Aluna Wistania gadis yang berumur 16 tahun jatuh dari atap gedung sekolah akibat temanmya Tasya Putri. Aluna tidak mati melainkan jiwa Aluna pindah kedalam tubuh seorang wanita yang bernama Xing Xing Calistia Hutomo.
Jiwa gadis 16 tahun pindah kedalam tubuh wanita cantik yang berusia 25 tahun dan putri bungsu dari keluarga Hutomo. Aluna tidak tau kalau tubuh yang ditempatinya itu memiliki tunangan.
__
"Xing Xing aku mohon bicaralah, katakan sesuatu. Kamu boleh memukulku, Aku tidak mau kamu seperti ini. Aku mohon jangan diamkan aku seperti ini." Dylen mencengkram bahu Xing Xing, bingung dengan gadis didepannya itu.
"Biarkan aku pergi dari tempat terkutuk ini. Kita hanya partiner, jadi biarkan aku pergi." Lirih Xing Xing, tatapan matanya kosong.
"Aku akan melakukan apapun kecuali hal itu. Xing Xing apa kamu tidak lelah terus mendiamkan aku terus seperti ini." Kata Dylen lembut, menatap maniak mata hazel Xing Xing.
..
___
Bagaimana Xing Xing akan menghadapi masalah besar yang akan menimpanya..
ikuti terus..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17
"Aku ingin sedikit mengubah surat kontraknya." Kata Xing Xing, menyelipkan anak rambutnya yang terbang kemana mana.
"Tidak boleh."Kata Dylen penuh penekanan.
"Yah udah jangan harap aku bakal tanda tangan." Kata Xing Xing meraih sling bag, mau pergi.
"Terserah." Kata Dylen, dingin.
Xing Xing mengukir senyuman diwajahnya, lalu menulis dan mencoret beberap kalimat yang seharusnya tidak perlu menurut Xing Xing.
"Apa yang kau lakukan?" Bentak Dylen, mencegah tangan Xing Xing merusak lebih jauh lagi.
"Tentu saja merubahnya." Jawab Xing Xing, sedikit memiringkan kepalanya.
"Tapi kenapa kamu mencoret empat bulan menjadi dua bulan?" Tanya Dylen menunjuk tempat yang dicoret Xing Xing.
"Kenapa memangnya?" Tanya Xing Xing.
Dylen ingin sekali melempar perempuan didepannya ini kekandang harimau, "Tiga bulan." Kata Dylen.
"Dua bulan atau tidak sama sekali." Tegas Xing Xing, tidak ada tawar menawar.
"Ckck... " Decak Dylen kesal, "Aku yang buat kontrak dia yang ngubah." Gumam Dylen.
"Aku juga punya syarat." Kata Dylen, merebut pulpen Xing Xing lalu menulisnya disana.
Setelah menulis Dylen memberikan kertas itu kepada Xing Xing. Xing Xing membacanya, membelakan matanya.
"Apa tinggal dengan dirimu terus kalau aku gak mau kontraknya malah jadi enam bulan." Pekik Xing Xing, tidak terima.
"Tentu saja. Kenapa tidak." Jawab Dylen.
"Aaa... terserah." Sahut Xing Xing kangsung mendatangani surat itu.
Xing Xing ingin sekali menggali lubang dan tinggal disana selama dua bulan itu agar tidak menemui Laki-laki didepannya itu. Dylen hanya tersenyum, dirinya menang untuk pertarungan kali ini.
"Terus bagaimana aku harus memberitaukan Momy dan Dady?" Gumam Xing Xing, bingung.
Dylen bangkit dari duduknya, Xing Xing reflek ikut bangun juga.
"Apa kamu mau mengantarku? Tapi tidak perlu." Kata Dylen dengan angkuh.
"Siapa bilang ini namanya reflek." Sangkal Xing Xing.
Dylen berjalan mendekati Xing Xing lalu membisikan sesuatu, mata Xing Xing seketika membulat dan bergetar. Dylen hanya tersenyum lalu meninggalkan Xing Xing.
Xing Xing jatuh, terduduk dilantai dirinya saat ini bergetar hebat karena bisikan Dylen ditelinganya. Dylen yang melihat ekspresi Xing Xing tersenyum dingin lalu pergi meninggalkan Xing Xing.
"A-ku me-ngu-si-k ma-fia." Kata Xing Xing terpotong potong, menutup mulutnya tidak percaya.
"Ka- kamu bodo kenapa kamu mengusiknya dan apa tadi katanya?" Gumam Xing Xing.
Pelayan yang dari tadi memperhatikan Xing Xing ingin sekali membantunya berdir tapi dirinya takut malah terkena imbasnya karena membantu Xing Xing.
Xing Xing mencoba berdiri, dirinya berjalan tertatih-tatih. Xing Xing masih linglung dengan kedaannya saat ini sehingga dirinya tidak sengaja menabrak seorang.
Bugh
Xing Xing menabrak seorang laki-laki, dirinya langsung bangun lalu berjalan lagi tanpa memperdulikan panggilan laki-laki itu.
***
Xing Xing sudah pulang kerumah, saat samlai dirumah Xing Xing langsung masuk kedalam kamar mengurung dirinya. Xing Xing menangis didalam sana.
"Momy... Dady... kenapa kalian cepat sekali meninggalkan aku. Kalian tidak sayang padaku lagi, kenapa kalian tidak membawa aku pergi juga." Tangis Xing Xing, memukul dadanya yang sedikit sesak.
"Hiks... Hiks... Lihat sekarang aku bahkan mengusik seorang mafia. Dia bilang kalau dia akan membuat aku menderita karena telah mengusiknya." Kata Xing Xing disela tangisnya.
"Momy... aku perlu Momy sama Dady disini aku mau pelukan hangat Momy.. aku masih kengen sama Momy, aku mau curhat sama Momy... Kenapa gak bawa aku sekalian. Hiks.. Hiks.. Momy." Tangis Xing Xing makin pecah.
Xing Xing mengeluarkan semua unek uneknya, Xing Xing terus menangis sampai dirinya tertidur.
Coba baca novelku, judulnya 'Secret Marriage'. Tentang pernikahan yang penuh dengan RAHASIA. baca sinopsisnya dulu, siapa tahu suka. klik profilku buat baca...