NovelToon NovelToon
My Sweet Girl

My Sweet Girl

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:306.9k
Nilai: 5
Nama Author: mom yara

Demi membalas orang-orang yang membuatnya terpaksa terpisah dengan orangtua, Nayyara telah merencanakan sebuah pembalasan.

Dia menyamarkan dirinya dengan sempurna, menyembunyikan wajah indahnya menjadi wajah buruk yang menggunakan kacamata tebal!

Namun dalam proses balas dendamnya, Nayyara berbuat salah yang fatal—— dia telah menarik perhatian CEO dingin.

""Semua wanita itu murahan"" Harry Balwis

""Kau hanya pria arogan yang haus akan cinta"" Nayyara.

Mampukah Naya mencapai tujuannya? atau dia malah jatuh cinta pada pria itu sebelum tujuannya tercapai?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom yara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Tak ada kabar darimu

Kehebohan yang terjadi di perusahaan tidak terjadi hanya di divisi keuangan saja tapi juga di divisi lainnya.

Pameran perhiasan itu masih terekam di ingatan semua wanita khususnya. Mereka belum bisa move on, semua wanita akan berbinar melihat perhiasan apalagi ada yang memberikannya secara gratis.

Bahkan para pria pun banyak yang membelinya meskipun mereka tak menggunakannya, mungkin untuk wanita pujaan hati mereka bahkan selingkuhanpun dapat. Seperti seorang pria yang sedang duduk termenung di kursi kerjanya dengan tangan memegang Satu kotak perhiasan.

Ia membelinya untuk seseorang meskipun ia tidak hadir dalam pameran itu bukan berarti ia tidak tahu apa -apa. Ia memesan sebuah kalung untuk seorang wanita yang mungkin spesial di hatinya tanpa ia sadari sepenuhnya.

Apalagi kedatangan wanita lain menganggu pikirannya.

"Kau seperti orang patah hati, tidak ada kehidupan di wajahmu" ucap seseorang yang baru saja masuk kemudian duduk di sofa.

"Apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu" kilatan amarah terlihat diwajahnya yang ia tujukan untuk asistennya Rangga.

"Aku sudah mengetuk nya berulang kali, kau saja yang tidak dengar?" kilahnya.

"Aku bosmu disini kalau kau lupa"

"Baiklah bos, apa yang membuatmu tidak mendengar ketukan pintu, apa kau melamun? apa yang menganggu pikiranmu bos?" tanyanya dengan sederet pertanyaan. Harry hanya menatapnya tajam.

Harry tak menghiraukan ocehan asistennya itu, Ia tenggelam dengan pikirannya sendiri. Sampai saat ini ia belum menghubungi Naya. Apa yang wanita itu lakukan pikirnya. Dia tidak tahu harus bagaimana?

Feby adalah wanita yang sangat ia cintai dulu sekarang bahkan nanti, sedangkan Naya hanya wanita yang tiba - tiba masuk dalam hidupnya hanya dalam beberapa bulan saja, dia hanya selingan. Ia memikirkan masalah ini berulang - ulang, meyakini kalau Naya tidak berarti apa - apa baginya.

Mungkin karena terlalu merindukan Feby ia jadi terbawa suasana dengan wanita yang dekat dengannya, padahal sebelumnya ia tidak pernah dekat dengan wanita manapun, tapi ia begitu mudah menerima Naya dalam hidupnya apapun alasannya.

*

*

Seminggu telah berlalu. Hubungan Harry dan Naya masih begitu saja, mereka hanya bertemu di kantor, ditambah banyaknya pekerjaan mmbuat keduanya sibuk dengan perusahaan. Ditambah Harry juga harus berbagi waktu dengan Feby, dia akan sedih jika Harry terus mengabaikannya, dan Harry tidak bisa melihat kekasihnya bersedih.

.

Jalanan terlihat sepi, Naya masih menunggu bis di halte. Entah kenapa sore ini terlihat sepi. Tapi masih ada satu dua orang yang berjalan kaki sekitar sana, entah hanya mau ke supermarket atau mau membeli minuman.

Terlihat dua pria berpakaian hitam berjalan kearahnya, ia pikir mereka hanya akan lewat saja, tapi ternyata mereka berhenti di hadapannya.

"Ikutlah kami nona, atau kami akan memaksamu" ucap salah satu dari mereka.

"Ck... " Naya berdecak, dia masih bad mood. "Pergilah jika kalian ingin selamat" mereka malah menertawakan ucapan Naya.

"Baiklah kau yang meminta nona, kami akan memaksamu" Tangan pria tadi menarik salah satu tangan Naya, seketika Naya membalik tangan pria itu membuat si pria kesakitan.

"Auwww" jeritnya. Laki - laki yang lain mencoba untuk meraih Naya tapi hal serupa terjadi, Naya memukul pergelangan tangannya. Mereka berdua mengaduh kesakitan.

Meskipun tangannya sudah cedera mereka belum menyerah, berusaha untuk melawan Naya, sehingga mereka terlibat perkelahian. Sebuah mobil menghampiri mereka, keluarlah dua orang pria dan satu wanita.

"Tangkap dia" perintah wanita itu yang tak lain adalah Tasya, rupanya dia belum menyerah. "Kali ini tidak akan ada yang menolongmu, Harry tidak akan datang untukmu, kau tahu kenapa karena dia sibuk dengan wanitanya" dia tertawa setelah mengucapkannya.

Naya tersenyum sinis. Dia kemudian melumpuhkan dua laki - laki tadi, sebelum dua pria datang. Mereka terlibat perkelahian kembali. Dan tetap sama Naya lah yang unggul meskipun rok spannya sudah sobek pada dua sisinya.

Naya melangkah mendekati wanita yang tadi mengoloknya.

"Aku akan menolong diriku sendiri, sekarang siapa yang akan menolongmu?" ucapnya dengan tatapan tajam membuat wanita di depannya bergidik ngeri, perlahan Tasya mundur sampai menyentuh bagian mobilnya, membuatnya terpojok, tidak bisa lari kemana lagi.

Naya semakin mendekat tepat berdiri di depan Tasya, Naya memegang rahangnya kuat kemudian melayangkan satu tamparan pada Tasya.

"Kau.... berani sekali menamparku" teriak Tasya. ia tidak Terima wanita rendahan sepertinya menamparnya. Namun Naya seakan lupa akan siapa dirinya saat ini, ia semakin ingin menyiksa Tasya, dengan menarik rambutnya.

"Auuuuwwww.... " jeritnya kembali. Namun tak mampu untuk menghentikan Naya, ia sudah gelap mata.

*

Tak jauh dari sana dua pria menyaksikan life kejadian itu dari dalam mobil dari awal sampai saat ini, mereka tidak ada niatan untuk keluar dan melerai mereka.

"Apa benar itu nona Naya, gadis polos yang mendekati culun itu bisa melakukan hal seperti ini" tanya Rangga namun tak kunjung mendapat jawaban dari pria yang duduk dibelakangnya. Harry masih intens menatap Naya.

"Apa kita akan diam saja, Tasya bisa terluka jika... " belum selesai ucapannya ia mendengar suara pintu belakang terbuka. Harry keluar berjalan ke arah mereka.

*

*

"Lepaskan dia" Mendengar suara itu, suara yang beberapa hari ini sedikit mengganggu pikirannya. Naya menoleh ke belakang, terlihat laki - laki yang sedikit ia rindukan. Tapi rasa rindu itu berubah ketika mulutnya bersuara.

"Inikah wujud aslimu" lanjut Harry, Naya segera melepaskan tangannya dari rambut Tasya, karena kemunculan prianya yang tiba - tiba ia sampai lupa kalau ia sedang melakukan hal yang jahat mungkin dimata orang lain tapi dia hanya membela diri dari orang - orang yang berniat jahat padanya.

Tasya berlari ke arah Harry kemudian bersembunyi di belakangnya.

"Aku takut, dia sangat menyeramkan" ucapnya ketakutan sambil memanfaatkan keadaan untuk mendapatkan simpati Harry. "Jangan bersamanya lagi dia wanita yang berbahaya" Tasya mencoba memprovokasi.

Apapun yang Tasya ucapkan, rasanya melayang diudara. Mereka berdua hanya diam dan masih saling menatap. Tidak ada yang membuka suara lagi. Hening. Mereka masih dalam posisi yang sama.

"Nona kau sangat hebat" Rangga datang memecah kesunyian dari arah yang sama dengan Harry sambil mengacungkan dua jempol. "Apa kau yang membuat mereka semua babak belur" dengan santainya Rangga bertanya pada Naya tanpa memperhatikan tatapan Harry dan Naya yang masih belum terlepas.

Bersamaan dengan itu sebuah mobil berhenti tak jauh dari lokasi mereka. Naya melirik nya sekilas, sepertinya ia tahu siapa pemilik mobil itu.

Menatap Tasya kembali. Tasya membalasnya dengan menjulurkan lidahnya. Kemudian menatap Harry yang juga masih menatapnya, lalu ia mengambil tasnya yang tadi terjatuh kemudian berlalu pergi dari sana tanpa mengucapkan satu patah katapun. Ia sudah tidak peduli tanggapan Harry tentangnya, biarlah ia dikira orang jahat, wanita kasar atau apalah, ia tidak peduli.

Menyebrang jalan menuju mobil yang berhenti tadi. Masuk kedalam mobil tanpa melihat ke belakang. Mobil pun melaju setelah Naya duduk dengan nyaman.

1
limah
Luar biasa
Essy Tango
karyanya sangat bagus semua di baca g trlewatkan.semangat author
Mom Yara: mampir juga kak di aplikasi yang orange, pijo
total 1 replies
Sandisalbiah
padahal pengen lihat kebahagiaan mereka setelah menikah... hais.. ngelunjak ya thor... 🤭🤭😏
terima kasih atas karya yg sangat menghibur ini thor.. semangat terus utk karya² baru yg lebih wow lagi.
Sandisalbiah
krn aku suamimu.. 😊😊
Sandisalbiah
enak banget si ratna langsung koit... mengingat semua kesulitan dlm hidup keluarga Yara bersumber dr ide jahatnya.. harusnya ratna ini di bejek² dulu baru mati dia.. is gemezz banget dgn manusia licik dan dengki kek si ratna ini..
Sandisalbiah
tuh kan.. cinta emang membuat org jd bodoh.. 🤭🤭🤭 juga buta.. buktinya Yara gak bisa melihat kalau dlm ruangan itu Harry tdk sendiri.. main selonong aja.. malu sendiri kan.. 😅😅
Sandisalbiah
bagaimana reaksi Feby nanti... bakal seneng krn tau kalau Reyhan tdk merampas kehormatannya atau ngereog krn merasa ditipu..?
Sandisalbiah
ratna bakal buat masalah pas hari pernikahan Yara nih... tp setidaknya pertemuan Yara dan Feby akan menghilangkan kesalahan fahaman dgn Harry..
Sandisalbiah
Hadeh.. Yara masih aja bergelut dgn fikiran sendiri.. kenapa gak coba cari tau akan hubungan Harry dan Feby biar gak salah faham terus.. sibuk memikirkan perasaan Feby pdhal orgnya udah nikah duluan..
Sandisalbiah
jawaban Yara malah membuka peluang dan keuntungan bagi Harry.. tp masih ada ratna yg diperkecil.. harus di waspadai..
Sandisalbiah
lalu Ratna... dia adalah otak dr semuanya... harusnya dia yg dapat ganjaran paling utama..?
Sandisalbiah
polisi kali.. mau nangkap si Tasya..
Sandisalbiah: bawaan tangan julit mom.. Kek-nya kalau unek²nya gak di keluarin jd syusyah makan.. 🤭🤭🤭maaf ya mom..
total 2 replies
Sandisalbiah
aku tadi. mikirnya.. bakal jadi masalah ni duo emak ngeyel mau ikut mencari Yara..
Sandisalbiah
pada kenyataan org di sekeliling kita emang berpengaruh pd sikap dan sifat kita.. secara langsung atau pun perlahan..
Sandisalbiah
dasar Yara keras kepala.. bandel banget. situasi belum aman krn posisi herman, gilang dan ratna masih bebas berkeliaran tp dia gak waspada sama sekali.
Sandisalbiah
mungkin sedikit egois di bolehkan Yara...
Sandisalbiah
Reyhan akan menikahi Feby ...
Sandisalbiah
jgn gegabah Yara.. setidaknya fikiran keselamatan seluruh keluargamu.. dan jawabannya adalah Harry.. hanya dia yg dapat membantu..
Sandisalbiah
anak pintar... si elang lagi mancung di air kolam nih.. awas aja kalau Harry ngamok
Sandisalbiah
si Elang ini nekatan juga.. keras kepala kek si Yara.. semoga gak terjadi apa²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!