NovelToon NovelToon
ISTRIKU MENDIAMIKU

ISTRIKU MENDIAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Saskiah Khairani

Setelah Andra menikah lagi, Armila berubah. Ia menjadikan suaminya ini ada, tapi tiada. Sapaan, rayuan dan keberadaanku serupa angin lalu.
Diamnya armila membuat Andra stres.
Pernikahannya dengan resti pun menjadi tidak harmonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saskiah Khairani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LEMAH

ARMILA

Mas Andra memanggil Kak Reiga ke rumah untuk mengklarifikasi foto-foto kami. Pria itu ingin penjelasan langsung dari dokter muda tersebut.

Dia berjanji tidak akan mengedepankan emosi dalam penyelesaian masalah ini. Katanya hanya ingin clear persoalan hingga tidak ada ganjalan di kemudian hari.

Dalam arti lain memang tertanam pada diri mas Andra ketidakpercayaan padaku. la lebih meyakini foto-foto itu dibanding karakter dan sikapku selama bersamanya.

Atau ia sangat percaya pada perkataan emosionalku tentang rasa cinta pada mas Reiga. Dan rencana menikah dengan pria itu selepas perceraian.

Sungguh lucu, harusnya mas Andra paham itu adalah ucapan emosional akibat terus dipojokkan. Hal tersebut hanya sebentuk perlawanan atas tuduhan menyakitkan.

Aku ikuti saja apa maunya. Kita lihat sampai di mana karya itu akan mengejar tuduhannya tersebut. Kalaupun tembus ke pengadilan agama, aku sudah siap untuk menghadapinya.

Dokter Reiga bersedia memenuhi undangan mas Andra. Karena tak tahu duduk persoalannya, pria itu bersikap tenang seperti biasa. Mungkin takkan menyangka akan disuguhi hal tak menyenangkan.

Seperti dugaanku, reaksi dokter Reiga akan terkejut luar biasa ketika foto itu disodorkan. Sikap tenangnya terusik seketika. 1

"Maaf, ini maksudnya apa, ya?"

"Maaf jika hal ini menyinggung mas dokter. Saya mendapatkan foto itu dari Resti. Agar tak tumbuh prasangka buruk, kiranya dokter sudi untuk menjelaskan!"

Raut wajah dokter Reiga memerah. Ia hampir saja meremas foto yang ada di genggamannya. Terlihat sekali rahang tegas itu mengeras.

"Saya dan Armila tak ada hubungan apapun. Meski kami pernah dekat semasa SMP, itu masa lalu. Saya menghormati Armila sebagaimana menghormati wanita-wanita yang telah memiliki suami."

Kak Reiga menjeda ucapannya dengan helaan napas. Dari nada suara, aku tahu dia terpancing emosi. Memang keterlaluan kurasa perbuatan mas Andra ini. Menuduh orang hanya bermodalkan foto yang bisa saja editan. Entah, otaknya di simpan di sebelah mana sekarang.

"Saya memang suka ke sini untuk mengantar makanan, tapi sebatas teras. Saya paham bahwa tak pantas seorang laki-laki asing masuk ke rumah seorang wanita yang suaminya sedang tak ada di rumah. Tentang foto belanja, kami kebetulan bertemu di mini market, bukan suatu acara belanja bersama. "

Raut wajah mas Andra melunak. Keseramannya berkurang. Muncul kembali binar akibat kelegaaan.

"Kesimpulannya foto-foto itu adalah fitnah untuk menghancurkan nama baik saya dan Armila. Untuk itu saya minta istri mas Andra yang bernama Resti datang dan meminta maaf pada kami."

Giliran mas Andra yang terbengong-bengong. Aku pun sama, terkejut atas pernyataan tak disangka dari dokter Reiga.

"Maaf, Mas bukan mau ikut campur urusan rumah tangganya. Tapi, karena nama sava dibawa-bawa. rasanya nama saya dibawa-bawa, rasanya perlu sedikit bicara. Fitnah yang dilakukan istri kedua mas Andra pada Armila sudah keterlaluan. Andai, mba Resti tak diberi pelajaran, maka takkan ada jera. Yang terancam bukan hanya nama baik, nyawa pun bisa saja jadi taruhan. Maaf, loh, Mas maaf saya berpikir mba Resti itu bukan orang baik. "

Mas Andra seperti ditampar bolak-balik oleh ucapan kak Reiga. Aku yang duduk di sampingnya bersorak dalam hati. Serasa ada yang membela di tengah jepitan masalah.

"Aku setuju dengan kak Reiga, aku minta Resti datang dan kita bicara berempat. Dia harus minta maaf dengan tulus."

Wajah mas Andra semakin merah. Ia pasti malu tingkat dewa. Salah sendiri melakukan hal bodoh seperti ini.

*

"Aku minta maaf atas kesalahan ini, Mah. Aku janji akan menghukum Resti sampai dia jera. Tentang permintaan maaf akan kubawa dia menghadapmu dan Reiga. Sungguh aku sangat malu padanya. Mas emang bodoh, bodoh banget!"

Aku menepis tangan mas Andra yang akan melingkar di pinggang. Rasa muak atas kelakuannya belum bisa ikhlas dimaafkan. Mungkin akan lama amarah ini hilang.

"Kamu boleh marah pada Mas, tapi tolong jangan diam lagi, ya, Sayang."

"Sekarang Mas sudah tahu 'kan seperti apa Resti. Dia itu sanggup melakukan apapun termasuk memfitnahku. Siapa yang menjamin nanti takkan membunuhku?"

"Resti memang salah, tapi untuk membunuh, Mas yakin dia takkan berani melakukannya. Kita lihat saja, kalau sampai berulah lagi mas takkan kalau sampai berulah lagi mas takkan memaafkannya."

Aku mencebik sebal dengan kelemahan mas Andra pada Resti. Dari sini saja aku yakin dia takkan menghukum wanita itu. Paling marah sebentar, diajak tidur luluh lagi

"Ya, sudah kalau mas tak bisa tegas, biar aku yang tegas. Aku tak bisa hidup bersama dengan wanita jahat itu, aku takut dia akan berbuat lebih buruk padaku dan Affan. Cukuplah kejadian ini sebagai pelajaran. Aku tak mau masuk ke lubang jebakan yang sama sekali lagi. Sekarang pilih olehmu, ceraikan aku atau ceraikan dia!"

1
Titien Prawiro
Untuk apa punya istri lagi klo sdh punya anak. lelaki serakah, baru baca saja sdh benci banget.
Agus Tina
Lanjut thor, bila perlu vuat Resti susah ounya anak kareba sudah membunuh darah dagingnya sendiri. Dan buat Armila pergi jauh buat Andra tersiksa kerinduan pada anak yg sudah ia sakiti scr tidak langsung karena sudah menyakiti ibunya ...
Gusti Hamdiah
andranya goblok dong
Saskiah Khairani
mohon dukungannya teman² 🙏
Ma Em
Biar saja Armila dgn Reiga daripada sama Andra suami yg tdk punya pendirian plin plan biar Andra dgn Resti biar dia menyesal setelah berpisah dgn Armila .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!