Menceritakan seorang gadis anak yatim piatu , tinggal bersama paman dan bibinya , ibu dan ayahku meninggal di saat usia ku masih 8thn,
Sonya di jodohkan dengan fasya pamungkas anaknya pak bagaskara , oleh pamannya untuk membayarkan utang² mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Nurlaela sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
'Ah sudahlah,mungkin itu sepupu jauhnya. Lagipula jangan terlalu berharap sonya,kau hanya istri yang tak di inginkan' ~batinnya.
"Kenapa lama om? Dan siapa wanita ini?" tanya sonya sambil menahan rasa takutnya. Namun,sepertinya sonya menyesal telah menanyakan hal itu. Karena jawaban dari fasya sungguh membuat hatinya sakit terasa ditusuk oleh ribuan pisau.
"Dia pacarku,Bianca Kimberly. Dan kau! Bersikap baiklah padanya,atau kau akan tau akibatnya!" ancam fasya lalu segera melangkahkan kakinya kedalam pesawat dengan tangan yang setia menggenggam tangan bianca. Sebelum masuk kedalam bianca menolehkan pandangannya ke arah sonya dan tersenyum mengejek. Ya,bianca sudah di beri tau siapa itu sonya oleh fasya saat keduanya berjalan menuju sonya. Sonya yang melihat itu hanya mengehela napas panjang dan mengusap air mata yang menetes dari sudut matanya.
"Bolehkah aku menyerah? Aku lelah" ucapnya lirih lalu berjalan ke dalam pesawat dengan lunglai.
Sekarang mereka bertiga telah tiba di hotel bintang lima,lalu segera mencari kamar yang telah di pesannya. Sebelumnya fasya telah memesan satu kamar lagi untuk dirinya tidur dan membiarkan sonya dan bianca satu kamar. Sungguh ia tidak mau jika harus sekamar dengan sonya,yang telah di cap olehnya sebagai 'wanita sialan'. Karena fasya berpikir semuanya salah sonya hingga membuat hidupnya rumit seperti ini.
Setelah masuk kamar sonya segera membereskan pakaiannya kedalam lemari yang sudah di sediakan,setelah selesai ia segera mengambil peralatan mandinya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket. Namun langkahnya terhenti karena perkataan bianca.
"Kau mau kemana? Bereskan barang² ku,dan siapkan air hangatnya untukku mandi" perintahnya. Sonya membalikan badannya dan melihat bianca yang sedang merebahkan dirinya di kasur hotel.
"Tapi kau kan bisa melakukannya sendiri bianca" jawab sonya. Bianca yang mendengar jawaban dari sonya segera bangkit duduk di tepi ranjang dengan mata yang menatap sonya tajam dan gigi yang bergemelatuk kesal.
"Kau membantah ku hah!? Kau siapa seenaknya membantah perintah seorang bianca kimberly!? Dan lagi jangan panggil aku bianca! Panggil aku nyonya!" bentaknya angkuh.
"Aku? Aku sonya istrinya fasya" jawab sonya dengan wajah polosnya,namun di mata bianca raut wajah itu seperti raut yang sedang mengejeknya. Karena kesal ia melangkah dengan cepat ke arah sonya dan menamparnya keras membuat wajah sonya menoleh ke samping.
"Sialan! Cepat turuti perintahku!" bentaknya dengan kedua tangan yang mulai menjambak rambut sonya kuat. Sebenarnya sonya ingin melawan,namun karena rasa lelah dan hatinya yang terlalu baik maka ia segera menuruti perintah bianca.
"Baiklah. Tapi bisakah kau melepaskan tarikanmu di rambutku? Ini sakit" ucap sonya dengan tangan yang mencoba melepaskan tangan bianca dari rambutnya. Bukannya melepaskan secara perlahan bianca malah menghempaskannya membuat tubuh sonya jatuh tersungkur ke depan pintu kamar mandi.
"Cepat kerjakan!" perintah Bianca lagi,lalu merebahkan dirinya kembali di atas kasur sambil memainkan ponselnya. Sonya pun segera melaksanakan perintah bianca,ia sungguh lelah sekarang hingga ingin cepat² mandi beristirahat.
Setelah selesai membereskan barang² bianca,sonya pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Tak lama ia keluar dari kamar mandi dengan piama pendek berwarna biru malam,dengan gambar bulan bintang yang menghiasinya.
"Cepatlah mandi,aku sudah menyiapkan air hangatnya untukmu" jelas sonya dan melangkah menuju meja rias dengan kedua tangan yang sibuk mengeringkan rambutnya yang sedikit basah dengan handuk.
"Aku tau" jawab bianca ketus lalu pergi ke kamar mandi.
"Dasar nenek lampir" gumam sonya lalu mengoleskan krim malam di wajahnya,setelah selesai ia segera merebahkan dirinya di atas kasur hotel. Baru saja akan terlelap ia dikejutkan dengan teriakan Bianca yang menggema di seluruh penjuru kamar,membuat sonya menutup kedua telinganya rapat.
"Yak! Siapa yang menyuruhmu tidur di kasur hah!? Tidur di sofa sana!?" teriak bianca sambil mendorong tubuh sonya,hingga sonya jatuh kelantai.
"Iya iya!" kesal sonya,sungguh jika tidak sedang lelah ia akan melawan ke nenek lampir itu. Ia segera mengambil salah satu bantal dan selimut lalu membaringkan tubuhnya di atas sofa.
'Hemm~ tak buruk' pikirnya. Lalu memejamkan matanya kembali,namun seolah teringat sesuatu ia segera membuka kedua kelopak matanya lagi dan termenung.
'Tunggu. Kenapa aku berani sekali melawan bianca? Dan juga memanggilnya nenek lampir,ada apa denganku? Apa aku terbentur sesuatu saat tidur di pesawat tadi? Atau jangan² aku kerasukan hantu paris?' pikirnya dengan mata yang membulat.
'Sudahlah! Lebih baik aku tidur,tak ada salahnya juga melawan daripada di tindas terus' batinnya. Lalu memejamkan matanya dan mulai masuk menjelajahi alam mimpi.
Kasih aku semangat yuk dengan vote aku like sebanyak² nya dan kalau kalian suka sama cerita ku kalian boleh share ke sosial media yang kalian punya 😊
Terimakasih banyak yang udah vote aku 😊 love love buat kalian 😘😘