NovelToon NovelToon
TEMAN TAPI MENIKAH

TEMAN TAPI MENIKAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:234k
Nilai: 5
Nama Author: Dhessy

Menikah dengan teman sendiri? Tak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Dulu kami saling bermusuhan. Em, no! Bukan bermusuhan. Lebih tepatnya berteman, bersahabat, tapi jarang sekali kita bisa akur.

Dan sekarang kami harus terlibat dalam suatu pernikahan.

Tidakk!!

Rumah tangga yang bagaimana yang akan kami jalani nanti?
Apa rasa sayang sebagai teman bisa berganti menjadi rasa sayang sebagai suami?

Tolong! Tolong katakan padaku kalau ini hanya mimpi!

Katakan padaku ini tidak nyata!

- Carissa Amalina -


Harus tinggal satu atap dengan perempuan yang bawel dan cerewet tak pernah terbayangkan olehku.

Kami berteman sejak kecil. Walaupun tidak bermusuhan tapi juga jarang akur.

Kami lebih banyak berdebat, tak ada yang mau mengalah. Apa jadinya kalau dikumpulkan didalam satu rumah?

- Raka Putra Wibawa -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhessy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TTM 18

Dengan wajah tak begitu semangat, Raka terpaksa datang ke acara peresmian toko meubel milik keluarganya. Ingin rasanya Raka pulang ke Karanganyar dan menjelaskan semuanya pada Rissa. Namun waktu dan keadaan tak memungkinkan akan hal itu.

"Loh, katanya Rissa datang, Le? Ndak jadi?" Widi merasa heran melihat Raka datang sendiri.

Raka tersenyum tipis. "Ada operasi mendadak, Bu. Dia minta maaf karena tidak bisa datang." Raka terpaksa berbohong.

Dia tak mungkin mengatakan kalau dia sedang ada masalah dengan Rissa. Bisa-bisa kedua orangtuanya akan syok dan acara bisa berantakan.

Baik Widi maupun Dwi tersenyum maklum. "Ya sudah, ndak apa-apa. Ayo, sebentar lagi acara dimulai," ucap Dwi.

💕💕💕

Sepanjang acara, Raka tak bisa fokus. Pikirannya hanya tertuju pada Rissa yang sampai saat ini belum bisa di hubungi. Bahkan, baru saja Raka mendapati bahwa nomor ponselnya telah di blokir oleh Rissa.

Buru-buru Raka berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk segera pulang ke Karanganyar. Beruntung baik Widi maupun Dwi tidak curiga akan hal itu. Orangtua Raka dan rekan-rekan kerjanya hanya menggoda Raka bahwa Raka telah merindukan istrinya. Tidak tahu saja mereka kalau rumah tangga Raka kini tengah berada di ambang kehancuran.

Pukul tiga sore, Raka sudah sampai di kediamannya.

Pikirannya tak tenang saat tak melihat mobil Rissa terparkir di halaman rumahnya. Raka segera turun dari mobil dan segera memasuki rumah.

"Rissa!" Panggilnya setelah pintu terbuka.

Hening. Tak ada jawaban dari si empunya nama.

"Rissa!" Panggilnya sekali lagi. Namun lagi-lagi hanya keheningan yang dia dapatkan.

Raka berlari menuju kamarnya bersama Rissa.

Kosong dan gelap karena lampu yang tidak dinyalakan. Mata Raka langsung tertuju pada pintu lemari yang sedikit terbuka.

Pikirannya semakin kalut saat melihat lemari yang biasa di gunakan untuk meletakkan baju-baju Rissa kini dalam keadaan kosong.

Raka terduduk lemas di atas ranjang. Rissa benar-benar pergi dari dirinya. Rissa tak memberinya kesempatan untuk menjelaskan apa yang telah terjadi.

"Kamu dimana Rissa?" Ucapnya gusar. "Kenapa kamu nggak ngasih aku kesempatan sama sekali?"

Tak lama setelah itu, terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumahnya. Raka segera berlari keluar.

Alangkah bahagianya saat melihat mobil tersebut adalah milik Rissa. Dan tak lama kemudian Rissa turun dari dalam mobil.

Raka berlari menghampiri Rissa. "Rissa kamu dari mana? Aku kira kamu pergi," ucap Raka yang hanya di balas tatapan datar oleh Rissa.

Bahkan saat Raka berusaha menyentuh tangan Rissa, Rissa segera beringsut menghindarinya.

"Rissa, aku bisa jelaskan semuanya sama kamu."

Rissa tak mau mendengarkan ucapan Raka. Rissa lebih memilih pergi dari hadapan Raka dan memasuki kamar yang dia tempati saat pertama kali mereka datang ke rumah tersebut. Saat Rissa belum memutuskan untuk tidur di kamar yang sama dengan Raka.

Rissa segera menutup pintu kamar dan menguncinya. Tak peduli dengan Raka yang terus saja mengetuk pintu meminta Rissa untuk membukanya.

"Rissa, aku benar-benar nggak nglakuin apa-apa sama Windi. Kamu percaya sama aku, dong!"

"Please, Rissa. Jangan diam kayak gini! Ijinkan aku menjelaskan semuanya."

Suara Raka tak lagi terdengar oleh Rissa karena Rissa memilih meredamnya dengan gemericik air shower. Rissa berdiam di kamar mandi agar tak bisa lagi mendengar suara Raka.

💕💕💕

Hari berlalu. Tak ada yang berubah dari hubungan Raka dan Rissa. Semakin hari semakin rumit. Rissa masih tak mau berbicara dengan Raka.

Jangankan berbicara dengan Raka, menatap wajah Raka saja Rissa enggan.

Pagi-pagi sekali Rissa sudah berangkat kerumah sakit. Dan larut malam dia baru pulang kerumah. Hal itu dia lakukan hanya untuk menghindari Raka.

Sejujurnya Rissa rindu pada Raka. Namun rasa sakit hati dan rasa kecewanya lebih besar dari rasa rindunya.

***

Malam ini Raka sengaja menunggu Rissa pulang dari rumah sakit. Hari ini sudah hari kelima sejak peristiwa tersebut. Namun Rissa masih betah diam dan tak mau berbicara dengan Raka.

Pukul sebelas malam. Belum ada tanda-tanda Rissa akan sampai rumah. Tidak mungkin Raka tidak merasa khawatir. Hanya saja Raka tak tahu harus menanyakan keberadaan Rissa pada siapa. Raka tak ingin orang-orang tahu bahwa dia sedang ada masalah dengan Rissa.

Orangtuanya pun belum tahu akan hal ini. Ketika mereka menanyakan kenapa Rissa tak datang kerumah, Raka hanya menjawab kalau Rissa sedang sibuk.

"Baru pulang?" Tanya Raka setelah Rissa mengunci kembali pintu rumahnya. Rissa sempat tersentak mendengar suara Raka di tengah ruangan yang remang-remang. Namun dia berhasil menguasai keadaan sehingga wajahnya tetap terlihat datar tanpa ekspresi.

Rissa memilih berjalan melewati Raka untuk masuk ke kamar daripada harus menjawab pertanyaan Raka. Namun genggaman tangan Raka pada lengan Rissa menghentikan langkah Rissa.

Cepat Rissa menepis tangan Raka yang memegang lengannya. "Jangan sentuh aku!" Ucapnya dingin.

"Kita perlu bicara, Ris. Dengarkan penjelasan aku dulu."

"Tidak sekarang. Jelaskan semuanya di pengadilan agama besok." Rissa berlalu begitu saja setelah mengucapkannya.

Bagai tersambar petir, Raka terdiam mendengar ucapan Rissa.

Menjelaskan semuanya di pengadilan agama? Apa itu artinya Rissa telah menggugat cerai dirinya? Pikiran Raka tak tenang.

Tok tok tok

"Buka pintunya, Rissa! Jangan begini. Kenapa harus di pengadilan agama? Kita bisa selesaikan ini baik-baik, Rissa. Asalkan kamu mau mendengar penjelasan aku."

Lagi-lagi Rissa tak menjawab ucapan Raka.

"Rissa tolong, Ris! Dengarkan aku, Rissa. Percaya sama aku. Aku nggak pernah berbuat macam-macam dengan Windi."

***

Rissa terduduk diatas lantai sambil memeluk kedua lututnya. Air matanya berjatuhan di pipinya.

Sungguh, Rissa juga tak pernah menginginkan rumah tangganya akan berakhir secepat ini. Tapi bagi dirinya sebuah pengkhianatan adalah kesalahan terbesar didalam rumah tangga. Dan Rissa tak akan mentolerir akan hal itu.

Rissa tak bisa bertahan dengan orang yang telah berkhianat. Rissa tak mau hidup dengan orang yang telah membohonginya.

Kamu bilang kamu cinta sama aku, Raka. Tapi ternyata kamu bohong! Kamu pengkhianat! Kamu selingkuh dari aku.

***

Adzan subuh membangunkan Rissa dari tidurnya. Namun ada rasa yang berbeda ketika Rissa membuka mata.

Perutnya terasa mual. Rissa segera berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Namun tak ada yang keluar sama sekali.

Hal itu justru membuat Rissa merasa lemas dan kepalanya terasa pusing.

Rissa menerka-nerka apa yang telah terjadi pada tubuhnya. Seingatnya Rissa tak pernah memakan yang aneh-aneh dan bisa membuat asam lambungnya naik.

Rissa teringat akan sesuatu. Dia ingat bahwa dia belum mendapatkan tamu bulanannya. Dan sudah terlewat dua minggu lebih.

Buru-buru Rissa mengambil tespeck yang ada di dalam tas kerjanya. Rissa tak tahu kenapa tiba-tiba saja kemarin dia memasukkan beberapa tespeck ke dalam tasnya. Padahal dia sama sekali tak berpikir untuk menggunakannya karena memang dia tak menyadari akan tamu bulanannya yang belum juga datang.

Dengan tangan yang gemetaran, Rissa mencelupkan tespeck tersebut ke dalam urine yang telah dia tampung ke dalam wadah kecil.

Satu detik...

Dua detik...

Tiga detik...

Rissa memejamkan matanya kuat-kuat setelah melihat hasil dari tespeck tersebut.

Dua garis merah menyala terang disana.

Rissa bingung. Antara bahagia, dan tentu juga merasa sedih.

Bahagia karena kini ada kehidupan baru di dalam dirinya.

Namun Rissa juga merasa sedih karena nantinya anaknya akan hidup tanpa kehadiran ayahnya karena Rissa yang lebih memilih pergi dari Raka. Rissa mengalah kalau memang Raka lebih memilih Windi.

Rissa menyentuh perutnya yang masih rata.

Ada rasa haru didalam hatinya. Di dalam tubuhnya, telah tumbuh calon manusia yang dia sebut anak. Dan kelak akan memanggilnya, "Mama".

"Kuat, ya, sayang. Kita lewati ini berdua. Kuat di dalam sana sampai kita bertemu nanti," ucapnya sambil tersenyum namun air matanya tak berhenti mengalir.

💕💕💕

Sepulang kerja, Rissa menjalankan mobilnya menuju klinik ibu dan anak untuk memeriksakan kandungannya. Meskipun dirinya seorang dokter kandungan, namun Rissa tak bisa memeriksa dirinya sendiri. Dia tetap membutuhkan dokter lain untuk memeriksa dirinya.

Setalah mendaftar dan mengantre selama setengah jam, nama Rissa di panggil untuk masuk ke dalam ruang periksa.

"Selamat malam," sapa Rissa.

"Selamat malam," jawab dokter perempuan yang usianya sekitar empat puluh tahun. "Silahkan duduk, Bu." Dokter tersebut mempersilahkan.

"Telat haid, ya, Bu? Di tespeck positif?" Dokter tersebut bertanya pada Rissa sambil membaca keluhan dan identitas Rissa di atas kertas.

"Iya, Dok," jawab Rissa sopan.

"Kapan terakhir haid?"

"Tanggal 6 bulan lalu, dok."

Sejujurnya Rissa sudah bisa memperkirakan sendiri berapa usia janin yang telah dia kandung. Namun Rissa tak mungkin mengatakannya pada dokter.

"Baik, Bu Rissa. Kita USG dulu, ya?"

Rissa tersenyum dan mengangguk semangat. Dia segera berbaring di atas ranjang dan kakinya di beri selimut oleh seorang suster.

Dokter Mirna segera melakukan USG. "Janin sehat, ya, ibu. Usianya kira-kira sudah delapan minggu."

Senyuman penuh haru terlukis di bibir Rissa.

Selesai USG, Rissa kembali duduk di kursi pasien dan mendengarkan wejangan dokter Rissa tentang apa yang boleh dan tidak boleh ibu hamil makan atau lakukan.

Tentu Rissa sudah sudah paham betul akan hal itu. Namun dia tetap menyimak dokter Mirna dengan seksama.

"Suaminya kenapa nggak ikut, Bu?" Tanya dokter Mirna membuat senyuman di wajah Rissa memudar seketika.

Namun Rissa buru-buru untuk kembali bersikap tenang. "Suami saya sedang sibuk, dok. Rencananya mau buat kejutan saja."

"Wah, romantis sekali." Dokter Mirna tersenyum menggoda.

"Terimakasih, ibu," ucap Rissa sambil tersenyum paksa.

Setelah menyelesaikan operasi dan sudah menebus vitamin yang harus dia konsumsi, Rissa memutuskan untuk segera pulang ke rumah.

Bukan, bukan untuk segera menemui Raka untuk mengatakan tentang kehamilannya.

Rissa tak ingin Raka tahu. Biarlah Rissa menyimpannya sendiri walaupun tidak selamanya bisa di tutupi. Sebentar lagi perutnya pasti akan bertambah besar karena usia kehamilannya yang bertambah.

Namun saat ini Rissa masih ingin menutupinya dari siapapun. Setidaknya sampai urusan perceraiannya dengan Raka selesai.

💕💕

Masih ada yang nungguin enggak? maap ya gaje 😩😩

Idenya bener2 mentok nggak bisa jalan.

1
Raudatul zahra
Yaa Allah nangis pas part ini🥺😢
Raudatul zahra
fyuuuuhhh... untung cuma mimpi nya Rissa.. 2 bab ikutan nangis.. bab ini baca nya sambil tersenyum manis donggg☺️☺️
Raudatul zahra
author kok🥺🥺 jahaaaattt 😭😭😭😭
Raudatul zahra
kesel pake banget thooorrrr
Raudatul zahra
Rissa yg terluka, aku yg nangis 😭😭
Raudatul zahra
aku kecewa sama kamu Raka !!!!!!!😭😭
Raudatul zahra
Raka, aku padamu😍😍😍
Raudatul zahra
🥺🥺🤗🤗
Raudatul zahra
😍😍😍
Raudatul zahra
kanebo kering 😭😭🤣🤣
Sri Wahyuni
p0lmopnmmmmlkklkj
Sri Wahyuni
bagus bgt novel ini, kok aq baru nemu ya
KHORI PRASTYA
halo salam kenal
Hykmah Hykmah
kak bagus ceritanya, part nya tambahin sampai 200 kk, ditunggu
aisya_
lakiknya gak tegas bgt sama mantannya, gak tampar ke apa ke, susah kali ya kalo masih cinta
Mel Melda
Aku yg melelehh🤗🤗🤗🤗
Mariana Frutty
✅✔️
Effi Hartati
ini adalah definisi sat set sat set yg gue suka 😭😭
Yatimela Afirah
bagus
TongTji Tea
wait apa aku yang galfok ya thor?
usia 27 udah jadi spesialis kandungan .
wah Rissa termasuk jenius nii.
TongTji Tea: semangat Thor ..its Ok .sekarang kan pasti lebih jago💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!