NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Pelacur

Terpaksa Menikahi Pelacur

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Duniahiburan / Tamat
Popularitas:748.3k
Nilai: 5
Nama Author: febyanti

Seorang duda beranak 1 yang bernama Darren. Dirinya kehilangan istri yang sangat dicintainya. Anaknya yang berusia 3 tahun bernama Syiera, selalu saja mempertanyakan keberadaan sang ibu.

Ditambah lagi, Karren ibunya Darren, terus saja menyuruhnya menikah lagi, akan tetapi cinta Darren begitu besar kepada mendiang istrinya, selalu saja menolak untuk menikah lagi.

Cintanya hanya satu, untuk Kania seorang.
Tapi, dirinya dipertemukan dengan seorang wanita yang wajahnya begitu mirip dengan mendiang istrinya, pada akhirnya, ia menemukan sebuah ide. Ide untuk menjadikannya sebagai ibu pura-pura untuk anaknya itu.

Status yang menjadi penghalang, untuk Darren tak menikahi wanita itu, latar belakang wanita itu menjadi hambatan untuknya menikahinya. Ya, pelacur yang disandang perempuan itu, wanita itu bernama Dania. Akankah Darren menikahinya, akankah cinta itu ada dalam hatinya untuk Dania?

Ingin tahu kisah mereka, ayo simak ceritanya yang berjudul "Terpaksa menikahi pelacur"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episod 17

"Bukan ... Bukan itu maksudku. Hanya saja ...," ucapnya terputus karena ia ragu untuk mengungkapkannya.

"Hanya saja apa?" tanya Dania penasaran.

"Ah, sudahlah," kata Darren.

Namun tiba-tiba Darren berkata. "Kalau memang kamu benar mencintaiku, buat aku jatuh cinta padamu." Dania tak percaya akan permintaan suaminya.

"Apa aku tidak salah dengar? Coba katakan sekali lagi?" pinta Dania.

Darren menghela napasnya. "Tidak ada siaran ulang!" jawab Darren, lalu ia beranjak dari tempat duduknya.

"Mau kemana? Aku takut!" tanya Dania.

"Tunggu sebentar!"

Karena lampu masih belum menyala, jadi Darren mengambil lilin untuk menerangi seisi ruangan. Tak lama ia membawa cahaya dari lilin tersebut dan menyimpannya di atas meja. Ia kembali duduk di samping istrinya.

Dania langsung melingkarkan tangannya pada tubuh suaminya, ia hanya merasa takut kalau Darren akan meninggalkannya. Sebenarnya Darren suka dengan sikap Dania yang sedikit manja padanya, hanya saja ia terlalu malu untuk mengakuinya. Entahlah apa yang dirasakan Darren saat ini.

Dania menyandarkan kepalanya pada pundak suaminya sambil memejamkan matanya. Dengan reflek Darren pun menyentuh kepala istrinya, tanpa di sadari ia pun tersenyum. Dan kini mereka terlelap dalam posisi terduduk di sofa.

Tengah dini hari tepat pukul 02.45, Dania mengerjapkan matanya. Ia merasa ada getaran pada tubuhnya, ia tak menyadari bahwa ia tertidur di sofa. Getaran itu semakin kuat. Karena lampu sudah menyala ia pun melihat ke arah suaminya, Dania terkejut mendapati suaminya yang sedang menggigil kedinginan. Dengat cepat ia bangkit dari posisinya.

Dania mengambil bantal dan selimut untuk menutupi tubuh suaminya, Dania merubahkan posisi Darren yang tadinya bersandar kini menjadi terbaring. Tak lupa ia pakaikan bantal itu untuk menyangga kepala suaminya, lalu menyelimutinya.

Dania bergegas pergi ke dapur untuk mengambil wadah berisikan air untuk mengompres suaminya. Dengan telaten, ia mengurus suaminya yang sedang sakit.

"Kenapa jadi begini? Bahkan tadi tidak apa-apa," ucap Dania sambil mengelus pipi suaminya yang mulus. Karena mengantuk Dania pun ikut tertidur dengan posisi terduduk di lantai dengan kepala bersandar di atas sofa. Dania menggenggam tangan suaminya

Malam pun berganti, Darren terlebih dulu bangun dari tidurnya. Ia mendapati sebuah kain yang menempel di keningnya, ia teringat kejadian semalam. Ia juga tahu bahwa semalam Dania mengkhawatirkan dirinya.

Kini Dania pun terbangun karena merasakan ada getaran di sofa. Dengan cepat ia membuka matanya, manik matanya saling bertemu dengan suaminya. Darren melihat ada kecemasan di wajah Dania.

Dania tersenyum mendapati suaminya yang sudah membaik. "Apa sudah baikan?" tanya Dania dengan rasa khawatirnya.

Darren mengangguk. "Kenapa tidur di situ? Nanti kamu yang sakit," ucap Darren pada Dania.

"Gak, aku kuat!" jawab Dania tersenyum.

Darren terkekeh mendengar jawaban istrinya, merasa gemas melihat Dania dengan rambut sedikit acak-acakan.

"Mau kemana?" Dania melihat suaminya yang hendak beranjak.

"Ke kamar mandi." Dengan sigap Dania mengantarkan suaminya.

"Kenapa berhenti, katanya mau ke kamar mandi." Darren menghentikan langkahnya tepat di depan pintu.

"Apa kamu mau ikut juga ke dalam sana?" Tunjuk Darren menggunakan wajahnya.

Dania tersenyum lalu menggeleng. Dengan setia ia menunggu suaminya keluar.

"Ngapain masih di sini?" tanya Darren pada Dania yang masih berdiri di depan pintu. "Aku tidak apa-apa, ini hanya demam biasa," sahut Darren meyakin Dania. "Pergilah, urus Syiera," titahnya kembali.

Dania menepuk dahinya sendiri seakan lupa tugas seorang istri. Tugas istri bukan hanya mengurus suami, ia sedikit melupakan Syiera.

"Baiklah kalau begitu, kamu istrihat saja. Tidak usah ke kantor," kata Dania lalu beranjak pergi meninggalkan suaminya.

"Berani sekali dia menyuruhku untuk tidak bekerja," gumamnya dalam hati. Tapi dalam hati Darren senang dengan perhatian yang ditunjukkan istrinya padanya.

***

"Habiskan sarapanmu, Momy mau mengantarkan bubur ini untuk daddy," ucapnya pada Syiera yang sedang sarapan, lalu ia melangkahkan kakinya. Namun langkahnya terhenti kala Karren yang baru saja tiba di sana.

"Mom," panggil Dania pada ibu mertuanya. Karren hanya memberikan senyuman khasnya pada Dania.

"Apa yang kamu bawa?" Karren melihat Dania membawa sebuah nampan.

"Oh ini, ini bubur untuk Darren." Karren membulatkan matanya tak percaya, sejak kapan anaknya itu suka bubur.

"Semalam Darren demam, jadi aku berinisiatif membuatkannya bubur." Karena tak mau mengecewakan menantunya ia pun membiarkan apa yang dilakukan Dania.

Mendengar anaknya sakit, Karren langsung menemui Darren di kamar. "Kalau begitu, Momy akan menemuinya " ucap Karren beranjak meninggalkan Dania.

***

Sesampainya di kamar, Karren langsung melihat keadaan anaknya.

"Sayang ... Apa benar kamu sakit?" tanya Karren, membuat Darren sedikit terkejut akan kehadiran ibunya.

"Mom, kau membuatku kaget," ucapnya. "Aku hanya demam, jangan terlalu khawatir " sahutnya kembali.

"Momy tidak salah menyuruhmu untuk segera menikah. Buktinya disaat Momy tidak ada, istrimu yang merawatmu. Momy tidak mungkin bisa mengurus dua orang sekaligus, apa lagi dengan tempat yang berbeda," cerocos Karren.

"Di penjara membuatnya sering sakit-sakitan." Dania yang mendengar langsung bertanya. "Siapa yang di penjara, Mom?" Dania yang baru saja masuk, ia membawakan bubur untuk suaminya.

Karren terperanajat dengan pertanyaan menantunya yang secara tiba-tiba, sebisa mungkin ia menjawab. "Teman, Momy" jawabnya berbohong.

"Momy juga harus bisa menjaga kesehatan, apa lagi corona yang masih belum berakhir," kata Dania sedikit mengkhawatirkan keadaan ibu mertuanya.

Kini Dania mendudukkan tubuhnya di samping suaminya yang sedang terbaring di kasur. Lalu Darren mendudukkan tubuhnya dan bersandar menggunakan bantal dibantu oleh Dania, istrinya.

"Apa itu?" tanya Darren sambil melihat nampan yang dibawa Dania.

"Bubur."

"Aku tidak suka bubur," kata Darren sambil menyingkiran sendok yang hendak Dania berikan padanya.

"Coba, sedikit saja." Dengan wajah memelas Dania melakukannya. Darren pun terpaksa memakannya ia hanya menghargai apa yang dilakukan Dania.

Seketika Darren tersedak, Dania lupa yang tak membawakan air minum untuk suaminya. Dengan cepat ia bergegas pergi untuk mengambilkan segelas air. Padahal itu hanya akal-akalan Darren saja, ia hanya ingin menanyakan sesuatu pada ibunya.

"Kenapa Momy tidak jujur saja, tentang siapa yang berada di dalam penjara," ujar Darren pada ibunya.

"Tidak ... Momy belum siap untuk itu, Momy tidak mau kalau sampai Dania membenci keluarga kita. Apa lagi denganmu!"

"Hubungannya apa sama Dania? Apa ini ada hubungannya dengan masalalu Dania?" tanya Darren.

"Sudahlah, jangan membahas masalah ini sekarang," jawab ibunya Darren.

"Kenapa?"

"Tunggu sampai kau benar-benar sembuh. Momy mengkhawatirkanmu."

"Mom ... Aku hanya demam biasa," ucap Darren.

Tak lama kemudian, Dania datang membawa segelas air. Dania merasa aneh dengan keadaan hening seperti ini, tak ada percakapan antara ibu dan anak. Lalu Dania menghamipiri suaminya dan memberikan air minum itu padanya.

"Terima kasih," ucapnya setelah menerima gelas itu. Dania tersenyum melihatnya.

Karren merasa ia harus pergi sekarang juga. Ia pun melipir pergi meninggal sepasang suami istri yang baru menikah beberapa hari yang lalu itu.

_

_

_

Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak🤗🤗 Terima kasih pada kalian yang sudah meluangkan waktunya untuk singgah di sini.

1
Sue Salmi
reflex* author
Maya Ratnasari
sifi???? astagaah, hahahahahh. eike sampek mikir dulu itu sifi
Maya Ratnasari
perpack? perfect maksudnya kah?
Maya Ratnasari
surprise
Maya Ratnasari
IGD ya thor, bukan ICU
Maya Ratnasari
sifat thor. kalo sipat, kayanya sebutan lain dari celak mata
Maya Ratnasari
brankar
Maya Ratnasari
sip. that's right thor, IGD.
Maya Ratnasari
vonis thor, bukan ponis
Maya Ratnasari
black card Thor, bukan black cart
Maya Ratnasari
mendengus
Maya Ratnasari
nah apalagi dgn kondisi yang tidak membutuhkan alat bantu nafas, kesadaran masih bagus, tidak membutuhkan pacu jantung atau alat intensif care lainnya, pastinya tidak akan masuk ICU, cukup di IGD dan lanjut ruang rawat biasa.
Maya Ratnasari
instalasi gawat darurat (IGD) thor, bukan ICU. setiap pasien yang baru dtg ke RS dapat melalui 2 jalur, yaitu jalur instalasi rawat jalan atau IGD. sedangkan intensive care unit (ICU) merupakan perawatan lanjutan bagi pasien yg telah terdiagnosis penyakit tertentu di IGD dan membutuhkan perawatan intensif.
Maya Ratnasari
resort thor. selama ini resort masih digunakan sebagai bahasa asing yang digunakan di Indonesia, dan ditulis dgn cetak miring.
Maya Ratnasari
terpampang thooor.
Maya Ratnasari
sepoi sepoi
Maya Ratnasari
frustrasi
Maya Ratnasari
terperangah thor, bukan terperanga
Maya Ratnasari
dalam konteks ini, yg benar adalah berlagak (berprilaku) thor, bukan berlaga (bertanding/berkelahi)
Maya Ratnasari
qiqiiqqiii, kayak syair lagunya chrisye, kisah cintaku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!