NovelToon NovelToon
SESAL

SESAL

Status: tamat
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Marishana

Hati siapa yang tak hancur ketika orang yang sangat dicintai ternyata berkhianat.
"Apa salahku, Mas?"
"Maaf, aku mohon."
"Apa perbuatan kamu layak dimaafkan?"
Akankah Fani memaafkan pengkhianatan suaminya? Atau Fani akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dari suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marishana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyesal

Rasya"s POV

Butuh perjuangan besar untuk memenangkan hati istriku kembali. Aku sadar perbuatanku memang sulit dimaafkan, aku sungguh menyesal, aku berjanji akan memperbaiki kesalahanku hanya dengan mencintainya dan dia akan menjadi satu-satunya wanita dalam hidupku sampai aku menua. Seiring berjalannya waktu dan melihat tekadku yang kuat mendapatkan maafnya, diapun berusaha menerimaku kembali walaupun sikapnya tidak seperti dulu, tidak semanja dulu, tapi tidak apalah setidaknya istriku tidak meninggalkanku. Aku sungguh tidak bisa berpisah dengannya.

Kedekatanku dulu dengan Lestari sungguh merupakan suatu kesalahan yang amat fatal. Sejak setelah istriku melabrakku bersama selingkuhanku aku tidak pernah lagi menemui selingkuhanku itu. Aku sudah mengakhirinya secara sepihak.

Hingga dikala anakku masuk rumah sakit, aku sangat kuatir dan buru-buru ke Rumah Sakit. Ketika aku sampai di Rumah sakit aku melihat istriku, Aku memanggilnya dan alangkah kagetnya aku ketika melihat Lestari menoleh juga kearahku.

Tapi rasa kagetku spontan hilang berganti bahagia ketika istriku mengatakan bahwa aku akan menjadi ayah lagi. Aku bahagia diberikan kesempatan untuk memiliki anak darinya. Tapi yang kenyataan tidak sesuai dengan espestasiku.

Ternyata bukan Fani istriku yang hamil tapi selingkuhanku. Seakan duniaku ini hancur, aku bagaikan dihimpit batu besar yang seolah bergeser terus ingin meremukan jiwaku. Aku hanya berdiri mematung tanpa bisa berkata apapun ketika istriku berlalu meninggalkanku menuju perawatan anakku Rafa.

Aku menatap Lestari dengan tatapan penuh amarah. Ketakutan Lestari terlihat jelas di matanya.

Aku menarik paksa tangannya menuju taman Rumah Sakit. Setelah menemukan tempat yang agak sepi aku menghempas kasar tangannya.

" Kamu sengaja kan Ingin menghancurkan rumah tanggaku?" Bentakku.

Kulihat mata Lestari berkaca-kaca , aku mengusap kasar mukaku.

" Jangan harap aku akan mengakui anak yang kamu kandung itu, bisa saja itu bukan anakku." Kataku sinis

"Dasar bajingan kamu Mas!" Lestari emosi

" Anak ini anakmu, asal kamu tau ,aku nggak akan minta tanggung jawab sama pria brengsek kayak kamu, Mas," kata Lestari emosi sambil meninggalkannku.

Marah, emosi, jengkel, sesal di hati semuanya bercampur jadi satu. Aku marah, emosi pada diriku sendiri kenapa aku sebejad ini mengkhianati istriku yang menghampiri sempurna buatku. Yang ada hanya sesal yang membuncah dalam hati. Mengutuki diri sendiri seandainya bisa menahan godaan wanita lain diluar sana pastinya keadaan ini tidak akan terjadi dalam hidupku.

Usaha yang aku lakukan selama ini untuk merebut hati istriku kembali seakan hancur berkeping.

Ku usap kasar wajahku kemudian berjalan ke ruang perawatan anakku Rafa. Fani menghindar dariku, padahal akhir-akhir ini kadang dia sudah bersikap baik padaku. Tatapannya seakan ingin mencabikku. Tak ada lagi senyum yang terlihat diwajah cantiknya yang hanya kebencian dan amarah yang kulihat ditatapan matanya ketika menatapku.

Setelah kepulangan anakku kerumah setelah dua hari dirawat. Aku segera pulang ke rumah. Setelah masuk kulihat ibu, ayah mertua dan ibu mertua memandangku dengan tatapan seakan ingin menelanku hidup-hidup, terutama ibuku. Ternyata Fani sudah mengutarakan niatnya untuk bercerai denganku.

Aku tak peduli lagi dengan cacian, umpatan, serta pukulan ibuku. Yang aku inginkan Fani mengurungkan niatnya untuk bercerai denganku. Aku tak malu mengiba pada istriku agar dia memaafkanku. Tapi harapan tinggallah harapan, istriku tetap pada keputusannya yaitu bercerai.

Hingga sidang perceraian kami aku tidak menghadirinya dan akhirnya sidang terakhir aku terpaksa datang, aku berharap siapa tau ada mukjizat, Fani berubah pikiran. Tapi lagi-lagi harapanku pupus. Hakim ketuk palu tandanya kami resmi bukan suami istri lagi. Aku tak meminta apa-apa karena aset yang kami punya memang sebagian besar di beli dengan uang Fani.

Aku melangkah terburu-buru meninggalkan pengadilan, seandainya aku bisa terbang aku akan melakukannya, aku sudah tak tahan menahan sesak di dadaku. Aku ingin menangis, meraung tapi situasi dan kondisi tidak memungkinkan jadi aku putuskan kesebuah pantai dan berteriak dan menangis sepuasnya di sana. Hanya penyesalan yang ada di hati.

Setelah merasa agak tenang aku kembali kerumah ibuku. Aku menangis memeluk ibuku, semarah-marahnya dia tapi dia merasakan keterpurukanku. Dia memelukku sambil menangis. Aku seperti anak kecil menangis di pangkuan ibuku.

"Kamu harus ikhlas, Nak, mungkin jodohmu dengannya memang sudah di takdirkan hanya sampai di sini." Nasehat ibuku sambil terisak.

"Aku yang menyebabkan dia meninggalkanku Bu."

"Aku menyesal Bu."

Ucapku sambil menangis

Beberapa hari kemudian aku dan Lestari dinikahkan. Pernikahan kami sangat sederhana. Aku melakukan itu karena ibuku memaksaku agar anak itu lahir jelas statusnya.

Kami mengontrak sebuah rumah sederhana, karena ibuku tak ingin aku membawa Lestari kerumahnya.

Aku uring-uringan, berantakan, apalagi aku di turunkan dari jabatanku karena sering bolos kerja. terkadang aku kembali kerumah ibuku tapi selalunya omelan yang kudapatkan, , perasaan tidak nyaman kurasakan tinggal bersama Lestari meskipun dia sekarang istriku tapi entah kenapa hatiku tidak nyaman dengannya. Kami tidur pisah kamar karena memang harus begitu sebelum anak itu lahir kami tidak bisa berhubungan suami istri.

"Apakah ini hukuman Tuhan buatku," batinku.

Hingga pada suatu hari aku kerumah ibu dan bertemu mantan istriku. Senyumanku kembali terlukis di wajahku dan dia nampak begitu cantik dengan wajah sedikit polesan. Kenapa setelah berstatus mantan dia tambah cantik di mataku ,apakah selama ini aku buta dengan kecantikan istriku.

Kami pun sering bertemu walau hanya sebentar ketika aku menjemput Rafa pada saat libur. Dan tak hanya sekali aku mengajaknya rujuk. Berbagai alasan aku gunakan supaya dia mau rujuk. Tapi dia tidak memberi respon.

Karena hal itulah membuat Lestari cemburu, dia sering marah-marah katanya nggak dianggap sebagai istri.

Aku dengan tegas mengatakan kalau aku menikahinya hanya sebatas tanggung jawab terhadap anak yang di kandungannya

Tidak lebih, karena aku memang tidak mencintainya, berhubungan dengannya hanya sebuah kesalahan.

Sebagai bentuk tanggung jawabku aku menyempatkan diri mengantarnya untuk periksa kehamilan . Hingga diusia kehamilan nya memasuki usia delapan bulan, saat itu aku berada di kantor dia meneleponku karena merasakan sakit teramat hebat di bagian perutnya.

Aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi. Setelah sampai di rumah kontrakan kudapati dia sedang meringis kesakitan, wajahnya pucat, banyak darah yang berceceran di lantai. Baru aku ingin menanyakan apa yang terjadi dia sudah tak sadarkan diri. Aku segera membawanya ke mobil dan membawanya kerumah sakit, dia langsung di masukkan ke ruangan bersalin.

Saat menunggu dokter menanganinya, aku tak lupa menghubungi ibuku. Hingga tak lama kemudian ibuku datang dan menanyakan keadaannya.

Tak lama kemudian dokter yang menanganinya keluar dan mengatakan kalau bayi yang ada di dalam kandungan Lestari tidak bisa diselamatkan akibat benturan yang sangat keras di bagian perutnya. Hingga harus diadakan operasi.

Aku merasakan tubuhku gemetar, kakiku rasanya tak bertulang, aku terduduk lemas.

"Kenapa harus anak ku yang menanggung dosaku ya Allah?" Lirihku.

Walaupun hubunganku dengan ibunya hanyalah sebuah kesalahan tapi anak itu darah dagingku, dia tidak berdosa, aku yang berdosa. Aku menginginkannya lahir dengan selamat. Tapi Tuhan lebih menyayanginya.

1
Ratnasihite
Luar biasa
Ratnasihite
cocok deh pengantinnya😃
Haerul Anwar
emang bodoh lu anjing
Surati
bagus
Lia Rosita
Semoga bahagia selalu
Lia Rosita
Harusnya udah tahu salah, berhenti. Nunggu ketahuan dulu, baru menyesal. Ya udah terima aja takdirmu.
Lia Rosita
Mungkin teman masa kecil yg udah dilupakan
Lia Rosita
Gobl*k jangan dipiara
Lia Rosita
Jangan lemah! Ayo tegas
Lia Rosita
Masa sih ada pelakor nyerah begitu aja. Biasanya lebih galak dari stri sah
Lia Rosita
Firman apa Ridho
Elok Pratiwi
lumayan bagus
angel
jijik
angel
dah tau laki selingkuh msh aj mau di remas2 ...hanya karena alasan agamalah dosa gk layanin laki ..lah laki celup2an bukan Ama bini emang boleh? emang di agama boleh ya selingkuh🤔
Dewi Nurani
kocak abis
Nur
seru
DINA apriani
rata² perempuan yg mandiri tu tegas..gk lemah dan plin plan..
Diana Susanti
kapok
Diana Susanti
pastinya
Diana Susanti
GIMANA kalau Rasya bilang masih bujang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!