NovelToon NovelToon
System Toko Sepuluh Ribu Alam

System Toko Sepuluh Ribu Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Ruang Ajaib
Popularitas:38.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Hao Qi hanyalah seorang mahasiswa yatim piatu miskin yang tercekik hutang rentenir dan selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.

Namun, nasibnya berubah drastis ketika ia tanpa sengaja mengaktifkan Sistem Toko Sepuluh Ribu Alam di ponsel bututnya. Melalui sistem rahasia ini, Hao Qi bisa menjual barang-barang murah sehari-hari seperti mi instan dan korek api gas ke berbagai dimensi lain dengan bayaran selangit berupa koin sistem, emas batangan, pil penempa tubuh, hingga teknik bela diri kuno.

Sambil menyembunyikan identitas dan kekuatan barunya, Hao Qi mulai melunasi hutangnya, menyadari keberadaan energi Qi di dunia modern, dan melangkah naik untuk menghancurkan para orang sombong yang dulu meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Sinar matahari pagi yang cerah menyinari area gerbang Universitas Jiangjing. Mahasiswa berlalu-lalang dengan tergesa-gesa menuju kelas masing-masing.

"Hah..."

Hao Qi menghirup udara pagi dalam-dalam sambil meregangkan kedua lengannya ke atas. Senyum lebar terukir di wajahnya. Langkah kakinya terasa sangat ringan saat ia berjalan memasuki area kampus.

Matanya yang kini lebih tajam menyapu area sekitar gerbang dan area parkir. Tidak ada tanda-tanda mobil van hitam berkaca gelap. Tidak ada pria berjas mencurigakan yang mengawasi mahasiswa. Peringatan kerasnya semalam di gang belakang KTV Naga Emas sepertinya tersampaikan dengan sangat baik.

"Hei, Hao Qi! Tunggu aku!"

Terdengar suara teriakan dari arah belakang.

Hao Qi menoleh. Zhou Ming, teman sekelasnya yang bertubuh gemuk dan berkacamata tebal, berlari kecil menghampirinya sambil terengah-engah.

"Hah... hah..."

"Pagi, Zhou Ming. Santai saja, kelas Profesor Li baru dimulai lima belas menit lagi,"

Hao Qi menyapa dengan nada ceria.

"Bukan itu masalahnya," Zhou Ming mengatur napasnya. "Kau tahu? Tadi pagi aku mendengar gosip dari anak-anak fakultas hukum. Katanya semalam ada keributan di dekat KTV Naga Emas. Dua orang preman ditemukan pingsan di gang buntu dengan leher memar. Polisi sampai datang."

"Oh? Benarkah?" Hao Qi memiringkan kepalanya, memasang ekspresi terkejut yang sangat meyakinkan. "Mungkin mereka mabuk dan berkelahi satu sama lain."

"Mungkin saja," Zhou Ming mengangguk setuju. "Syukurlah daerah kampus kita aman. Apalagi sejak kau memberi pelajaran pada Lin Tao kemarin, kelas kita jadi jauh lebih tenang. Lin Tao bahkan tidak masuk hari ini."

"Hahaha!"

"Baguslah kalau dia sedang istirahat. Ayo kita masuk ke kelas," Hao Qi tertawa renyah sambil menepuk pelan bahu Zhou Ming.

Sepanjang sisa hari itu, kehidupan kampus Hao Qi berjalan dengan sangat damai. Ia bisa fokus mencatat materi kuliah tanpa ada yang mengganggunya. Di dalam hatinya, ia tahu kedamaian ini hanyalah sementara. Bos Zhao pasti sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar karena merasa dipermalukan.

Tepat pukul dua siang, kelas terakhir selesai. Hao Qi langsung bergegas pulang menuju indekosnya. Ia butuh persiapan lebih untuk menghadapi apa pun yang akan datang. Kecepatan Langkah Angin memang hebat untuk menghindar dan melarikan diri, namun ia butuh teknik serangan yang kuat untuk melumpuhkan musuh.

"Kriet..."

Hao Qi menutup pintu kamarnya rapat-rapat dan menguncinya. Ia duduk bersila di atas kasurnya yang rapi.

"Sistem, bawa aku masuk ke ruang transaksi sekarang. Aku siap melayani pelanggan baru."

"Perintah diterima. Menginisialisasi pemindahan Host ke Ruang Transaksi Toko Sepuluh Ribu Alam."

Suara mekanis Sistem merespons dengan cepat.

"Swosh!"

Cahaya putih terang kembali menyelimuti tubuh Hao Qi. Pemandangan kamar indekosnya memudar, digantikan oleh ruangan tanpa batas yang seluruhnya berwarna putih bersih. Tubuh Hao Qi kembali berubah menjadi siluet putih bercahaya. Meja putih panjang muncul di depannya.

"Mencari sinyal transaksi..."

"Sinyal ditemukan. Pelanggan berasal dari Alam Wuxia Kuno. Memulai penarikan dimensi."

"Wush!"

Gumpalan cahaya putih berputar di seberang meja. Sesosok siluet putih yang baru terbentuk. Berbeda dengan pelanggan sebelumnya, siluet kali ini memiliki postur tubuh yang sangat besar dan kekar.

"Brak!"

Siluet pria besar itu memukul meja putih di depannya dengan sangat keras. Napasnya terdengar berat dan memburu.

"Argh!"

"Sialan! Jaring sutra laba-laba es ini benar-benar keparat! Pedangku sampai patah menjadi dua!" pria besar itu mengumpat dengan suara bariton yang menggema.

Hao Qi bisa melihat ada beberapa garis putih tebal yang melilit lengan kanan dan dada pria itu. Garis-garis itu menekan tubuhnya dengan sangat kuat.

Hao Qi tetap tenang. Senyum ramah menghiasi wajahnya, meski tertutup oleh wujud siluetnya.

"Selamat datang di Toko Sepuluh Ribu Alam, Tuan. Anda terlihat sedang kesulitan. Ada yang bisa saya bantu?"

Siluet pria besar itu tersentak. Ia baru menyadari keberadaan Hao Qi. Ia menatap sekeliling, melihat ruangan serba putih yang tidak berujung.

"Apa ini?! Ilusi macam apa ini?! Aku sedang berada di Hutan Kabut Hitam, bertarung dengan Sekte Racun! Siapa kau?!" teriak pria itu sambil mencoba menarik lengannya yang terikat, namun ikatan itu justru semakin mengetat.

"Ugh!"

"Tenanglah, Tuan. Ini bukanlah ilusi dari Sekte Racun. Ini adalah ruang dimensi lain. Anda berada di toko saya. Nama saya adalah Pemilik Toko. Saya bisa menyediakan barang yang Anda butuhkan untuk memotong jaring tersebut."

Pria itu mendengus kasar.

"Cih!"

"Memotong jaring ini? Jangan bercanda! Ini adalah Jaring Sutra Laba-laba Es tingkat tinggi! Pedang bajaku yang ditempa selama tiga bulan saja patah saat mencoba memotongnya. Apa kau punya Pedang Pusaka tingkat dewa di tempat aneh ini?!"

"Saya tidak punya Pedang Pusaka tingkat dewa,"

Hao Qi menjawab dengan santai.

"Sistem, keluarkan satu pisau lipat baja dari ruang inventaris."

"Sret."

Sebuah pisau lipat berwarna perak logam muncul di tangan Hao Qi. Ia meletakkannya di atas meja.

"Tapi saya punya Artefak Pemotong Baja dari duniaku. Bentuknya kecil, tapi ketajamannya tidak bisa diremehkan."

Pria besar itu menatap pisau lipat seukuran telapak tangan orang dewasa itu. Nada suaranya penuh dengan nada meremehkan.

"Benda kecil tanpa fluktuasi Qi ini? Kau mau aku memotong jaring sutra es dengan mainan anak-anak?!"

"Klik!"

Hao Qi menekan tombol di sisi pisau tersebut. Bilah baja tahan karat yang sangat tajam dan mengkilap melompat keluar dan terkunci dengan suara mekanis yang mantap.

"Jangan menilai buku dari sampulnya, Tuan. Mengapa Anda tidak mencobanya sendiri? Sentuhkan bilah ini ke jaring yang melilit lengan Anda. Jika tidak terpotong, Anda tidak perlu membayar sepeser pun."

Hao Qi menggeser pisau lipat itu ke arah pria tersebut.

Pria itu masih ragu, namun karena ia tidak memiliki senjata lain, ia mengambil pisau lipat itu dengan tangan kirinya yang bebas. Ia menempelkan bilah pisau itu ke salah satu helaian jaring putih yang melilit lengan kanannya.

Ia tidak menggunakan tenaga dalam, hanya menekan pisau itu dengan tenaga fisik biasa.

"Sret!"

"Prak!"

Tali jaring yang sangat keras itu putus dalam sekali tarikan halus, seolah pisau itu memotong selembar kertas tipis.

1
Orimura Ichika
udah mulai klaim klaim tuh si rubah 🗿
Manusia Biasa
Yakin mbak ... paling - paling dirimu calon haremnya besok
Manusia Biasa
mata empat, jir baru saja ternyata pakai kacamataa/Sob/
Manusia Biasa
gg keren thor perkembangan novelnya banter banget. Masuk lamanan rekomendasi terus, tinggal nunggu waktu naik rangking fiksi pria🤣
Aoooo: makasih kak/Smile/
total 1 replies
Manusia Biasa
Kapan bisa gini ya bangun-bangun dapat notifikasi m-baking/Shy/
Manusia Biasa
Biasa MC
Dell AliNka
lah pake beli vila kok masih sisa 5 jt
Hadi Hadi
sikat
Pecinta Gratisan
mantap💞 thor
Pecinta Gratisan
bantai thor
Pecinta Gratisan
mantap thor⚡🔨 cerita nya💞
Riyanganz
👍👍
Riyanganz
ceritanya menarik,semoga aja kedepannya ga monoton ceritanya
Orimura Ichika
nggak bisa nabung 🗿
Orimura Ichika: penasaran Thor sama lanjutannya🤭
total 2 replies
Gege
lucuan versi bogelnya jiuer ...🤣🤣
Aoooo: cute sekali /Drool/
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
Sebut Saja Chikal
yaah nunggu lg 😅
Hadi Hadi
up up up up up 😍😍😍
Gege
mantabbb...selalu apik dan epic updetannya
Orimura Ichika
oke juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!