Aku tidak suka hujan, karena hujan adalah sebuah kejadian dimana aku dan dia dipisahkan. Hujan hanya membawaku larut dalam kesedihan yang tak berujung, karena hujan pula aku kehilangan dia untuk selamanya (Angga Sky Erlangga)
Aku sangat menyukai hujan, karena hujan membuatku merasa damai. Saat bermain hujan, semua bebanku, kesedihanku dan penderitaanku serasa hilang mengikuti aliran air yang mengguyur tubuhku (Rainy Bastian)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LR 18
"Ketika hati jauh untuk kugapai, lalu untuk apa aku masih berusaha mengejar? Aku hanya ingin bahagia dengan apa yang kumiliki. Namun, ternyata mimpiku tidak seperti apa yang ku impikan, karena kebahagiaan tidak cukup hanya dengan memiliki. Jika saja aku tidak punya alasan untuk tetap tinggal, mungkin saja aku sudah menjauh, menuruti keegoisanku!"
Rainy berjalan menyusuri taman mengingat setiap perlakuan suaminya yang terkadang baik dan terkadang pula menyakitkan.
Wanita itu mengambil sebuah ranting, lalu ia melemparnya ke arah pepohonan yang tak jauh darinya.
"Auh …!" seru seorang pria yang tiba-tiba muncul di balik pepohonan tersebut dan terkena ranting yang Rainy lemparkan.
Pria itu mengambil rantingnya dengan wajah merah padam penuh dengan kemarahan.
Rainy terkejut saat ranting yang ia lemparkan untuk melampiaskan kesedihannya mengenai seseorang yang entah datangnya dari mana.
"Maaf, Tuan! Saya tidak sengaja!" ucap Rainy dengan wajah khawatir.
Rainy menundukkan kepalanya, rasa bersalah sekaligus takut datang menghampiri wanita itu. Namun, ia terus berusaha lebih tenang agar ketakutannya tidak terlihat.
Rainy meremas jari jemarinya untuk menghilangkan rasa grogi yang bisa membuatnya mengeluarkan keringat dingin.
Bukan karena apa? Ia seperti itu karena sebelumnya ia tidak pernah mengenal seorangpun dari kalangan laki-laki, sejak kecil ia terus menjauhinya karena larangan dari sang ibu tiri.
Sementara pria itu, mematung setelah melihat wajah Rainy yang bisa membuatnya terpana akan kecantikan wanita tersebut dan membuat pria itu mengingat seseorang yang sangat ia sayangi.
Pria itu membuang ranting yang dipegangnya perlahan. Lalu, tersenyum menatap wajah cantik Rainy yang membuat pria itu sulit untuk mengungkapkan sebuah kata.
"Karena kau sudah melemparku dengan sebuah ranting, aku punya syarat agar aku bisa memaafkanmu!" ucap Pria itu tersenyum penuh makna.
Rainy mengerutkan keningnya seraya menatap pria itu bingung. "Syarat? Apa syaratnya, Tuan?" tanya Rainy menatap pria itu penuh curiga.
Pria itu tersenyum dan melangkah semakin mendekati Rainy hingga membuat bulu kuduk wanita itu merinding.
Setelah itu, ia hendak mengambil tangan wanita tersebut. Namun, Rainy langsung melangkah mundur dan meletakkan tangan di belakang punggungnya.
"Katakan saja, apa yang harus kulakukan agar kau memaafkanku, Tuan!" ucap Rainy dengan wajah khawatir.
Pria itu memegang lengan Rainy menariknya hingga wanita itu membentur dada bidang pria tersebut dengan jarak wajah yang begitu dekat. "Aku ingin kau menjadi kekasihku!" ucap Pria itu seraya menarik sebelah sudut bibirnya.
Seketika wajah Rainy dipenuhi dengan amarah yang kian membuncah. "Maaf, aku tidak tertarik!"
Rainy mengambil tangan pria itu yang memegang sebelah lengannya dan menghempaskannya kasar.
Setelah itu, Rainy menjauh dan melangkah meninggalkan pria tersebut dengan wajah penuh kekesalan.
"Hey, Nona! Namaku Arnold. Sampai jumpa jika kita jodoh! " teriak pria itu tersenyum saat bayangan Rainy mulai menghilang dari pandangan matanya.
"Dasar manusia gila!" umpat Rainy sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
_______
Arnold yang sedang duduk di taman itu menatap foto seseorang di dompetnya, ia tersenyum seraya mengingat wajah wanita yang baru saja ia temui.
Lalu mengusap foto itu dan menatapnya sendu. "Wajahnya begitu mirip denganmu, Adikku! Tapi aku tahu bahwa kamu telah tiada!" ucap Arnold tersenyum.
Setelah itu, Arnold mengepalkan tangannya setelah memasukkan foto ke dalam dompetnya tersebut.
"Ini semua karena Sky, jika saja Sky tidak menolak Bulan pada waktu itu, mungkin saja Bulan akan hidup sampai saat ini!" ucap pria itu penuh dendam.
"Aku tidak rela dia bahagia, sementara adikku menderita dan bunuh diri karena penolakannya!" gumam Arnold penuh kemarahan.
"Aku akan membalaskan dendamnya, dan aku akan membuatnya benar-benar hancur sampai seperti debu!" ucap Arnold sambil mengeratkan giginya.
"Tapi dia siapa? Kenapa wajahnya benar-benar mirip dengan Bulan? Hanya saja Bulan terlihat culun karena memakai kacamata!" gumam Arnold sambil mengingat-ingat wajah Rainy yang terlihat sangat mirip dengan sang adik.
"Aku akan mencari tahu siapa dia yang sebenarnya, aku akan menikahinya agar dia bisa berada di sampingku selamanya, dan lukaku akan berkurang jika aku bisa melihat wajahnya yang begitu mirip dengan adik kesayanganku!" ucap Pria itu dengan senyum yang mengembang.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
👍❤