NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Dokter Anton

Mengejar Cinta Dokter Anton

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Dokter Genius / Harem / Cinta Murni / Dokter / Tamat
Popularitas:64.6k
Nilai: 5
Nama Author: Indaria_ria

Disarannkan sebelum baca cerita ini baca dulu karya saya Gadis Miskin Kesayangan CEO ya, agar tidak gagal fokus, disana cerita Tania dan Dokter Anton bermula.....#

Anton adalah seorang Dokter Umum yang melanjutkan studinya untuk meraih gelar sebagai Dokter spesialis kejiwaan, dalam tugasnya Dokter Anton bertemu dengan seorang pasien yang bernama Dinda yang sedang mengalami depresi berat atas meninggalnya kekasih yang ia cintai dalam kecelakaan.

Lambat laut kedekatan mereka membuat Dinda menemukan kekasihnya dalam diri Dokter Anton. Tapi saat ini Anton belum bisa membuka hatinya untuk siapa pun, dihatinya masih ada Tania yang susah sekali ia lupakan.

Berjalannya Waktu Tania tiba-tiba datang setelah Anton sudah sedikit melupakannya dan ingin melanjutkan hidupnya siapakah nanti yang akan mengejar cinta Anton?? Apakah Tania atau Dinda??

Karya ini hanya sekedar hayalan Author ya 🤭 semoga kalian suka ceritanya...!!

Happy reading!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Rencana Alex

Dengan cepat Dokter Anton dan Mei segera bergegas menuju ruang perawatan Dinda, disana banyak pasien yang bingung dengan kepergian Dokter Anton.

''Maaf tunggu sebentar ya Bapak, Ibu Dokter Anton haru menangani pasien gawat darurat!'' ucap Mei dengan para pasien, biasanya Dokter Anton tidak pernah mebiarkan pasiennya menunggu entah mengapa kali ini Dokter Anton sedikit kurang mempedulikan pasien lainnya, ini semua dia lakukan untuk Dinda.

Akhirnya mereka pun sampai di ruangan Dinda, disana nampak kedua orang tua Dinda sedang panik melihat putrinya yang sedang mengalami sakit kepala hebat.

Melihat kedatangan seorang Dokter Bu Sinta dan Pak Bagas segera berdiri menyambut Dokter Anton, disana juga ada seorang perawat yang mencoba menolong Dinda.

''Bagaimana keadaan Dinda!'' ucap Dokter Anton setelah masuk keruangan itu. tiba-tiba Pak Bagas dengan segera mendekati Dokter Anton.

''Dok, tolong putri saya!'' ucapnya disana.

''Baik Pak, Bapak tenang dulu ya? saya akan memeriksa Dinda.'' ucap Dokter Anton sopan.

''Baik Dok, tolong!'' dengan menempelkan kedua telapak tangannya di depan dada Pak Bagas berucap.

''Dok, maaf Dinda tidak meminum obat sakit kepalanya, malah katanya obat itu dia buang!'' ucap perawat disana menjelaskan.

''Kenapa bisa Dinda membuangnya?''

''Saya juga kurang tahu Dok!'' jawab perawat itu.

Akhirnya tubuh Dinda di angat oleh Dokter Anton dan direbahkan di atas tempat tidurnya, disana nampak Dinda yang masih sadar dengan masih memegangi kepalanya yang sakit.

''Mei tolong ambilkan obat sakit kepala untuk Dinda!'' ucap Dokter Anton pada Mei asistennya.

''Baik Dok!'' dengan cepat Mei segera keluar untuk mengambil obat untuk Dinda, disana kedua orang tua Dinda masih terlihat cemas.

Tidak menunggu lama akhirnya Mei kembali dengan membawa obat sakit kepala untuk Dinda, dia pun segera memberikan obat itu pada Dinda agar dia segera meminumnya.

Dengan lembut Dokter Anton memapah Dinda agar bisa duduk dari posisi tidurnya, disana Dinda masih terlihat kesakitan tapi dia berusaha sadar.

''Cepatlah kamu minum obat ini, biar sakit kepalamu reda!'' ucap Dokter Anton disana, Dinda hanya mampu mengikuti perintah Dokter Anton dia pun segera memasukan obat itu kedalam mulutnya, dengan cepat pula Dokter Anton segera menyodorkan segelas air putih untuk Dinda.

Disana Bu Sinta dan Pak Bagas mulai sedikit lega setelah Dinda meminum obatnya, tidak berselang lama Dinda mulai bisa merasakan efek obat sakit kepalanya bekerja. Kini dia mulai lebih enakan dari sebelumnya dan sakit kepalanya pun mulai sedikit demi sedikit mereda.

''Ya sudah kalau begitu kamu istirahat dulu, oya jangan di ulangi lagi ya! kamu masih butuh obat sakit kepalamu itu!'' ucap dokter Anton sedikit tegas. Disana Dinda hanya mampu menganggukan kepalanya.

''Terimakasih banyak ya Dok, akhirnya Dinda sudah tidak sakit kepala lagi.'' ucap Bu Sinta disana.

'' Sama-sama Ibu, Dinda adalah pasien saya jadi Dinda masih tanggung jawab saya.''

'' Oya Dok, apa Dokter ada waktu saya mau berbincang dengan anda!'' ucap Pak Bagas.

''Mungkin nanti sore saya ada waktu Pak sekitar jam 4 silahkan Bapak datang saja keruangan saya.''

''Baik, terimakasih banyak sebelumnya Dok.''

''Tidak usah sungkan Pak, saya akan selalu ada waktu untuk keluarga pasien! kalau begitu saya permisi dulu, saya masih di tunggu pasien.''

"Silahkan Dok, terimakasih banyak." ucap Bu Sinta dan Pak Bagas.

"Sama-sama."

Akhirnya Dokter Anton dan Mei dengan segera meninggalkan ruangan Dinda, mereka berjalan masih dengan tergesa-gesa karena pasien yang lain masih menunggunya di tempat prakteknya.

**

Sementara itu, diruangannya Alex sedang merencanakan sesuatu dia ingin Tania bisa menjadi miliknya entah bagaimanapun caranya dia harus bisa mendapatkannya.

Alex pun segera keluar dari ruangannya, dia tidak ingin membuat Tania sedikit berfikir yang aneh-aneh tentang dirinya. Dia sadar tindakannya tadi mungkin sedikit membuat Tania kesal.

"Tania apa nanti kamu bisa menemaniku makan di luar?" Tanya Alex pada Tania setelah dia sudah ada di depan meja kerja milik Tania.

"Jam berapa?" Tania mulai heran bukankah tadi Alex sepertinya marah dengannya.

"Apa kamu bisa sekarang? Kamu boleh mengambil kerja setengah hari khusus hari ini!"

" Apa kamu bercanda! Biasanya kamu tidak pernah bersikap seperti ini?" Alex sedikit tersenyum.

"Aku hanya merasa bersalah tadi dan ini tanda permintaan maafku."

"Baiklah karena bos yang minta saya tidak bisa menolak." Ucap Tania sambil tertawa disana.

Akhirnya mereka berdua pun pergi meninggalkan kantor, ini semua dengan rencana Alex yang sedikit memaksa. Mereka akhirnya berangkat menuju ke sebuah restoran Alex berencana bertemu dengan seseorang juga tanpa sepengetahuan Tania.

Sesampainya di sebuah restoran mereka pun turun dari mobil, disana Tania tidak curiga sama sekali dia masih mengikuti Alex masuk kedalam restoran itu.

"Tania kamu duduk dulu di meja itu ya!" Ucap Alex sambil menunjuk ke sebuah meja yang ia pesan.

"Baiklah, kamu mau kemana?" Tanya Tania bingung.

"Sebentar aku akan menemui temanku dulu, cuma sebentar oke! Kamu tunggu di sana dulu!" Ucap Alex yang langsung pergi meninggalkan Tania.

Akhirnya Tania berjalan menuju kemeja yang ditunjuk oleh Alex disana seorang pelayan langsung datang mendekati Tania.

"Maaf mba, Pak Alex sudah memesankan beberapa menu makanan beberapa menit yang lalu. Silahkan anda tunggu ya!"

"Baik, terimakasih mba!''

"Sama-sama." Pelayan itu pun langsung menuju kebelakang disana sudah ada Alex yang menunggunya.

"Bagaimana apa kekasih saya curiga?" Tanya Alex pada pelayan itu.

"Tidak, dia tidak curiga."

"Baiklah jangan lupa apa yang aku perintah kan tadi!"

"Baik!" dengan sedikit gemetar pelayan itu menjawab.

Akhirnya Alex segera kembali ketempat Tania berada, dia berjalan santai mendekati Tania. Disana Tania juga tidak curiga sama sekali dengan Alex.

"Sudah selesai pertemuannya?"

"Sudah, apa aku lama?"

"Tidak, duduklah!"

Disana tiba-tiba seorang pelayan datang membawakan minuman serta makanan yang sudah Alex pesan, disana banyak pilihan menu yang sengaja Alex pesan.

"Lex ini?" Ucap Tania yang sangat heran dengan pesanan Alex.

"Ini semua buat kamu, aku sengaja memesannya khusus untukmu!"

"Tapi ini terlalu banyak, kamu mau aku jadi gemuk?"

"Makan cuma segini ga akan membuatmu gemuk, percayalah!"

"Maaf mba ini jus alpukat untuk anda!" Ucap seorang pelayan disana.

"Terimakasih mba! Lex kamu tahu minuman kesukaanku?"

"Apa yang tidak aku ketahui tentang dirimu!"

"Aku minum ya!"

"Minumlah!" Ucap Alex sambil mengulam senyum.

Disana Tania mulai meminum segelas jus di depannya dia juga mulai mencicipi hidangan yang sudah di pesan oleh Alex, dengan cepat dia mulai memakannya, tapi tiba-tiba kepala Tania sangat berat sekali dia sangat pusing dan tiba-tiba seluruh badannya menjadi panas, wajahnya kini juga mulai memerah.

Disana Alex mulai memperhatikan perubahan pada Tania, dia tahu kemungkinan obat yang sengaja ia masukan dalam minuman Tania sudah bekerja.

"Lex, bisakah kamu membawaku ke sebuah hotel?" Dengan wajah yang memerah Tania menahan sesuatu.

"Hotel, bukankah kita mau makan?" Tanya Alex yang pura-pura tidak terjadi apa-apa.

"Sudahlah, disamping restoran ini ada sebuah hotel bukan!"

"Baiklah, aku akan memesankan untukmu? Untuk berapa hari?"

"Untuk hari ini saja!" ucap Tania sambil menatap tajam ke arah wajah Alex.

Bersambung...

Bantu like ya readers kalau kalian suka cerita ini.

Kali ini dua bab ya..

1
Saidi anton
tetap semangat dan terus berkarya 💪
Tiek
kamu menjengkelkan lek
Tiek
Alex ga punya aklak
Tiek
pasti laki" gila itu Damian
Emy Angga
pasti it damian.tpi bukan kah Dy bunuh diri kemarin di penjara thor
Saidi anton: semangat selalu untuk penulis salam sehat dan selalu membuat karya karya cerita
total 2 replies
Emy Angga
astaga baru sjh di bab pertama SDH senewen ini🤧🤧
Indaria_ria: Othor terharu sampai lanjut karya berikutnya terimakasih kak Emy/Scowl/
total 1 replies
Chris Antono
nanggung sekali
Chris Antono: cobalah bikin season ke 2 nya kak
total 2 replies
Chris Antono
Luar biasa
Indaria_ria: Trimakasih ulasan bintang 5nya kak Cris Antono/Pray/
total 1 replies
Chris Antono
Lumayan
Indaria_ria: Trimakasih ulasanya kak Chris Antono/Smile//Pray/
total 1 replies
reza indrayana
Lanjutan kisah Evan & Alena nich .. to apa eoesode berikutnya ada kisah Evan -Alana sekeluarga yg bikin penasaran ...
Indaria_ria: lanjutannya hanya di Tania dan Dokter Anton kak....soalnya dulu ada yang minta di lanjut...kalau Evan dan Elena belum ada kelanjutannya/Grin/maafkanlah
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Ayo dr Anton sembuhkan Dinda dgn kemampuan mu.....kasian klo ga disembuhkan bisa depresi akut dan bunuh diri lagi ....masa depan nya mdh panjang kasian ortu nya.... sakit iahhh terpisah Krn takdir 😔😔🙈🙈
Indaria_ria: Semoga saja ya kak.../Grin/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Astaghfirullah Dinda depresi dan bunuh diri smoga msh bisa dislmtkan....gelooo thorrr awal cerita udh tegang maen bunuh diri 😅😅😅🙈🙈🙈
Indaria_ria: /Grin//Grin//Pray//Pray/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Baru baca tiba tiba ada tokoh baru Dinda 😅😅😅thorrr aku hadir iahh 💃💃😍😍
Indaria_ria: Wah...silahkan kak Nunik Wahyuni/Heart/ semoga suka dengan ceritanya....
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya pribadi sangat terkesan. kayaknya penulis seorang yang sangat mendalami masalah kejiwaan
Indaria_ria: Terimakasih kak saya sangat terharu/Cry/
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya sangat suka gaya penulisannya yg tdk bertele tele, semangat semoga selalu sukses
Indaria_ria: Aamiiin....terimakasih kak Sri Wardoyo semoga kakak sehat selalu/Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Asyatun 1
keren
Indaria_ria: Terimakasih kak Asyatun 1 sudah mau mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir, terimaksih sudah meninggalkan jejak like nya juga. Sehat selalu ya /Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Nita Puspita
kok gak sampek menikah
Indaria_ria: Maafkan Author ya kak Nita puspita ceritanya cukup sampai disini karena sesuatu hal harus saya tamat kan semoga kakak tidak kecewa ya/Facepalm/ boleh baca cerita karya Author yang lain...kalau kakak suka ya😊 Terimakasih sudah mengikuti cerita dari awal sampai akhir sehat selalu buat kakak
total 1 replies
Nita Puspita
lanjut
Indaria_ria: Terimakasih sudah sejauh ini mengikuti ceritanya ini kak/Smile/
total 1 replies
Nita Puspita
jangan sampai tania diapa"in
Indaria_ria: hehe....semoga saja ya
total 1 replies
Nita Puspita
selamatkan tania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!