"Kamu bisa memasak?" tanya Ayuma melirik Alin.
Saat ini mereka semua sudah berkumpul di meja makan. Alin
Alin mengangguk antusias. "Bisa, Ma. Tapi hanya menu sederhana, masakan rumahan".
"Kapan-kapan mama mau coba masakan kamu ya, pasti sangat enak".
"Iya, Ma"
'Duhh gimana nih' Alin hanya melirik sepotong beef yang berada di hadapan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 18
Toby yang sudah berada di luar pagar membunyikan klakson nya "Amanda cepat masuk" Teriak Toby dan Amanda pun segera berlari menuju mobil Toby dan duduk di samping Toby.
Selama di perjalan Toby hanya diam berperang dengan fikiran nya sendiri. Sedangkan Amanda sudah tidak sabar ingin melihat kemarahan Toby dan melihat Zira terpuruk.
Tiga puluh menit berlalu akhirnya Toby dan Amanda sampai di panti asuhan.
Tap..
Tap..
Suara langkahan Toby seperti megema di seluruh ruangan Toby benar-benar akan mengamuk jika betul Zira sedang hamil karena sejak berpacaran dengan Toby, Zira tidak perna mengijinkan Toby untuk menyentuh nya apalagi mencium nya. Lalu bagaimana bisa Zira hamil!!.
"Toby, kenapa kamu bisa ada di sini" Tanyak Zira dengan terkejut sekaligus panik.
"Kenapa kamu terkejut? Apa salah jika aku menjenguk calon istri ku yang sedang hamil!!" Ucap Toby dengan expresi datar.
"Maaf Toby ini tidak seperti yang kamu bayangkan" Ucap Zira sembari berusaha turun dari ranjang untuk menghampiri Toby. "Aku tidak tau, kenapa aku bisa hamil" Lanjut Zira berdiri di hadapan Toby.
"Menurut mu aku percaya! Tidak Zira!"
"Maaf ini semua salah ku, seandai nya malan itu aku tidak mengikuti permintaan Zira, mungkin Zira tidak akan hamil" Bukan Toby yang menjawab melainkan Amanda sahabat lucknut Zira.
"Amanda, apa yang kamu katakan!! Malam itu aku menyuruh mu untuk mengantar ku pulang tapi kamu malah..."
Plak
Belum sempat Zira menjelaskan, Toby yang tersulut emosi dengan tega menampar pipi mulus Zira. Zira yang masih lemah langsung tersungkur ke lantai, lalu menatap Toby dengan mata barkaca kaca tak menyangka Toby akan berlaku kasar pada nya.
"Kamu seharus nya malu dengan apa yang kamu perbuat, bukan nya malah menyalahkan orang lain" Toby mencengkram dagu Zira begitu kuat hingga Zira meringis kesakitan.
"Kita sudah pacaran begitu lama Zira!! Kamu tidak perna mengijinkan aku untuk menyentuhmu bahkan mencium pipi mu saja dan sekarang kamu ingin aku menjadi tempat pelarian mu? Aku tidak sebodoh itu, Zira!!"
"Toby lepaskan, kasihan Zira dia sedang hamil" Ucap Amanda sembari memegang tangan Toby.
"Akh ss_sakit" Ucap Zira kesakitan.
Toby melepas cengkraman nya dengan kasar, membuat Zira agak oleng "Mulai sekarang kita putus" Ucap Toby begitu yakin.
"Tapi bagaimana dengan pernikahan kalian berdua, pernikahan kalian tinggal dua minggu lagi" Ucap Amanda sok dramatis.
"Kamu yang akan menggantikan Zira sebagai mempelai wanita nya" Ucap Toby sembari menarik pinggang Amanda untuk memeluk nya.
"Hah!! Bagaimana mungkin!!" pekik Zira tidak terima.
Toby tidak memperdulikan Zira lagi lalu dengan tega nya Toby mencium bibir Amanda di depan Zira. "Pergi kalian" Teriak Zira dengan emosi berapi api.
"Ayo sayang kita lanjutkan di apartemen ku" Amanda menggoda Toby dengan mengelus dada bidang Toby dan sesekali mencium bibir Toby dengan singkat.
"Dasar teman ngak ada akhlak kau!" Teriak Zira.
Toby dan Amanda tidak peduli dengan umpatan Zira dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan Zira yang sangat prustasi.
Hari ini Zira benar-benar prustasi dengan apa yang terjadi pada nya. Zira tidak menyangka jika ia memiliki takdir seperti ini. Hati Zira benar-benar hancur.
☘️☘️☘️☘️
Delapan Bulan kemudian..
Zira yang dulu nya sangat ceria dan selalu tersenyum walaupun begitu banyak masalah kini berbeda dengan Zira yang sekarang, setiap hari Zira hanya duduk di taman sembari melamun. Sejak kejadian itu Zira mulai tertutup pada siapa pun, tidak ada lagi teman atau sahabat yang Zira ingin kan. Zira hanya ingin sendiri.
"Zira bisa bantu ibu" Tanyak Ibu Lusy.
"Ada apa bu"
"Tolong beliin sayur di pasar, hari ini ibu kurang sehat untuk pergi kepasar" Sebenarnya Ibu Lusy sehat hanya saja Ibu Lusy tidak ingin melihat Zira yang terus melamun dan bersedih apalagi sekarang kandungan nya sudah sembilan bulan dan sebentar lagi akan melahirkan.
"Iya bu, catat aja apa yang harus Zira beli" Jawab Zira dan berlalu pergi meninggalkan Ibu Lusy.