Sreya berhasil mendapatkan seorang anak hasil dari ia mencuri benih pria yang menjadi idamannya. Ia ingin hidup bahagia bersama anak yang dilahirkan dan dibesarkannya dengan penuh perjuangan, namun takdir yang sangat rumit harus ia hadapi, dimana ia tidak bisa menghindari pertemuan dengan ayah kandung anaknya. Bagaimana kisah Aya? Ikuti kisah selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HAHA(H&F), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Aya tersadar dari renungannya penuh kenangan, lalu turun ke bawah untuk melihat Sian. Sesaat sebelum sampai di kolam renang, Aya melihat Meda datang sendirian ke hotel nya.
Sebenarnya ia tidak ingin menemui nya, tapi ada Sian di dalam, ia tidak ingin Meda mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Sian.
"Urusan kita sudah selesai, untuk apa lagi anda kemari?" tanya Aya di dekat pintu masuk.
"Tenanglah sedikit, saya ke sini sebagai klien yang ingin menawar hotel ini" jawab Meda.
"Sudah saya katakan sebelumnya kalau hotel ini tidak dijual dengan harga apapun"
"Baiklah, saat anda berubah pikiran tolong segera hubungi saya, karena jika melihat peluang, prediksi saya, hotel ini tidak akan bisa beroperasi lagi"
"Tunggu saja, sebentar lagi hotel ini akan dibuka dan pasti banyak pengunjung yang akan datang"
"Bolehkah saya bicara berdua bersama anda dengan nyaman?, saya harap anda tidak menolaknya, ada restoran yang enak dekat sini" ajak Meda.
"Maaf, saya sedang sibuk, silahkan anda mengajak orang lain" tolak Aya.
"Jika anda tidak bersedia, saya akan bilang pada anda di sini" ucap Meda menarik lengan Aya agar mendekatkan telinganya pada mulut Meda.
"Lepaskan, aku akan teriak sekarang juga ...." perkataan Aya yang belum tuntas di potong oleh Meda.
"Saya sudah tahu semuanya, kamu telah merubah hasil tes DNA, saya akan mempersiapkan bukti kuat untuk mengesahkan Sian sebagai pewaris di keluarga saya" bisik Meda dengan amarah.
Lalu cengkeraman ke lengan Aya ia lepas, tanpa berpamitan langsung pergi meninggalkan Aya.
Setelah beberapa langkah membelakangi Aya, "Anda bisa menukarnya dengan hotel ini" teriak Meda.
Aya geram mendengar ancaman Meda, ia semakin benci pada nya. Ia berpikir bahwa rencana yang dilakukan tidak akan terbongkar oleh siapapun, apalagi oleh Meda. Aya berpikir untuk menetap di luar negeri namun paspor nya masih di tahan oleh Meda.
"Tak kan ku biarkan siapapun merebut Sian dari ku" ikrar Aya berjanji pada diri sendiri.
Ia merasa tertekan oleh masalah ini, ia hanya ingin hidup bahagia berdua bersama anak nya. Ia tidak menginginkan yang lain. Cobaan datang pada nya di saat ia sudah menata hidupnya.
Sambil memikirkan jalan keluarnya ia menemui Sian yang sedang asyik berenang bersama beberapa karyawan yang diperbolehkan ikut menemani Sian.
"Sudah lama kamu berendam, ayo naik" teriak Aya pada Sian yang bergembira.
"Nanti ma, sebentar lagi"
Melihat tawa Sian, dunia Aya kembali berbunga-bunga, masalah yang berat yang menimpanya terasa sirna bergitu saja. Ia memesankan makanan untuk semua karyawan juga Sian. Belum juga selesai memesan, makanan sudah datang melalui kurir.
"Pesan antar makanan untuk Nyonya Sreya" teriak kurir memanggil Aya.
"Sebentar saya panggilkan" ucap karyawan yang berada di dekat pintu masuk.
Ia buru-buru memanggilkan Aya, "Nona, kurir yang mengantar makanan sudah tiba" ucap karyawan itu.
"Saya belum selesai memesan, apakah diantara kalian ada yang pesan makanan atas nama saya?" kata Aya bertanya-tanya.
"Sepertinya tidak ada nona, kami tidak ada yang menggunakan ponsel selama bekerja apalagi belum waktunya istirahat" jelas sang karyawan.
"Kembalilah, akan aku temui kurirnya, makasih ya"
Aya pergi menemui kurir yang mengantar makanan.
"Maaf pak saya tidak memesan makanan untuk diantar ke sini" jelas Aya.
"Saya hanya mengantar makanan ini sesuai pesanan di aplikasi, sebentar saya lihat dulu, .... makanan ini dipesan oleh tuan Romedal, ia juga memberikan pesan selamat menikmati ibunya anak ku" baca sang kurir pesan dari Meda.
"Apakah ini sudah di bayar?" tanya Aya.
"Sudah nyonya"
"Baiklah, makanan nya saya terima, terimakasih" balas Aya terpaksa menerima makanan yang dibelikan Meda. Karena banyak, mubazir jika di buang.
Lalu sebuah pesan tak dikenal masuk ke ponsel Aya, "Pastikan anakku kenyang, pasti dia sangat lapar setelah berenang" teks dari Meda untuk Aya.
Membaca pesan itu Aya merasa sangat kesal dan semakin membencinya. Ia memutuskan untuk tidak memberikan memakannya apalagi memberikannya pada Sian.
"Tolong bagikan pada semua karyawan di sini, habiskan semuanya jangan sampai ada yang tersisa. Ia langsung memesan makanan lagi sesuai selera Sian.
Sementara pesanan Aya belum datang, Sian sudah naik dari kolam karena kelaparan, Ia berjalan mencari Aya.
"Ma, Sian lapar"
"Sebentar lagi makanannya datang"
"Aku mau yang dimakan oleh nya itu" tunjuk Sian.
"Tidak boleh!, ...itu jatah para karyawan, untuk mu sudah mama pesankan, tunggu sebentar pasti akan segera datang" larang Aya.
Sian yang sudah terlalu lapar, diam-diam meminta makanan yang hendak di makan karyawan itu.
"Bolehkah aku meminta sedikit, sepertinya enak sekali" ijin Sian pada karyawan itu.
Dengan sukarela karyawan itu membagikan makanan yang diberikan oleh Aya tadi. Sian memakannya dengan lahap tanpa sepengetahuan Aya.
Saat makanannya sampai, Sian sudah kenyang.
"Sian ayo makan, makanan nya sudah datang" panggil Aya.
"Nanti saja ma, aku mau berenang lagi" jawab Sian yang berjalan dari depan.
"Katanya sangat lapar, kok jadi gak mau?"
Sian tak mendengar pertanyaan Aya, karena sudah asik lagi bermain air.
"Maaf nona, tadi tuan muda Sian sudah makan jatah karyawan di depan" ungkap salah satu karyawan yang tahu.
Dalam diam ia berlari ke atas atap gedung melampiaskan kekesalannya. Ia mencoba menahan diiri dari amarah, namun tidak bisa dibendung nya lagi. Menekuk lutut, memasukkan kepalanya dalam lipatan tangan, menangis. Hanya itu cara yang bisa ia lakukan sekarang atas cobaan yang terjadi padanya.
Ia sudah tak tahan lagi, bertekad untuk mengambil kembali paspor yang di tahan oleh Meda ke kantornya yang tidak jauh dari hotel Aya. Ia berjalan dengan langkah cepat, lalu mengendarai mobilnya ke tempat yang ia tuju. Tanpa seorang pun yang tahu kemana Aya pergi.
"Kuserahkan semuanya, tapi tidak untuk Sian" ucapnya menggebu-gebu.
Sesampainya di kantor Meda, Aya mencarinya, namun dihentikan oleh security yang berjaga.
"Maaf nona, anda mencari siapa?" teriak security yang tidak bisa menghalagi Aya berlari menuju lantai atas.
Karena teriakannya tak di himbau Aya, security mengejar dan menangkapnya.
"Maaf nona, terpaksa saya bertindak kasar, anda mencari siapa" tanya security sekalli lagi mencoba bersikap sopan pada Aya.
"Saya mencari pimpinan kalian, suruh dia turun sekarang juga" minta Aya dengan kasar.
"Apakah anda sudah punya janji sebelumnya?"
"Tidak" jawab Aya berusaha melepaskan cengkeraman security.
"Silahkan anda keluar, jika anda membuat keributan di sini"
Datanglah Sintya mampir ke kantor Meda dari pemotretan iklan sekaligus memberikan sebuah dokumen dari papa nya.
"Lepaskan dia, aku mengenal nya"
Ucap Sintya yang tahu Aya dari kejauhan.
pliss lanjut ceritanya dong Thor 🙏🏻🥰