NovelToon NovelToon
Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Annasya Fayra

Raisa Maheswari, gadis muda belia yang memiliki kecantikan di atas rata-rata. Kulitnya putih langsat dengan dengan lesung pipit dan rambut coklat keemasan. Sangat sempurna untuk ukuran seorang wanita.
Namun nasibnya berbanding terbalik dengan kecantikan nya. Terlahir dari keluarga kaya dan terpandang, namun dirinya sangat menderita.

Sejak ayahnya meninggal, dan ibu nya menikah lagi, hidup Raisa seperti di neraka. Ayah tiri yang kejam dan suka bermain judi, hingga menghabiskan harta keluarganya.
Kakak perempuan satu-satunya sudah di nikahkan dengan keluarga kaya sebagai penebus hutang.

Nasib yang sama mungkin juga akan di alami oleh Raisa. Namun dia bukan wanita lemah seperti kakaknya. Dia akan memperjuangkan hidup nya, bukan hanya sebagai gadis penebus hutang.

Lika-liku asmara Raisa akan di kemas secara apik, sehingga membuat pembaca terhanyut di dalam ceritanya. Bagaimana kisah cinta Raisa selanjutnya??.
Apakah dia harus pasrah atau kah akan melawan kekejaman ayah tirinya itu??.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annasya Fayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18.

David memeluk pinggang Raisa dan membawanya masuk ke mobil. Melihat wajah istrinya yang sembab,dia hampir tak bisa menahan amarahnya. Baron sudah sangat berani menyerang Raisa di depan umum. Untuk itu, David tak akan mengampuni nya.

Sesampainya di rumah, David langsung membawa Raisa masuk kamar. Istri nya itu tampak kelihatan sangat terpukul. Pakaian nya robek di mana-mana. Dia terlihat sangat malu karena ulah Baron.

"Ganti baju mu dan hapus air mata mu itu".

"Aku tak ingin melihat mu menangis lagi".

"Kali ini Baron akan merasakan akibat dari perlakuan nya kepada mu".

"Sudah lah David, aku tak mau kau membalas perbuatan nya lagi".

"Sudah cukup, jangan membahayakan nyawa mu sendiri".

"Ini menyangkut harga diri ku Raisa".

"Kau tenang saja, biar aku yang selesaikan semuanya".

"Tidurlah,, aku masih ada urusan".

"Tolong temani aku David, aku sangat takut".

Raisa maju ke depan dengan gaya menggoda, supaya David mengurungkan niatnya untuk pergi.

"Setidaknya beri aku satu ciuman".

"Tidak sekarang Raisa, masih banyak yang harus ku selesaikan".

"Hanya satu ciuman saja dan kau menolaknya?".

David maju ke depan dan memegang kedua pipi Nisa.Dia kemudian mencium bibir mungil

istrinya.

"Ini ciuman sialan mu!!".

Walaupun dengan marah, David tetap menyambut hangat, kemesraan yang di tawarkan oleh Raisa. Dia sungguh pintar membuat David begitu bergairah dan menginginkan dirinya. Malam itu David menunda kepergian nya dan melayani keinginan Raisa di tempat tidur. Keduanya baru terlelap setelah lewat tengah malam.

Saat dini hari, Raisa terjaga. Dia melihat suaminya sudah tak ada di samping nya. Raisa bangun dan hendak keluar, ketika David berada di depan pintu kamar nya.

"Dari mana kau sayang, aku baru mau mencari mu".

"Aku sedang mencari udara segar".

"Masuklah, kita kembali tidur".

Raisa menurut ketika tangan David membawanya kembali ke kamar. Keduanya meneruskan tidur mereka sampai pagi.

Saat pagi tiba, Rendy membuat ulah dengan kedatangan dirinya sambil mabuk. Dia mengoceh sudah kehilangan banyak harta di meja judi. David yang mendengar ribut-ribut dari atas segera turun bersama Raisa.

"Kau ini memang tidak berguna Rendy".

"Aku sudah memperingatkan mu berulang kali".

"Setelah hari ini, aku tak mau memberi mu uang lagi".

"Berubah lah seperti Andre, dia sudah bekerja dan sebentar lagi menikah".

"Jangan mengatur ku kalau kau tak mau memberi ku uang".

"Kau saja tak bisa mengatur istri mu, jadi untuk apa kita harus menikah".

"Jangan menguji kesabaran ku Rendy".

"Sejak awal, paman memang tak menghargai Raisa ayah".

"Kemarin saat Baron melecehkan Raisa, paman hanya diam saja melihat, padahal dia datang lebih dulu daripada aku".

"Diam kau anak kecil, ini bukan urusan mu".

Raisa dan David seperti sudah hilang kesabaran. Semula David mengira kalau Rendy hanya keberatan saja, dan enggan menjalin hubungan baik dengan Raisa. Tapi setelah hari ini, David tahu kalau Rendy benar-benar membenci istri mu".

"Kenapa kau menatap ku seperti itu David?".

"Apa karena aku tidak membela istri mu?".

"Dia memang pantas mendapatkan nya, karena dia tidak menghormati Resty sama sekali di rumah ini".

"Resty sudah lama meninggal, dan Raisa sangat menghormati dia".

"Kau bisa tanyakan itu pada anak-anak ku".

"Kalau masalah mu ada pada diri Raisa, maka mulai sekarang kau berhadapan dengan ku".

David masuk dan menarik tangan Raisa untuk mengikutinya. Semua orang meninggalkan Rendy sendirian di ruang tamu. Dia sangat kesal dengan ulah David yang membela istrinya. Rendy kemudian melangkah keluar dari rumah.

Sementara di dalam kamar, Raisa tak berhenti mengusap air matanya. Kenyataan kalau dirinya tidak di terima oleh salah satu anggota keluarga suaminya, adalah kenyataan yang menyakitkan bagi dirinya.

"Berhentilah menangis Raisa, Rendy sama sekali tak pantas menerima air mata mu".

"Seharusnya aku tahu ini dari awal".

"Adik mu itu tidak pernah menyukai ku".

Jangan hiraukan dia, tetap lah seperti ini, yang terpenting, aku dan anak-anak menyukai mu".

Raisa mengusap air matanya. Dia heran dengan sikap Rendy. Seharusnya David yang merasa keberatan dan terganggu dengan kehadiran Raisa. Bukan malah Rendy yang cemburu kepadanya. Raisa jadi merasa janggal dengan kelakuan Rendy tersebut.

David pergi bersama Andre dan kedua putranya. Dia mendatangi rumah Baron untuk meminta pertanggung jawaban atas kelakuan nya pada Raisa semalam. Tanpa di duga, ternyata Rendy juga ikut bersamanya.

Sesampainya di rumah Baron, mereka di sambut dengan permintaan maaf dari kedua kakak Baron. Mereka berjanji akan memulihkan nama baik keluarga David. Tak di sangka, Baron keluar dari kamarnya dan langsung menemui David.

"Dia yang seharusnya minta maaf pada ku karena sudah mengambil tunangan ku".

"Raisa datang sendiri ke rumah ku karena keberatan menjadi istri mu".

"Sementara kau, sudah mengambil istri dan ibu dari kedua anak ku".

"Apa itu belum cukup juga untuk mu".

"Kau salah David, bukan aku yang membunuh istri mu".

"Buka mata mu lebar-lebar,,karena justru ular itu bersembunyi di dalam rumah mu".

"Tanpa kalian tahu, seseorang di dalam rumah mu adalah musuh sejati mu".

"Diam kau Baron, omong kosong apa yang kau katakan".

"Ayo,,kita tinggalkan pemabuk ini, dia mulai mengoceh tak karuan".

Rendy terlihat panik mendengar kata-kata Baron. Buru-buru dia mengajak keluarganya untuk pergi. Dia nampak ketakutan, seperti ada yang berusaha di sembunyikan. Wajah

nya menahan amarah kepada Baron.

"Seharusnya aku menghabisinya tadi".

"Dia sudah mengganggu ketenangan kita".

"Karena dia, Resty terbunuh waktu itu".

"Diam Rendy, jangan ungkit hal itu lagi".

"Kita kesini karena dia sudah melecehkan Raisa".

"Bukan membahas masalah Resty".

Lagi-lagi David memarahi adik nya. Semua kekacauan ini terjadi karena ulahnya. Romy memperhatikan sikap paman nya dengan seksama. Dia melihat perubahan wajah dan sikap dari paman Rendy, saat Baron berbicara tadi.Lama-lama Romy jadi curiga dengan paman Rendy.

Sesampainya di rumah, Romy menceritakan semuanya pada Raisa. Termasuk kecurigaan nya pada sikap paman nya Rendy. Sayangnya Raisa tidak begitu memperhatikan. Kesibukan nya mengalihkan perhatian nya dari cerita tentang Rendy.

"Sudah Romy, jangan perduli kan paman mu".

"Sebentar lagi kalian lulus bukan?".

"Pikirkan saja langkah kalian selanjutnya, ingin bersekolah di mana".

"Biar aku yang bicara dengan ayah kalian".

"Soal ayah dan paman mu, biar itu menjadi urusan mereka".

Romy hanya terdiam mendengar kata-kata Raisa. Dia bertekad untuk menyelidiki sendiri tentang paman nya Rendy.

Romy keluar dari rumah tanpa sepengetahuan Raisa. Dia mencari paman nya ke tempat perjudian dan bar yang biasa di singgahi nya. Setelah menemukan paman nya, dia diam-diam memantau dari kejauhan.

Di rumah David, sudah hampir tengah malam, dan Romy belum pulang juga ke rumah. Roby bahkan tidak tahu kemana saudara kembarnya pergi. Seisi rumah di buat panik oleh hilangnya Romy. Bahkan David terlihat sangat cemas, mengkhawatirkan keselamatan putranya.

...****************...

1
CupcakeHugs
Maaf ya thor, baru bisa komen. Soalnya aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari ceritamu yang seru ini~
oliveandjune
cerita ya bagus tapi harus lebih hati hati dengan tulisanya. jangan sampai salah Dan tertukar.
alchemyworks
Debest banget lahh ini karya bikin mood aku sebagus itu!!
Cyberworrior
Ceritanya makin seruuuu! Semangat Thor!
ShySnicker
Seharian ini mumet dan ternyata author kesayangan aku update :) Aku tak jadi mengeluh
Jantung Taman
oke .... ditunggu next part nya
Garang Anggriawan
Hai, kak. Aku suka alurnya.. bisa ngebawa aku kayak ada di dalem cerita~!!
angels_basket
Thor ada lanjutannya kan? *Ada sayang ada!! Tuh kan si author bikin gemes deh! :*
Badai Putih
bagus kok thor aku kalo baca novel gak liat rating kok.
girlganggoodies
semangat thor.... bikin pembaca bahagia dpt pahala loh... baper nih
Mrextinct Hashtag
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Mulya Damanik
semangat thor.... bikin pembaca bahagia dpt pahala loh... baper nih
Mata Diam
Maaf ya thor, baru bisa komen. Soalnya aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari ceritamu yang seru ini~
NewJerseyJack
Kalau lagi buntu ide bisa istirahat dulu thor sambil denger lagu, baca cerita yang thor suka atau nonton film! Asal jangan lupa ya kalau ditungguin pembaca xixi
rowiethelabel
Katanya galau itu obatnya cuma satu thor. Tungguin aja lanjutan cerita author. Kamu segalanya untukku, Thor *uhui
angels_basket
Semoga author selalu diberi kemudahan buat update.. aamiin
SizzlingTeapot
Hari ini aku badmood banget padahal, tapi setelah baca cerita ini jadi goodmood! Tidur pun tenang, Thor!
Annasya Fayra: Alhamdulilah,, syuka dengernya, makacih
total 1 replies
Labuh Ardianto
semangat thor buat up an selanjutnya😇
Annasya Fayra: Di usahain ya
total 1 replies
blouses and houses
lanjut thor... smg author sll d berikan kesehatan... biar cepet bikin lanjutan nga lg.. udh baper tanggung nih
Winda Utami
Aku terus nungguin nih, Thor :( Author sehat ya biar terus bisa berkarya!
Annasya Fayra: Agak sedikit tumbang, udara nggk bersahabat, insya Alloh tetep up
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!