Adzkia Laila Tamin, kerap di sapa Laila. Gadis cantik dan periang. Ia jatuh cinta pada seorang pemuda yang bernama Fajri. Fajri adalah seorang pemuda yang begitu tampan dan berkarisma.
pertemuan awalnya dengan Fajri membuat
Laila sangat terhipnotis dengan semua yang dimiliki Fajri. Sampai dia tidak bisa lagi membendung perasaannya.
Pada saat yang tiba Fajri di minta oleh ayah Laila menjadi supir pribadinya. Saat itulah Laila sering bertemu dengan Fajri. Semakin hari Laila tidak bisa lagi membendung perasaannya sehingga memberanikan diri megungkapkan perasaannya. namun ternyata, Fajri bukan Ia menolak atau menerima sehingga Laila merasa dipermainkan.
Bagaimanakah sebenarnya perasaan Fajri pada Laila?
Dan kankah cinta Fajri, Laila dapatkan?
Simak kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Masrianiani Hijab, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18 Hati terbuka Cahaya pun tiba
Laila pulang di antar oleh Mala, sesampainya di rumah Laila mendengar ayahnya di ruang kerja seperti berbicara dengan seseorang. Dengan pelan laila mengintip dengan siapa ayahnya berbicara.
cek....lek
Suara pintu terbuka sedikit karena di dorong oleh Laila. Fajri berbalik siapa dibalik pintu. Ayah Laila ikut melihat.
"Kau sudah pulang, Laila?
" Iya ayah, aku sudah pulang. Maaf jika aku terlambat pulang, aku permisi. David Tamin sedikit tersenyum.
"Tunggu Laila, Laila berhenti saat ayahnya memanggilnya. " Masuklah dulu ada yang perlu ayah bicarakan.
Laila masuk dan duduk di sofa. sementara Fajri berada di depan David Tamin.
"Mulai besok, Fajri sudah selesai dalam tugasnya dia tidak lagi menjadi pengawal sekaligus supir pribadimu. Masa tugasnya sudah berakhir. Apa tidak ada yang ingin kau sampaikan?
mendengar ayahnya, Laila terdiam.
tok....tok.... suara pintu diketuk.
dayan Siti masuk dan menyampaikan jika diluar ada seorang yang ingin bertemu dengan tuannya.
mendengar itu David Tamin meninggalkan Fajri dan Laila diruang kerja tersebut. David Tamin berlalu dengan segera Laila menghentikan dayan Siti.
"Dayan Siti jangan keluar! " Dayan siti akhirnya berdiri di samping Laila.
" Laila melihat Fajri. "Terimakasih selama ini, dan maaf jika selama ini aku merepotkan mu. Hanya itu yang ingin aku sampaikan. dan satu hal, aku menyadari siapa diriku dan aku sudah Lepaskan daripada memaksakan. Ikhlaskan daripada menyakitkan. Relakan daripada berjuang sendirian."Maaf.
"Cinta kepada manusia bisa saja bertepuk sebelah tangan. Tetapi, cinta kepada Tuhan akan selalu berbalas dengan indah apa pun bentuknya. Aku tidak pernah menyesal pernah mengenalmu. Juga, aku tidak pernah menyesali pernah mencintaimu. Penolakan Cintamu mungkin akan memberikan luka. Tapi, semoga luka itu akan membuatku lebih dewasa, aku permisi silahkan lanjutkan dengan Ayah. sekali lagi maafkan aku. "Laila berdiri dan keluar dari ruang kerja ayahnya yang diikuti oleh dayan Siti dibelakangnya.
Fajri hanya melihat Laila keluar. Selepas Laila berlalu fajri hanya terdiam. mencerna kembali kata demi kata yang diucapkan Laila. Ada rasa kagum dalam diri Fajri melihat perubahan sikap Laila yang semakin hari tidak seperti biasanya.
***
Laila di kamarnya duduk dan merebahkan tubuhnya yang cukup melelahkan. Melihat ponselnya, pengingat jika waktu dzuhur telah tiba. nyata ponsel milik Laila sudah di install kan aplikasi Umma yang merupakan aplikasi untuk kaum Muslim di Indonesia. Konten dan komunitas umma bertujuan untuk mendampingi umat Islam dalam menjalankan ibadah sehari-hari.
Dengan bismillah, Laila mengambil air wudhu. Pertama kalinya selama dirinya menjadi manusia dewasa Laila menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim. Laila ingat, kali terakhir Laila shalat waktu masa SD nya. Percikan air wudhu mengenai wajahnya seakan memberikan sebuah kedamaian tersendiri dalam jiwa.
Tangannya bergetar meraih mukenah putih dan sajadah berwarna hijau, melebarkan sajadahnya."Bismillah, bibir Laila bergetar mengucapkan basmalah. Dengan niat yang penuh kesungguhan Laila berdiri menghadap kiblat.
Seorang dayan bernama dayan Tuti mengetuk pintu kamar Laila yang terbuka sedikit, yang kebetulan mengantarkan makanan tersentak tidak percaya mendapati tuan putrinya melaksanakan shalat.
Segera mungkin dayan itu dengan pelan kembali menutup pintu kamar milik tuan putrinya. sampai dilantai dasar, teman dayan satunya menegurnya.
"kenapa wajahmu seperti itu? kamu sakit?
" Anu.... jari menunjuk ke lantai atas. anu... dayan Tuti terlihat gugup.
"Anu apa? kau dimarahi tuan putri?" tanya dayan itu. Dayan Tuti geleng kepala.
Belum sempat menjawab nyonya Lucia datang dari tempat kerja. Tidak biasanya nyonya besarnya pulang cepat.
" Laila sudah pulang? apa dia sudah makan?
"Belum nyonya." jawab dayan itu sementara dayan Tuti masih diam.
" Kenapa kalian tidak memanggilnya makan." geram nyonya Lucia
"Maaf nyonya besar. tuan putri sedang... sedang shalat nyonya." jawab dayan Tuti terbata
Semua yang ada di dalam rumah mendengar kabar itu kaget. nyonya Lucia masih tampak berdiri tidak percaya.
" Apa kamu bilang Laila shalat? ya......sudah aku istirahat. lucia grahita terus berjalan dan masuk kamarnya, ada rasa malu mendengar kata shalat. terduduk merenung di atas kasurnya dan meneteskan air mata. "Ya Allah aku malu pada diriku sendiri. aku sibuk dengan duniaku....." Lucia meneteskan air mata.
tok...
lucia segera menghapus air matanya
" Masuk......! "
Pintu terbuka, tampak Laila berdiri di sana masih memakai mukena nya.
"Laila? lirih lucia
Laila menghampiri ibunya yang masih duduk di atas kasurnya, meraih tangan ibunya dan mencium punggung tangan ibunya kemudian memeluk ibunya dengan hangat.
" Maafkan Laila ibu.... isak tangis Laila terdengar, maafkan Laila. Semakin aku tumbuh dewasa, semakin aku menyadari bahwa ibuku sendiri adalah terbaik yang pernah aku miliki seumur hidupku.Terima kasih Ibu hanya dirimu lah yang benar-benar tulus mencintaiku."
mendengar itu Lucia semakin mengeratkan dekapannya pada putrinya. Anak ibu itu menangis. "Kamu tidak salah sayang. Justru ibu yang terlalu sibuk hingga mengabaikan dirimu, Ibu juga minta maaf sayang."
lucia terus mengecup seluruh wajah putrinya. kemudian kembali mendekapnya dalam dan membelai lembut kepala putrinya.
Ada begitu banyak Cara... ketika Allah Akan membukakan mata hati seorang hamba untuk kembali padanya. Ketika Allah Mencintai seorang hamba, diperintahkan lah Malaikat mendatangkan sebuah Ujian.