Season 1
Perjalanan sepasang manusia mengarungi bahtera pernikahan tanpa ada dasar cinta. Pernikahan itu dilakukan hanya karena tidak ada pilihan lain, baik bagi sang pria yang istrinya meninggal pasca melahirkan buah hati mereka dan bagi sang wanita yang ditinggal kabur suaminya setelah menalak wanita itu tanpa alasan yang jelas.
Season 2
Cerita tentang sebuah cinta yang rumit karena terhalang oleh hubungan persaudaraan, akankah mereka bisa mendapatkan restu untuk bersama mengarungi bahtera rumah tangga yang sangat mereka impikan?
Season 3 "Karna Aku Mencintaimu", tentang Karen yang hamil di luar nikah dan harus menjalani pernikahan tanpa sedikitpun dicintai oleh suaminya. Akankah dia sanggup untuk bertahan dan mendapatkan cinta dari suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anna talia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 18
Kirana: "Kiran memang gak berniat menyembunyikan apapun dari Mas Rio, apalagi Mas Rio juga dari awal memang tidak pernah menyembunyikan apapun dari Kiran selain soal dia berencana menikahi Kiran kalau sudah sukses." Sindirnya.
Rio: "Maafkan aku. Aku kan sudah menjelaskan kepadamu alasanku ingin sukses terlebih dahulu sebelum menyatakan perasaanku padamu."
Setiawan: "Ya maafkan ayah juga. Ayah bangga ketika kepada Rio ketika dia meminta ayah menunggunya sukses untuk melamarmu. Sebenarnya ayah sudah ingin memberitahumu bahwa ayah mengenal laki-laki yang kamu c
bilang ke ayah sebagai cinta pertamamu itu ketika kamu selesai kuliah, tapi ternyata abangnya Mario meninggal dan ketika ayah melayat Mario meminta waktu lagi kepada ayah untuk melamarmu hingga anak abangnya lahir dan dia juga meminta ijin pada ayah untuk mempertanggung jawabkan perbuatan abangnya itulah alasannya kenapa ayah tidak memberitahumu soal Mario. Ngomong-ngomong kamu gak marah sama ayah karena ayah menawarkan pendidikan ke luar negeri pada Syahdan sehingga membuat pernikahanmu batal?"
Kirana: "Gak, Kiran yakin ayah memang tahu yang terbaik untuk Kiran. Lagipula kalau memang Syahdan mencintai Kiran benar-benar walau dia gak yakin bahwa Kiran benar-benar mencintainya, dia akan mengusahakan agar Kiran mencintainya dan dia gak akan terima tawaran apapun untuk meninggalkan Kiran." Kata Kirana sungguh-sungguh. "Kiran bersyukur karena jodoh Kiran yang sesungguhnya adalah orang yang benar-benar memperjuangkan Kiran dari awal. Terimakasih ayah " Kiran beranjak memeluk ayahnya.
Setiawan: "Untuk apa nak?"
Kirana: "Karena ayah telah menjaga Kiran agar Kiran bisa dimiliki oleh orang yang tepat dan terimakasih karena keputusan ayah untuk mencoba menggagalkan pernikahan Kiran menunjukkan kebenaran perasaan yang dimiliki Mas Syahdan kepada Kiran."
Setiawan: "Sama-sama sayang. Ayah senang kamu bisa menikah dengan laki-laki seperti Mario, selain dia lelaki yang bertanggung jawab pernikahan kalian juga membuat hubungan kedua sahabat lama ini jadi semakin erat. Sebenarnya ayah sudah tahu bahwa dari awal Syahdan mendekatimu hanya supaya ketika sudah lulus kuliah dia gak usah susah nyari kerja, dia tahu bahwa kamu akan mengelola cafe sendiri dan dia mengerti dengan kondisi keuangannya yang tidak memungkinkan untuk dia melanjutkan pendidikan."
Kirana: "Kenapa ayah bisa menyimpulkan seperti itu?"
Setiawan: "Ayah sempat gak sengaja mendengar percakapannya dengan seseorang di telepon. Dia memag tidak berniat jahat padamu Kiran, tapi dia juga tidak memiliki perasaan yang tulus kepadamu."
Rio: "Sebenarnya mungkin Syahdan hanya ingin hidup enak setelah sekian lama menderita, kehilangan orang tua sejak kecil membuatnya harus bekerja keras untuk bertahan hidup." Kata Rio.
Kirana: "Iya mungkin seperti itu." Renung Kirana.
Rio: "Kalau kamu mau menemuinya aku gak melarang. Alangkah baiknya jika kalian bisa mengakhiri hubungan kalian yang kemaren dengan baik dan berteman." Ucap Mario jujur.
Setiawan, Darmawan, Karina dan Marina kaget dengan perkataan Mario.
Setiawan: "Gak perlu! Dia sendiri yang memilih untuk membatalkan pernikahannya secara gak gentle. Ayah sudah menawarkan tawaran itu dari jauh-jauh hari, tapi dia menolaknya dan tetap memilih menikah dengan Kiran sampai ijab terucap setelahnya dia menghampiri ayah dan menanyakan apakah tawaran untuknya sekolah di luar negeri masih berlaku." Ceritanya geram. "Aku sebenarnya sangat marah pada saat itu membayangkan perasaan anakku, bisa-bisanya laki-laki itu mengucap ijab tapi masih menanyakan tawaran yang aku berikan padanya. Kalau saja aku tidak ingat bahwa Rio menginginkan putriku aku tidak akan mau memberlakukan tawaranku padanya."
kiranya berkenan membaca novel kami :
- TERIMA KASIH CINTA SEJATI
- MENANTI CINTA UNTUKKU
semoga bisa menghibur kakak2 semua. terima kasih..🙏🙏