninggalkanmu. Tapi ketahuilah, kami melakukannya untuk keselamatanmu. Kekuatan dalam dirimu adalah warisanmu. Jangan takut padanya. Kuasailah. Dan hati-hatilah dengan "Ordo Matahari Fajar", mereka adalah pemburu yang telah menghancurkan kita. Mereka tidak akan pernah berhenti...
Buku itu berakhir di sana. Nathan duduk terdiam, pikirannya kacau. Semuanya masuk akal sekarang. Mengapa dia bisa menggunakan sihir kegelapan dengan mudah, mengapa dia bisa berubah, mengapa dia merasa seperti bukan bagian dari dunia lama nya.
"Ditemukanmu," suara Paman Jorgi terdengar dari bawah tangga. Dia mendaki loteng dengan susah payah. Wajahnya serius. "Aku tahu kau akan menemukannya suatu hari nanti."
"Paman... tahu?" tanya Nathan, suaranya bergetar.
Paman Jorgi mengangguk, duduk di sebelah Nathan. "Aku menemukan peti itu tersembunyi di dekat tempat aku menemukanmu pingsan. Buku harian itu ada di sampingmu. Aku menyimpannya, berharap bisa memberikannya padamu saat kau sudah siap. Tampaknya waktunya telah tiba."
"Kenapa tidak memberitahuku sejak awal?"
"Karena kau butuh waktu untuk menerima dunia ini dulu, Nathan. Memberitahumu bahwa kau adalah ras yang ditakuti dan diburu sejak awal... itu bisa menghancurkannmu. Kami ingin kau tumbuh kuat dan menemukan tempatmu dulu."
Nathan memandangi buku harian itu. Dia marah? Sedih? Bingung? Semua bercampur aduk. Tapi satu hal yang dia tahu, Paman Jorgi dan keluarganya telah melindunginya dengan cara mereka sendiri.
"Ordo Matahari Fajar..." gumam Nathan. "Apakah mereka masih ada?"
"Ya," jawab Paman Jorgi dengan suara berat. "Mereka adalah organisasi fanatik yang percaya bahwa ras iblis adalah noda yang harus dimusnahkan. Mereka bekerja di bayang-bayang, dan bahkan kerajaan kesulitan mengendalikan mereka."
Nathan merasa sebuah beban berat di pundaknya. Bukan hanya soal menemukan jati diri, tapi juga tentang bertahan hidup. Ada orang yang ingin membunuhnya hanya karena siapa dia.
"Apakah aku... berbahaya bagi kalian? Bagi desa ini?" tanyanya takut.
"Tidak," jawab Paman Jorgi tegas. "Kau adalah bagian dari keluarga kami. Dan keluarga melindungi satu sama lain. Jika Ordo itu datang, kita akan hadapi mereka bersama."
Ketenangan di Desa Kari tiba-tiba terasa rapuh. Nathan menyadari bahwa petualangannya belum berakhir; ini baru permulaan. Dia harus menjadi kuat, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk melindungi orang-orang yang dicintainya. Warisannya mungkin adalah kutukan, tapi juga kekuatannya. Dan dia bertekad untuk menguasainya.
Mimpi itu bukan sekadar mimpi. Itu adalah peringatan. Dan Nathan siap untuk menghadapinya.
Semangat terus kak 💪