NovelToon NovelToon
Balas Dendam Setelah Dikhianati

Balas Dendam Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Mengubah Takdir / Chicklit
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Kim

IG : deiriwon_

Di dalam rumah tangganya, Flor mendapat sebuah pengkhianatan besar dari sang suami.

Hidupnya yang hampir saja berakhir, membuat Flor sadar, bahwa selama ini dirinya hanya diperdaya oleh keluarga Zean (suaminya).

Merubah wajah dengan menjalani operasi plastik, memalsukan identitas, serta merubah cara berbicara dan gaya sikap.

Semuanya dilakukan demi balas dendam pada Zean, ibu mertua, bahkan sampai pada sahabatnya sendiri, yang telah menjadi selingkuhan suaminya.

Apakah balas dendam Flor akan berhasil? Atau justru akan memakan dirinya? Yuk, baca langsung ceritanya. Jangan lupa untuk selalu dukung ya~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Salah Rumah

Happy Reading🐭

Mohon bijak dalam membaca, ya. Dan jangan lupa untuk dukungannya setelah selesai membaca✨

〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎

Waktu telah menunjukkan pukul 07.24 waktu setempat. Langit cerah dengan udara segar di pagi hari mampu membangunkan Robin yang tak sengaja terlelap di dalam mobil sejak tadi malam.

Sebenarnya, pria itu berniat untuk menunggu Alicia hingga keluar dari gedung bar. Namun karena tak bisa menahan rasa kantuk yang menguasai matanya, membuat Robin tertidur di dalam mobil hingga semalaman.

Ia keluar dari mobil dengan pikiran bingung, berusaha mengingat kejadian semalam. Begitu melangkah dan mendekati bangunan bar tersebut, Robin lantas mengingat saat Alicia memintanya untuk pulang terlebih dahulu.

"Astaga, diamana dia sekarang?" ucap Robin panik.

Pria itu bergegas masuk ke dalam mobil, langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga membawanya bergabung dengan kendaraan umum di jalanan kota.

Cukup lama berada di perjalanan, Robin akhirnya tiba di apartemen G.O.U Big. Pria itu memarkirkan mobilnya di basement, berlari memasuki gedung apartemen hingga tiba di lantai tempat kamarnya berada.

"Alicia!! Kau dimana?" teriak Robin usai dirinya masuk ke dalam kamar.

Namun sekeras apapun dia berusaha, hasilnya tetaplah nihil lantaran tidak ada seorangpun di dalam sana.

Robin memakai cara lain, dirinya membuka layar ponsel untuk menghubungi wanita di luar sana. Tapi sayang, sama sekali tidak ada jawaban dari Alicia.

......................

Ruang makan kediaman Adalrich menampakkan tiga orang yang tengah duduk menikmati hidangan pagi. Seluruh makanan yang telah disantap itu membutuhkan enam orang pelayan dalam waktu satu jam memasak.

Di sana, Alicia melihat seorang pelayan yang begitu asing. Mungkin dia adalah pelayan baru di kediaman Adalrich.

"Bagaimana? Enak?" tanya Mira seraya tersenyum lebar.

"Iya, aku menyukai ini," balas Alicia, tangannya sibuk melahap salad mewah.

Keduanya saling mengobrol, namun tidak dengan Zean yang justru menatap sang ibu dengan heran. Ia sendiri tidak tau sejak kapan ibunya bersama Alicia si karyawan perusahaan bisa sedekat ini, seakan pernah bertemu sebelumnya.

Selang beberapa waktu kemudian, mereka akhirnya telah usai menyantap hidangan pagi. Zean bersama Alicia masuk ke dalam mobil berwarna merah yang semalam ia bawa menuju bar. Kini keduanya akan melakukan perjalanan menuju FWaD Company.

"Lain kali mampir lagi!" lontar Mira dengan tangan yang di lambaikan ke atas.

"Baik!!"

Selama di perjalanan, Alicia merasakan hawa panas di dalam mobil akibat pancaran sinar matahari. Mengetahui hal itu, Zean lantas menyalakan pendingin ruangan mobil.

"Terima kasih," ucap Alicia tanpa menoleh ke arah pria itu sedikit pun.

"Apa kau dekat dengan ibuku?" tanya Zean tiba-tiba, kontan mengejutkan wanita di sebelahnya.

"Ah … itu karena … aku pernah menolongnya di pusat perbelanjaan. Dompet ibumu hilang, jadi aku yang membayarnya," ungkap Alicia.

"Apakah ibuku membeli tas?" tebak pria itu, Alicia pun mengangguk sebagai respon.

"Berapa harga tasnya?"

"Tidak mahal, hanya $X."

"Biar aku yang mengganti."

"Tidak perlu."

Tak terasa mereka pun akhirnya tiba di FWaD Company. Beberapa karyawan lain menatap keduanya dengan kagum, mereka mengira kalau Alicia telah menjalin hubungan bersama si pemilik perusahaan setelah hubungannya dengan Hanny berakhir.

Mereka jalan beriringan menuju lift, dan akhirnya tiba di lantai masing-masing.

"Terima kasih untuk tumpangan hari ini, Tuan," ucap Alicia sebelum dirinya keluar dari dalam lift.

"Ya, tidak masalah."

Alicia duduk di meja kerjanya, langsung membuka layar komputer dan mulai mengerjakan tugas pagi. Namun karena sesuatu yang terlintas di benaknya, membuat Alicia teringat akan satu hal yang ia lupakan.

Wanita itu berjalan menaiki tangga dengan terbirit-birit. Sesekali ia menarik nafas panjang untuk mengatur nafas yang berantakan akibat terus berlari.

"Tu– Tuan."

Alicia mengetuk pintu ruang kerja Zean begitu tiba di lantai ujung. Orang-orang ber jas hitam tampak belum berada di sana, itu membuat Alicia sedikit lega.

Perlahan Zean membuka pintu ruang kerjanya, kini ia bisa melihat sosok wanita yang tidak asing.

"Masuklah."

Pria itu menarik lengan Alicia, membawanya duduk di sebuah kursi yang saling berhadapan.

"Ada apa lagi?" tanya Zean, matanya melirik ke arah pintu untuk memastikan bahwa tidak akan ada siapapun yang bisa masuk.

"Ponsel, ponsel ku tertinggal di rumah Tuan," ungkap Alicia ragu.

Pria di hadapannya seketika menyentuh jidat, menghela nafas panjang lalu menggelengkan kepalanya dengan pelan.

"Sangat merepotkan. Ngomong-ngomong … kau sudah memanggilku Tuan?"

Alicia terdiam, mencoba mengingat soal kejadian semalam dimana dirinya mabuk akibat terlalu banyak meminum wine. Benar, wanita itu memang pernah meminum minuman beralkohol, namun dalam porsi yang sedikit.

"Apa kau ingat?" tanya Zean, Alicia langsung menggeleng sebagai tanda jawaban.

Pintu yang tiba-tiba berbunyi kontan mengejutkan dua orang di dalam ruangan tersebut. Zean berlari menuju pintu dan membukakan pintu untuk orang di luar sana.

Begitu dilihat, ternyata orang yang baru saja mengetuk pintu ruang kerjanya adalah Hanny. Pagi ini Zean sudah dibuat sial karena kedatangannya.

"Alicia lagi? Baguslah."

Belum sempat berbicara dengan sang kekasih, Hanny lantas berjalan pergi meninggalkan tempat itu. Wajahnya terlihat kesal usai mengetahui bahwa Zean tengah bersama Alicia dalam satu ruangan.

"Hanny!! Tunggu! Ini salah paham!!" teriak Zean berusaha mengejar Hanny yang sudah semakin menjauh.

"Tatap aku!"

Zean berhasil menangkap lengan wanitanya, membuat Hanny reflek menoleh dan menatap mata Zean dalam jarak yang cukup dekat.

"Ini semua salah paham, kau dengar?"

"Lepas! Aku tidak ingin mendengar alasan konyol mu lagi!! Benar-benar menjengkelkan!" lontar Hanny, lengannya berhasil menangkis dari genggaman Zean.

Di sisi lain, Alicia yang mengetahui bahwa Hanny sudah pergi pun mengambil kesempatan. Dia berlari menghampiri sang tuan yang tengah berdiri di sebelah tangga turun.

"Tuan, maaf. Sepertinya aku membuat kesalahan lagi?" ujar Alicia tiba-tiba.

"Ini bukan salahmu, tapi ini karena Hanny yang terlalu sensitif. Soal ponsel, nanti agar Darren yang mengambil di rumahku, kau lanjut bekerja saja," papar Zean.

Pria itu berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya, hingga tak terlihat sebatang hidung pun.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hari semakin siang dan jarum jam tampak menunjukkan pukul 10.22 waktu setempat. Beberapa orang terlihat berjalan menuju kantin perusahaan setelah mengerjakan tugas yang diberikan oleh sang atasan.

Namun tidak dengan Alicia, dirinya masih fokus mengatap layar komputer yang menyala terang, hingga seseorang memanggil namanya beberapa kali dari belakang.

Begitu menoleh, Alicia melihat sosok Darren dengan pakaian seperti biasa tengah mengangkat sebelah tangannya. Itu dilakukan agar Alicia bisa mengetahui letak dimana ia berdiri sekarang.

"Darren, kau mau mengembalikan ponsel ku?" tanya Alicia setelah berhadapan langsung dengan pria itu.

"Iya." Darren menyerahkan sebuah ponsel dengan casing berwarna hitam, warna kesukaan Alicia sejak masih menjadi sosok Flor dulu.

"Wahhh terima kasih."

"Dan … satu lagi."

Bersambung ...

Mohon dukungannya untuk karya ini~ (๑`✪̤◡✪̤)◞ღԵհɑղƘՏღ

1
norah selen
kurang memahami jln cerita berbelit2 bingung ngbacanya
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: sorry ka...
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Halo Kk Author boleh nanya gak? Nana Kim sama Kim Nana penulis yg sm bukan, soalnya namanya sama tapi kebalikan? Klo slh minta maaf ya.
Lina Zascia Amandia: Sama2..
total 7 replies
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚
semungutt
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚
wahmin jem uang segampang itu ya
Juju
😍😍😍😍😍😊
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄
.
Dina Saftarina
gantung terus cerita nya
Dina Saftarina
dendam ..d balaslah
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚
semangat
Hamidah Midah
kenapa suka digantung ceritanya.
xbest lah
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: mkshhh bnykkk🤧🤧🤧🙏🙏
total 10 replies
Hamidah Midah
ok
canvie
banget sih. bisa"nya ngomong nyeblak pengen operasi plastik ke orang asing.
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: (*ˊᗜˋ*)ᵗᑋᵃᐢᵏ ᵞᵒᵘ atas dukungan komentar~
total 1 replies
Yirencha
next thor semngat
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: (*ˊᗜˋ*)ᵗᑋᵃᐢᵏ ᵞᵒᵘ
total 1 replies
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚
wihh seru nih, cmn msh penasaran aj sm benda yg katanya mirip pulpen
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: wkwk mksh
total 1 replies
Queensha
next
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: okeee
total 1 replies
Wintere
keren kamu alicia, balas dendamnya yg besar yaa
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: mksh~
total 1 replies
Miiraa
semangat ya, jejak dr Mira thor
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: siap mksh~
total 1 replies
Miiaa
next dong penasaran thor
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: oke mksh~
total 1 replies
Yohanaes
ajak aku juga doangg
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: .....
total 1 replies
Shaniaya
Ke OYO guys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!