Sekuel kedua dari Chat Story dengan judul yang sama.
Kisah ini akan menceritakan Dhavin Calvaro yang merupakan seorang Bos mafia yang akhirnya sudah mendapatkan wanita yang dicintainya.
Hari-harinya dipenuhi dilema karena Revina, sang istri selalu memiliki keraguan terhadapnya.
Siapa yang tidak ragu, jika suaminya adalah seorang pria kaya, punya penampilan dalam berjuta pesona yang mampu membawa dosa untuk para wanita lain, justru adalah orang yang menyukai Revina yang merupakan perempuan dari desa.
Dan satu keraguan yang dimiliki Revina pun adalah karena Dhavin masih saja menyimpan rahasianya.
Dhavin tetap menyimpan rahasia besarnya yang merupakan seorang Bos mafia, kelompok yang selalu berada di sisi dari kegelapan dari kota metropolitan.
Kisah apa saja yang dijalani oleh dua orang ini? Ikuti kisahnya.
Warning! : Yang tidak suka alur lambat, skip saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RisyArhes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18 : DBMJCP : Kegelapan
Belum pergi, wanita itu pun duduk kembali dan mengulurkan tangan kirinya, kemudian menepuk pelan wajah serius milik Dhavin.
“Temani saja Istrimu itu.” Ucap wanita ini kepada Dhavin, setelahnya wanita ini pun pergi meninggalkan dhavin untuk melaksanakan misinya itu.
“Lakukan tugasmu dengan baik.” Harap Dhavin pada satu anak buahnya itu.
BRAKK…
Pintu mobil tertutup.
Setelah kepergiannya, Dhavin kembali melihat layar handphone nya. Dia kembali membuka akun media sosialnya.
Dan Adel kembali mengirimkan nya sebuah pesan singkat padanya, karena ingin berkenalan?
Dhavin justru mengabaikan itu, dan lebih suka untuk melihat beberapa foto miliknya yang dia posting satu tahun yang lalu. Semuanya adalah foto dari belakang tubuhnya.
Namun yang paling menarik perhatiannya tentu saja adalah ketika dirinya tengah memakai jas putih, itu adalah waktu ketika dirinya akan menikahi Revina.
“Sebenarnya kenapa dengan aku ini?” Gumamnya.
Dhavin mengusap wajah tampannya dengan kasar, sampai dia menyisakan separuh wajah bagian atasnya, sampai kedua matanya kembali dia gunakan untuk melihat beberapa foto dirinya ketika di acara resepsi pernikahannya.
Dhavin melirik keluar jendela lalu berpikir. ‘Kenapa cinta membuatku sebodoh ini? Aku sangat yakin Revina tidak pernah sekalipun menggodaku, tapi yang ada, justru akulah yang terus menggodanya dan terus aku tarik di bawah kendaliku. Revina ini, sebenarnya apa yang membuatku sangat mencintaimu sampai seperti ini sih? Aku sendiri jadi bingung. ‘ Dhavin pun jadi tersenyum mencibir.
__________
“Hmm?” Revina yang sedang tertidur itu, beralih posisi untuk miring ke kanan, lalu tangannya meraba-raba sisi kasur itu yang ternyata saat Revina membuka matanya, dia tidak mendapati Dhavin ada di sebelahnya.
‘Dia lagi-lagi tidak ada. Sebenarnya dia pergi kemana? Kalau sudah malam, disa selalunya sudah tidak ada.’ Pikir Revina. ‘Padahal di awal setelah kami menikah, setiap aku bangun tidur, dia selalu ada di sebelahku. Tapi semenjak aku hamil, itulah awal Dhavin selalu pergi di tengah malam. Kenapa aku selalu memikirkan hal ini? Padahal kan terserah dia mau apa.’
Karena tidak ada gunanya memikirkan Dhavin yang selalu pergi malam pulang pagi, Revina pun beranjak dari tempat tidurnya. Tentu saja dia menyeret handuknya untuk menutupi tubuhnya yang telanjang itu, lalu dia pergi menuju lemari pakaian.
“Masih rapi ya? Aku saja masih tidak mengerti kenapa cuma melahirkan saja, yang caranya seperti membuang kotoran, kenapa aku sampai koma? Padahal teman-temanku saja sehat-sehat saja, kenapa pula kasusku paling berbeda dengan mereka?” Ucap Revina pada dirinya sendiri.
Tapi tetap tidak bisa di pungkiri, sekarang Revina berhasil melewati itu semua dan bisa berdiri di dalam kamarnya lagi, dan yang lebih menakjubkannya, mereka berdua memiliki tambahan dua makhluk malaikat kecil hasil dari kerja kerasnya bersama dengan Dhavin?
Revina sekilas jadi senyum-senyum sendiri. ‘Memikirkannya saja, dia sudah berhasil membuatku malu lagi. Bagaimana sih aku ini?’ Mau seberapa banyak Revina mengingatnya, itu adalah momen dimana dirinya juga Dhavin benar-benar bermain sampai tahap gila, karena dalam seminggu mereka hampir tidak pernah absen dari olahraga ranjang mereka. Hasilnya dalam satu bulan, Revina berhasil hamil.
Revina menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan menggoyang goyangkan tubuhnya ke samping kanan dan kiri selama beberapa waktu sebagai bentuk kebahagiaannya sendiri.
‘Ya..ya..ya…aku memang gila, gara-gara dia memuaskanku terus. Dan aku bersyukur aku masih diberikan kesempatan hidup bersama dengannya lagi.’ pikir Revina lagi.
TAP…TAP…TAP…
Ketika Revina sedang mencari piyama yang cocok, tepat di luar kamarnya, seseorang sedang berjalan dengan cukup perlahan. Langkah kaki itu pun berjalan kian mendekat ke arah kamar yang sedang di tempati Revina.
Hingga tidak seberapa lama kemudian, tiba-tiba saja seluruh lampu di villa milik Dhavin langsung padam.
"Eh? Kenapa mati listrik? Aku pikir rumah semewah ini punya energi listrik secara mandiri." Gerutu Revina, saat ini dia pun jadi bingung karena seluruh lampu sudah padam dan dirinya jadi masuk kedalam kegelapan. "Handphoneku ada di mana ya? Terkahir kali aku ingat, aku menjatuhkannya di dalam kamar mandi."
Sebab Revina tidak mampu melihat pakaian yang ingin di pilih itu, terpaksa Revina jadi mengurungkan niat itu dan justru memutuskan untuk mencari sesuatu yang bisa dia jadikan sebagai penerangan.
Dan salah satunya adalah stick glow in the dark yang biasa dia koleksi dan dia simpan dilaci meja.
Revina pun akan mengambil itu lebih dulu dan menggunakannya untuk sementara waktu.
TAP...TAP...TAP...
Setelah berada di depan pintu kamar Revina persis, orang ini pun perlahan memegang kenop pintu dan mendorong pintu tersebut dengan cukup perlahan untuk menghindari Revina sadar dengan kehadirannya.
Cukup pelan juga senyap, sampai si pemilik kamar yang sedang mencari-cari barang yang diinginkannya itu tidak menyadari kedatangannya.