NovelToon NovelToon
Ketentuan Nasib

Ketentuan Nasib

Status: tamat
Genre:Contest / Nikahkontrak / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:131k
Nilai: 4.4
Nama Author: Kayuni"

Apa yang kau lakukan saat ada pria memaksa mu menikah dan memperlakukan mu sesuka hatinya. Hingga kebebasan mu terenggut oleh ya?

Ya itu lah yang di rasakan Somsi saat ia menikah dengan seorang pria yang tidak dicintainya.


Somsi Celin Putri adalah wanita sederhana, baik dan penuh kasih. Dia rela menghabiskan masa mudanya pergi merantau jauh dari tanah kelahirannya.

Semenjak bekerja ia menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

Manis pahitnya kehidupan tetap ia jalani. Di tengah ia sibuk menjalani kehidupannya di masa sulit, seorang pria kaya raya yang bernama Sean Al Denian masuk dalam kehidupannya. Memberikan belenggu cinta dan kehidupan yang berbeda untuknya.

Bagaimana ia dapat bertahan sampai sejauh itu dan bagaimana ia menanggapi cinta dari pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kayuni", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Friska pulang dari sekolah. Dia heran melihat banyak kerumunan orang di sekitar rumahnya.

Dia langsung bergegas pergi memasuki rumah.

Dia terkejut melihat ayahnya tergeletak diatas tikar dengan bantal dibagian kepala.

Papa....................

Friska berteriak memanggil ayahnya. Bu Wati yang menyadari kedatangan Friska menyuruhnya agar tidak mendekat. "Diam disitu jangan mendekat!"

"Semua ini terjadi gara-gara kamu. Kamu telah membuat keluarga ini menderita. Kamu," hardik bu Wati.

Friska jatuh tersungkur ke lantai. Dia tidak mengira kalau ibunya akan berkata seperti itu. Mata yang sudah bengkak dan sembab kembali mengisi area mata nya lagi.

"Ma.... maafkan aku. Tolong maafkan aku," ucapnya sangat memohon.

"Pergi kamu dari sini. Kamu bukan putriku. Kamu adalah perusak kebahagiaan didalam keluarga ini. Pergi kamu!"

Friska menangis lebih keras lagi.

"Ma.... aku mohon ma. Biarkan aku mendekati papa. Hiks... hiks...," Friska sudah tidak bisa menahan air mata yang terus-menerus keluar.

"Semua salahku.... Semua salahku...," ucap Friska menyalahkan dirinya.

Ini memang salahku, aku salah.

Seorang ibu memeluk nya dari belakang.

"Yang sabar ya nak. Yang kuat. Semua akan dilalui sesuai kehendak Allah. Siapa pun yang memohon pertolongan pada-Nya. Dia akan menolong."

Ibu itu menenangkan Friska yang terus menangis.

Matanya bengkak dan sembab. Dia jadi susah untuk melihat. Suaranya juga perlahan menghilang.

Ibu yang memeluknya itu pergi ke dapur dan mengambilkan air minum untuk Friska.

"Ini nak, kamu minum dulu."

Friska meraih air minum itu dan segera meminum nya.

Dia kembali menangis dan isakan suara nya semakin memburu. Jantungnya berdetak kencang. Dia memperhatikan ibunya yang termenung tidak bicara.

Kesalahan yang dia lakukan cukup membuat nya tidak berdaya.

Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Seluruh tubuhnya kaku dan tidak semangat lagi.

"Papa.. bangun pa.... hiks...hikss," isakan tangis Friska terus memburu.

"Mengapa papa belum dibawa ke rumah sakit. Mengapa kalian semua membiarkan papa ku masih disini. Mengapa kalian seperti tidak punya hati nurani ha!' hardik Friska.

Semua memperhatikan Friska. Dari tadi dia bicara panjang kali lebar tetapi tidak ada juga yang bergerak.

"Maaf nak. Kami tidak mungkin membawa pak Nius ke rumah sakit jika tidak ada dana. Kamu tahu kan peraturan rumah sakit. Pasien tidak boleh datang ke rumah sakit jika tidak ada dana. Meski pun mereka datang tetap sia-sia mereka tidak akan di tangani," tutur pak tua pakai peci.

"Mengapa harus seperti itu. Mengapa tidak ada yang peduli dengan keluargaku," lirih Friska. Suaranya sudah habis. Kini dia benar-benar tidak bisa berbicara lagi. Tenggorokan nya sudah sangat sakit.

Bu Wati tetap tidak bergeming. Dia selalu termenung dan termenung. Air mata keluar dari pelosok matanya. Air matanya baru keluar setelah sekian lama termenung.

Semua yang ada disitu sangat kasihan pada keluarga itu. Lalu pria tua datang menghampiri mereka. Pria itu menawarkan bantuan asal bayarannya adalah rumah mereka.

Friska sempat menolak tawaran itu. Apa lagi dia bertindak sepihak saja. Tetapi melihat keadaan ayah nya sendiri tidak mungkin dia diam. Atau ayah nya tidak tertolong lagi.

"I...ya, sa... ya .... ma....u."

Ya Tuhan... apakah keputusan ku benar?

Kata-kata Friska keluar terputus-putus. Mungkin karena tenggorokan nya masih terasa sakit.

Pak Nius langsung dibawa ke rumah sakit. Setelah keputusan Friska yang telah menyetujui rumahnya digadaikan diganti dengan bayaran perawatan ayah nya dirumah sakit.

Pa.... papa harus kuat.

Friska hanya bersuara dalam hatinya.

Friska ikut ke rumah sakit. Sedangkan ibunya masih tetap di rumah karena dari tadi ibunya selalu termenung.

Ma .... aku tahu ini semua kesalahanku, ini memang salahku.

Perawatan rumah sakit telah berjalan. Pak Nius telah dipasang infus. Setelah pemeriksaan selesai dokter pun keluar.

Dokter itu mengatakan kalau pak Nius banyak sekali mengeluarkan darah karena terlambat diobati. Karena benturan di bagian otak nya. Maka pak Nius harus diobati.

Operasi akan berjalan jika urusan bayaran sudah lunas.

Di rumah Somsi sudah sadar. Dia bertanya kemana ayah nya pergi dan adek nya. Seseorang memberitahu Somsi tentang orang yang sudah menolong. Tetapi dia tidak memberitahu kalau ayahnya bisa berobat karena hasil dari gadaian rumah mereka.

"Bu,... dimana mama saya?" tanya Somsi sebelum pergi ke rumah sakit.

"Mama kamu berada di kamar orang tua kamu nak."

"Saya titip ibu saya pada ibu."

Ibu itu menganguk iya. Somsi bergegas keluar untuk pergi ke rumah sakit. Dia melangkahkan kakinya dengan cepat.

Beberapa menit di perjalanan. Akhirnya dia sampai. Dia menemui bagian resepsionis dan bertanya ruang ibunya dimana. Tidak lupa dia memberitahu nama ibunya.

"Pasien Nius ada di ruang ICU."

Somsi langsung pergi meninggalkan resepsionis itu.

Tempat yang dia cari sudah dia temukan. Dia melihat Friska yang sedang menangis. Dia sangat sedih melihat semua nya. Tetapi apa yang harus dia lakukan. Semua telah terlanjur terjadi.

Dia menghampiri Friska yang sedang duduk. Dia langsung memeluk ayahnya itu.

"Pa.... aku mohon sadar lah. Papa harus kuat dan tidak boleh menyerah. Papa tidak boleh meninggalkan kami. Kami masih membutuhkan nasihat papa dalam hidup kami. Kumohon sadar lah pa," isakan tangisnya memburu. Air mata sudah memenuhi area pipinya itu.

"Kak... yang kuat. Kita harus selalu kuat kak. Walau apa yang terjadi," ucap Friska.

"Iya dek."

Somsi kembali memeluk ayahnya. dia ingin sekali ayah nya langsung membuka mata nya yang tertutup.

"Kakak dari mana saja?" tanya Friska.

"Kakak dari rumah dek," jawab Somsi.

"Kok aku gak lihat kakak tadi," ucap Friska.

"Maaf dek. Kakak tidak memberitahumu tadi."

Somsi terus memperhatikan ayah nya. Ayah nya yang kuat dan sabar. Ayahnya adalah hal terpenting dalam hidupnya. Tanpa ayah nya mungkin dia tidak hidup sampai saat ini.

"Kak... aku dengar papa di tabrak lari ya kak?" tanya Friska bimbang.

"Gak tau dek. Kakak saja tidak di rumah," ucap nya berbohong.

"Kejam sekali ya kak. Seperti tidak punya."

Friska selalu berbicara. Dia tidak pernah diam. Dia sangat membenci orang yang telah menabrak ayah ya. Dia ingin sekali membalas orang yang telah menabrak ayahnya.

"Dek.. kamu sudah makan?" tanya Somsi.

Somsi khawatir pada Friska. Dari tadi adek nya tidak mengganti pakaian. Baju sekolah nya dia masih dipakai.

Somsi keluar dar itu dan pergi ke bawah untuk beli makanan dan minuman.

Somsi kembali, dan membawa makanan yang sudah dia beli.

Dia menyerahkan makanan itu. Adek nya mengambil dan memakannya. Sudah sangat lapar sekali dia menahan perutnya.

"Dek.... apa kamu suka?"

Friska menganguk iya. "Iya kak.... Friska sangat suka."

Setelah kenyang, dia mengambil aqua dari tempat minum dan segera meminumnya.

Bersambung..............

Tbc

Dukung Author dengan vote, like dan juga komen.

1
Nurmina Sitorus
amin 🙏
Nurmina Sitorus
sukses🏆💪
Nurmina Sitorus
semangat ya ikka
Nurmina Sitorus
gila knp kk somsi🤣
Nurmina Sitorus
wah cepat bngt sih kk som interview
Nurmina Sitorus
sampai ke tujuan yh
Nurmina Sitorus
hati yg kk som diperjalanan yg kk som🤣
Nurmina Sitorus
astagafirullah 😃
Nurmina Sitorus
emosi bngt yg dia
Nurmina Sitorus
tega bngt si somsi itu lah sampai tega dia gk mengasih minum pak nius itu 😇
Nurmina Sitorus
kenapa sih klin 😙
Nurmina Sitorus
kasihan nya dino 😆
Nurmina Sitorus
knp nya kalian kalian buang nenek itu kasih melihat nenek itu😇
Nurmina Sitorus
mash sih ke gitu bngt kak somsi 🥰
Nurmina Sitorus
makasih yh nakku😀😀
Nurmina Sitorus
sampai ke tujuan yh kk somsi🤣
Nurmina Sitorus
iy
Nurmina Sitorus
naik sama kk somsi 🥰
Nurmina Sitorus
iy
Nurmina Sitorus
hmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!