NovelToon NovelToon
FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI

FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Ahli Bela Diri Kuno / Menantu Pria/matrilokal / Keluarga & Kasih Sayang / Spiritual / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:43.1k
Nilai: 5
Nama Author: suandra

Sekalipun lahir sebagai keluarga kaya Fhadlan hidup penuh penderitaan, diperlakukan seolah dia terlahir sebagai pembawa sial.

Saat dia sedang membutuhkan kasih sayang orang tuanya Fhadlan mengalami berbagai kejadian yang memisahkan dirinya dengan ayah ibunya, kemudian secara beruntun harus berpisah dari pengasuh pengasuh tempat dia bergantung.

Tak cukup penderitaan dengan kehilangan orang orang yang menjadi tempat bergantung, dia juga harus terlibat dengan orang orang yang sedang memburu pusaka kuono, di mana pada zaman itu di katakan akan muncul pusaka yang sangat sakti di mana seseorang yang memperolehnya akan menjadi penguasa dunia.

Beberapa kelompok orang mulai berebut memburu Fhadlan karena dianggap sebagai juru kunci memperoleh pusaka Ratu Adil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Suatu mujizat terjadi pada Fhadlan setelah kejadian demi kejadian menimpa dirinya, sekalipun semua kejadian yang menimpa dirinya awalnya hampir saja membuat dia gila, tapi setelah beberapa kejadian telah mengubah pikirannya, menempa kepribadiannya. Semua pengalaman pahit telah di alaminya semenjak lahir menjadi iktibar akan arti hidupnya. Bak kata pepatah pengalaman adalah guru dalam menpuh kehidupan selanjutnya.

"Oh tuhan, untuk apakah kau ciptakan aku kenapa aku harus lahir dengan segala penderitaan" guman Fhadlan.

Pengalaman pahit telah mendatangkan ketabahan pada Fhadlan, kehilangan orang orang yang di cintai tak lagi membuat dia bersedih, dirinya seperti di perlihatkan arti hidup di muka bumi ini, timbul keyakinan pada dirinya jika semua kesulitan akan berakhir pada waktunya.

"Ya allah, tunjukkan jalan hidup yang baik bagi Fhadlan, tunjukkan kemana Fhadlan harus pergi" doa Fhadlan setelah tak ada pikiran yang memberikan solusi baginya.

Bagaimanapun tabahnya Fhadlan tapi menghadapi kebuntuan jalan hidup membuatnya resah juga. Berbagai prasangka dan pikiran pikiran negatif berkecamuk dalam dirinya. Sebagai manusia sudah tentu dia tak bisa lepas dari fitrahnya. Sebagai anak berusia enam tahun Fhadlan masih butuh kasih sayang orang lain, dia masih butuh orang yang mau berbagi tempat tinggal dengan dirinya. Dia tidak bisa hidup sendiri dalam usianya yang masih kanak kanak.

Berpikir dia akan tinggal dimana dengan siapa membuat Fhadlan meneteskan air mata. Kesedihan Fhadlan makin memuncak saat nenek dan kakek Tatang datang dari Cianjur, Fhadlan mulai di cuekin perhatian mereka tercurah hanya pada Tatang sementara Dewi Gayatri dan om Nanak juga sibuk memladeni orang tua dan mertua mereka.

Hari ini tatang sudah boleh di bawa pulang, pak Ndang kakeknya Tatang dan om Nanak sibuk dengan urusan kepulangan Tatang hingga Fhadlan benar benar terlupakan.

"Nak Nanak. untuk sementara Gayatri dan Tatang bapak baw kembali ke Cianjur aja dulu, anak mu Tatang masih perlu di rawat oleh dukun patah tulang kebetulan saudara bapak adalah dukun patah tulang rumahnya juga dekatan dengan rumah bapak jadi dia bisa tiap hari merawat Tatang" ucap pak Ndang kakek Tatang.

Om nanak juga tak mampu menolak keinginan mertuanya, dia pikir juga ada benarnya.

"Ok lah pak, demi kesembuhan Tatang Nanak setuju, semua administrasi sudah Nanak selesaikan, Tatang sudah di bolehkan untuk di bawa pulang" ucap om Nanak.

Fhadlan sengaja memisahkan diri keluar ruangan saat meteka berkemas untuk membawa Tatang ke Cianjur. Air mata Fhadlan kembali berlinang saat menyadari ibu Gayatri dan Tatang juga akan meninggalkan rumah sakit.

"Aku harus kemana ya tuhan" guman Fhadlan di duduk di koridor rumah sakit.

Fhadlan benar benar bingung untuk berbuat apa, sekarang dia berharap ada orang yang menyapanya lalu mengajaknya ke suatu tempat meninggalkan rumah sakit. Fhadlan masih rapuh dan luruh oleh rintang yang datang menghadang tanpa ampun. Seolah dunia menimpakan berton-ton beban di atas tubuhku. Seolah semua usai tanpa menyisakan sejarah. Lelah, itu pasti, bahkan sampai-sampai untuk berdiripun terasa berat, kaki Fhadlan terasa kaku, jangankan untuk berdiri, duduk tegak saja dia hampir tak mampu. Itulah masa puncak ketika Fhadlan harus menerima cobaan hidup yang tak selayaknya di alami anak seusia Fhadlan.

"Ya tuhan apa yang harus Fhadlan lakukan?" tanya Fhadlan dalam hati.

Bencana, susah, penderitaan dan sejenisnya memang tak dapat ditolak Fhadlan tolak. Mau apalagi? Mereka ada dalam satu paket penciptaan dalam diri manusia. Ada suka-duka, ada susah-senang. Bahagia-nestapa itulah kehidupan. Sebagai manusia kita wajib berusaha tapi nasib Tuhanlah yang menentukan, bethasil, Jatuh-berdiri, Gagal dan bangkit lagi itulah kehidupan.

Tapi bagi anak seusia Fhadlan jalan hidup tidaklah dia mampu usahakan, dia masih ketergantungan dengan orang lain, bagaimana manusia memperlakukan dirinya, bagaimana alam memperlakukannya itulah jalan hidupnya. dia tidak bisa menari dengan gendang sendiri, yang bisa dia lakukan hanyalah menari mengikuti nyanyian alam.

Fhadlan tak kuasa menolak kekuatan alam atau pun kekuatan manusia yang mempermainkan hidupnya, Fhadlan tak kuasa melewan kekuatan alam yang mekambungkan atau membanting kehidupannya. itu yang Fhadlan alami. Entah berapa kali air mata tak terbendung mengalir di pipinya, saat dia mulai kuat menahan derita justru derita yang lain telah menantinya.

Demikian juga saat itu om Nanak membopong Tatang untuk di bawa ke mobil yang sudah siap membawa mereka kembali ke Cianjur. Fhadlan sangat berharap kalau mereka juga mengajak Fhadlan ikut serta.

Gayatri yang kebetulan melihat Fhadlan duduk nenyendiri menatap mereka dengan berlinang air mata. Gayatri merasa tersentuh dan berniat untuk membawa Fhadlan bersama mereka.

"Kang bagaimana jika Fhadlan juga di ajak ke Cianjur?" tanya dewi Gayatri.

"Gak usah, terlalu sempit nanti perjalanan kita sangat jauh, kondisi kaki Tatang membutuhkan tempat yang lapang" jawab pak Ndang kakek Tatang keberatan.

Om Nanak berhenti persis di depan Fhadlan mengelus kepala Fhadlan.

"Fhadlan tunggu di sini ya, Tatang mau pulang ke Cianjur" ucap om Nanak.

"Ya om" ucap Fhadlan dengan air mata tergenang.

"Kamu jangan nangis gitu, om Nanak yakin cepat atau lambat awan gelap yang menaungi hidup Fhadlan saat ini akan berganti menjadi awan terang yang menemani hari-hari Fhadlan selanjutnya" hibur om Nanak.

Fhadlan cuma menganguk seolah mengerti ucapan om nanak, memang ucapan senada sering kali fhadlan dengar.

"Bukankah mendung tak berarti hujan? Ya, takdir memang di tangan Tuhan. Tapi jalan hidup kita? Kita sendirilah yang menentukan"

"Manusia diciptakan oleh Allah SWT bukan untuk main-main, bukan untuk keindahan. Kalaulah untuk keindahan cukuplah Allah menciptakan taman-taman yang dihiasi oleh bunga – bunga dan kupu-kupu"

Seperti itu ucapan yang sering Fhadlan degar dari ibu Cicilia dan teman teman pengasuh, saat mereka saling menghibur diri, dulu di tempat mereka di deportasi sebagai pengemis jalanan.

Dalam keyakinan Agama Islam masalah kehidupan sangat banyak di bahas ilmuan, sebagian manusia mungkin menyangka kehidupan di dunia hanyalah sekedar menghabiskan waktu hidup saja. Lahir, kecil, dewasa, tua, dan akhirnya mati untuk meninggalkan dunia. Mereka habiskan waktu hanya dengan makan, minum, tidur, bersenang-senang, dan perkara yang sia-sia. Mereka menganggap tidak ada tujuan dari penciptaan manusia di dunia ini.

Tapi dalam pandangan agama Ini jelas merupakan kekeliruan yang sangat nyata. Bertentangan dengan akal dan naluri manusia. Dan yang jelas, bertentangan dengan hikmah perbuatan Allah subhanahu wa ta’ala. Penciptaan manusia bukan hanya sekedar permainan dan sia-sia, namun ada hikmah yang sangat besar di dalamnya.

Allah SWT telah menentukan garis hidup kita sebelum kita lahir di dunia ini, kalau dipikir-pikir itu adalah kebesaran Allah SWT. Kebesaran dalam hal kasih sayang, karena memikirkan hal-hal yang terbaik untuk kita, sebelum kita ada di dunia ini. Kalau begitu, seharusnya jika ada masalah yang menimpa kita, kita hanya perlu ber-positif thinking kepada Allah SWT, karena semua yang terjadi adalah yang terbaik bagi kita, entah rizki atau musibah yang kita terima, itu semua terbaik bagi kita.

1
Suandra
ya terima kasih telah mampir
Reabox
.
Suandra
pertualangan yang sangat seru penuh filosufi hidup yang real
yans
lanjut
Suandra: terima kasih yans
total 1 replies
yans
lanjut thor
Suandra: trima kasih yans, maaf kurang up date, karena kondisi kesehatan author kurang bagus
total 1 replies
Suandra
terima kasih suport nya
Jejak SND
Mampir lagi kak. Jangan lupa like balik...
Jodoh Cinta Pertama
Suandra: sama sama
total 1 replies
yans
lanjut thor
Suandra
sipp begitu ending berikutnya
yans
padahal beni bunuh aja atau di tawan thor, biar ga ngerepotin lagi
Suandra: trima kasih sarannya yans untuk perbaikan ending berikutnya
total 1 replies
Jejak SND
Jodoh Cinta Pertama mampir membawa bom like. Tetap semangat dan jangan lupa tetap saling dukung
Suandra: Terima kasih dukungannya bro jajak
total 1 replies
ayuna
Chyntia rollercoaster kehidupan mampir nih....

mari saling support 💪💓✅
Mulyono 123
lanjut
Nekno Aleeka
semangat thor pak ngah
Nekno Aleeka
up thor
Suandra: trima kasih alika
total 1 replies
Nekno Aleeka
mantap
Nekno Aleeka
semangat
Jejak SND
hadir lagi kak.
Jejak SND
Jodoh Cinta Pertama mampir lagi kak. bawa bom like.
Suandra
terima kasih like nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!