NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Kikan

Takdir Cinta Kikan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cintapertama / Tamat
Popularitas:630.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Ternyata tidak hanya kehilangan kekasih, Kikan juga kehilangan kehormatannya saat seorang pria menyebutnya penganggu rumah tangga orang lain.

Semuanya terjadi karena fitnah yang kejam.

Bagaimana Kikan menjalani hidup dengan kenyataan pahit, bahwa ada janin di dalam rahimnya karena tragedi itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18 Hancur

Setelah tadi pingsan, Kikan membuka mata perlahan. Ia tiba di sebuah tempat yang tidak ia ketahui. Sepertinya ia berada di dalam mobil. Kebingungannya lenyap saat di kejutkan oleh gerakan dua orang yang membuka pintu.

 

Tangan Kikan di cengkeram oleh kedua orang pria tak dikenal itu. Dipaksa keluar dari mobil. Begitu kuat, hingga Kikan tidak punya kekuatan untuk melawan.

 

Meskipun begitu, ia tetap tidak menyerah. Ia meronta, menjerit, dan, berontak ingin lepas dari mereka berdua. Namun usahanya sia-sia. Tubuh kecilnya tak cukup kuat melawan kekuatan kedua pria asing itu. Mereka berhasil menyeret tubuhnya masuk ke dalam vila yang bagus dan indah.

 

Napas Kikan sesak, karena terus saja memaksa lepas dari cekalan orang-orang ini. Tubuhnya masih meronta tetap berusaha melawan, ketika dua orang pria itu membawanya ke sebuah kamar yang besar. Sepertinya kamar utama vila ini. Dan Kikan masih melawan sebagai perlawanan terakhir saat mereka melemparkan tubuh Kikan ke atas ranjang besar di sana.

 

Kikan sudah mencoba melentingkan tubuhnya dan duduk di atas ranjang saat ada seorang pria masuk dari pintu yang sama dengan dia masuk tadi. Kepala kedua orang tadi mengangguk sopan, seakan mempersilakan pria ini masuk.

 

Dari sini Kikan mengerti bahwa pria ini adalah atasan mereka. Karena remang, Kikan tidak tahu pasti wajahnya seperti apa. Hanya saja ia paham tubuh pria itu tinggi tegap.

 

Pria itu melangkah masuk dan mendekati Kikan dengan sikap arogan. Memperhatikan Kikan dengan seksama lewat bola matanya. Meskipun tidak jelas, Kikan merasa tatapan mata itu dingin dan menusuk dari sudut remang kamar ini.

 

“Apa ... Apa yang kau inginkan?” tanya Kikan di sela-sela ketakutannya. Suaranya menjadi serak. Ia takut pria ini akan memaksakan kehendak pada dirinya. Ada bayangan ngeri di wajahnya.

 

Pria itu tidak menjawab. Masih mencoba memperhatikannya dengan seksama. Mata itu merah. Mungkin pria ini habis menenggak minuman beralkohol. Kikan menggenggam tangannya kuat-kuat. Meskipun ketakutan, ia mencoba bertahan.

 

“Tolong, tolong lepaskan aku. Kenapa kalian membawaku ke sini?” tanya Kikan mengiba dan menyayat hati. “Tolong biarkan aku pergi.”

 

Namun tidak ada reaksi dari pria dingin di depannya. Yang ada hanya kode yang menyuruh dua orang pria tadi keluar dari kamar. Mereka mengangguk dan bergegas keluar dan bahkan menutup pintu, membuat raut wajah Kikan pucat. Ia makin ketakutan.

 

Kikan bergerak menggeser tubuhnya menjauh dari pria itu berdiri. Tatapan pria itu bagai predator yang siap melahap mangsanya sekarang. Kikan merasa tidak asing, tapi siapa? Kikan terus berusaha  menyeret tubuhnya hingga terbentur kepala ranjang yang bersinggungan dengan dinding.

 

“Malam ini kamu harus menemaniku,” ucap pria dingin itu membuat mata Kikan melebar, nanar, dan bergetar.

 

Lalu tiba-tiba pria itu naik ke atas ranjang.

 

“Jangan!” Kikan mendorong tubuh pria itu untuk menjauh darinya. Setelah berhasil mendorong pria itu sekuat tenaga, sekarang justru dirinya yang terengah-engah. Dia kehabisan tenaga karena terus berusaha menghindar.

 

“Kenapa menolak? Bukannya kamu ingin jadi yang kedua? Tidak perlu kedua. Sekarang kamu akan jadi satu-satunya wanitaku malam ini,” kata pria itu dengan seringaian menyeramkan dengan matanya yang memerah.

 

“Aku tidak mau,” sahut Kikan dengan menggeram.

 

“Tentu harus mau. Aku tahu dia pria yang tampan dan baik dalam bekerja. Namun  memaksakan diri menjadi yang kedua untuknya, itu tidak tepat,” kata pria itu mengejutkan.

 

“Apa maksud kamu?” tanya Kikan berusaha memahami situasi sekarang.

 

“Kamu harus menderita juga karena sudah membuat orang yang paling aku sayangi menderita,” kata pria itu membuat pernyataan menakutkan.

 

“Aku tidak pernah membuat seseorang menderita!” teriak Kikan panik.

 

“Tidak pernah? Berselingkuh dengan suami adikku kamu bilang tidak pernah membuat orang menderita?” tanya pria itu dengan bibir tersenyum mencela.

 

Adik? Berselingkuh? Siapa dia? Siapa yang dia maksud? Kikan kebingungan.

 

“Aku tidak mengenal adikmu. Aku ... Aggh! Lepaskan!!” Belum selesai Kikan bicara, pria itu sudah menarik lengan Kikan hingga tubuh mereka tidak berjarak sama sekali. Kikan berontak dengan memukul-mukul dada pria itu yang sekeras batu.

 

“Aku tidak akan melepaskan dirimu.” Pria itu menyatukan bibirnya pada bibir Kikan dengan paksa.

 

“Emmmp. Emmph.” Sebisanya Kikan berontak. Menolak di cumbu pria ini. Namun dia belum bisa lepas dari rengkuhan pria itu.

 

Kikan mengerahkan seluruh tenaganya yang ada untuk berontak dan kabur. Spontan tangan pria itu meraih berusaha menangkapnya. Karena Kikan hampir saja menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Dia tidak ingin Kikan lepas dari tangannya agar tidak terluka.

 

Namun sayang, tangan itu tidak benar-benar mengenai tubuh perempuan ini. Justru kain kemejanya yang berhasil di tarik oleh tangan pria itu. Alhasil, kancing kemeja itu berhamburan kemana-mana. Bahkan saking kuatnya pria ini menarik, kemeja itu robek dan membuat gundukan kenyal milik perempuan ini terlihat dari penyangganya.

 

Di luar dugaan, pria ini terkejut sendiri dengan apa yang sudah di perbuatnya. Bukannya puas, pria itu mundur sejenak karena tertegun. Dia diam sejenak bagai tidak percaya. Tatapannya terpaku.

 

Ternyata tubuhnya indah sekali. Dari penampilannya yang sederhana, ia punya tubuh yang istimewa. Oh, tidak. Aku tergoda. Aku ingin menjamah tubuh indahnya!

 

“Jangan! Jangan! Tidak!” teriak Kikan hancur. Tak ayal lagi, pria ini segera menuntaskan birahinya.

_____

1
Nayy
kenapa aku juga sakit yaa😭
wulan dini
bagus
Rahmawati
bagus bgt
Rahmawati
beneran hamil. kayaknya
Rahmawati
jgn hamil dong kikan
Rahmawati
orang lagi kena musibah malah diTambah lagi dengan menghancurkan masa depan kikan
Rahmawati
selera kikan memang bagus
Rahmawati
hohohoho ternyata Astra tdk sebaik yg orang kira
Rahmawati
nyesek banget jadi Kikan,, si Astra pasti di janjiin jabatan yg bagus sm papa ruby
Riaaimutt
hadir 🙋‍♀️
Asri Yunianti
Luar biasa
Martin Yan
Kikan hamil, Ruby bs sewot kl tahu hamilnya krn Dicto 😀😀😀
Mrs. Utomo
Baca ini untuk kedua kalinya. 💞
Mrs. Utomo
Kurang panjang ceritanyaa ❤️
Lia Sakking
biar bintang bicara
Dhinok Farrel
bagus.....,👍👍💖
Dhinok Farrel
Kikan kurang ih nyiksa dicto nya
Dhinok Farrel
jahat ihhhh😠
kasian Kikan
noers
vavo
Neaaaa(ʘᴗʘ✿)o(〃^▽^〃)o
diiih fucek boy... enak nyaa di ulek jd sambel tuh si astra... 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!