Apa jadinya jika kedua pengantin sepakat kabur dihari pernikahan mereka, sementara acara akan segera di gelar.
Mikayla dan Haikal adalah korbannya, karena mereka dipaksa Nikah menggantikan kedua pengantin yang kabur entah kemana.
Jangan lupa follow Ig mamie_kembar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecewa
Haikal bangun dan duduk di tepi tempat tidur. Diliriknya jam sudah menunjukkan pukul lima sore.
Lama juga aku tertidur. Bathinnya.
Haikal bangkit dan berjalan menuju balkon,melihat pemandangan sore dari atas. Tak sengaja dia melihat mika yang sedang asyik berkebun di belakang rumahnya. Lama di pandangnya mika yang tengah menanam beberapa pot bunga mawar. Memberi pupuk dan memotong cabangnya agar terlihat cantik. Potongan mawar dia bawa masuk ke dalam rumah fan akan meletakkannya pada vas bunga yang
ada di kamarnya.
Mika memang sangat menyukai bunga mawar, dan menanam banyak jenis mawar di halaman belakang rumahnya. Haikal menatapnya tak berkedip.
Biasanya gadis seusianya kan lebih senang jalan jalan ke mall, shopping atau hang out bersama teman temannya, tapi dia memiliki keunikan tersendiri. Hobinya menanam bunga berbeda dengan Akila. Mengingat Akila, dimana dia sekarang?
Gadis nakal itu selalu saja merepotkan ku hingga aku terpaksa menikah dengan mika. Jika dia tidak kabur, aku tidak akan terjebak dengan pernikahan ini. Aku akan menghukumnya jika dia kembali nanti.
Akila sama dengan Amira yang tak akan pernah mau melakukan pekerjaan seperti Mika, bisa bisa kukunya patah atau tangannya kasar jika harus mengerjakan nya.
Argh....mengapa aku jadi merindukan Amira? dimana dia sekarang? apakah dia terlalu sibuk hingga dia tak ada waktu walau hanya menelponku. Baiklah, aku yang akan menghubunginya.
Haikal berjalan kembali ke dalam kamar dan mencari ponselnya, lagi lagi dia tak menemukan benda pipih itu.
"Sial..ponselku juga tertinggal di mobil,"
Haikal berjalan keluar kamar menuju mobilnya untuk mengambil ponsel dan tasnya.
Haikal membuka pintu mobilnya dan mengambil tas serta ponsel nya. Banyak pesan yang masuk, Haikal langsung memeriksanya.
Ada sebuah pesan aneh yang tertera disana. Sebuah pesan tanpa nama.
"Gimana kejutan nya, kamu suka? tunggu kejutan berikutnya!"
Haikal sempat tertegun membacanya, hatinya menjadi bertanda tanya apa yang telah terjadi sebenarnya dan siapa yang telah mengirimkan pesan tersebut.
Dan apa tadi maksud ucapannya? kejutan apa yang telah disiapkan untukku? aku tak merasa apapun atau jangan jangan amplop tadi, ya amplop tadi. Apa maksudnya ini? Apakah ada seseorang diluar sana yang diam diam menjadi musuhku dan ingin menghancurkan ku, tapi siapa? aku tidak pernah merasa memiliki musuh.
Haikal membawa tasnya masuk ke dalam kamar. Dia meletakkannya diatas meja. Perlahan dibukanya amplop coklat tersebut.
apa ini? photo siapa ini?" bathinnya.
Haikal begitu terkejut dengan apa yang dia lihat di dalam amplop tersebut. Isinya tak banyak hanya beberapa buah photo. Tapi photo yang dia lihat sangat mengguncang hati dan jiwanya.
Jelas disana terlihat photo liburan Amira kekasihnya bersama dengan seorang produser, ya pria itu adalah produser yang saat ini bekerja sama dengannya.
Amira bergelanyut manja di lengan sang produser. Ada juga photo mereka berbikini di pantai dan photo terakhir membuat Haikal semakin geram, photo Amira yang sedang berciuman panas didepan kamar hotel. Mungkin mereka berdua sedang mabuk hingga tak sadar ada yang mengabadikannya.
Jelas tertulis tanggal dan waktu pengambilan photo tersebut, dan itu baru dua malam yang lalu, saat Amira bilang dia sedang sibuk syuting.
Hati Haikal panas, dadanya bergemuruh. Gadis yang sangat dia cintai berkhianat dibelakangnya. Bahkan dengannya saja Amira tak pernah semanja itu. Meraka hanya berciuman secara wajar, dan ini siapa yang tahu apa yang mereka lakukan selanjutnya.
Haikal yang marah meremas kuat photo tersebut dan membanting beberapa barang mikayla yang ada di atas meja. Dia berterima hingga akhirnya jatuh terduduk dilantai.
Haikal baru menyadari kebodohannya. Dia tertawa miris mentertawakan dirinya sendiri. Bisa bisanya dia dibohongi oleh Amira. Lama dia terduduk dan berpikir hingga mika yang tiba tiba sudah berdiri dihadapannya.
"Bee, kamu kenapa?" tanya Mikayla heran.
Haikal tersadar dari lamunannya dan dengan cepat menyimpan photo tersebut di balik tangannya.
"Aku tidak apa apa , siapkan air mandi untuk ku." ucapnya pelan.
Mika bangkit dan menyiapkan air mandi Haikal di kamar mandi. Haikal berdiri dan menyimpan photo tersebut ke dalam tasnya. Dia ikut masuk ke dalam kamar mandi.
"Airnya sudah siap?" ucap mika
Tiba tiba Haikal memeluknya dari belakang. "Bagaimana jika kita mandi bersama?" ucapnya tepat di telinga mikayla.
Mikayla mendorongnya dan berlari keluar, Haikal tersenyum tipis.
Di bawah guyuran shower lagi lagi Haikal menangis menyadari kesalahannya, tapi dia juga bertekad jika dia akan membalas Amira.
Selesai mandi Haikal menelpon Devan dan memintanya menyelidiki Amira dan kekasihnya. Devan sendiri sampai terkejut dibuatnya, karena tiba tiba saja Haikal melakukan itu.
Haikal tak menceritakan semuanya tapi dia meminta sesegera mungkin laporan dari Devan. Haikal mematikan ponselnya dan turun ke bawah untuk makan malam dengan keluarga Zein.
"Malam pa" ucap Haikal kepada Zein.
"Haikal silahkan duduk. Mika sayang, ambilkan makan untuk suami mu." ucap Zein.
Mika mengambilkan makanan untuk haikal.dan dirinya. Mereka makan sambil mengobrol sungguh sebuah keluarga yang hangat.
Hati Haikal menghangat melihat kehangatan keluarga mertuanya. Sesekali dia melirik mikayla yang duduk disampingnya.
Lagi lagi porsi makan mikayla membuatnya geleng kepala. Anak ini benar benar kalau makan sangat banyak, terbuat dari apa perutnya?" bathin Haikal
Selesai makan Haikal dan Zein mengobrol diruang tamu, Zahara dan Mikayla membereskan meja makan dan membawakan teh untuk suaminya dan papanya.
Jam sepuluh malam, Haikal dan mika berpamitan untuk naik keatas ke dalam kamar mereka.
Mika terlihat ragu dan takut, jika nanti tiba tiba Haikal kembali menerkamnya. Sama seperti kemaren ketika dia sedang marah.
Sebagai antisipasi, mika memilih tidur di sofa dan menutup dirinya dengan selimut tebal.
Apa yang dia lakukan? begitu rakutkah dia dengan ku?
Haikal tertawa kecil melihatnya. Dia berjalan ke balkon kamar dan kembali termenung.
Hatinya masih sangat sakit dengan kenyataan jika Amira diam diam menduakan nya.
Semua kata cinta dan janjinya palsu, dia hanya memanfaaatkan kekayaan ku saja. Awas Amira aku akan membalasmu
Haikal mengambil ponselnya dan memulai.chat dengan amira. Terlihat jika ponselnya sedang aktif.
"Malam sayang"
"Malam honey,"
"Sayang, aku rindu. Gimana kabarmu? kapan kau akan pulang?"
"Maafkan aku dayang, tapi jadwalku padat mungkin bulan depan aku baru bisa pulang."
"Gimana jika aku menyusulmu? aku sangat merindukanmu."
"Tidak usah yang, aku sibuk. sudah dulu ya, bye I love you."
Haikal membanting ponselnya. Jelas jelas dia bersama dengan produser sialan itu, bisa bisanya dia berbohong.
Triiiing....
sebuah pesan masuk.
"Bos Ini semua data tentang nona Amira."
Haikal membaca email yang dikirim oleh Devan. lagi lagi hatinya harus sakit saat tahu Amira benar benar menipunya. Amira sudah lama menjalin cinta dengan produser tersebut. Lalu aku? dia menganggap aku apa?" tanya Haikal di dalam hatinya.
lanjut
aq suka bangat sma wanita yg teguh sma pendirian ,gk mudah luluh...
gk gampangan ...lanjut
liat istri di sapa sma cowo ,
padahal haikal masih lanjut pacaran sma mira ,dasar egoes haikal ...
ayo mika jangan hirau kan haikal
biar kan makan cemburu nya...
lanjut ..
gk keliata wanita lemah ...
mika memang harus tegas ...
tapi tetap perhatian layak nya istri sholehah ,aq suka bangat ...lanjut
mira ditutupi ,biar haikal tau...
jangan sampai bosan kita tunggu nya,lanjut...