NovelToon NovelToon
Aku, Kamu, Dan Setan

Aku, Kamu, Dan Setan

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Nikahmuda / Mata Batin / Dendam Kesumat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Reina aka dian

Setan itu banyak bentuknya. Tak kasat mata. Mengalir dalam setiap aliran darah manusia-manusia yang penuh dengan amarah, benci dan dendam. Dan inilah yang dialami oleh Marni. Pernikahan yang membuat kehidupannya hancur dan terjun ke dalam lubang penderitaan. Bukan hanya karena kemiskinan yang tak berkesudahan namun perlakuan suami yang tidak beradab. Akankah Marni tetap bertahan ataukah lari mencari kebahagiaan yang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina aka dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Kebusukan Yang Terbongkar

"Syukurlah!" Jahat terduduk lemas saat Malik benar-benar sudah sadar.

Marni yang melihat wajah Jagat semakin pucat pun timbul rasa khawatir.

"Kamu?" Marni bingung saat harus bertanya. Dia cemas, namun dia tidak mau Jagat menyalah artikan perhatiannya itu.

"Sepertinya kita harus secepatnya pulang!" ucap Jagat yang paham arah pertanyaan Marni.

"Kita harus pulang sebelum gelap!" lanjutnya.

Marni pun mengangguk.

Bagaimana pun luka Marni sudah diobati, dan ditutup sehingga luka sayatan bisa menutup dengan cepat. Sedangkan Jagat, hanya mengandalkan ramuan obat tradisional, ditambah lagi dia mengeluarkan banyak tenaga untuk bertarung dengan para lelembut penghuni hutan itu.

"Teman kalian sudah ditemukan. Sekarang semuanya turun ke bawah sekarang juga,"

"Dan kalau boleh aku beri nasihat untuk kalian..." Jagat kemudian berdiri.

"Sakit hati jika dipupuk akan menjadi dendam, dendam jika dipupuk akan menjadi malapetaka! Percayalah, hidup tidak ada tentram jika kamu menyimpan amarah dalam diri," Jagat yang kemudian memandang Edo.

"Tapi itu tidak berlaku pada orang egois dan tidak tahu diri," sebuah kata-kata yang meluncur tanpa bisa ditahan dari mulut Edo.

Semua orang memandang Edo yang raut wajahnya berubah.

"Semua bisa dibicarakan... " Jagat dengan sisa tenaganya.

"Kita semua turun, dan selesaikan ketika sudah berada di bawah," lanjutnya.

Jagat kemudian berbalik dia hendak pergi. Namun satu suara membuat Jagat berhenti.

"Jika kamu melihat perempuan yang kamu cintai kemudian disakiti oleh sahabatmu sendiri, apa kamu akan terima? Apakah hatimu akan terima?" Edo yang semakin emosional.

"Astaga..." Jagat yang sudah lelah pun akhirnya berbalik dan menatap Edo yang matanya merah dan berkaca-kaca.

"Jadi ini soal percintaan? Tapi tidak adil jika akhirnya orang lain yang mendapat getahnya. Apa kamu tidak akan menyesal jika sesuatu terjadi pada Malik?"

"Maksudnya? tunggu tunggu! Jadi, benarkan?! Kamu mengajak kesini untuk mencelakai kita?!" Genta mulai tersulut emosi.

"Kamu diam, bangsa*t!Kamu itu hanya seorang bedebah yang hanya bisa menyakiti perasaan perempuan!"

"Bangsa*t!" Genta akan menyerang Edo namun dihalangi oleh Jagat.

Sedangkan ketiga pemuda yang lain hanya bisa terbentang melihat Edo yang mereka kenal sebagai orang yang santun, kini berucap kasar seperti itu. Mereka kaget melihat sisi lain dari Edo yang sangat mengerikan.

"Mau sampai kapan? Hah? Semuanya bisa dibicarakan! Kalian bukan anak kecil yang segala sesuatu diselesaikan dengan saling menyerang!" Jagat mencoba melerai.

"Dia mencoba membunuh kami! Tuduhan ku ini terbukti benar. Dia itu manusia licik! Dia pantas diberi pelajaran!" Genta yang mendorong Jagat.

"Tingkah lakumu yang seperti ini juga tidak dibenarkan. Ada banyak orang jahat yang terlahir karena perilaku orang disekitarnya yang terus menerus membuatnya lelah dan jengah. Dia mencoba bertahan, namun sayangnya pertahanan itu hancur, yang akhirnya kebencian itu berhamburan dan tidak terbendung lagi!" Jagat dengan suara yang lantang.

"Dan kamu pasti bisa penasaran, kenapa aku bisa sampai tahu semua ini," lanjut Jagat mengarahkan pandangannya pada Edo.

Edo melihat Jagat dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Persiapan mulai sangat matang. Tenda dan garam. Dua barang yang aneh dibawa untuk pendakian di medan yang seperti ini. Dari hutan sampai naik ke curug, hanya butuh waktu satu jam saja, untuk apa tenda sebagus itu?" Jagat dengan senyuman khas nya.

"Aku sengaja menyuruh Marni untuk meminta garam padamu. Karena semua tidak sesuai rencanamu, jadi kamu berikan garam itu pada Marni. Kamu salah target, kamu tidak ingin mencelakai Malik. Benar, kan?" lanjut Jagat.

"Aku tidak membenarkan perbuatanmu, Edo. Bagaimanapun kejahatan akan selalu salah, "

"Tapi orang yang aku cintai tidak akan pernah kembali. Apakah dia bisa mengembalikannya?" Edo melayangkan tatapan sinisnya pada Genta.

Marni terdiam melihat sisi lain dari orang asing yang kini menjadi tidak asing baginya.

"Apakah dia sudah m*ati?" Jagat dengan hati-hati.

"Entahlah. Dia pergi, dan aku tidak tahu dimana dan bagaimana keadaannya,"

"Cari semua tentang dia, dan jika kamu sudah tahu dimana keberadaannya maka kejarlah. Mungkin ini adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk kamu menyembuhkan hatinya yang hancur, " Jagat menepuk pundak Edo.

"Kita turun sekarang. Jika kamu tidak ingin siluman harimau merasuki dia," ucap Jagat yang memberi kode pada Edo, bahwa bisa saja Marni kesurupan di waktu yang tidak tepat.

Edo mengangguk. Dia malu dengan semua yang sudah diperbuatnya. Namun untuk mendekat pada Genta rasanya dia tidak mampu. Tidak mampu menyingkirkan rasa kecewanya pada temannya itu.

Akhirnya mereka semua turun ke bawah, disaat mulai senja memperlihatkan dirinya.

Tap Tap Tap.

Sengaja Jagat mempimpin perjalanan mereka.

"Hhh hhh," Jagat mempercepat langkahnya. Sesekali dia melihat ke arah Marni yang berjalan persis di belakangnya.

"Ada apa?"

Jagat menggeleng.

Marni hanya bisa melihat punggung pria yang sudah dua hari bersamanya.

sedangkan Genta dan Edo memilih untuk saling jaga jarak. Sedangkan berjalan Malik diapit Fajar dan juga Joni. Dua orang itu yang sepertinya masih mempunyai kewarasan.

Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah desa yang saat itu begitu sunyi.

"Terima kasih. Maaf sudah merepotkanmu, " ucap Edo. Dia kini bisa melihat mobil Jeep nya.

"Kalian ini semua teman. Jika ada teman kalian yang tersesat, jangan biarkan atau jauhi dia. Tapi tarik dia lagi supaya dia kembali pada jalan yang sesungguhnya," Jagat sekali lagi memberikan wejangan.

Edo pun berbalik melihat ke arah Genta yang membuang pandangannya.

Dengan langkah ragu, Edo menghampiri Genta.

"Maaf, aku sudah terlalu bodoh karena ingin mengikuti bisikan setan yang ada---"

Bugh!

Bukan memukul. Justru Genta kini memeluk Edo.

"Aku tahu aku egois. Aku sebenarnya tahu kamu suka dengan Alma. Tapi aku juga tidak bisa mengusir rasa penasaranku padanya. Namun aku yang brengs*ek ini tidak bisa mengimbangi dia yang sangat perasa. Kami bertengkar hebat, aku tidak bermaksud namun aku sudah sangat lelah..." Genta memejamkan matanya. Dia mencoba mengingat satu persatu bagian dari masa lalunya.

"Aku menyuruh Nadin datang dan menciumnya di depan Alma, aku tahu ini perpisahan yang tidak benar. Tapi saat itu aku sudah benar-benar lelah dikekang, dan harus ber hati-hati dalam berkata. Dia pergi dan aku tidak tahu lagi dimana dia sekarang,"

Genta melepaskan pelukannya.

"Karena kamu sudah melepaskannya, maka sekarang aku yang akan mengejarnya,"

"Oke. Setuju!" Genta menyentuh bahu temannya.

"Argh aku ini sudah begitu tua ternyata. Pulanglah, sebentar lagi matahari tenggelam!" ucap Jagat.

Sementara dirinya pergi bersama Marni ke arah lain.

"Aku juga akan pulang, "

"Aku antar!" kata Jagat.

"Tidak perlu. Aku wanita yang sudah menikah. Rasanya aneh jika aku berjalan berdua dengan pria selain suamiku," Marni tak segan menolak.

"Aku tidak berjalan di sampingmu, aku akan menjaga jarak. Aku akan memastikan kamu pulang dengan aman," Jagat tidak mau kalah.

"Aku tidak mau kamu kesurupan di tengah jalan!" lanjutnya yang membuat Marni menoleh ke arah pria yang menebar senyuman kepadanya.

1
Ayuk Witanto
masa udah tamat thor
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: nggk ada pembaca kak
total 1 replies
Ayuk Witanto
marni salah paham
Ayuk Witanto
siapa tuh
Ayuk Witanto
apa juragan Rara itu si jagat ya
Ayuk Witanto
apa kira2 si Rara bisa di percaya
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: semoga ya...
total 1 replies
Ayuk Witanto
kukira jenar
Ayuk Witanto
apa ini Jenar...pasti nikah sama joko
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
emang minta di musnahkan
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
ya gak semudah itu jagat
Ayuk Witanto
jangan bukain
Ayuk Witanto
ada apa nih
Ayuk Witanto
salah bawa nih
Ayuk Witanto
ngenes si marni
Ayuk Witanto
pantesan gak mau minum
Ayuk Witanto
kok jagat buru2
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
ternyata jahat punya perawangan/khodam
Ayuk Witanto
berarti pantangan untuk Bu konasih itu jarum...jadi susuknya malah menyelakainya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!