"Lihat lah kau merusak kalung ku! Apa kau berjalan dengan kondisi yang sedang tertidur?!"Ucap seorang gadis cantik kepada perempuan yang seperti nya jauh lebih tua dari nya.
"Maaf-maaf,aku akan mengganti nya atau memperbaiki nya."Ucap wanita itu.
"Tidak perlu,ini bahkan tidak bisa kau ganti walaupun kau bekerja setahun di rumah ku."Ucap gadis itu kemudian pergi meninggalkan wanita yang baru saja menabrak nya Tampa sengaja saat berjalan.
Demi kian cuplikan novel ku yang berjudul "Melody" semoga kalian berkenan untuk mampir dan membaca setiap bab yang di buat oleh ku heheh.
asalmmualaikum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 18
Beberapa hari pun berlalu.
Melody kini sudah tinggal dengan nyaman di rumah paman nya itu Tampa tau kebusukan sang paman yang sedang menyelidiki harta papa nya.
Sementara Levin dia lebih cuek dan ogah-ogahan dengan Melody entah karena apa.
Melody masih bekerja di restoran kemarin karena ia sangat bosan jika hanya diam di Fila.
Meksipun paman nya itu menyuruh nya untuk tidak lagi bekerja.
Sementara itu di sisi lain.
"Sudah beberapa hari aku di sini, tapi tidak menemukan Melody, bagaimana ini."Batin Arka berjalan menyusuri jalan setapak menuju taman karna ia benar-benar bosan untuk tetap diam di dalam hotel dan mencari keberadaan Melody setiap hari dengan menyewa mobil.
Saat tiba di taman Arka pun duduk di bangku taman sambil memainkan ponselnya.
Sementara itu fi Fila Hans.
"Kak, boleh aku minta sesuatu?"Tanya Melody kepada Levin yang kini ia panggil dengan sebutan kakak.
"Apa?"Tanya Levin cuek.
"Ini kan hari libur ku, bagaimana jika kita jalan-jalan?"Ucap Melody kepada Levin.
"Jalan-jalan? Pergi saja sendiri aku tidak mau."Ucap Levin malas.
Sebenarnya Levin sangat menyayangi Melody, namun rasa sayang itu cukup berbeda,bukan antara adik sepupu dan kakak sepupu melainkan rasa sayang dan cinta, ya benar sejak bertemu dengan Melody Levin sudah jatuh cinta kepada nya namun hal yang mengejutkan itu membuat ia mengubur dalam-dalam perasaan nya karena Melody adalah adik sepupu nya, karena itu lah ia berusaha untuk menjauh dari Melody agar dia tidak bertambah cinta.
"Ayo lah aku mohon,kali ini saja."Ucap Melody kepada Levin.
"Huh, baik lah ayo."Jawab Levin merasa kasihan.
Dan mereka berdua pun akhirnya pergi meninggalkan Fila untuk jalan-jalan menaiki motor.
"Kita akan kemana?Tanya Melody kepada Levin.
"Kau yang ingin jalan-jalan ya terserah mau kemana."Jawab Levin.
"Ke taman saja bagaimana?"Ucap Melody sedikit meninggi kan nada suara nya karena mereka sedang berada di atas motor.
"Oke."Jawab Levin.
Mereka pun akhirnya melaju menuju taman.
Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka pun tiba di taman kota tersebut.
Melody terlihat sangat senang ia turun dari motor Levin.
"Hey tunggu apa kau akan masuk taman dengan helem mu?"Ucap Levin.
"Ah iya maaf aku lupa."Ucap Melody kembali ke motor dengan berusaha menanggal helem nya.
"Sini biar aku saja."Ucap Levin kepada Melody.
"Hmmm baik lah."Ucap Melody mendekati Levin.
Levin pun membantu Melody untuk mencopot helem tersebut.
Dia benar-benar merasa cangung sehingga jantung nya berdegup kencang.
Melody yang mendengar itu menahan tawa untuk mengejek Levin.
"Ada apa dengan mu?"Tanya Levin yang kini telah berhasil melepaskan helem tersebut dari kepala Melody.
"Tidak, tidak ada apa-apa."Jawab Melody.
Jika saja Melody jujur ia yakin jika Levin akan kembali marah kepada nya.
"Ya sudah cepat masuk."Ucpa Levin kepada Melody.
"Oke-oke."Jawab Melody berjalan di depan Levin masuk ke dalam taman.
"Benar-benar seperti anak usia lima tahun."Batin Levin.
Levin pun mengikuti Melody yang berjalan mengelilingi taman mulai dari main ayunan dan sebagainya.
Namun tampa Melody sadari Arka juga ada di sana.
"Aduh."Ucap Melody saat kaki nya tersandung dan ia terjatuh.
"Astaga! Sudah ku bilang jangan terlalu bersemangat."Ucap Levin mendekati Melody dengan wajahnya yang terlihat cemas.
Mendengar suara yang sangat ia kenal Arka pun menoleh dan melihat Melody yang sedang terduduk dengan memegang lutut nya.
"Me-melody."Lirih Arka berdiri dari duduknya dan bergegas berjalan menghampiri Melody.
"Melody!"Teriak Arka sambil berjalan mendekati Melody.
Melody dan Levin pun menoleh Seca bersamaan ke arah suara yang memanggil Melody.
"A,Arka."Ucap Melody kaget.
Dengan cepat Melody meraih leher Levin dan meminta Levin mengendong nya.
Levin pun melakukan hal itu tanpa tau apa yang terjadi dengan Melody yang tiba-tiba menjadi manja.
" Melody, ini benar-benar diri mu? Ya Tuhan akhirnya aku menemukan mu, Melody ayo kembali ke kota (M) bersama ku,kau dalam bahaya jika terus berada di sini."Ucap Arka tudepoin.
"Siapa kau?"Ucap Levin yang kini mengendong Melody.
"Berikan dia kepada ku,aku calon suaminya."Ucap Arka kepada Levin.
"Sayang kaki ku sakit ayo cepat bawa aku pulang."Ucap Melody berakting.
"Sa-sayang? Melody dia?"Tunjuk Arka kepada Levin.
"Iya dia pacar ku, mau apa ke sini? Mau menyakiti ku lagi? Maaf aku sudah tidak memiliki urusan dengan mu, sebaiknya kau pulang dan jalani kehidupan bahagia mu sendiri setelah kau berhasil menghancurkan hidup ku."Ucap Melody.
Mendengar ucapan Melody Levin pun sadar jika laki-laki yang berdiri di depan nya itu adalah orang yang di ceritakan oleh Melody kepada nya beberapa Minggu lalu saat mereka baru kenal.
"Maaf, jangan ganggu dia, atau aku akan membuat kau tidak bisa kembali ke rumah mu,minggir."Ucap Levin yang kemudian berjalan mengendong Melody pergi menuju motor nya.
Arka terpaku dengan ucapan Melody kaki nya terasa lemah seolah tidak bisa melangkah lagi.
"Melody, secepat itu dia melupakan aku? Aku tau kesalahan ku sangat fatal, tapi apa dia harus melupakan aku? Tidak-tidak aku harus mencari tau di mana dia tinggal, karena dia dalam bahaya tugas ku melindungi nya dan membawa dia pulang ke kota M masalah cinta atau kebencian biar lah belakangan."Ucap Arka yang kemudian berjalan untuk melihat Levin dan Melody apakah sudah jauh dari sana.
Arka juga sangat pintar dia tidak akan mengikuti Melody dan Levin karena itu akan membuat mereka curiga, ia membayar orang untuk mengikuti Melody dan Levin.
Sementara dirinya kembali ke hotel untuk menerima kabar dari orang suruhan nya.
Sementara itu Melody dan Levin sudah tiba di Fila Hans.
Sedari tadi ia hanya diam tidak berkata sepatah kata pun.
"Apa perlu ku gendong lagi?"Tanya Levin saat mereka turun dari motor.
"Tidak usah,aku bisa berjalan sendiri."Ucap Melody melepaskan helem nya lalu kemudian berjalan masuk kedalam Fila.
"Astaga,tadi saja dia cukup manja, oh iya mungkin hanya di depan laki-laki itu, tapi apa yang di katakan laki-laki itu tadi ya? Melody dalam bahaya? Harus pulang bersama nya?"Gumam Levin memutar otak.
Levin pun kemudian ikut masuk ke dalam Fila dengan pikiran masih mencerna perkataan Arka tadi.
"Mengapa dia datang ke kota ini? Apa dia akan membawa Melody pergi? Tidak,ini tidak akan ku biar kan."Batin Levin yang kini sudah benar-benar kacau.
Sementara itu di kamar nya Melody sedang menatap foto sang papa yang ia keluarkan dari koper nya.
Bersambung ….
sepupunya melody donk..
secara gak langsung, melody udah ketemu saudaranya🥰..
Aku mau bawain Audio book karya kakak yang berjudul Melody ini.
Mohon bimbingan, kritik dan sarannya ya, Kak..
Terima kasih🙏😊