NovelToon NovelToon
Cinta Dan Perbedaan

Cinta Dan Perbedaan

Status: tamat
Genre:Spiritual / Tamat
Popularitas:305.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: tufa_hans

Dalam keheningan Zahra hanya bisa menangis karena ia harus menikah dengan orang yang tidak pernah ia cintai.
Menjalalin hubungan bertahun-tahun dengan Danis nyatanya harus kandas karena perbedaan agama.
Zahra yang hatinya terlanjur dipenuhi dengan Danis, ia tidak bisa mencintai Azka~ Suami Zahra dari hasil perjodohan orang tuanya.

Bagaimana akhir dari kisah cinta Zahra? Apakah dia akan kembali pada Danis? Atau hatinya akan berbalik karena kesholehan suaminya tersebut?

Simak terus yuk kisah mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu kamar?

"Maafkan aku!" ucap Zahra setelah puas menangis dalam pelukan suaminya.

Azka tersenyum seraya mengambil sebuah sapu tangan dan menghapus air mata istrinya tersebut.

"Terima kasih,"

"Sudah tugasku sebagai seorang suami untuk selalu mengahapus air matamu, dan mendengarkan segala keluh kesahmu," ucap Azka tersenyum.

"Ya sudah kita kembali ke pelaminan, nanti yang lain mencari kita karena tiba-tiba kita tidak ada di sana," ucap Azka lembut.

"Iya," jawab Zahra tersenyum kaku.

Sepasang suami istri itu pun keluar dari ruangan tersebut dan melangkah untuk kembali ke pelaminan. Namun, langkah Azka terhenti saat melihat Kia dan Anggi terlihat kebingungan.

"Kamu duluan saja, aku ingin menemui Kak Kia dan Kak Anggi dulu," ucap Azka lembut.

Zahra pun menganggukkan kepalanya dengan Azka yang langsung melangkah mendekati kedua wanita bercadar itu, sementara Zahra hanya menatap punggung suaminya yang melangkah menjauh.

"Kakak, Kak Kia, ada apa? Sepertinya kalian mencari sesuatu?" tanya Azka dengan kening yang mengerut.

Kia dan Anggi pun langsung menoleh pada arah suara yang tiba-tiba terdengar dari belakang tubuh dua wanita tersebut.

"Azka?" Anggi menatap sang adik dengan kening mengerut.

"Kami mencari Arofah!" jawab Kia jujur hingga mendapat sedikit cubitan dari Anggi.

"Apa sih Nggi?" gerutu Kia kesal.

"Arofah? Memangnya dia kemana, Kak?" tanya Azka seraya menatap Kia dan Anggi bergantian.

"Sudah ayo!" Ajak anggi pada Kia.

"Kamu kembali saja ke pelaminan!" Anggi menatap Azka penuh penekanan.

Setelah itu, Anggi menarik pergelangan tangan sahabatnya menjauh dari adik kandungnya, sedangkan Azka hanya menatap punggung sepasang sahabat dari kecil tersebut hingga bayangan keduanya menghilang.

Setelah itu, Azka melangkah menuju suatu tempat yang ia pikir mungkin Arofah kunjungi, sesampainya di tempat tersebut, ternyata benar bahwa orang yang ia cari sedang mengaji di musholla.

Azka mendekat dan memperhatikan Arofah dari ambang pintu, pria itu tersenyum dan balik badan hendak melangkah untuk meninggalkan tempat itut setelah Arofah selesai membaca Al-Qur'an. Akan tetapi, ia menghentikan langkahnya saat ia mendengar Arofah berdoa.

Pria itu penasaran dengan apa yang diminta Arofah pada Allah. Pria itu tersenyum, lalu diam-diam melangkah menuju tempat sholat pria, dia duduk di balik tirai tanpa Arofah ketahui dan mendengarkan doa wanita tersebut.

Arofah memejamkan matanya dengan air mata yang menetes lebih dulu. "Ya Allah, Ya Tuhanku, yang maha pengasih dan penyayang ..., hanya Engkau lah yang sangat tahu bagaimana sakitnya hati hamba saat ini," ucap Arofah dengan tangan yang menengadah serta air mata yang terus mengalir.

Sementara Azka mengerutkan kening karena pria itu tidak pernah tahu tentang perasaan Arofah padanya. "Sakit hati?"

"Ya Allah ... mengapa hamba tidak berhasil menjadi orang ikhlas? Hamba masih menelan rasa sakit, bahkan hamba merasakan sesak yang luar biasa saat melihat orang yang hamba cintai menikah dengan saudara kembarku sendiri, salahkah hamba jika menangis dan mengadu pada-Mu?"

Deg

Azka terkejut mendengar doa Arofah. "Jadi benar bahwa Arofah memiliki perasaan yang sama denganku?"

Azka memejamkan matanya, air mata pria itu pun menetes, tanpa suara ia juga menangis dalam diam.

"Tidak, tidak! Aku tidak boleh menyesali apa yang terjadi, aku harus bisa melupakan Arofah. Istriku Zahra bukan Arofah!" batin Azka dengan air mata yang terus terjun bebas.

"Ya Allah ... hamba percaya, Engkau telah menyiapkan jodoh terbaik untuk hamba, tapi hamba malah seperti ini, tidak seharusnya hamba sakit hati melihat seseorang yang hama cintai menikah, padahal hamba sadar, bahwa hamba tidak berhak untuk itu karena dia bukan siapa-siapa hamba."

"Hamba selalu menantikan pertemuan hamba dengan saudara kembar hamba selama ini, seharusnya aku bahagia bukan malah seperti ini!" Zahra mencurahkan isi hatinya pada Allah.

Tanpa wanita itu sadari banyak telinga yang mendengarkan curhatannya pada Allah.

"Arofah ...?" panggil Anggi dan Kia yang sudah dipenuhi dengan air mata.

Kedua wanita itu kini berdiri di ambang pintu musholla perempuan. Lalu, Anggi dan Kia pun melangkah mendekati sahabatnya tersebut dan langsung memeluk tubuh wanita itu sambil menangis terisak-isak secara bersamaan.

"Maafkan adikku!" ucap Anggi sambil menangis.

"Tidak, jangan pernah katakan itu Kak! Ini bukan salah Kakak atau pun Azka. Ini sudah jalan takdir dari Allah untukku," ucap Arofah.

Azka yang sudah tidak tega melihat kesedihan Arofah, ia langsung melangkah perlahan untuk pergi agar ketiga wanita itu tidak menyadari keberadaannya.

Akan tetapi, ada seseorang yang menyaksikan itu semua tanpa ada seorang pun yang mengetahui keberadaannya karena semua yang berada di musholla itu terlalu fokus dengan perasaan mereka masing-masing.

_____________

Setelah resepsi pernikahan Azka dan Zahra selesai, kini pria itu langsung mengajak Zahra untuk menempati rumah barunya.

Sepanjang perjalanan, Sepasang suami istri itu bungkam tanpa ada yang mengeluarkan suara sepatah katapun. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing

Sesampainya di rumah tersebut, Azka melangkah terlebih dahulu dan membuka kunci rumah barunya. Sementara Zahra mengikuti suaminya dari belakang.

Meskipun dengan langkah ragu ia mengikuti Azka ke kamarnya. "Kamu mau tidur sekamar denganku?" tanya Azka tersenyum.

"Kenapa tidak? Sekarang kamu suamiku bukan? Tidak ada alasan bagiku untuk menolakmu," ucap Zahra mencoba untuk menerbitkan senyumnya.

"Oh iya, aku harus memanggilmu apa?" tanya Zahra dengan senyum kakunya.

"Zaujy," jawab Azka spontan.

Seketika Zahra melebarkan matanya mendengar sebutan yang menurutnya sangat menggelikan itu.

"Zaujy?" tanya Zahra dengan wajah menahan kekesalan.

Wanita itu tidak habis pikir dengan pikiran suaminya tersebut. "Terus kamu mau memanggilku Zaujati gitu?" tanya Zahra dengan kening yang mengerut.

"Jika kamu memintanya, maka aku akan memanggilmu Zaujaty agar semua orang tau kalau kita suami istri," jawab Azka tersenyum.

"Ih ... nggak, nggak, nggak ... !" teriak Zahra setelah pikirannya menjelajah lebih jauh mendengar ucapan suami istri dari Azka.

"Zaujaty ... kamu kenapa, Sayang?" tanya Azka tersenyum yang sengaja menggoda istrinya tersebut.

"Nggak ... !" teriak Zahra.

Azka tertawa terbahak-bahak, entah mengapa ia suka melihat istrinya kesal. Kesedihannya yang semula menyelimuti hatinya kini bisa terhibur dengan melihat tingkah menggemaskan wanita yang telah sah menjadi istrinya tersebut.

Sementara Zahra memasang wajah cemberut karena Azka dengan sengaja membuatnya kesal.

"Ya sudah, aku mau mandi dulu!" ucap Azka yang sudah menghentikan tawanya.

"Tapi kamu harus ingat hadis nabi!" ucap Azka.

Zahra menatap Azka dengan wajah seriusnya. "Hadis Nabi?"

“Sebaik-baiknya wanita untuk suami adalah yang menyenangkan saat dilihat, taat saat diperintah, dan tidak menentang suaminya baik dalam hatinya serta tak membelanjakan (memakai) hartanya pada perkara yang dibenci suaminya.” (H. R. Ahmad)

Azka mengedipkan sebelah matanya. Lalu melangkah pergi meninggalkan Zahra yang masih berdiri mematung serta memikirkan maksud ucapan suaminya tersebut.

"Artinya, aku harus patuh dan harus mau memanggilnya Zaujy," gumam Zahra dengan mata yang melebar.

Namun, wanita itu mencoba untuk mencoba menyetujui permintaan suaminya, meskipun terdengar sangat menggelikan.

"Zaujy? Nggak ada panggilan lain apa?" gumam Zahra dengan wajah lesunya.

Lalu, Zahra langsung menjatuhkan tubuhnya pada tempat tidur, dengan kebaya dan riasan yang masih belum dibuka

"Aaaa ... !" teriak Zahra karena ada salah satu jarum di kepalanya yang menancap mengenai kulitnya.

Wanita itu langsung bangkit dari tempat tidur tersebut, sementara Azka langsung keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada, beruntung boxternya belum dibuka.

"Ada apa?" tanya Azka khawatir.

Namun, Zahra kembali berteriak karena melihat Azka yang hanya menggunakan boxter.

"Aaaaaa ... " teriak Zahra sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

"Hey, kamu kenapa?" tanya Azka yang semakin cemas.

"Kamu ngapain keluar kamar mandi dalam keadaan seperti itu?" teriak Zahra.

Seketika Azka menghela nafas melihat istrinya yang hanya berteriak tanpa alasan yang jelas.

"Memangnya aku kenapa? Telanjang polos pun kamu boleh melihatnya," ucap Azka santai.

"Tidak ... Pergi sana! Kembali ke kamar mandi dan selesaikan acara mandi mu! Aku belum siap melihat tubuhmu," ucap Zahra merengek.

"Belum siap atau takut ketagihan?" tanya Azka menggoda istrinya tersebut.

"Azka .... !" teriak Zahra dengan wajah yang masih di tutupi dengan kedua telapak tangannya.

"Iya, iya. Aku balik!" ucap Azka tersenyum.

Zahra pun menurunkan tangannya perlahan untuk memastikan suaminya sudah kembali ke kamar mandi atau belum.

Setelah itu, Zahra tidak melihat Azka di depan pintu kamar mandi tersebut hingga wanita itu bisa bernafas lega dan melangkah menuju meja rias untuk melepaskan riasan pengantinnya.

...🌷🌷🌷🌷🌷...

...TBC...

1
Siti Nina
belibet bgt nih jodoh muter" bikin pusing 😂
Siti Nina
Cinta yg rumit 😭
Siti Nina
sampe nangis bacanya sedih bgt kisah cinta mereka rumit bgt,,,😭
Siti Nina
oke
Nuvia Tiway
keren novel y' kk 👍🏻👍🏻👍🏻🥰
Nuvia Tiway
siapayg naro bawang disinih 😭😭
Nuvia Tiway
keren lanjut kk
Nurlaelah Fatoni
MasyaAlloh bgt👍👍
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
MESKI ZAHRA KEMBALI LGI KE AZKA,, DN DENIS MAU TERIMA AISYAH,, AKU TTP JENGKEL DGN TOKOH ZAHRA & DENIS...
Qaisaa Nazarudin
Ph Denis melakukan karena Mabok ya, Sayang sekali saat Zahra pisah sgn suami nya, mereka tetap aja gak bisa bersatu. malah nikah dgn Aisyah juga gak sama agama,,
Anjelie Sharma
bnr2 cinta yg rumit bikin😭 ceritax bagus bngt
Tufa Hans: Terima kasih, Kakak 😍
total 1 replies
Nanik
kok sdh abiss
Nanik
aku berharap zahra masih tetap sama azka....kok jadi.pisah sihhhhhh
Nia Pratama
ceritanya agak bulet ya thor
Rina Wati
bgus
nurcahaya
akhirnya danis sdar juga.
alhamdulillah
Anitaandriana
lanjuttt kisah yg bagus.....tmbh penasaran certa selanjuttnya
~HartiWyn_Dee_
alhamdulillah sekian lama nunggu akhirnya up juga kl bisa double up nya thor
Dita Alya
disini baru ngena banget feel-nya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!