Kinanti Larasati, gadis cantik berusia 23 tahun, harus menjadi ibu muda diusianya yang masih 20 tahun karena kesalahan yang dia lakukan dengan kekasihnya. Laki-laki yang menghamilinya tidak bertanggung jawab, dan Kinanti sendiri terbuang dari keluarganya.
Arga Dirgantara , seorang laki-laki tampan, berusia 28 tahun, pengusaha muda yang sukses, dan dia adalah ayah biologis dari anak Kinanti.
Bagaimanakah perjuangan Kinanti dalam membesarkan anaknya tanpa seorang pendamping disisinya, Akankah dia akan bersama dengan Arga lagi, atau mungkin menemukan cinta yang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ju juariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
"Aku ingin dengar semuanya kin, tentang kisah hidupmu yang tidak aku ketahui" kata Ratih.
"Tapi sikapmu ngga akan berubah kan setelah kau mengetahui tentang diriku", kataku sambil memegang tangannya.
"Tenang Kin, apapun kamu, aku akan tetap menjadi sahabatmu", kata Ratih sambil tersenyum kepadaku dan Tika.
Lalu akupun mulai bercerita tentang kesalahan yang aku perbuat diawal-awal kuliahku hingga menyebabkan aku hamil, keluarga yang mengusirku karena malu dan tidak diterima oleh keluarga ayahnya Daffa.
"Kenapa keluarga ayahnya Daffa tidak menerimamu Kin, secara kan mereka tahu kamu hamil akibat anaknya, bagaimanapun juga anak yang kamu kandung itu kan cucunya", tanya Ratih geram.
"Aku ngga tau Tih, mungkin karena aku berasal dari keluarga biasa aja, tidak sederajat dengan mereka yang kaya raya, cucu....manalah mereka memikirkan itu, yang ada aku disuruh menggugurkan kandunganku, kamu bayangkan Tih, mereka melemparkan selembar cek kearahku tapi tak sedikitpun aku menggunakannya", kataku sambil mengingat kejadian dulu.
"Terus apa yang dilakukan laki -laki itu saat dirimu diperlakukan seperti itu oleh keluarganya", tanya Ratih.
"Dia cuma diam Tih ngga berbuat apa-apa", kataku yang tanpa terasa mengalir buliran bening dipelupuk mataku.
"Aku sakit Tih melihat itu, satu-satunya orang buatku tuk bersandar hanya diam saja ngga berbuat apa-apa", kataku dengan isakan yang mulai terdengar, Tika memberikan tisu kepadaku.
"Maafkan aku Kin karena aku kamu jadi mengingat kejadian dulu", kata Ratih. Setelah aku bisa menguasai diri aku melanjutkan lagi ceritaku.
"Saat itu aku bingung harus kemana, dan mau apa, sementara aku sendiri juga ngga punya uang dan ngga punya pekerjaan. Tiba-tiba aku teringat Tika, jadilah aku tinggal dengan Tika sampai sekarang", kataku sambil memegang tangan Tika dan berkata," makasi ya Tik sudah mau direpotkan oleh aku, kamu tuh seperti malaikat bagiku, malaikat penolong", Tika menganggukkan kepalanya.
"Oh iya Kin....gimana dengan keluargamu, apa kamu pernah mengunjunginya"
"Aku ngga tau Tih, aku belum berani tuh, yang aku ingat bapak marah besar saat itu sampai akhirnya dia mengusirku, ya aku si ngerti mungkin dia malu punya anak hamil diluar nikah, sedangkan ibu hanya menangis saja, ibuku itu ibu sambung Tih tapi sudah seperti ibu kandung, dia sayang sekali terhadapku".
"Kapan-kapan kunjungilah orangtuamu kin, minta maaflah kepada mereka, aku yakin pasti mereka memaafkanmu apalagi setelah melihat Daffa", Tika menasehatiku., Aku mengangguk.
"Iya Kin, aku juga yakin mereka pasti mau menerimamu, kalau kamu ngga berani sendiri aku bersedia kok menemani", kata Ratih.
Akupun memeluk Tika dan Ratih bersamaan sambil berkata" makasi ya sudah menjadi sahabatku yang mengwrti akan kondisiku".
"Kin....kan saat kejadian itu kamu masih kuliah tingkat awal ya, terus gimana ceritanya kamu bisa sampai selesai kuliahnya", tanya Ratih.
"Aku yang selalu memotivasi Kinan tuk melanjutkan kuliah eetelah dia melahirkan", kata Tika bercerita.
"Dan kamu tau tih saat itu kondisi keuanganku nol besar, ngga punya duit tapi disuruh kuliah lagi, dulu Tika selalu membantu keuanganku tapi kan lama-lama aku malu, akhirnya aku jualan online atau terima pesanan kue, atau terima les anak-anak tetangga, kerjaan yang bisa dilakukan di rumah sebab aku kasihan dengan Daffa kalau aku bekerja sapa yang jagain karena saat itu Daffa masih bayi banged" kataku.
"Kamu hebat Kinan bisa melewati semuanya seorang diri, kalau aku yang ada diposisimu mungkin yang aku lakuin cuma menangis aja kali", puji Ratih.
"Ya itu karena ada Tika disisiku yang terus memotivasiky", kataku sambil melirik Tika.
"bunda....bunda....bunda dimana", tangis Daffa mencariku.
"Yuk udahan ngobrolnya, besok lanjut dilanjut lagi, lagian tuh si mbul mencariku, pasti dia haus pengen susu".
"Tuh kamu tidur denganku saja", ajak Tika.
"Loh kenapa tuk, biar bareng aku saja, cukup kok bertiga", kataku.
"Ngga apa-apa Kin, kamu tuh gitu deh kebanyakan merasa ngga enak Mulu sama aku", kata Tika.
"Makasi ya Tik", kataku, dan aku masuk ke kamarku sementara Tika dan Ratih masuk ke kamar Tika.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++
apa thor sehat-sehat kah
semangat thor...💪💪