Seperti judulnya, novel ini bercerita tentang sebuah pengorbanan seorang gadis cantik untuk keluarganya. Ia dipaksa menikahi kekasih kakaknya sendiri untuk menyelamatkan nama baik keluarga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diana dan rumah sakit
Alex membopongnya keluar dari kamar mandi lalu membaringkanya di atas ranjang, Ia menekan dada Diana dan memberinya nafas buatan, namun tetap tidak ada respon dari Diana. Ia terus menekan dada Diana, tak lama Diana batuk dan membuka matanya perlahan. Diana melihat Alex yang berada tepat di atas tubuhnya dengan wajahnya yang cemas.
Kepalanya terasa pening dan badanya terasa sangat lemas. Diana membuka matanya perlahan, sesosok pria yang tampak tak asing untuknya kini tengah ada di hadapannya. Pria itu menepuk pipinya perlahan dan terus menekan bagian dada, membuat Diana terbatuk-batuk. Badanya sangat lemas, bahkan nafasnya juga sesak. Terlalu lelah baginya untuk terbangun saat ini. Diana tidak ingin bangun, Ia tidak ingin melihat Alex, lalu Diana memutuskan untuk memejamkan kembali matanya.
Alex lega mendapat respon dari Diana, walaupun gadis itu memejamkan matanya kembali. Tapi syukurlah, Diana sudah tidak apa-apa.
Alex meminta pelayan Resort untuk segera memanggil Ambulance, beberapa pelayan lainya memasuki kamar Alex untuk melihat keadaan disana. Mereka terkejut melihat seorang gadis terkulai lemas di atas ranjang, mereka mengalihkan pandanganya ke arah Alex dan menatapnya dengan sinis
"Cepat hubungi polisi untuk segera menangkap orang itu! " teriak seorang pelayan Resort sambil menunjuk ke arah Alex
Alex langsung menghampiri pelayan itu dengan tatapan marah lalu mencengkram kuat kerah baju pelayan tersebut,
"Apa kau bilang? Apa kau tidak tahu? Dia adalah istriku! Kami datang kesini untuk berbulan madu! " ucapnya bergetar karena sangat marah
Alex melepaskan cengkramanya pada kerah baju pelayan tersebut. Dan menatapnya tajam dengan wataknya yang dingin dan sombong dan dengan status seorang pengusaha kaya raya terkenal Ia tentu tidak terima dengan apa yang pelayan itu katakan. Untuk orang seperti Alex, membungkam satu mulut saja, itu sama mudahnya seperti membalikan telapak tangan.
Tak lama Ambulance datang, dan beberapa perawat lelaki melihat dan memeriksa kondisi Diana. Diana masih bernafas namun tidak sadarkan diri. Mereka langsung membawa Diana menuju rumah sakit, Alex menyusul dengan mobil pribadinya.
Walau Alex bisa membawa Diana langsung ke rumah sakit dengan mobilnya, tapi Ia memilih untuk memanggil Ambulance agar Diana mendapatkan pertolongan pertama terlebih dahulu.
*****
Nameera memaksa untuk memasuki Mansion Alex. Penjaga gerbang atau Satpam sudah memberi tahukan padanya bahwa Alex belum kembali dari liburanya. Tapi, Nameera tetap tidak percaya dan tetap memaksa untuk masuk. Kemudian tak lama sebuah mobil datang dan memasuki gerbang. Seseorang di dalamnya menurunkan kaca mobil.
"Nona, Nameera." Sapa Zeno sopan
"Zeno, bantu aku. Mereka melarangku untuk memasuki Mansion." Rengeknya sedikit memohon dan melirik kesal kepada kedua penjaga tersebut. Pria di dalam mobil itu adalah Zeno asisten Alex
"Masuklah, Nona." Tanpa berpikir panjang, Ia menganggukan kepalanya dan memberikan kode kepada satpam agar membiarkan Nameera untuk masuk
Nameera berjalan menuju pintu masuk mansion, sedangkan Zeno menyusul setelah memarkirkan mobilnya terlebih dahulu. Sebenarnya, Zeno datang ke mansion Alex untuk mengambil sebuah dokumen penting yang Alex simpan di ruang bacanya. Zeno juga tak punya waktu banyak, Ia sangat sibuk. Namun, kehadiran Nameera tak bisa Ia tolak. Mengingat Nameera adalah wanita tuannya, Ia tak bisa ambil resiko.
Zeno membuka pintu mansion dan mempersilahkan Nameera untuk masuk, Nameera pun segera masuk kemudian duduk di atas sofa. Zeno menatap sekeliling, mansion tampak sepi. Sepertinya, ketika Alex mengatakan Ia telah memecat semua pelayan di dalam mansionnya ternyata itu benar, Ia tidak main-main. Zeno tertegun, bagaimana cara Ia menjamu orang yang datang bertamu. Terlebih tamu itu adalah Nameera dan ini adalah mansion milik tuannya. Sedikit saja Ia melakukan kesalahan, maka Ia akan tamat.
“Nona, anda ingin saya ambilkan sesuatu? ” tanyanya resah, sesekali Ia melirik arloji pada pergelangan tanganya. Nameera mengeryitkan dahinya.
“Kau tampak sangat sibuk, biarlah aku ambil sendiri. Kau sibukan saja dirimu dengan pekerjaanmu, lagipula sesisi mansion ini tidak asing bagiku. ” Ucapnya, menatap seluruh isi mansion.
“Tapi Nona, ada perlu apa anda datang kemari? Bukankah tuan Alex sedang tidaj ada? ” tanya Zeno, seakan membuat Nameera mengingat suatu hal yang membuatnya sangat kesal.
Nameera berdecak kesal, “Alex yang memintaku untuk datang kemari, Ia memintaku untuk mengambil sesuatu di dalam kamarnya. ”
“Benarkah? ” Zeno heran, pasalnya Alex tidak pernah tidak menghubunginya jika seseorang akan datang mengunjungi mansionnya, itu juga berlaku untuk kedua orang tuanya.
Tidak mendapat respon dari Nameera, Zeno pun pamit kepada Nameera untuk pergi ke ruang baca. Ia beralasan akan mengambil sebuah dokumen penting, padahal Ia berencana menelpon Alex guna menanyakan kehadiran Nameera. Zeno menghubunginya berulang kali, namun tidak ada satu panggilanpun yang di jawab oleh Alex. Zeno menghentikan panggilan teleponya, mengingat tuannya itu tengah honeymoon, Ia tidak ingin menjadi pengganggu. Yang terpenting kini adalah mengawasi Nameera dan ada maksud apa Ia sampai datang mengunjungi mansion Alex ketika Alex tidak ada.
Nameera berjalan menaiki tangga, Ia sangat hafal setiap sudut ruangan di dalam mansion ini. Mengingat dirinya adalah wanita yang paling lama bersanding dengan Alex, tentu saja Ia sering berkunjung kemari. Nameera menuju kamar Alex dan langsung memasukinya. Nameera melihat setiap isi sudut ruangan, ruangan yang sama ketika Ia sering menghabiskan waktu untuk bercinta bersama Alex.
Tiba-tiba Ia melihat sesuatu yang tampak tak asing baginya, itu tak lain adalah barang-barang Diana. Sialan! Mereka tidur di dalam kamar yang sama. Nameera geram, apalagi mengingat kini Alex tengah berbulan madu berdua bersama Diana.
Zeno berjalan dengan tergesa menuju ruang tamu dimana Nameera tengah berada di sana saat Ia tinggal tadi, sesampainya disana Ia terkejut karena tidak mendapati Nameera. Tiba-tiba, terdengar suara benda pecah di ruang atas. Dengan cepat Zeno pun berlari menuju tempat asal suara tersebut.
*****
Alex memasuki ruang rawat Diana, terlihat Diana yang tengah berbaring lemah di atas ranjang dengan selang infus yang menancap di tanganya. Dokter menyatakan, bahwa saja Ia tidak mendapatkan pertolongan pertama mungkin nyawanya tidak akan tertolong.
Alex mendekatinya, Ia menatapnya. Alex tahu bahwa Diana sudah sadar namun masih tetap menutup kedua matanya.
"Hanya gadis bodoh, yang akan melakukan percobaan bunuh diri seperti itu. Rendahan. " Ucap Alex enteng seakan menambahkan luka di dalam hati Diana,
Diana membuka matanya perlahan, menatap wajah Alex dengan tajam. Ia tak habis pikir, Ia kira Alex akan menyesal dengan perbuatanya lalu meminta maaf padanya. Tapi, itu semua diluar ekspetasi Diana. Alex tampak tenang dan sama sekali tidak terlihat penyesalan pada raut wajahnya. Belum Diana menjawab perkataan Alex tadi, tiba tiba ponsel Alex berdering. Dan Ia sedikit menjauh dari ranjang Diana untuk menerima telepon.
Alex berjalan sedikit menghindari Diana, kemudian Ia menjawab telepon itu. Itu panggilan dari Zeno asistenya, yang mengabarkan kepada Alex bahwa Nameera sedang dirawat di sebuah rumah sakit.
"Hubungi keluarganya, " Alex terdiam sejenak, Ia melihat dan menatap wajah Diana yang sekarang sedang duduk di atas ranjangnya, "Aku akan segera kembali. "
Bersambung...
JANGAN LUPA JEMPOLNYA YA GUYS 😍