seorang arkeolog wanita bernama shie tak sengaja kembali ke dinasti Qing dan masuk ke dalam tubuh putri Kasim yang di campakkan karena bodoh dan tak memiliki ke ahlinya apapun .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pujian untuk shie
semua acara kembali ke awal, shie juga sudah kembali ke tempat duduk yang telah di siapkan.
para nona muda mulai menampilkan bakat di depan anggota keluarga istana ada yang menampilkan tarian, seni musik,dan bahasa sastra, sementara shie hanya sibuk menikmati acara tanpa ada sedikit pun niat untuk ikut serta.
Ruan yang tahu shie tak memiliki kemampuan sedikit pun di bidang seni seakan mendapatkan kesempatan emas untuk mempermalukan shie di depan Anggota keluarga kaisar.
Ruan juga tak kalah,dia juga menampilkan musik yang membuat semua orang di aula terpesona bahkan tak terkecuali putra mahkota Qing huwa.
" aku harus mendapat kan kakak dan adik itu, jika mereka menjadi istri ku sudah pasti aku akan menjadi pria yang paling beruntung di kekaisaran," ucap putra mahkota dengan mata genit memandang mesum ke arah Ruan yang tengah tampil.
dari wajah Ruan terlihat kecewa karena yang tadi nya ingin menarik perhatian dari pangeran kedua Qing zua, namun sebaliknya pangeran Qing zua tidak sedikit pun memperdulikan akan Ruan yang sedang tampil.
selesai menyelesaikan penampilan nya ,Ruan langsung mendapatkan pujian dari permaisuri dan beberapa nona muda lainnya.
" kau sangat pandai memainkan alat musik, memang pantas menjadi wanita berbakat di kekaisaran," puji permaisuri yang tertarik kepada Ruan.
juga dari status Chu Ruan ia akan sangat cocok untuk di sanding kan untuk putra nya pangeran mahkota Qing huwa, di lihat dari tatapan putra nya dia juga suka dengan Ruan.
" namun permaisuri, adik hamba lebih pintar dalam bidang seni walaupun adik hamba bukan berasal dari lulusan akademi namun jiwa seninya tak perlu di ragukan, benar kan adik," ucap Ruan memandang licik ke arah Ruan yang sedang menikmati teh.
shie yang melihat bagaimana perubahan wajah Ruan sudah tahu bahwa ada makna terselubung dari tatapan wajah Ruan.
senyuman manis terbit di bibir shie, berani berani nya anak rubah seperti Ruan menantang nya memang perlu di acungi jempol.
shie berdiri lalu berjalan mendekati Ruan yang sudah ada di depan, shie menyamakan tinggi badan Ruan dan langsung menatap mata Ruan dengan tatapan dingin.
" terimakasih atas pujian kakak, tak ku sangka kakak juga memiliki bakat lain selain seni memang perlu di acungi jempol," ucap shie memandang wajah Ruan.
Ruan langsung memandang tajam ke arah shie yang tersenyum miring ke arah Ruan, jika mereka sedang tidak di depan anggota keluarga istana mungkin saja pertengkaran di antara mereka tidak bisa di elakan.
shie lalu mengangkat alis untuk mempersilahkan Ruan untuk pergi, dengan mengepal tangan kuat Ruan kembali ke tempat duduk.
" yang mulia Tolong berikan hamba waktu untuk mengganti pakaian," ucap shie dengan hormat.
" Yah, aku persilakan,"
setelah mendapatkan persetujuan dari kaisar, shie langsung pergi menuju ruang ganti malam ini dia akan mengguncang semua orang yang berada di acara para malam ini.
dulu saat shie tengah ada penelitian di desa terpencil,shie sempat belajar menari tarian pedang kas desa itu yang cara main nya di iringi dengan musik.
karena sendari tadi para Nona mudah hanya menampilkan musik dan seni lainnya maka biarkan shie menampilkan tarian yang berbeda.
setelah semua selesai, shie keluar dengan baju tari dan menggegam pedang yang sudah mendapatkan persetujuan dari kaisar langsung.
semua mata langsung terpukau dengan keseksian tubuh shie yang memang pakai tari yang begitu seksi.
shie memberikan aba aba kepada pemain musik untuk memulai, shie menari sambil mengayunkan pedang dan selendang nya secara bersamaan.
pangeran kedua Qing zua melihat itu langsung terpukau dengan penampilan yang tak biasa dari shie, dari Qing zua mengelilingi benua ini baru pertama kali melihat tari pedang seperti itu.
selir wan juga tak henti hentinya memuji shie di depan kaisar langsung, wanita yang di sukai putra memang bukan wanita sembarang.
shie menari sampai alunan musik selesai suasana sempat hening sejenak sebelum riuh tepuk tangan terdengar begitu nyaring.
" wah penampilan dari Nona shie sangat begitu indah,"
" iya aku bahkan tak pernah melihat tari seperti itu,"
" di tambah kecantikan nona shie yang semakin bercahaya akibat tariannya,"
" mungkin dia lah orang yang pantas untuk menjadi istri dari salah satu pangeran,"
" bahkan kakak nya Ruan tak sehebat nona shie,"
ucapan para nona muda membuat Chu Ruan menatap tajam ke arah shie, dia yang awalnya ingin mempermalukan shie karena yang Ruan tahu shie tak memiliki kemampuan dalam bidang seni, sekarang malah shie yang mendapatkan pujian yang begitu banyak dari para Nona mudah.
kaisar Qing xua Dan Selir wan juga tak henti hentinya memuji penampilan shie yang tak biasa itu.
" wah nona muda Chu shie penampilan mu sungguh mempesona," ucap selir wan sambil bertepuk tangan.
" apa yang di katakan selir wan memang benar, karena kau sudah menampilkan tarian yang begitu indah maka akan ku hadiah kan kau lain sutra, perhiasan dan juga lima peti emas," ucap kaisar Qing xua lantang.
semua orang yang ada di sana langsung terkejut mendengar hadiah yang di berikan kaisar kepada shie yang bernilai sangat besar.
" karena kau sudah menghibur ku, aku juga akan memberikan mu sebuah lencana dong," ucap selir wan .
semua orang yang ada di sana langsung di buat terkejut dengan selir wan yang memberikan lencana dong yang begitu berharga.
"wah betapa beruntungnya nona shie mendapatkan lencana dong dan juga hadiah berharga lainnya,"
" iya aku jadi iri,"
itulah yang di ucapkan para nona muda yang begitu antusias melebihi shie sendiri yang mendapat kan hadiah.
" dengan lencana dong kau bisa keluar masuk istana dengan sesuka hati mu," jelas selir wan.
" terimakasih kaisar dan selir agung kerena sudah memberikan hamba hadiah yang begitu berharga," ucap shie sambil menunduk hormat.
" Yah, tentu saja ayah mu Kasim Chu juga sudah berjasa besar atas urusan istana," kaisar Qing xua sambil memandang Kasim Chu yang berdiri tak jau dari sana.
" hamba juga sudah menduga bahwa ayah hamba adalah orang yang begitu luar biasa," ucap shie sambil mengingat kejadian yang terjadi beberapa jam lalu.
" memang ayah yang baik sampai membuat ku ingin menampar wajah tua Bangka itu," ucap shie dalam hati.
" kau memang anak berbakti, Kasim Chu kau sangat beruntung memiliki anak seperti shie," ucap kaisar Qing xua.
" terimakasih kaisar Qing xua," Kasim Chu sambil menunduk hormat.
" kau boleh kembali shie," selir wan menyuruh shie untuk berganti pakaian karena cuaca sudah mulai dingin dan acara inti juga sudah mau di mulai.
shie langsung pergi menuju ruang ganti pakaian namun sebelum itu shie menyempatkan diri untuk melihat Ruan, saat berbalik shie memandang rendah Ruan yang terlihat begitu menahan emosi, kenapa bukan Ruan yang mendapatkan semua yang di miliki oleh shie itu lah yang sekarang ada di pikiran Ruan.