Ifdha Apriliani wanita berumur 26 tahun yang di anggap mandul oleh Ibu mertuanya karena sudah lebih dari tiga tahun menikah dia tak kunjung juga hamil.
Sampai akhirnya saat suaminya meninggal Riyan Askara lalu memutuskan menikah dengan Rival Anggara karena sebuah wasiat dari mendiang suami. tiba-tiba dirinya dinyatakan hamil 18 minggu.
SEASON DUA. bercerita tentang Ezra dan Ajma. anak dari Ifdha dan temanya Ella, tidak kalah seru loh.
Bisa di lanjut baca AZRANA, cek di profil author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aovvie viie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PINGSAN
💐💐💐💐💐💐💐
Dering suara alarm berbunyi berasal dari Ponsel milik Pria berwajah tampan itu.
Suaranya mulai mengusik tidur nyenyaknya.
Tanganya mulai merayap meraba meja dekat ranjang di mana Ponsel berada.
Matanya mulai dia buka. tanganya menyentuh layar Ponsel dan membukanya.
Pukul 05:30. yang tertera di layar Ponsel yang berlogo jeruk di belah tersebut.
Rasanya masih sangat mengantuk. jam 1 malam dirinya baru bisa tertidur. dan sekarang harus sudah kembali membuka mata dan mulai beraktifitas seperti biasa.
Dengan langkah malas kakinya melangkah menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar Apartemenya.
Guyuran air hangat mengalir di tubuhnya. mulai membuatnya sadar sepenuhnya merasa segar.
Hanya memerlukan waktu beberapa menit saja Rivaldi sudah selesai dengan acara mandi paginya.
Dirinya mulai bersiap-siap pergi ke kantor. Selesai dengan semuanya dia memutar kunci lalu membuka pintu.
Dia baru tersadar semalam temanya menginap di sini. dia pun menyuruh Riko tidur di sofa.
Lalu kemana temanya? apa dia sudah pulang? bagus lah ... kalau memang dia sudah pulang terlalu merepotkan pikirnya.
Berjalan keluar Apartemen menuju Lift membawanya ke bawah basemen dan menuju sebuah Mobil mewah miliknya.
Dengan mulai mengendarai pelan.
Dia baru teringat kemaren berniat ingin mampir ke Toko Wanita itu.
Nanti siang dia akan datang kesana.
Hanya membutuhkan waktu tak kurang dari 30 menit. Pria itu sudah sampai di Gedung Kantornya, keluar dari Mobil berjalan masuk dengan langkah gagahnya.
Saat dirinya mulai memasuki Gedung Kantor, para karyawan yang melihatnya mulai menunduk memberi hormat pada atasanya itu.
Tak terasa sampai juga di Lantai ruanganya sendiri. sang Asisten pun sudah menunggunya di depan Pintu dan membukakan Pintu untuk dirinya masuk.
"Ndre, apa jadwalku hari ini?"
"Jam 10 nanti anda ada pertemuan dengan klien. dari PT.SEJAHTERA. Tuan!"
"Ok!! kau boleh kembali bekerja."
💐💐💐💐💐💐💐
Kini Rival bersama Asistennya menuju Cafe tmpat pertemuan mereka dengan klien.
Bebereapa jam telah usai. pertemuan Rival dengan klien. mereka kembali lagi ke Kantor.
Di tengah perjalanan.
"Ndre, kau cari tau semua tentang Riyan. aku tak sengaja melihatnya di sebuah Rumah Sakit, kau selidiki dia sedang apa dia di Rumah Sakit itu? aku merasa dia merahasiakan sesuatu aku mempercayakan semuanya padamu!"
"Baik Tuan!!
"Tolong kau turunkan aku di Toko Kue depan sana. aku ingin memastikan sesuatu sebentar."
Mobil pun berhenti di sebrang jalan. saat Rival ingin turun dari Mobil tiba-tiba dia melihat ifdha keluar dari Toko menuju samping sebuah Supermarket. hal itu pun membuat dirinya mengurungkan niatnya turun.
"Syukurlah .. kau baik-baik saja." gumamnya.
"Ndre kita jalan lagi kembali ke kantor!!"
Di dalam Supermarket Ifdha pun berkeliling mencari barang yang sedang ia cari.
"Ketemu!!" dirinya ingin membeli pembalut. karena tiba-tiba tamunya datang tanpa di harapakan.
Dia menghela nafas. merasa kembali kecewa di setiap bulanya.
Selesai membayar dia kembali lagi ke Toko Kuenya.
"Permisi!! apa Nona Ifdha nya ada??"
Seorang Wanita paruh baya bertanya kepada Pelayan Toko di situ.
"Ada Nyonya, sebentar saya panggilkan."
"Halloo .. Nyonya, kita bertemu kembali?" dengan senyum ramahnya.
"Apa aku mengganggu waktumu Nona Ifdha?maaf aku tiba-tiba datang kesini lagi,"
"Sama sekali tidak Nyonya, saya sangat senang anda mau kesini lagi. jadi kita bisa mengobrol lagi seperti kemaren."
"Kau benar!! sebenarnya aku kesini karena merasa bosan di Rumah tidak ada teman mengobrol kecuali Suamiku sendiri. bagaimana kabar Nona.?"
"Ahh .. begitu, kabarku baik Nyonya. anda sendiri bagaimana kabarnya,?"
"Aku sebenarnya sangat pusing, karena memikirkan Putraku."
"Maksud Nyonya Tuan Rivaldi? memangnya kenapa dengan Tuan Rivaldi Nyonya,?"
"Aku sangat pusing dengan anak itu. dia susah sekali mendapatkan Wanita, setiap kali aku memimilihkanya pasti selalu dia tolak!!"
"Mungkin memang Tuan Rivaldi belum menemukan yang cocok denganya Nyonya. doakan saja semoga secepatnya Tuan Rivaldi bisa menemukan jodohnya dan memberikan anda seorang Menantu yang baik dan cantik."
Mereka masih melanjutkan obrolannya ...
💐💐💐💐 💐💐💐
"Jadi saya tidak punya kesempatan untuk bisa sembuh Dok,?"
"Maaf Tuan!! dengan sangat menyesal saya harus berkata jujur. Penyakit Kangker anda sudah memasuki stadium akhir dan bahkan Tuan sudah berbulan-bulan hanya mengkonsumsi Obat-obatan pereda sakit. tanpa anda mau melakukan Kemotherapy!"
"Baiklahh .. kalau begitu saya permisi Dok. terima kasih sebelumnya."
Berjalan keluar Rumah Sakit dengan langkah gontai. Riyan kali ini nenar-benar harus menyiapkan diri, karena pasti sebentar lagi semuanya akan terungkap.
Bahkan Istri dan Orang Tuanya juga akan mengetahui tentang Penyakitnya.
Dia berniat ingin pulang memberi tahukan Idtrinya setelah nanti sampai di rumah.
Belum sempat masuk ke Mobil kepalanya tiba-tiba merasakan sakit yang luar biasa. ini lebih sakit dari biasa yang dia rasakan.
Rasanya tidak kuat untuk menahanya.
Kakinya terasa lemas, tidak kuat menahan tubuhnya kini matanya mulai buram kabur.
"Anda baik-baik saja Tuan,?" andre yang di tugaskan menyelidiki Riyan datang menghampiri. dia tidak sengaja melihat Riyan di parkiran saat turun dari Mobil.
Riyan tang sudah tidak sadarkan diri. kini di bawa para Perawat untuk di periksa lebih lanjut lagi oleh Dokter.
"Hallo ... Tuan, saya sedang di Rumah Sakit dan mendapati Tuan Riyan pingsan di parkiran. sekarang beliau sedang di periksa oleh Dokter." jelasnya.
"Baik Ndre, aku akan segera kesana."
Setelah Rival mendapat panggilan dari sang Asisten. dirinya bergegas menyusulnya ke sebuah Rumah Sakit yang alamatnya sudah di beri tahu sang Asisten.
Tidak membutuhkan waktu lama ntuk Rival sampai di Rumah Sakit tersebut. dia datang menghampiri Andre.
"Ndre kau pulang saja. biar aku yang menunggunya di sini!" perintahnya.
"Apa anda tidak apa-apa Tuan? saya tinggal sendiri di sini?"
"Aku tidak apa-apa Ndre. pergilah!!" dengan menggunakan tanganya dia menyuruh sang Asisten pulang.
"Baik Tuan. kalau begitu saya permisi dulu, kalau Tuan butuh apa-apa tolong kabari saya."
Rival hanya mengangguk pelan.
Dirinya kini duduk di kursi penunggu, sambil menunggu Dokter keluar.
"kenapa lama sekali." gerutunya pelan.
Ceklek ... suara Pintu Ruangan terbuka.
Rival pun bangkit dan menghampiri Dokter tersebut. lalu menanyakan keadaan Ryan.
"Bagai mana keadaanya Dok?"
"Tuan Riyan sudah sadar. kalau anda ingin bertemu silahkan, tapi tolong jangan terlalu lama mengajaknya berbicara."
Rival yang mengerti langsung masuk menemui Riyan.
Riyan yang mendengar seseorang membuka Pintu langsung mengalihkan pandangan matanya ke Pintu.
"Tuan anda di sini? apa tadi juga anda yang menolong saya saat pingsan di parkiran Rumah Sakit ini??"
"Bukan aku!! Asistenku yang menolongmu. lalu dia memberi kabar padaku kalau anda pingsan tak sadarkan diri,"