NovelToon NovelToon
STH: Beyond Immortal

STH: Beyond Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Sistem
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: RA.AM

Genre: Sistem, Fantasi Timur, Reinkarnasi, Fanfiction, Over Power 🔥🔥


Li Yao mati, lalu sistem memberinya lima tubuh sekaligus di dunia Shrouding the Heavens, kemudian pergi begitu saja. Dengan satu jiwa dan lima takdir, ia harus berkembang dalam diam dan menyatukan kelimanya saat menembus ranah Four Pole. Zona Terlarang, makhluk tertinggi, bahkan para Kaisar Agung? Mereka semua akan berlutut, karena seorang penguasa sejati telah lahir! Li Tiandi:

"Zaman dan Era telah berubah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA.AM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16 — Menuai Keuntungan Atau...?

Keesokan paginya, Li Yao tidak langsung pergi ke gua. Ia masih bersembunyi di cekungan tebing, duduk bersila dengan buah merah raja obat kecil di pangkuannya. Namun sebelum itu, Li Yao harus benar-benar mengerti apa yang akan ia hadapi.

Ranah Istana Dao. Dalam sistem kultivasi Shrouding the Heavens, setelah seorang kultivator menyelesaikan Ranah Roda dan mencapai Pantai Seberang, langkah selanjutnya adalah memasuki Dao Palace!

Berbeda dengan ranah sebelumnya yang hanya mengandalkan akumulasi energi, Istana Dao adalah ranah di mana seorang kultivator mulai membangun fondasi Dao-nya sendiri. Ranah Istana Dao terbagi menjadi lima tingkatan, yang masing-masing berhubungan dengan lima organ vital: jantung, hati, limpa, paru-paru, dan ginjal.

Kelima organ ini disebut juga sebagai Lima Pustaka Suci, karena masing-masing menyimpan potensi spiritual yang luar biasa. Urutan kelima tingkatan ini tidaklah baku — seorang kultivator bebas memilih organ mana yang akan dibuka terlebih dahulu.

Lima organ tersebut juga mewakili lima elemen untuk di olah. Elemen api, kayu, tanah, logam, dan Air. Setiap organ mewakili elemen yang berbeda!

Bagi Li Yao, elemen api adalah kunci untuk "membakar" kotoran terakhir yang menyelimuti Roda Kehidupannya. Ia merasa jantung — yang dalam filosofi Tiongkok kuno diasosiasikan dengan elemen api — adalah titik awal yang paling tepat.

Li Yao mengatur napas, memusatkan pikirannya. Perlahan, energi spiritual di sekitarnya mulai berputar mengikuti ritme detak jantungnya.

Dan pada saat itu —

Jeritan.

Bukan suara jeritan biasa. Jeritan itu melengking tajam, seperti paku digoreskan ke lempengan besi. Jeritan itu berasal dari arah gua laba-laba.

Li Yao membuka mata. Ia merunduk ke tepi tebing, mengintip ke kejauhan. Gua itu kosong. Monster laba-laba perempuan tidak lagi terlihat.

Delapan kakinya yang berbulu, tubuh atasnya yang pucat, bola mata hitamnya yang bergerak-gerak — semuanya lenyap. Yang tersisa hanyalah batu sumber ilahi yang masih mengeluarkan cahaya keemasan dan tanaman raja obat kecil dengan bunga biru pucatnya.

"Kemana perginya?" Li Yao mengerutkan kening.

Lalu Li Yao mendengar suara dari luar — jauh di balik bukit, dari arah Hutan Purba tempat ia datang kemarin.

Deru auman singa. Dan jeritan laba-laba yang lebih keras.

Pertarungan!

Li Yao tersenyum. Ia tidak bisa menahan rasa lega yang tiba-tiba menyergap hatinya.

Singa api yang mengejar kemarin... ternyata mengikuti sampai ke pegunungan tandus ini. Li Yao berpikir sudah lolos setelah memanjat tebing, tapi rupanya Singa api itu masih gigih dan tidak kehilangan jejak.

Mungkin ia mencium bau dan merasakan aura ku, lalu mengikuti jejak itu sampai ke wilayah laba-laba. Dan laba-laba itu — makhluk teritorial yang tidak suka penyusup — pasti menganggap singa sebagai ancaman.

Mereka bertarung. Singa yang sedang kalap karena kehilangan buahnya, laba-laba yang marah karena wilayahnya dimasuki makhluk asing. Mereka saling berhadapan! Ckckck.

Dan aku... aku di sini menikmati hasilnya, hehe.

Li Yao menyeringai kemudian melompat turun dari tebing, melayang rendah menuju gua, mendarat di mulut gua dengan hati-hati. Udara di dalam gua dingin dan kering, berbau tanah dan sesuatu yang busuk — mungkin sisa-sisa mangsa laba-laba. Tapi Li Yao tidak terpengaruh.

Ia berjalan cepat ke dalam. Batu sumber ilahi tergeletak di cekungan batu, beberapa potong, masing-masing sebesar kepalan tangan. Cahaya keemasan mereka memantul ke dinding gua, menciptakan bayangan-bayangan yang berkedip. Ia tidak menghitung — tidak ada waktu — tapi nilainya jelas di atas lima juta jin batu sumber!

Dan di samping sumber ilahi, tanaman raja obat kecil berdiri tegak. Bunga biru pucatnya berkelopak lima, mengeluarkan aroma yang familiar — seperti rumput kering dan madu tua.

Ini milikku sekarang! Hahaha.

Li Yao tidak berlama-lama. Ia mengeluarkan tas kain dari sakunya — bukan tas biasa, tapi tas kecil pemberian Wu Qingfeng, yang di dalamnya luas karena dibentuk dengan formasi ruang sederhana. Ia memasukkan batu sumber ilahi satu per satu. Dua, empat, enam... semuanya muat.

Kemudian Li Yao memetik bunga biru itu dengan hati-hati, menyimpannya bersama buah merah kemarin. Agar lebih aman, Li Yao menyimpan tas kain ke dalam lautan kepahitan.

Dua raja obat kecil. Beberapa potong sumber ilahi. Perjalanan ini... sukses besar.

Li Yao tersenyum lebar. Untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Lingxu Dongtian, ia benar-benar merasa senang.

Tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.

Dari luar gua, suara pertarungan berhenti.

Sunyi.

Terlalu sunyi!

Li Yao berhenti. Ia menahan napas, memperlebar indra spritual nya. Tidak ada suara auman. Tidak ada jeritan. Hanya angin yang berhembus pelan di antara bebatuan.

Pertarungan sudah usai.

Siapa yang menang? Singa atau laba-laba yang menang? Atau...keduanya mati?

Sebelum Li Yao sempat memikirkan jawabannya, sebuah bayangan besar menutupi mulut gua. Indra spiritual nya yang menyebar tiba- tiba menampakkan sosok besar!

Raungan.

Bukan raungan jarak jauh seperti tadi. Raungan ini tepat di depannya. Getarannya membuat dinding gua bergetar, debu-debu berjatuhan dari langit-langit.

Li Yao menoleh perlahan.

Di pintu masuk gua, berdiri sesosok singa hitam. Bulunya kusut, berlumuran darah — mungkin darahnya sendiri, mungkin darah laba-laba. Api di ekornya masih menyala, tapi sedikit redup, tidak seterang sebelumnya.

Satu matanya tertutup, terlihat goresan dalam di wajahnya. Ia terengah-engah. Luka-luka di sekujur tubuhnya menganga cukup lebar. daging terlihat di sela-sela bulu hitamnya.

Tapi Singa api itu masih hidup, auranya tetap sama, Istana Dao puncak!

Dan ia menatap Li Yao.

Mata merahnya yang tersisa menyala dengan amarah yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Bukan hanya karena Li Yao mencuri buahnya kemarin — tapi karena ia mengejar pencuri itu sampai ke sarang laba-laba, bertarung habis-habisan dengan penghuninya, dan sekarang pencuri itu berdiri di atas tumpukan harta yang seharusnya menjadi miliknya.

Li Yao tidak bergerak.

Ia berdiri di antara bekas tumpukan batu sumber ilahi yang sudah ia kosongkan, dengan dua raja obat kecil di sakunya, dan seekor singa api Istana Dao puncak yang terluka tapi masih sangat menyeramkan di hadapannya.

Sialan.

Li Yao tersenyum getir.

Baru saja Li Yao berencana menembus Istana Dao dengan elemen api. Tapi sekarang... aku masih di Pantai Seberang. Dan dia masih di Istana Dao puncak.

Meskipun terluka... dia bisa membunuhku dalam satu sambaran jika aku ceroboh.

Li Yao tidak berlari. Tidak ada tempat untuk berlari — gua ini hanya memiliki satu pintu keluar, dan pintu itu diblokir singa api. Terbang? Di ruang sempit seperti ini, terbang hanya akan membuatnya menabrak dinding.

Satu-satunya harapan adalah memanfaatkan luka singa itu dan ukuran tubuhnya yang terlalu besar untuk bermanuver di dalam gua.

Aku mungkin tidak perlu mengalahkannya. Aku hanya perlu bertahan cukup lama... atau menemukan kesempatan untuk melesat keluar.

Li Yao menggeser berat badannya sedikit ke belakang, jari-jarinya mengepal erat. Tubuh Kekacauan-nya mulai menyerap energi dari sekitar — dari batu-batu, dari udara kering, dari sisa-sisa energi pertarungan yang masih tertinggal di dinding gua.

Baiklah, Singa baik, kau ingin bertarung kan?

Ayo bertarung!

1
Eza Bae
tes
Eza Bae
test
Eza Bae
tes
T28J
saya mampir Thor 👍👍
Fajar Fathur rizky
update yang banyak thor semangat thor
SnowEdge: test ombak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!