Menikah karna ingin balas dendam. Inilah yang Verdiansyah lakukan pada seorang gadis cantik. Ia sengaja menikahi gadis tersebut untuk membalaskan dendam adiknya yang telah meninggal dunia.
Apakah yang akan terjadi? Akan kah Verdi mampu melanjutkan dendamnya? Atau malah jatuh cinta pada gadis yang ia nikahi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
"Ampun" kata Melati sambil menautkan kedua tangan nya di depan wajahnya. Namun Verdi tetap saja tak mendengar ucapan Melati dan terus menyiram tubuh Melati, hingga Melati pingsang.
"Bangun!" Teriak Verdi menepuk pipi Melati
Namun tidak ada jawaban, bibir Melati pucat, akibat kedinginan.
"Aku tahu kau hanya akting, jadi jangan pura-pura di depan ku. Ayo bangun!" Sentak Verdi, dan tetap saja Melati tidak bangun.
"Kalau kau tidak bangun juga, maka akan aku pastikan Seli sepupumu akan mendapat hukuman juga." Ancam Verdi, karna jika menyangkut tetang Seli pasti Melati akan menurut, tapi untuk kali ini tidak. Karena Melati memang pingsan bukan akting yang seperti Verdi katakan.
Karna tidak mendapat jawaban. Verdi kemudian berteriak memanggil bibi.
"Bi .." panggilnya. Dan Bibi pun datang menghampiri
"Iya tuan." Jawabnya. "Astagfirulla." Ucap Bibi saat melihat Melati yang kini pingsang dikamar mandi dengan baju yang sudah basah kuyup.
"Ganti bajunya." Titah Verdi sambil menggendong tubuh Melati masuk kedalam kamar Melati.
"Baik tuan."
"Aku akan menelpon dokter, dan kabari padaku apa yang terjadi selanjutnya, karna aku ingin berangkat bekerja."
"Baik tuan."
...🥀🥀🥀🥀...
"Lo kenapa?" Tanya Aldo memperhatikan raut wajah Verdi.
Mereka saat ini tengah berada disalah satu cafe menikmati makan siang.
"Gue bingung."
"Bingung kenapa?" Tanya Aldo
"Kapan-kapan gue cerita kalau udah siap."
"Baiklah." Ucap Aldo lalu menghela nafasnya.
"Lo sendiri kenapa? Sepertinya lo sedang ada masalah." Tanya Verdi.
"Yah lo benar gue ada masalah."
"Masalah apa?" Tanya Verdi penasaran, karna selama ini yang ia tahu Aldo orang yang sangat baik dan tak pernah terlibat dengan masalah apapun.
"Lo ingat cewek yang pernah gue ceritain ke lo?"
"Yang waktu itu? Emang ada apa?"
"Gue beneran suka sama dia. Dia baik dan hati gue srekkk sama dia."
Verdi tertawa mendengar ucapan temannya. Bisa-bisanya jatuh cinta sama perempuan yang baru ia kenal.
"Kenapa tertawa? Ada yang lucu?" Tanya Aldo.
"Boleh aku lihat perempuan itu? Aku penasaran secantik apa dia sampai bisa melelehkan es balok yang ada dihatimu"
Aldo mengambil ponselnya yang terletak di atas meja lalu membuka galery dan mencari foto Melati yang dulu ia ambil secara sembunyi-sembunyi saat Melati sedang bekerja.
Saat Aldo hendak memberikan ponselnya pada Verdi, tiba-tiba Sandra datang.
"Sayang." Panggil Sandra sehingga membuat Verdi menoleh kesumber suara.
"Sandra" ucap Verdi.
Sandra mendekat lalu mencium pipi kiri dan kanan Verdi dan langsung duduk disamping Verdi.
"Hay Aldo, lama baru jumpat, apa kabar?" Tanya Sandra sambil mengulurkan tangannya kehadapan Aldo.
Aldo yang awalnya berniat memperlihatkan foto Melati pada Verdi akhirnya gagal karna Sandra tiba-tiba saja datang.
"Hay juga San. Kabar gue baik, lo sendiri?"
"Seperti yang lo lihat Do." Jawab Sandra. Lalu menoleh kearah suaminya Verdi. "Sayang.. Boleh ngak aku izin mau liburan sama teman-temanku."
"Dimana?" Tanya Verdi singkat.
"Di Bali. Yang pergi semuanya cewek kok sayang, suami mereka ngak ada yang ikut. Ini khusus untuk perempuan."
Verdi terdiaSaat Aldo hendak memberikan ponselnya pada Verdi, tiba-tiba Sandra datang.
"Sayang." Panggil Sandra sehingga membuat Verdi menoleh kesumber suara.
"Sandra" ucap Verdi.
Sandra mendekat lalu mencium pipi kiri dan kanan Verdi dan langsung duduk disamping Verdi.
"Hay Aldo, lama baru jumpat, apa kabar?" Tanya Sandra sambil mengulurkan tangannya kehadapan Aldo.
Aldo yang awalnya berniat memperlihatkan foto Melati pada Verdi akhirnya gagal karna Sandra tiba-tiba saja datang.
"Hay juga San. Kabar gue baik, lo sendiri?"
"Seperti yang lo lihat Do." Jawab Sandra. Lalu menoleh kearah suaminya Verdi. "Sayang.. Boleh ngak aku izin mau liburan sama teman-temanku."
"Dimana?" Tanya Verdi singkat.
"Di Bali. Yang pergi semuanya cewek kok sayang, suami mereka ngak ada yang ikut. Ini khusus untuk cewek saja"
Verdi terdiam sesaat
"Boleh yah sayang."
"Iya." Jawab Verdi lalu dengan cepat Sandra mengecup sesaat bibir Verdi.
"Makasih sayang. Tambah sayang deh." Ucapnya lalu kembali mencium pipi kiri dan kanan Verdi. "Ouh iya sayang aku kesana dulu, disana ada teman-temanku yang menunggu" Pamit nya sambil menunjuk kearah meja yang lain.
"Boleh yah sayang."
"Iya." Jawab Verdi lalu dengan cepat Sandra mengecup sesaat bibir Verdi.
"Makasih sayang. Tambah sayang deh." Ucapnya lalu kembali mencium pipi kiri dan kanan Verdi. "Ouh iya sayang aku kesana dulu, disana ada teman-temanku yang menunggu" Pamit nya sambil menunjuk kearah meja yang lain.
"Iya."
"Buset! Lo ngisinin Sandra liburan tanpa lo Ver??"
"Iya emang kenapa?" tanya Verdi balik.
"Lo ngak takut apa, kalau saja ada cowok yang deketin istri lo atau bahkan wik wik wik sama istri Lo?"
"Aku percaya Sandra, dia baik dia sayang sama gue. Ngak mungkin Sandra seperti itu." jawabnya dengan percaya diri.
smw pada gantung ceritanya