NovelToon NovelToon
Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:926
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

Ardian dan kebahagiaan nya.
Kembali berkumpul dengan putrinya serta menikah dengan wanita yang merubah dirinya menjadi pria dengan pribadi yang baik, membuatnya sangat bahagia walaupun cerita masalalu yang sedikit demi sedikit terbuka.
Jidan dan kisah cintanya.
Tidak sama seperti tuannya yang memilih berlabuh ke hati lain dan berdamai dengan masalalu nya. Jidan malah terjebak dengan perasaan nya yang belum benar-benar mencintai wanita lain. Seakan takdir berputar-putar ditempat nya, membuat Jidan selalu terjebak dengan perasaan sendiri, walaupun ada hati lain yang menariknya untuk beralih.
Bagaimana kisah selanjutnya? Simak yuk, biar nggak penasaran bagaimana kisah mereka selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Ardian memberikan surat yang tante Harum titipkan ke Nalda, Setelah Nalda membacanya wanita itu semakin menangis' dan memeluk Harum dengan rasa bersalah yang teramat besar.

Mereka memutuskan untuk pulang kembali ke kota S karena di desa itu urusan mereka sudah selesai.

Hanya ada keheningan di sana karena Nalda hanya diam. Sementara Fazar tidak ikut bergabung dalam mobil itu karena dia menaiki mobil nya sendiri. Sejak tadi Nalda mendiamkan Ardian dan Fazar tentu mengetahui kalau suami istri itu sedang ada sedikit masalah, hanya saja dia tidak terlalu ikut campur karena ini adalah urusan Ardian dan juga istri nya.

"Sayang apakah kamu membutuhkan sesuatu?" Tanya Ardian memecahkan keheningan dalam mobil itu.

"Tidak." Jawab Nalda sangat singkat hal itu berhasil membuat Ardian merasa janggal pada dada nya.

"Sayang, kamu marah dengan ku?"

"Tidak." Ardian menghela nafasnya saat mendengar jawaban singkat itu. Ia tau saat ini istri nya sedang sedih di tambah mood nya yang berubah-ubah karena faktor sedang mengandung.

"Kita berhenti disini." Ucap Ardian berhasil mendapatkan lirikan dari Nalda. Berbeda dengan Harum. Remaja perempuan itu hanya melihat tanpa bersuara karena dia tau kalau ini bukanlah urusan nya sebagai anak kecil.

Ardian mengambil ponselnya dan segera menghubungi Fazar."Zar, bawa harum bersama mu. Aku akan menyetir."

"Okay." Jawab Fazar diseberang sana. Mobil keduanya berhenti dan Fazar turun dari mobilnya melangkah mendekati mobil Ardian.

"Harum, ikut bersama dengan om, ya?"

"Iya om."

"Aku ikut bersama mereka." Sambung Nalda

"Sayang!" Tekan Ardian lembut tapi terdengar tegas membuat Nalda menatap tajam ke arahnya.

"Jangan menekan ku. Aku mau pergi bersama dengan anakku." Tidak ada embel-embel panggilan manis seperti biasanya hal itu membuat Ardian merasa gusar.

Pria itu tidak suka kalau istrinya sedang marah seperti sekarang, apalagi marah karena masa lalunya yang sudah berlalu. Ia sadar kalau ia salah, tapi semua juga bukan juga sepenuhnya salah nya di hari itu. Kalau saja ia tahu kalau Mayla adik dari Nalda, tidak mungkin ia merusaknya dan kejadian beberapa tahun yang lalu juga tidak akan terjadi.

"Aku mohon sayang, jangan seperti ini. Menurut lah sayang." Mohon Ardian menggenggam tangan Nalda dengan lembut."Kita bicarakan baik-baik dengan kepala dingin tapi jangan seperti ini, sayang. Mengerti lah. Kasihan Harum jika melihat kita berdebat seperti ini, dia akan sedih nanti." Lanjut nya melirik ke arah Harum.

Nalda mengikuti tatapan Ardian. Di sana dia melihat tatapan sedih Harum yang juga menatap nya."Apa yang kamu lakukan Nalda, kamu membuat putri mu sedih karena perdebatan kalian." Batin Nalda merasa bersalah saat melihat wajah Harum yang berubah Muram."Baik." Putus Nalda akhirnya membiarkan Harum pergi bersama Fazar.

Setelah mobil Fazar pergi. Ardian ikut menjalankan mobilnya.

Mobil itu terasa hening dan cuman terdengar suara mesin mobil yang melaju serta suara dari luar.

"Mau kemana kita?" Tanya Nalda saat menyadari kalau mobil Ardian tidak terus mengikuti mobil Fazar.

"Ke suatu tempat, sayang." Jawab Ardian tetap fokus pada setir di depan nya.

"Aku tidak mau. Cepat kembali, aku ingin pulang."

"Tidak, sayang. Sebelum kita pulang, kita harus membahas permasalahan kita terlebih dahulu. Kita tidak bisa berdiam-diam terus seperti ini. Kita harus menyelesaikan masalah kita sebelum pulang ke rumah."

"Apa yang harus kita bahas. Bukan nya semua nya sudah jelas. Cepat kembali ke jalan tadi, atau aku turun disini." Ancam Nalda mendapatkan lirikan tajam dari Ardian.

"Semuanya belum jelas, sayang. Melihatmu dingin seperti ini aku tidak bisa. Kita harus membahas nya."

"Turun kan aku!"

"Tidak sampai kamu benar-benar tidak marah lagi. Aku tau saat ini kamu sedang marah, itu lah kenapa kita ke suatu tempat untuk menenangkan diri mu. Aku tidak mau hanya karena masa laluku hubungan kita menjadi renggang. Percayalah, sayang." Terang Ardian."Kita bahas ini sebelum kita menelpon kedua orang tuamu."

Nalda hanya diam, dia tidak menjawab seperti tadi. Wanita itu kembali melihat ke arah jendela dan mengabaikan suaminya. Sampai mereka tiba di sebuah hotel. Bangunan tinggi itu membuat Nalda menatap tempat itu.

"Ayo." Ajak Ardian lembut setelah membuka pintu mobilnya."Atau mau ku gendong?"

"Tidak, aku bisa sendiri." Jawab nya terdengar ketus. Tapi Ardian tidak marah sama sekali selain menghela nafasnya.

Ardian membiarkan Nalda jalan duluan. Setelah mengambil kunci kamar, Ardian meraih tangan istrinya tapi Nalda malah menepisnya.

"Sabar Ardian, bumil memang semeyebalkan itu. Kamu harus memberikannya pengertian agar dia tidak marah lagi." Batin Ardian menyemangati dirinya sendiri.

Sesampainya di kamar mereka, Nalda duluan masuk kedalam sementara Ardian menyusul ke belakang.

"Lepas." Ucap Nalda ingin melepaskan pelukan Ardian yang tiba-tiba saja memeluknya dari belakang, tapi pria itu malah menahan nya.

"Maaf." Lirih Ardian mencium ubun-ubun sang istri dengan lembut dan juga lama. Lalu membalikkan badan Nalda ke hadapan nya. Wanita itu harus mengangkat kepala karena tinggi Ardian."Maaf, maaf, sayang. Mungkin permintaan maaf ku tidak akan mengembalikan semuanya tapi sungguh aku menyesali apa yang telah terjadi di masa lalu. Kamu tau, sayang. Aku merasa bersalah saat mengetahui siapa Mayla tapi aku juga tidak tahu harus berbuat apa untuk menebusnya. Kejadian bertahun-tahun yang lalu tidak di sengaja dan aku tidak tau kalau Mayla adalah adikmu. Setelah aku pindah aku melupakan Mayla karena dia benar-benar berubah." Ungkap Ardian mencoba untuk membujuk Nalda dengan menjelaskan semuanya."Jangan marah seperti ini, sayang."

Nalda terdiam mendengar ungkapan sang suami. Tapi tiba-tiba saja dia menangis."Hiks....hiks...."

"Sayang, kenapa malah nangis?" Tanya Ardian lembut memegang wajah istrinya.

Bersambung….

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!