NovelToon NovelToon
Jangan Lupakan Aku

Jangan Lupakan Aku

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Romansa / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:124.5k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

BUKAN PENULIS ANU—YANG SUKA BOLEH BACA

Berkisah tentang dua insan yang menjalani kisah cinta virtual selama empat tahun, berhasil menyatu dalam ikatan tali pernikahan.

Axel Anggara Kusuma adalah suami yang mencintai istrinya semenjak mengawali kisah cinta virtual ini. Yuvita Antarina adalah gadis TKW yang bekerja di Hongkong, dan dalam kontrak kerja, dilarang pulang ke Indonesia sebelum kontrak selesai.

Usai pernikahan, untuk sementara waktu Axel mengajak Yuvi tinggal bersama keluarganya. Ibu Axel yang tidak menyukai Yuvi diam-diam mengusirnya menyuruh kembali bekerja sebagai TKW. Namun, di saat perjalanan, pesawat Yuvi mengalami kecelakaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Sebuah Kasus Klient Baru

Arsen melirik Axel, bergantian melirik Mila yang tidak putus saling bertatapan. "Ck! Kenapa kau tak berhenti menatap istriku? Kau ingin menggodanya, hah?"

Axel membuang muka dan membisu dalam seribu tanda tanya. "Baik lah, saya pulang. Aziel, kamu hati-hati yaaa? Jangan sembarangan masuk kendaraan orang lagi." Axel melambaikan tangan dibalas dengan lambaian tangan dan anggukan Aziel.

"Makasi, Ooom," ucap dari mulut kecil bocah itu.

Tanpa berpikir panjang Axel melirik Mila kembali yang masih diam tanpa kata. Lalu balik badan menuju kendaraannya terparkir.

Mila terus memperhatikan Axel dan hal itu disadari oleh pria yang ada di sampingnya.

"Sampai kapan kau akan menatapnya seperti itu? Sampai bola matamu keluar dari rongganya dan aku jual kepada yang menginginkannya?"

Mila langsung menunduk sembari menggelengkan kepala. "Berhenti lah mengatakan aku ini istri, Anda. Karena sebenarnya kita tidak tidak memiliki hubungan seperti itu—"

Namun, Arsen beranjak menarik Aziel tanpa mendengarkan apa yang diucapkan oleh Mila. Hal ini membuat mulut Mila bungkam dan kembali tertunduk. Sejenak ia melirik ke arah bayangan pria yang tadi pergi, membuat perasaannya tak menentu. Tangannya kembali memegani dada.

"Selalu begini jika bertemu dengannya. Emang, dia itu siapa?"

*

*

*

Keesokan harinya, di saat melakukan pemeriksaan berkas laporan klient kasus perebutan warisan yang ia tangani, terdengar sebuah ketukan pintu dari arah luar ruang kerjanya. Ia mengangkat wajahnya dan membuka kaca mata yang digunakan khusus untuk membaca.

"Masuk lah!"

Dari arah luar, terlihat wajah asistennya membawa berkas dengan memasang wajah serius. "Pak, saya membawa berkas klient kita yang baru. Dia dituduh melakukan tindakan ilegal dan terlarang." Ia menyerahkan lembaran berkas yang tidak terlalu tebal itu.

Axel segera menerima dan membacanya. "Kasus jual beli organ?"

"Benar, Pak. Klient kita yang bernama Diki ini, merupakan praktisi kesehatan. Namun, ada beberapa pihak yang menuding ia melakukan tindakan ilegal jual beli organ manusia. Ia sudah bersumpah tidak pernah melakukannya."

Kening Axel berkerut mendapatkan penjelasan demikian. "Saya tertarik dengan kasus ini. Kalau begitu, berkasnya akan saya pelajari."

"Baik, Pak." Lala, sang asisten menaruh map yang berisi berkas yang baru saja masuk. Axel langsung membaca mempelajari kasus tersebut secara umun.

"Setelah menyelesaikan kasus klient yang saya urus saat ini, saya akan melakukan pemeriksaan terhadap klient dan mencari informasi lebih lanjut lagi. Kamu boleh kembali ke tempat."

"Baik, Pak ... saya permisi dulu."

Aklxel menaruh berkas klient baru lalu melanjutkan pekerjaan menangani kasus klient sebelumnya. Beberapa waktu kemudian, ia menuju ke persidangan dan melaksanakan tugasnya sebagai kuasa hukum pembela yang terdakwa. Beberapa waktu dalam persidangan dan akhirnya selesai juga. Kasus dimenangkan oleh Axel.

"Terima kasih saudara Axel sudah membantu saya dalam memenangkan hak warisan ini. Jujur, saya hampir putus asa karena seperti tidak ada harapan, warisan orang tua saya dimenangkan oleh pihak mereka," ucap pria sekutar 40-an menggunakan pakaian lusuh dan sederhana dengan wajah terharu.

Axel menepuk pelan pundak klientnya tersebut. "Ini adalah kewajiban saya, Pak. Saya tidak akan mengambil kasus memenangkan sebuah kesalahan. Saya lebih suka tidak dibayar, asalkan klient saya berdiri pada posisi yang benar."

"Jangan begitu, jika saya sudah memiliki uang, saya akan segera membayarnya. Bagaimana pun, kamu sudah membantu saya," ucap sang klient lagi.

"Tidak usah, Pak. Saya ikhlas."

Setelah perbincangan singkat, Axel segera menuju ke kantor kepolisian sembari membawa berkas yang ia dapatkan tadi. "Selamat siang, Komandan." Axel menjabat tangan Komandan Aji, orang yang bertanggung jawab dalam kasus ini.

"Selamat siang, Pengacara Axel. Sepertinya Anda yang akan menangani kasus baru Dokter Diki? Dia pasti meminta Anda untuk menjadi kuasa hukumnya," ucap Komandan Aji.

Axel tidak menjawab pertanyaan pria itu, tetapi matanya telah liar menatap berkas kasus yang ada di tangan Komandan Aji. Lawan bicaranya menyadari hal itu, segera menutupnya dengan sebuah buku.

"Saya membutuhkan informasi, Pak. Kenapa Dokter Diki bisa dijadikan sebagai tersangka? Bahkan, dia hanyalah Dokter Umum baru. Mungkin, belum memiliki perizinan praktek bedah, dan mungkin belum berani untuk membedah. Harusnya, kita memeriksa spesialis jika masalah ini terjadi." Axel membuka lembaran berkas kasus yang ada di dalam tas kerjanya.

1
Rifah Ihsanul Fajri
baru baca kelanjutannya ini thor, lanjutkan sampe tamat thor
Rifah Ihsanul Fajri: masilah ka😄
total 2 replies
Rif
knp upnya cm 1x sehari aja sih thor?
SoVay: itu aja sepi bgt kak 🤣 perjuangan smpai kembali ke masa depan dl yaa
total 1 replies
Rif
seru thor, lanjut
SoVay: kasih vote dunk kak 🤣🤲🙏
total 1 replies
Rif
semangat selalu thor
SoVay: makasi kak, udah langsung baca. kmrn agak ragu lanjut si, apalagi level anjlok dan sepi bgt. namun, kasian bgt kisah ini kalau tidak sampai tamat 😢
total 1 replies
Mas Budian
aku sengaja gak baca baca buat nabung bab biar gak penasaran, sudah lama juga gak mampir kesini. semangat ya author 👍💪💪💪💪
SoVay: baru habis kemalangan mas 🙏
total 1 replies
Rif
ini gak niat buat lanjutin nih thor???
SoVay: yuhuuu kak, aku udah lanjut yaaa..ayooo mampir lagi yaaa
total 2 replies
Ati Pct
aku di HK kak othor biasa ngomong tp gak biasa nulis kok berasa aneh aja bhasa kanton nya maaf 🙏 lebih baik gk ditulis bahasa kantonnya seperti yg diatas udah betul ( dalam bahasa canton) gitu aja daripada aneh 🙏😁😁😁😁
Ati Pct: ya bhsa Kantonis mas Budiman yg baik hati 🤭🤭🤭 sbb bacanya aneh aja karena aku juga pernah kerja di Hongkong eeeh kok malah curhat 🤣🤪🤪🤪🤪🤪
total 3 replies
yanktie ino
terima kasih
eyank hadir membawakan setangkai mawar untukmu
Fara F
Terima kasih atas promonya say🙏😘😘❤
SoVay: sama2 ya kakak 🥰 moga semakin laris
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
kok nggak bisa lagi dscrool sih thor. aku gak mau tahu, cerita ini harus dilanjutkan!
Mas Budian
biasa lah ucapan sayang atau ucapan yang paling menyakitkan itu biasa kita dapat dari orang terdekat, misalnya keluarga saudara bahkan suami.
Rif
lanjut thor, bikin penasaran
SoVay: tnggu ya kak, insya Allah awal bulan kita lnjutkan
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
kasihan sekali 😭
Aku Rajin Membaca
pulang kampung
Ati Pct
ya jangan dijual hpnya atuh neng Yuvi niih aku juga terbang ke Hongkong buat berobat ibuku yg sakit 🤭🤭 jadi curhat
SoVay: iya kak, demi tuntutan hidup ya kak. memaksa kita untuk bertindak
total 1 replies
Ati Pct
april.kepoooo apa.iri yaaa🙄🙄🙄
SoVay: wkwkwkw sbg sodara biasanya gmn kak? 🤣🤣🤣
total 1 replies
Mas Budian
ayo semangat Thor update nya
SoVay: udah semangat ini mas e 😭 tapi banyak tapinya
total 1 replies
Mas Budian
makin kesini makin seru ceritanya
Aku Rajin Membaca
wkwkwkw..asik sendiri emak2
Aku Rajin Membaca
disumpel dulu mulut bu juwi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!