NovelToon NovelToon
CEO BUCIN

CEO BUCIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Contest
Popularitas:952.6k
Nilai: 5
Nama Author: Seolpa

Demi mengejar impian dan cintanya Ayuna rela meninggalkan kota kelahirannya berharap agar dia bisa menghapus kenangan buruk dan menyakitkan di masa lalu. Dan juga agar bisa dekat dengan tunangannya yang sudah lebih dulu bekerja di ibukota.

Namun siapa sangka jalan yang dia pilih malah menuntunnya bertemu dengan Alvaro Ivander, CEO yang terkenal dingin dan kejam.

Hubungan yang rumit diantara mereka malah membuat Ayuna semakin tidak bisa lepas dari genggaman Alvaro. Apalagi Ayuna adalah wanita yang selama ini dicari oleh Al.

~ Akankah kisah cinta mereka berjalan mulus??? Ikutin terus ya jangan di skip!!! ~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seolpa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

" Tuan, anda berlebihan " ucap ayuna pelan.

" Mungkin karena saya belum sarapan makanya begini " ayuna memang belum sempat sarapan karena sudah telat ke kantor.

" Jadi kamu belum makan apa - apa ? " tanya al.

" Belum " ucapnya pelan.

" Siska, pesankan saya 1 porsi bubur " al menelpon sekretarisnya.

" Tuan, anda jangan seperti ini, saya tidak mau nanti malah jadi bahan gosip para karyawan " tolak yuna.

" Kalau kamu tidak mau saya gendong sampai rumah sakit lebih baik diam dan turuti kata - kata saya " al kesal karena angga yuna sampai jatuh sakit.

" Lebih baik aku diam daripada manusia es ini berbuat nekat " batin yuna karena tau al pasti tidak main - main dengan ancamannya.

" Tuan, dokter andreas sudah datang " panggil jo dari luar.

" Suruh dia masuk " perintahnya.

" Ada apa al ? Lo kenapa ? " tanya andreas saat masuk ke ruang pribadi al.

" Bukan aku tapi dia " al mengalihkan pandangannya pada kasur tempat yuna terbaring.

" Wow, gue kirain lo yang sakit ternyata nyonya alvaro " goda andreas.

" Jangan banyak omong cepat periksa dia " ucap al.

" Tenang tuan alvaro " senyum andreas.

" Apa kabar nyonya " sapa andreas ramah.

" Saya belum menikah dok " ralat yuna.

" Untuk saat ini memang belum mungkin sebentar lagi " canda andreas.

" Aku suruh kamu periksa dia bukan malah menggodanya " al mulai jengah melihat kelakuan andreas.

" Baiklah nyonya sepertinya tuan kita sedang terbakar api cemburu " ucap andreas sambil tertawa.

" Satu kata lagi keluar dari mulutmu aku jamin besok tanganmu tidak akan bisa digunakan untuk operasi " ancam al.

" Anda lihat itu nyonya, sepertinya kita sudahi dulu " ucap andreas, ayuna hanya bisa tersenyum tipis mendengarnya.

" Maaf, saya periksa dulu " andreas meminta izin yuna untuk meletakkan statescope di atas dadanya.

" Hei.... apa yang kau lakukan ? " teriak al.

" Tentu saja memeriksa pasien " acuh andreas.

" Tapi lihat dimana tanganmu " al tidak terima.

" Tentu saja tanganku berada di tempat yang seharusnya " jawabnya.

" Andreas, jauhkan tanganmu dari tubuhnya " al mulai kesal, kalau saja andreas bukan sahabatnya pasti saat ini dia sudah melayangkan pukulan.

" Ada apa asisten jo ? " tanya siska yang mendengar keributan di dalam ruang pribadi al.

" Bukan urusan kamu " ucap jo.

" Apa itu ? " tanya jo melihat bungkusan di tangan siska.

" Oh ini, tuan al meminta saya untuk membelikan bubur " siska menunjukan bungkusan yang dia bawa.

" Biar saya yang memberikan pada tuan al, kamu boleh keluar " jo mengambil bungkusan dari tangan siska

" Tapi tuan... " sela siksa karena masih penasaran apa yang terjadi di ruang pribadi al.

" Kamu keluar, jika ada yang ingin bertemu tuan al kamu suruh tunggu karena tuan al sedang ada urusan " jo mengusir siska karena dia tau tuannya pasti tidak suka jika ada karyawan yang tau urusan pribadinya.

" Baik " siksa keluar dari ruangan al.

" Abaikan saja dok " ucap yuna ingin segera mengakhiri drama al.

" Apakah ini sakit ? " andreas menekan ulu hati yuna.

" Iya " yuna menahan perih.

" Andreassss " teriak al melihat andreas memegang perut yuna.

" Tuan bisa diam tidak ? " yuna kesal melihat kelakuan al.

" Bagaimana aku bisa diam melihat dia dari tadi menyentuh dada dan perutmu " jelasnya membuat yuna malu.

" Al...al... gue ini dokter tentu saja gue harus memeriksa pasien dan memang seperti itu sop nya, seperti lo gak pernah diperiksa saja " ucap andreas.

" Tapi aku gak setuju kalau cara kamu seperti itu " ujarnya.

" Bagaimana anda bisa bertahan dengannya nyonya ? " tanya andreas pada yuna.

" Entahlah dok rasanya saya ingin cepat keluar dari ruangan ini " ucap yuna pelan.

" Ha...ha...ha... " andreas tertawa mendengar jawaban yuna.

" Apa yang kalian bicarakan ? " tanya al.

" Tidak ada! Nyonya apakah ada rasa pusing dan mual ? " tanya andreas.

" Iya dok, sejak tadi kepala saya rasanya sangat pusing dan juga mual " jawab yuna.

" Sepertinya anda mengalami gejala maag, apakah anda sudah makan ? " andreas mulai melakukan anamnesa pada yuna.

" Sejak pagi saya belum makan apapun dok " ucap yuna.

" Pantas saja, kalau begitu saya resepkan obat untuk maag anda dan diminum sebelum makan " ujar andreas.

" Terima kasih dok " ucap yuna.

" Berikan resepnya pada joshua " perintah al, dan andreas memberikan resep itu pada jo. Jo langsung keluar untuk membeli obat tersebut.

" Bagaimana ? tidak ada yang seriuskan ? " tanya al.

" Hanya asam lambungnya naik, sejauh ini dia baik - baik saja, lo gak perlu khawatir " ujar andreas saat mereka keluar dari ruang pribadi al membiarkan ayuna beristirahat disana.

" Syukurlah " al lega mendengarnya.

" Sepertinya lo benar - benar jatuh cinta " tebak andreas.

" Tutup mulutmu " ujar al.

" Tapi siapa dia al ? " andreas masih penasaran dengan hubungan keduanya.

" Tunanganku " jawabnya.

" Jangan becanda al " andreas tidak percaya, mana mungkin al sudah bertunangan pacar aja gak punya.

" Apa aku terlihat bercanda ? " andreas melihat keseriusan di wajah al.

" Tapi bro kenapa gue gak tau ? " andreas masih penasaran.

" Itu privasiku " al kembali duduk ke mejanya.

" Tunggu apa lagi ? " tanya al.

" Maksud lo ? " andreas tidak mengerti.

" Kenapa masih disini ? Apa kamu gak punya kerjaan di rumah sakit ? " ujar al sambil kembali memeriksa berkas yang ada di depannya.

" Ok...ok... gue balik " andreas mengerti dan keluar dari ruangan al.

" Lebih baik aku tanya mahen " batinnya.

" Sudah selesai dok ? " tanya siska ketika melihat andreas keluar dari ruangan al.

" Sudah " ucapnya.

" Tuan al kenapa dok ? " tanya siska.

" Alvaro baik - baik saja " jawabnya.

" Tapi tadi saya dengar ada keributan di dalam " siska penasaran apa yang terjadi, setaunya tadi ada ayuna di ruangan itu tapi saat dia mengantarkan bubur ayuna tidak terlihat.

" Hmm... itu... ".

" Lebih baik anda kembali ke rumah sakit dok " ucapan andreas terpotong dengan kehadiran jo.

" Baiklah, kalau begitu saya permisi " andreas pamit pada siska dan jhosua.

" Kenapa sepertinya dari tadi gue di usir ya ? " andreas mengerutu.

" Bos dan atasan sama saja " ujarnya dan memasuki lift.

🌸🌸🌸

" Tuan ini obatnya " jo meletakan obat yang dia beli di meja al.

" Tolong kamu hubungi divisi keuangan, beritau kepala divisinya kalau ayuna saya izinkan pulang " ucap al lalu mengambil obat yang diberikan jo.

" Baik tuan " jo lalu keluar kembali ke ruangannya.

" Tok...tok... " al mengetuk pintu ruangan pribadinya karena tidak mendapatkan jawaban al membuka pintu, terlihat ayuna sedang tidur.

" Ayuna " panggil al membangunkan yuna.

" Hmm... " ayuna masih enggan membuka matanya.

" Ayuna... ayo bangun kamu harus minum obat " al menyentuh pundak yuna, seketika yuna membuka kedua matanya dan kaget melihat al yang begitu dekat dengannya.

" T - tuan... anda mau apa ? " ayuna mendorong al.

" Membangunkanmu " jawabnya.

" Tapi kenapa harus dekat - dekat sih " ayuna duduk disisi tempat tidur.

" Abis dari tadi aku bangunin tapi kamu gak dengar " jelas al.

" Ini minum obat dulu " al memberikan obat yang harus yuna minum.

" Terima kasih " ucap yuna dan mengambil obat yang ada di tangan al kemudian mengunyahnya.

" Dan ini makananmu " al menyodorkan bubur yang tadi dibeli oleh siksa.

" Mau saya suapin ? " goda al.

" T - tidak usah, saya bisa sendiri " yuna mengambil bubur itu dan mulai memakannya.

" Lebih baik aku segera keluar dari sini, kalau ada yang lihat bisa bahaya " batin yuna.

" Saya sudah selesai " ucap yuna, tapi kemudian al memberikan segelas air padanya.

" Minum dulu " ujar al, yuna menerima gelas itu.

" Terima kasih tuan, dan saya harus kembali ke ruangan " yuna berdiri hendak kembali ke ruangannya.

" Kamu mau kemana ? " cegah al.

" Balik ke ruangan saya " ucap yuna.

" Kamu gak boleh kemana - mana " ujar al.

" Tapi tuan, saya sudah terlalu lama disini nanti apa kata ibu maya dan karyawan yang lain " yuna kekeh ingin segera keluar dari ruangan al.

" Kamu tetap disini dan untuk itu saya sudah bereskan " ujarnya.

" Saya gak mau " yuna hendak membuka pintu tapi tangannya terhenti karena al menariknya sehingga yuna kini berada di pelukan al.

" Bisa tidak jangan membantah " ucap al.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Ilalagagi Gagi
Lumayan
Haposan Parningotan
lanjut dan semangat untuk karya menginspirasi
Yuaridewi
ceritanya sangat jelek..muter" gk jelas
Fatmaa Atie
aku kok nek lihat mahen ya
Agus Perdana
semangat tor makin dalem makin bagus cerita nya semangatttz
Agus Perdana
Masi baca alurr nya se jauh ini oke sihh
Agus Perdana
semangat Yuna
dan buat Author semangat juga nulis nya😊
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
krna Dy hanya bs menyentuhmu
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
emng modus si Al😂😂
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
🤣🤣🤣🤣
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
cwe selingkuhan tunangnmu
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
semangat mas bro
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
widih ada yg jeles nh🤨🤨
kania_pesek
Yuna Yuna bodoh lu ke bangetan amat sihhh ihh ngenes gw lama2
Syafa Aldera
iini mana kelajutanya lgi seruh ni
Qipty Devastya
lm g up
Desi Rizal
upnya dong..
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Qipty Devastya
lm g up
Atin Aza
j
Atin Aza
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!