NovelToon NovelToon
Iblis Penelan Langit

Iblis Penelan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Gu Sheng adalah matahari tercerah di Kota Azure, jenius dengan Tulang Dewa yang ditakdirkan menjadi penguasa langit. Namun, di malam ulang tahunnya, matahari itu dipadamkan oleh pengkhianatan yang paling keji. Tunangan yang sangat ia cintai, Mu Ruoxue, merobek dadanya dan mencuri Tulang Dewa-nya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya, Lin Tian.

Dibuang ke jurang maut dengan Dantian hancur dan jalur energi terputus, Gu Sheng seharusnya mati. Namun, darahnya membangkitkan Cincin Iblis Penelan Langit, sebuah warisan kuno yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuh Bayangan Kematian

Episode 17

Debu yang beterbangan di pusat arena perlahan-lahan mengendap, menempel pada jubah hitam Gu Sheng yang kini tampak semakin pekat. Di bawah kakinya, kawah sedalam satu meter menjadi saksi bisu betapa ringkihnya seorang praktisi tingkat sembilan di hadapan kekuatan Iblis Penelan Langit. Yang paling mengerikan bagi para penonton bukanlah kematian Gao Feng, melainkan cara kematiannya, tidak ada setetes darah pun yang membasahi lantai batu. Semua esensi kehidupan pria malang itu telah lenyap, seolah-olah dunia baru saja menghapusnya dari eksistensi.

Di tribun penonton, kesunyian itu begitu berat hingga terasa menyakitkan. Beberapa penatua dari keluarga kecil di Kota Azure mulai merasakan kaki mereka lemas. Mereka yang dulu ikut mencemooh Gu Sheng saat ia dibuang, kini menundukkan kepala, takut jika mata merah pemuda itu akan melirik ke arah mereka.

"Dia... dia bukan lagi manusia," bisik seorang penonton dengan suara bergetar. "Bagaimana mungkin tingkat Qi Refinement bisa menghasilkan tekanan seberat itu? Pedang hitam itu... pedang itu adalah kutukan!"

Di balkon VIP, Su Mei berdiri dengan anggun, menyandarkan tubuhnya yang indah pada pagar marmer. Sebuah senyum tipis, hampir tak terlihat, tersungging di bibir merahnya. Ia melirik ke arah Qing Er yang berdiri di sampingnya dengan tangan yang terkepal kuat di depan dada.

"Lihatlah, Qing Er," bisik Su Mei, suaranya halus seperti sutra. "Tuan Mudamu sedang menari di atas nyawa musuh-musuhnya. Dia tidak hanya menghancurkan tubuh mereka, dia sedang menghancurkan mental setiap orang di kota ini. Ini adalah cara seorang raja iblis mengumumkan kepulangannya."

Qing Er tidak menjawab, matanya tidak berkedip menatap sosok di tengah arena. "Tuan Muda... jangan biarkan kebencian itu menelan jiwamu sepenuhnya," gumamnya dalam hati, meskipun ia tahu bahwa hanya kebencian itulah yang menjaga Gu Sheng tetap hidup di dasar jurang.

Kembali ke pusat arena, Gu Sheng mengangkat pedang Penebas Dosa dan menyandarkannya di bahu kanannya. Gerakannya lambat, penuh dengan kepercayaan diri yang mematikan. Ia menatap ke arah Mu Chen yang wajahnya kini sudah berubah menjadi merah padam, lalu membiru karena menahan amarah yang luar biasa.

"Mu Chen," suara Gu Sheng memecah kesunyian, dingin dan tajam seperti sembilan tingkat neraka. "Apakah ini semua pasukan elit yang kau banggakan? Jika kaptenmu saja hanya butuh satu hantaman untuk menjadi debu, maka seluruh keluargamu hanyalah kumpulan sampah yang menunggu untuk dibuang."

Mu Chen bangkit dari kursi kehormatannya. Kekuatan tingkat Spirit Sea - Tingkat Kelima miliknya meledak, menghancurkan meja batu di depannya menjadi debu. Aura biru tua yang sangat padat menyelimuti tubuhnya, menciptakan gelombang tekanan yang membuat penonton di barisan depan terlempar mundur.

"GU SHENG! Kau binatang kecil yang tak tahu diuntung!" teriak Mu Chen, suaranya menggelegar seperti guntur. "Kau pikir dengan membunuh satu kapten, kau sudah tak terkalahkan? Kau telah menodai turnamen suci ini dengan ilmu iblismu! Hari ini, aku tidak hanya akan membunuhmu, aku akan menyiksa jiwamu selama seribu tahun!"

Mu Chen menoleh ke arah bayang-bayang di belakang balkonnya. "Tujuh Bayangan! Maju! Bawa kepalanya padaku, dan aku akan memberikan kalian masing-masing satu Pil Rohani tingkat empat!"

Begitu kata-kata itu terucap, tujuh sosok bayangan melesat keluar dari kegelapan di belakang Mu Chen. Mereka bergerak seperti hantu, hampir tidak menyentuh tanah, dan mendarat di sekeliling Gu Sheng dalam formasi lingkaran yang sempurna.

Mereka adalah Tujuh Bayangan Mu, pasukan pembunuh rahasia yang hanya dikerahkan untuk misi paling mustahil. Masing-masing dari mereka berada di tingkat Qi Refinement - Tingkat Puncak, dan mereka terlatih untuk bertarung sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

"Tujuh Bayangan..." Gu Sheng menyipitkan matanya. Ia bisa merasakan aliran energi yang saling terhubung di antara ketujuh orang ini. Mereka tidak hanya berdiri di sana; mereka sedang membangun sebuah Formasi Pengikat Jiwa.

“Bocah, berhati-hatilah,” suara Kaisar Iblis bergema dengan nada waspada di dalam batinnya. “Ketujuh semut ini menggunakan teknik sinkronisasi Qi. Mereka menggabungkan kekuatan mereka menjadi satu. Secara teknis, kau tidak sedang melawan tujuh orang tingkat puncak, melainkan satu entitas dengan kekuatan tingkat Spirit Sea awal.”

Gu Sheng menarik napas panjang. Ia merasakan Dantian Penelan Langit-nya berputar semakin cepat, merespons ancaman yang datang. Gerbang Pertama dan Kedua di tubuhnya bersinar redup di bawah kulitnya, memberikan pasokan energi yang konstan.

"Formasi atau bukan, di hadapan lubang hitam, semuanya hanyalah makanan," desis Gu Sheng.

"MATILAH!" teriak pemimpin Bayangan.

Ketujuh orang itu menyerang secara bersamaan. Mereka tidak menggunakan pedang besar, melainkan belati pendek yang dilapisi oleh racun berwarna hijau pekat. Gerakan mereka sangat sinkron tiga menyerang bagian bawah, dua menyerang titik vital di dada, dan dua lainnya melompat ke udara untuk menyerang kepala Gu Sheng.

Wush! Wush! Wush!

Udara di sekitar Gu Sheng seolah-olah teriris oleh belati-belati itu. Namun, berkat Gerbang Pertama (Kai Men), waktu seolah-olah melambat di mata Gu Sheng. Ia bisa melihat setiap lintasan serangan, setiap napas lawan, dan setiap celah dalam formasi mereka.

Gu Sheng tidak mundur. Ia justru menghantamkan ujung bawah gagang Penebas Dosa ke tanah.

DUM!

Gelombang Qi hitam meledak dari titik hantaman tersebut, menciptakan perisai energi berbentuk kubah selama sepersekian detik.

Tring! Tring! Tring!

Belati-belati itu terpental saat mengenai Qi hitam Gu Sheng. Ketujuh pembunuh itu tertegun sejenak, tidak menyangka pertahanan Gu Sheng begitu keras. Namun, mereka adalah pembunuh profesional. Dalam sekejap, mereka kembali mengatur posisi dan menyerang dengan teknik yang lebih rumit.

"Jurus Rahasia, Tarian Bayangan Beracun!"

Tubuh ketujuh orang itu mulai membelah diri, menciptakan lusinan bayangan palsu yang membingungkan mata. Di tengah stadion, seolah-olah ada badai bayangan yang sedang mengepung Gu Sheng dari segala arah.

Penonton menahan napas. "Teknik ini... ini mustahil untuk dihindari!"

Gu Sheng memejamkan matanya di tengah kepungan bayangan itu. Ia tidak butuh matanya untuk melihat. Ia menggunakan persepsi spiritual dari gerbang otaknya untuk merasakan letak esensi kehidupan yang asli.

"Sana..."

Gu Sheng mengayunkan Penebas Dosa dalam putaran 360 derajat yang sangat cepat. Berat pedang itu menciptakan tekanan udara yang begitu besar hingga bayangan-bayangan palsu itu buyar seketika.

Brakk!

Salah satu pembunuh yang mencoba menyerang dari belakang terkena hantaman sisi tumpul pedang Gu Sheng. Tulang rusuknya hancur berkeping-keping, dan ia terlempar menabrak pembunuh lainnya.

Namun, alih-alih jatuh, pembunuh yang terluka itu justru ditarik kembali oleh rekan-rekannya menggunakan benang energi Qi. Mereka mentransfer sebagian energi mereka untuk menyembuhkan luka rekannya secara instan. Inilah kelebihan dari Formasi Tujuh Bayangan selama satu orang masih hidup, mereka semua bisa terus bertarung.

"Sangat ulet," gumam Gu Sheng. Matanya berkilat dengan kegilaan yang baru. "Kalau begitu, aku hanya perlu menelan seluruh formasi kalian sekaligus."

Gu Sheng melepaskan satu tangannya dari gagang pedang. Ia mengulurkan telapak tangan kirinya ke arah pemimpin bayangan, sementara tangan kanannya tetap memegang Penebas Dosa.

"Teknik Penelan Langit, Tarikan Hampa!"

Sebuah daya hisap yang luar biasa kuat meledak dari telapak tangan Gu Sheng. Udara di stadion seolah-olah tersedot ke satu titik. Ketujuh pembunuh itu, yang tadinya lincah bergerak, tiba-tiba merasa tubuh mereka ditarik paksa menuju arah Gu Sheng.

"Apa?! Kekuatan hisap apa ini?!" pemimpin bayangan berteriak panik. Ia mencoba menancapkan belatinya ke tanah untuk bertahan, namun tanah granit itu justru hancur terseret.

Gu Sheng menyeringai, sebuah pemandangan yang membuat siapa pun yang melihatnya merinding. "Kalian bilang ingin kepalaku? Kemarilah, aku akan memberikan kalian tempat peristirahatan yang abadi di dalam Dantian-ku."

Ketujuh pembunuh itu terseret mendekat seperti ikan yang terjaring. Saat mereka sudah berada dalam jarak jangkauan, Gu Sheng mengayunkan Penebas Dosa dengan kekuatan penuh secara horizontal.

“Penyebaran Hampa!”

BOOOOOOMMMMM!

Sebuah ledakan energi hitam menyapu arena. Ketujuh pembunuh itu tidak punya waktu untuk menghindar atau bertahan. Mereka terkena hantaman langsung dari berat Penebas Dosa yang telah diperkuat oleh teknik Penelan.

Suara hancurnya tulang yang berderak terdengar serempak, menciptakan simfoni kematian yang mengerikan. Tubuh mereka terlempar ke arah yang berbeda-beda, namun sebelum mereka menyentuh tanah, untaian gas hitam dari Dantian Gu Sheng keluar dan melilit tubuh mereka di udara.

Sruuuuuuuuuut!

Suara hisapan yang masif menggema di stadion. Di depan ribuan saksi, ketujuh elit pembunuh Keluarga Mu itu menyusut dengan kecepatan mata manusia. Qi mereka, esensi darah mereka, bahkan jiwa mereka, semuanya ditarik masuk ke dalam tubuh Gu Sheng.

Gu Sheng berdiri di tengah-tengah, kepalanya mendongak ke langit, menikmati aliran energi yang meluap-luap. Di dalam Dantian-nya, pusaran hitam itu membesar, melahap nutrisi dari tujuh praktisi tingkat puncak sekaligus.

Krak! Krak!

Jalur meridian Gu Sheng bergetar hebat. Pondasinya yang sudah berada di puncak Qi Refinement kini mulai mengalami transformasi yang paling krusial. Energi di dalam tubuhnya mulai memadat, berubah dari bentuk gas menjadi cair, sebuah tanda bahwa ia sedang menyeberangi gerbang menuju alam yang lebih tinggi.

SETENGAH LANGKAH MENUJU SPIRIT SEA.

Gu Sheng menurunkan kepalanya. Napasnya mengeluarkan uap hitam yang tebal. Ia menatap ke arah tribun kehormatan, ke arah Mu Chen yang kini terduduk kembali di kursinya dengan wajah yang hancur karena ketakutan dan ketidakpercayaan.

"Mu Chen," suara Gu Sheng kini terdengar lebih berwibawa, lebih menekan. "Tujuh bayanganmu... sudah menjadi bagian dari kekuatanku. Siapa lagi yang ingin kau kirim untuk memberi makan Dantian-ku?"

Arena Agung Kota Azure kini benar-benar menjadi panggung pribadi bagi sang Iblis. Di atas tanah yang hancur, Gu Sheng berdiri sebagai predator tunggal, siap untuk menelan setiap mangsa yang tersisa.

Lin Tian dan Mu Ruoxue hanya bisa gemetar. Mereka menyadari satu kebenaran yang pahit, Turnamen ini bukan lagi tentang gelar jenius. Ini adalah tentang bertahan hidup dari amukan makhluk yang baru saja merangkak keluar dari dasar neraka.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai sekte pedang langit dengan cara paling kejam thor bikin leluhur sekte itu memohon ampunan bunuh dia aja jangan libatkan sektenya bikin mcnya tidak peduli bantai sekte itu serap kultivasi mereka naikin ranah kultivasi habis itu bantai klan lin dan klan zhou
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bantai keluarganya zhou rou bikin mereka semua mengutuk zhou rou karena menganggu mcnya
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat robek musuhnya thor bantai klan zhao
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi mcnya sampai puncak habis itu bantai lintian dan zhaoru bikin zhaoru dan lintian memohon jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya kejam bantai lin tian beserta keluarganya bikin mcnya memasukkan pil itu ke dalam tubuh lintian bikin lintian tidak bisa bereinkarnasi bikin mcnya memakan lintian
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!