PSM season 1 dan Season 2 (REVISI)
warning ⚠️
SEDANG TAHAP REVISI.
novel ini mengandung tingkat kebaperan dan kesedihan yang luar biasa, jadi siap-siap bermain relorcoaster di novel ini. hehehe
gimana mau kejar cita cita setinggi langit, umur baru 20 tahun aja udah suruh nikah.
kata abi sama umi, Nikah itu ibadah. Jangan di tunda- tunda .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RH mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kesedihan
Sinar mentari begitu bersinar terang menyoroti ke sebuah jendela kamar,
Hari ini kucoba bangun lebih awal untuk sekedar memasak, membuatkan sarapan dan bekal teruntuk suamiku.
Karna aku tidak mau klo sampe suamiku harus menahan lapar,
Jadi sebisa mungkin aku menyiapkan sarapan dan bekal untuknya.
Di sela-sela keaibukannku, kulihat langkah suamiku yang turun dari tangga.
Begitu gagah, bahkan sempurna di mataku, dengan setelan kemeja putih bermotif garis dan celana hitam. Dan juga tatanan rambut yang rapih.
"Selamat pagi istri mas yang cantik dan sholehah,"ucap Fahri seraya menghampiri lalu mencium keningku
"Mas, apa-apaan coba. Malu tau ada bi nani liatin,"bisiku dengan raut wajah yang mungkin memerah karna malu.
"Gak papa, lagi pula bi nani gak akan liatin. Masak apa sayang baunya wangi banget?"tanyanya.
"De masak daging teriyaki, mas suka gak?"
"Bukan suka lagi tapi suka banget,"
"De juga sekalian bikin bekel buat mas, biar mas gak makan siang di luar,"
"Masya Allah. Istri mas perhatian banget sih,"ucapnya seraya memeluku
Tiba-tiba suara dehaman mengagetkan kami berdua, yang tak lain suara mas Azam.
"Wih pengantin baru ngegas terus, bawaannya nempel, ada Kakanya aja sampe gak sadar,"ujar Mas Azam.
Fahri yang mendengar ucapan mas Azam langsung melepas pelukannya sembari tersenyum malu. Begitupun Khadijah.
"Mas, gak biasanya udah rapih begini. Biasanya juga suka berangkat siang,"ucap fahri menghampiri kakanya.
"Iya, mas lagi ada proyek lumayan besar, jadi harus berangkat pagi."
"Mba intan mana mas? Ko gak keliatan,"tanya Khadijah.
"Mba intan lagi kurang sehat de,"
"Apa udah di bawa ke dokter mas?"khadijah kembali bertanya.
"Iya mas, istrinya di bawa ke dokter dulu, takunya kenapa-napa,"ujar Fahri menyela.
"Tadi mas juga udah bilang dan mau anter mbamu itu, tapi gimana lagi dia gak mau. Bilangnya hanya sakit kepala biasa nanti juga akan sembuh, di bilang begitu,"ujar mas Azam menjelaskan.
"Yaudah mas berangkat duluan yah,"ucap Mas Azam lalu menepuk peunggung fahri dan membalikan tubuhnya berjalan ke arah pintu.
"Mas gak mau sarapan dulu ni?"tanya fahri
"Mas sarapan di luar, dahhh,"ujar mas azam sembari melambai dan keluar.
*****
Setelah selesai sarapan Fahri pun, berpamitan padayah dan ibunya yang masih sarapan di atas meja makan,
Kini khadijahpun mengantar suaminya sampe pintu depan.
"Di kampus jangan genit. Ingat udah punya istri,"ancam khadijah.
"Mas mau genit akh, lagian kan di kampus belum pada tau juga kan, kalo mas udah nikah " ucap fahri yang sembari menggoda istrinya.
"Ikh kok gigu sih,"ujar khadijah.
"Gak mungkin donk sayang mas genit, lagian mas udh punya istri yang cantiik.
yaudah mas berangkat dulu dulu yah sayang,"fahri hendak memeluk dan mencium kening istri
disambut dengan khadijah yang mencium tangan suaminya.
Fahripun langsung menstater motor dan melajukan motor Maticnya.
karna mobil mas fahry di tinggal di bandung terpaksa dia harus berangkat kerja menggunakan Motornya.
khadijah pun langsung membalikan tubuh, dan kembali masuk, dan bergegas menemui mba intan yang sedang sakit.
"Tok, Tok, Tok,Assalamu'alaikum mba,"ucap khadijah.
"Wa'alaikumsalam. Masuk de,"saut mba intan.
Setelah mendapat perintah, khadikahpun memberanikan diri untuk masuk le dalam kamar mba intan
"Mba, maaf waffa ganggu istirahatnya. Gimana keadaan mba intan sekarang? Udah baikan belum?"tanya khadijah yang kini duduk disamping mba intan.
"Mba gak papa de, hanya sedikit.kurang enak badan aja,"tegas mba intan.
"Tapi de lihat mba lagi kurang baik, mba bisa cerita, waffa akan jadi pendengar yang baik buat mba,"
"Sebenarnya fikiran mba kacau tidak karuan, pusing, gelisah, sedih, bingung cemas semua rasanya mengadu di otak mba."ucap mba intan.
"Astagfirullah, kenapa begitu mba,"
"Mba kemarin beli taspack (alat tes kehamilan). Mba fikir mba hamil karna udah 2 mingguan telat datang bulan dan juga akhir akhir ini badan mba lemes banget. Lalu paginya mba cek dan hasilnya negatif lagi,"ujar mba intan lirih.
"Ya allah mba, yang sabar yah. khadijah gatau harus berbuat apa selain bilang mba harus kuat dan tegar. Khadijah yakin secepatnya mba bakalan hamil,"tegas khadijah Seketika khadijahpun langsung memeluk mba intan.
"De, jujur mba tuh malu di tanyain mertua terus. Memang sih bunda orang nya baik banget sma mba. Tapi terkadang bunda suka cerita kalo ada anak temeny yang hamil dan ada jga yang melahirkan. tanpa bunda sadari mba merasa sedih. kadang sanak sodara juga suka menanyakan kapan hamil. Pertanyaan mereka semua bikin hati mba kalut de,"Air mata mba intan semakin mengalir tak terbendung.
khadijah tidak bisa berkata kata takutnya menyinggung perasaan mba intan. hanya bisa mengusap pundak mba intan dan memeluknya.
"Mba inget gak dulu mba slalu bilang sm khadijah kalo Allah suka kasih cobaan pada hamba nya yang sabar. Dan Khadijah yakin mba termasuk orang yang sabar,"
Setelah menceritakan pada Khadijah mba intanpun sedikit merasa lega.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Hy semuanya.
Jangan Lupa like, komen, dan vote yang sudah baca novel ini.
Ig.ayyana haoren.
novel tp aq lupa judulnya ...Allah seneng bgett
pertama aq BacA karya langsung syuka di tuhn 2020-2021 Klw gx salah aq lupa, ganti hp jd susah ,dn sibuk, baru ini aq download lagi ..makasih kak