NovelToon NovelToon
Sugar Daddyku Ayah Sahabatku

Sugar Daddyku Ayah Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa
Popularitas:52.7k
Nilai: 5
Nama Author: Damaya

Sandra tidak menyangka, jika kedekatannya dengan Kinan, justru akan berakibat fatal pada dirinya. Ibu Kinan, Cleo Moren telah menuduh Sandra menggoda suaminya, Raka Prayoga. Sampai tega, berbuat sesuatu yang akhirnya menghancurkan masa depan Sandra.

Mengetahui itu, Raka marah, dan memutuskan menikahi Sandra diam-diam tanpa sepengetahuan Cleo ataupun Kinan.

Namun, seiring berjalannya waktu, Cleo mengetahui pernikahan kedua suaminya, dan mengatur siasat untuk kembali mengambil simpati Raka.

Lalu, bagaimana dengan nasip Sandra?

Akankah Raka memilih kembali padanya?

Atau justru kembali pada Cleo?

Ikuti cerita mereka hingga akhir, hanya di Noveltoon ..

sak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Damaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 18

"Sebenarnya aku butuh beberapa bahan masakan untuk besok kak, tapi dimana aku bisa mendapatkannya? Kenapa disini hanya ada toko baju," ucap Sandra heran. Pasalnya sepanjang kaki mereka melangkah setelah keluar dari lift, Sandra hanya melihat toko pakaian, tas, juga sepatu berjejer di sisi jalan yang mereka lewati.

"Loh! Bukannya kamu mau shopping?" tanya Siska yang langsung menghentikan langkahnya. 

"Nggak kak, aku hanya butuh beras dan beberapa bahan lainnya untuk keperluan kantin besok," Jujur Sandra.

"Astaga.. Maafkan aku yang tidak bertanya lebih dulu padamu. Ayo kita turun, karena apa yang kamu cari ada di lantai dua," jelas Siska yang langsung mengajak Sandra menuju tangga eskalator.

Sesampainya di lantai dua, Siska mengambilkan troli agar memudahkan Sandra membawa belanjaannya.

"Ayo sebelah sana, berasnya ada disana," tunjuk Siska pada barisan rak yang menjejerkan beberapa beras berkualitas super.

Baru juga mereka hendak melangkah, tiba-tiba ada seorang wanita dengan pakaian kerja berlari tergopoh mendekati keduanya.

"Ada yang bisa saya bantu nyonya?" Wanita itu bertanya setelah mengangguk takzim pada Siska.

"Ahh.. tidak ada, santai saja. Aku hanya menemai temanku belanja bulanan," jawab Siska tersenyum ke arah Sandra.

"Sudah ya.. Kami pergi dulu. Ayo San." Siska langsung mengajak Sandra pergi tanpa menunggu jawaban lagi dari wanita yang berdiri di hadapannya.

Mereka terus berjalan beriringan dengan Siska yang mendorong troli, Sandra yang memang sudah biasa berbelanja terlihat cekatan memilih apa saja bahan yang dibutuhkan. Setelah mengambil satu karung beras sepuluh kilo, Sandra beralih memilih ikan, daging, dan beberapa sayuran. Mengingat Raka akan pulang bersamanya. 

"Sudah lama kalian menikah?" Sandra yang tengah fokus memilih bumbu kemasan seketika menoleh ke arah Siska.

"Baru tiga minggu kak," jawab Sandra disertai senyuman.

"Kamu mengenal Cleo, istri pertama Raka?" Sandra mengangguk menanggapi pertanyaan Siska, setelah memasukkan satu kemasan penyedap rasa ke dalam troli.

"Apa dia tahu Raka menikah lagi?" sebenarnya Siska tidak mau bertanya, tapi melihat usia Sandra yang terlihat masih sangat muda, membuat rasa ingin tahunya semakin menggebu.

"Belum kak, mas Raka ingin kami merahasiakan dulu dari nyonya Cleo," jujur Sandra yang ditanggapi anggukan kepala oleh Siska.

'Sudah kuduga.' Batin Siska.

 "Ya sudah ayo kita jalan lagi, masih ada yang kamu butuhkan?"

"Tidak kak, ini sudah cukup."

"Ya sudah kita ke kasir."

"Biar aku saja kak, ini berat." Melihat Siska hendak mendorong trolinya lagi Sandra bermaksud mengambil alih.

"Tidak apa-apa, ini tidak berat kok.."

"Tapi kak–"

"Sudah, jangan sungkan biar aku saja, ayo." Sandra akhirnya terpaksa menurut, walaupun sebenarnya ia merasa tidak enak hati karena sudah merepotkan Siska, tapi wanita itu tetap bersikeras ingin mendorong troli belanjaannya yang lumayan banyak. 

"Tolong hitung belanjaan nyonya Sandra," ucap Siska begitu mereka berada di depan kasir.

"Baik nyonya.."

Sandra tersenyum kaku mendengar Siska menyebut namanya dengan tambahan 'Nyonya', walaupun terkesan aneh namun Sandra memilih diam, dan segera mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam dompet usangnya.

'Aku semakin penasaran apa alasan Raka menikahi gadis ini." Batin Siska yang masih memperhatikan setiap gerakan Sandra.

"Terima kasih," ucap Sandra setelah kasir memberinya dua kantong belanjaan padanya.

"Biar aku bantu." Siska terkesiap melihat Sandra kesusahan mengangkat dua kantong belanjaan sekaligus.

"Yang ini saja kak, biar berasnya aku yang bawa." 

"Apa tidak sebaiknya kita suruh orang membawanya ke atas?" Siska merasa tidak tega melihat tubuh ramping Sandra harus mengangkat beras sampai ke lantai lima.

"Tidak perlu kak, aku sudah biasa," ujar Sandra sambil menampilkan senyum manisnya.

"Begini saja, kita bawa trolinya ke atas saja, biar nanti aku minta orang untuk mengambilnya," usul Siska lagi.

"Baiklah kalau begitu." 

Dibantu kasir, dua kantong belanjaan Sandra kembali dimasukkan ke dalam troli, lalu keduanya berjalan menuju lift. Di dalam lift keheningan terjadi, Siska yang sedari tadi dominan bertanya lebih dulu kini memilih diam. Entah apa yang wanita itu pikirkan, Sandra sendiri tidak tahu dan tidak ingin tahu.

"Kalian sudah selesai?" Nando menyapa lebih dulu begitu melihat pintu terbuka dan siapa yang muncul. Begitu juga Raka langsung mendongak dari layar laptop di depannya.

"Sudah bang, ternyata Sandra tidak sepertiku saat belanja," kekeh Siska setelah membantu Sandra mendorong troli saat melewati pintu.

"Kita pulang sekarang dek?" Raka berdiri dan menghampiri Sandra yang masih berdiri canggung di dekat pintu.

"Iya mas.."

"Kirim saja besok laporannya ke kantor Do, biar aku periksa. Sekarang aku mau pulang dulu. Sis, makasih ya.." 

"Oke siap," jawab Nando diikuti Siska yang tersenyum dan mengacungkan ibu jari ke arah Raka.

"Sini mas saja yang bawa." Setelah mengambil alih troli, Raka melangkah keluar lebih dulu.

"Terima kasih bantuan kak Siska, mari.. saya permisi dulu," pamit Sandra yang di sambut anggukan dan senyum ramah Siska.

***

Waktu sudah hampir gelap saat mereka tiba di apartemen, Sandra langsung memindahkan semua belanjaan kecuali beras kedalam lemari pendingin. Sementara Raka sudah lebih dulu masuk kamar begitu Sandra meminta belanjaan yang tadi dia bawakan.

"Masak ini saja yang cepat," Sandra mengeluarkan ikan dan juga beberapa sayur yang akan dicuci dan kemudian mulai memasak untuk hidangan makan malam mereka.

Selesai dengan urusan dapur, Sandra bergegas ke kamar untuk membersihkan diri. Dia sedikit terburu-buru takut jika Raka terlalu lama menunggu dan mungkin juga sudah menahan lapar. Dengan hanya mengenakan dres sederhana Sandra keluar kamar, beralih mengetuk pintu kamar Raka.

"Mas.. Sudah waktunya makan malam," panggil Sandra disertai ketukan yang sudah dilakukan berulang kali.

"Apa jangan-jangan.." Khawatir jika kejadian pagi itu kembali terjadi, Sandra akhirnya menerobos masuk begitu tahu pintu tidak di kunci.

"Mas.." panggilnya lagi sambil menggoyang pelan kaki Raka yang masih terbalut celana kerja beserta sepatu. 

Rupanya Raka tidur tengkurap di atas ranjang tanpa melepas pakaiannya lebih dulu.

"Heem.."

Mendengar Raka bergumam, Sandra menegakkan tubuhnya, bingung harus kembali membangunkan atau keluar dari kamar itu. Sejujurnya ada rasa kurang nyaman saat berada di dalam kamar bersama Raka, namun sekuat hati Sandra menyakinkan diri bahwa mereka bukan orang lain, melainkan pasangan yang sudah halal.

'Tidak, aku tidak boleh takut. Dia suamiku, dia punya hak atas diriku.' Batin Sandra sambil meringsung duduk di samping Raka.

"Mas.. Makan dulu yuk, nanti tidur lagi." diusapnya pelan punggung Raka, dan tidak lama pria itu pun menggeliat.

"Maaf aku ketiduran." Raka terjingkat bangun mengetahui Sandra sudah duduk di dekatnya.

"Ya udah mas mandi dulu, aku tunggu di luar ya." Melihat Raka mengangguk Sandra beranjak bangun dan melangkah keluar.

  

1
Ria Astrid Hardiana
up lagi donk thorr .
Mama Lana
istimewa
Damaya_29: Terima kasih😘😘
total 1 replies
Mama Lana
Othornya nganuan update nya nganu2 nih
Damaya_29: wkwkwkk.. Btw makasih ya othor sayong dah mampir🥰
total 1 replies
Ria Astrid Hardiana
ayo donk . up lagi thor .
jngan terlalu lama update nya thor . jngan sampe ada kecewa tunggu terlalu lama
Damaya_29: ini baru pulang dari mudik kak, gak dapet sinyal😁 di tunggu up terbarunya ya🥰🥰
total 4 replies
Marcell Grace
ceritanya bagus tapi aku ga suka jujur aja,kenapa mesti di perkosa she..paling benci aku cerita yg begini
Damaya_29: Terima kasih sudah mampir kak❤❤
total 2 replies
Damaya_29
terima kasih kak, dan di tunggu ya🥰
Pertiwi Tiwi
thoooor .karyamu bagus .tapi up ya lm banget
Damaya_29
iya kakak di usahakan ya❤️❤️
Ria Astrid Hardiana
up dunk . jangan terlalu lama
Yanti Damay
bagus ceritany bnyak edukasiny
Damaya_29: Terima kasih untuk bom likenya akak🙏😍😍
total 1 replies
Ria Astrid Hardiana
keren
Ria Astrid Hardiana
lanjut kak
Siti Wahyuni
keren Kak ⭐⭐⭐⭐🌟
Kasna Wati
bagaimanakah kisah selanjut pernikahan sandra dengan suaminya
Damaya_29: Ditunggu ya kak
total 1 replies
Obie Agoes Arra
thor up x double x dan jgn buat kami nunggu lama...
Kasna Wati
jangan lama2 ypnya atau dah habis bahan
Obie Agoes Arra
kok macet ?? up donk thor !!
Sultri Anwar
lankut dong
Sultri Anwar
lanjut dong
Damaya_29: siap kak
total 1 replies
Damaya_29
sangat bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!