Dalam masa revisi!
Tyara Queen Nesya, gadis berusia 23tahun. yang harus menihkah dengan laki-laki dingin bernama Alfin Sanjaya. hanya untuk melunasi hutang Ayahnya yang berjumlah Milyaran rupiah!
Bagaimana kehidupan Tyara setelah menihkah dengan Alfin? Akankah hidupnya akan bahagia atau sebaliknya.
Sampai Tyara meninggal kan Alfin. dan membawa anak dalam kandungan nya pergi jauh dari kehidupan Alfin.
Saat umur Anak Tyara, berusia 17 tahun ia berniat membalas kan dendam kepada Papah nya karna mengira telah melantar kan nya begitu saja. sampai saatt di mana diri nya mengetahui jika Papah nya tidak bersalah dan dalang ke hancuran keluarga nya di sebabkan oleh paman nya sendiri..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Tyara terbangun diruangan yang asing baginya dengan keadaan kepala yang diperban, celingak-celinguk melihat keadaan sekitar hingga matanya tertuju kepada sesosok laki-laki yang sekarang berstatus sebagai suaminya.
"Tuan saya dimana" Ujar Tyara memberanikan diri bertanya kepada Alfin.,,
"Kau berada dirumah sakit" Ucap Alfin seraya duduk dibangku panjang yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Maafkan atas perlakuan mama saya kepada kamu" Tambahnya lagi tanpa mau memandang kearah Tyara.
"Apa ini? ia meminta maaff atas kesalahan mamahnya, tapi tidak pernah meminta maaff atas kesalahannya kepadaku?" Batin Tyara dalam hati.
"Kenapa kau hanya diam" Suara keras milik Alfin lantas menyadarkan Tyara dari lamunannya..
"Sudah saya maaffkan Tuan" Ucap Tyara sambil tersenyum manis.
"Kita tidak jadi untuk pulang ke hottel. hari ini" Ujar Alfin sambil membuka tutup botol air minum dan menyesapnya.
"Lalu kita akan kemana?" Tanya Tyara bingung.
"Tinggal dimansion milik keluarga saya" Ujar Alfin yang mana membuat Tyara ketakutan.
"Ta.. tapi Tu.. tuan" Ucap Tyara tergagap
"Jangan membantah" Mendengar ucapan Alfin membuat Tyara langsung terdiam tanpa mau membantah.
"Jangan membuat kesalahan disana Kau hanya perlu menuruti perintah saya. selain itu Kau bisa melawan nya!"
"Papa sedang mengurus perusahaan yang ada di Italia, jadi tidak akan ada yang membelamu disana" Ujar Alfin seraya berjalan kearah ranjang Tyara dan naik keatas yang mana membuat Tyara langsung menggeser tubuhnya kesamping.
"Saya tidak akan melakukannya disini kau tidak perlu menjauh seperti itu" Ucap Alfin menarik selimut dan menutupi tubuhnya. dan Tyara pun tidak lama mengikuti Alfin masuk kedalam alam mimpi.
********
Pagi harinya Tyara terbangun dengan keadaan tubuh yang berada di dalam dekapan Alfin. ntah siapa yang memulai tapi jujur berada dalam posisi seperti itu membuat Tyara merasa nyaman hingga membuat dirinya berpurapura Kembali memejamkan matanya..
Alfin mengerjapkan matanya karna silau matahari menyilaukan dirinya, membalikan badannya kearah Tyara memandangi wajah damai Tyara, tanpa Alfin ketahui kalau Tyara sebenarnya sudah terbangun, menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Tyara kesamping mengecup lama kening istrinya. baru dirinya memindahkan kepala Tyara kebantal bangun untuk duduk di tepi ranjang sambil menguap dan menutupnya menggunakan telapak tangan. setelah hampir 5menit baru dirinya bangun dan berjalan kearah kamar mandi.
Setelah Alfin masuk kedalam kamar mandi, barulah Tyara benar-benar membuka matanya.
"Apa dia kemasukan penghuni kamar ini? hingga bersikap manis terhadapku," Ucap Tyara pelan.
"Menyeramkan sekali" Ucapnya lagi sambil merinding.
Tyara pun bangun, dan membereskan ranjangnya duduk di tepi ranjang sambil mengayunkan kakinya, sambil menunggu Alfin selesai mandi. setelah lama menunggu akhirnya Alfin pun keluar dengan pakaian yang sudah rapih..
"Kau mau makan apa? Tanya Alfin kepada Tyara bukannya menjawab pertanyaan Alfin, Tyara hanya berdiam sambil menunduk yang mana membuat Alfin merasa kesal.
"Apa kau tulli?" Ujar Alfin kesal.
"Saya makan apa saja Tuan" Ucap Tyara masih menunduk.
"Saya akan membelikan bubur saja" Ujar Alfin sambil memakaikan jas kantor ketubuhnya dan lagi-lagi Tyara hanya diam tanpa mau menjawab..
"Kalau ditanya, jawab" Berlalu pergi keluar kamar rumah sakit untuk membelikan Tyara sarapan,
"Biasanya jugaa, dia tidak pernah bertanya kepadaku" Gerutu Tyara sambil mengambil gelas air yang berada diatas nakas samping tempat tidur dan meminumnya sampai habis menaruh gelasnya ditempat semula dan berjalan kearah kamar mandi, untuk membersihkan badannya.
berasa pipiku yg ditampar tour🤪🤪😵😵