NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Dianggap

Istri Yang Tak Dianggap

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Patahhati / Perjodohan / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:775.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Darmaiyah

Istri yang Tak Dianggap

Sinopsis

Azkia gadis berlesung pipi, gadis penyuka warna abu-abu itu tidak bisa menolak, saat lelaki yang dipanggilnya ayah itu menjodohkannya dengan anak sahabatnya.

Lelaki bernama Herman mendatanginya dua hari sebelum pernikahannya digelar, dia meminta kepada Azkia, agar membatalkan perjodohan ini, Azkia yang ingin berbakti pada ayahnya, dan tidak ingin membuat malu keluarganya, tentu saja menolak keinginan Herman, Herman sangat kecewa dengan penolakan itu, dia pun akhirnya menikah dengan wanita yang sama sekali tidak dicintainya.

Anjeli gadis cantik, pacar Herman sekaligus sahabat Azkia, dia mendatangi Azkia, Anjeli sangat marah padanya, karena menganggapnya telah menjadi pengkhianat, di saat Anjeli menampar dan memakinya, Herman yang sudah sah menjadi suaminya, malah memaki dan menyalahkannya. Azkia hanya diam tertunduk atas tuduhan-tuduhan yang dihujatkan padanya. Anjeli bahkan mengacamnya, tidak akan membiarkannya hidup bahagia.

Bagaimana kehidupan Azkia selanjutnya
Ayo, kepoi di sini
Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darmaiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekecewaan Azkia

"Karang di lautan pun akan jadi serpihan, jika setiap hari diterjang ombak,begitu juga dengan hatiku"

By Rajuk Rindu

🌹🌹🌹

Azkia mengambil ponsel yang tadi diletakkannya di nakas, ponsel pemberian Harman satu tahun lalu, hadiah ulang tahunnya yang ke 32 itu, masih terbungkus cantik dengan casing bergambar hati warna pink, dengan lincah jemarinya bergerak di layar sentuh mencari nomor kontak Herman dan kemudian menggeser gagang telpon berwarna hijau dan menghubunginya

Ponsel Herman tidak aktif, walaupun dia masih di jalan, paling tidak nada sambungnya masuk, Mungkin batrai ponselnya habis, Azkia masih berpikir positif.

"Sabar, Kia." batinnya sambil memperbaiki posisi duduknya, dan merapikan gaun yang dipakainya, khawatir lecet dan tidak rapi lagi.

Sambil menunggu Herman datang, dia pun berseluncur merambah dunia maya, masuk ke dunia Facebook, berhaha, hihi, sekedar basa-basi memberi beberapa komen di status teman-temannya, kemudian pindah ke Istagram, ke blog dan terakhir ke whatsapp.

Di whatsapp dibukanya beberapa group, group alumni SMA, disitu tempatnya bercengkrama untuk menghilang rasa sepi, ada beberapa temannya, yang selalu mengirim pesan dan membuat tersenyum siapa saja yang membacanya. Ah... mereka ada-ada saja.

Sementara jaram jam merangkak maju, tadi masih di posisi angka delapan, sekarang sudah berubah ke angka sepuluh, itu artinya Azkia sudah dua jam berseluncur di dunia maya dan duduk di ruang tamu menunggu ke datang sang suami.

Dan sudah berkali-kali, Azkia bolak balik, menyingkap gorden, berharap ada suara mobil yang berhenti, dan mengetuk pintu, Namun asa itu sampai saat ini belum terwujud, sosok lelaki yang ditunggunya belum juga muncul. Mungkin sebentar lagi, hiburnya.

Bahkan mata Azkia tak lepas memandang layar ponselnya, berharap Herman segera menghubunginya, paling tidak memberitahunya, kalau memang dia harus lembur dan membatalkan dinnernya.

Rasa bosan sudah memenuhi rongga dadanya, dia bangkit dari duduknya, menyeret langkah meninggalkan ruang tamu, melewati kamar Arta, pintu kamarnya tidak tertutup rapat, Azkia masuk memperbaiki selimut Arta, gadis kecilnya itu sudah tertidur pulas, Wati pun sudah tidur, biasanya Wati pulang setelah selesai privat, tadi karena Azkia akan pergi dinner, makanya Wati diminta tolong untuk menemani Arta.

Azki keluar, dan menutup rapat pintu kamar Arta, dia masuk ke kamarnya, menghempaskan pantatnya di atas kasur, kesalkah dia, yah... tentu tiga jam dia duduk di ruang tamu, tanpa kabar dari Herman, sambil bertekuk lutut, perlahan dilepasnya satu persatu aksesoris jilbabnya, kemudian berdiri mengambil baju tidur, mengganti bajunya.

Dibaringkan tubuh lelahnya di atas kasur, mencoba mencari posisi yang nyaman, kadang menelentang, sebentar menghadap ke kiri, sebentar ke kanan, berusaha memejamkan mata, tapi tak kunjung terlelap.

Pikirannya masih dipenuhi dengan Herman, "Semoga suamiku baik-baik saja." doa Kia dalam hati, dia pun berusaha tenang, menepis segala kemungkinan yang berseleweran di kepalanya.

Azkia memejamkan matanya, mengenang kembali kejadian tadi pagi, yang membuat hatinya berbunga-bunga, semoga ini permulaan yang baik dan merupakan kado terindah, karena kesabarannya mempertahankan rumah tangga selama 7 tahun.

Tujuh tahun bukanlah waktu yang sebentar, dia bisa bertahan hidup satu rumah dengan lelaki yang tak pernah menganggapnya istri. Baru saja dia mulai terlelap, ponselnya bergetar.

Dreet,....

Notifikasi chat Whatsapp masuk berderet, Azkia meraih gawainya yang tergeletak manis di sampingnya, hatinya girang begitu melihat pesan whatsaap dari orang yang ditunggunya. Akhirnya Herman memberi kabar juga padanya.

Azkia mengklik beberapa gambar yang dikirim Herman. Deg.. jantung Azkia terasa meloncat bersamaan dengan seluruh isi dadanya, bagaimana tidak, Herman mengiriminya gambar, dia dan Anjeli berada di tempat tidur, dengan posisi berpelukan.

"Apa ini?, apa maksud Herman, menyakiti aku seperti ini?." tanpa di sadari netranya pun mengembun, sakit bangat ya Allah.

Dreeet...

[Kia, malam ini abang tidak pulang ke rumah ya, lagi di rumah Anjeli, kangen dia], pesan whatsapp Herman masuk lagi.

"Apa?, Herman tidur di rumah Anjeli?."

Azkia berkali mengusap matanya, dia berharap apa yang dilihat dan bacanya barusan salah.

"Kia,.. Kia... ternyata bodohmu, tak habis-habis, kau menuggunya di sini, dia di sana berpacaran dengan mantan istrinya Anjeli." lirih Azkia, tiba-tiba beribu jarum menusuk hatinya. Perih bangat.

Malam semakin larut, jam sudah menunjukkan pukul dua belas lewat lima belas menit, di luar sana hujan mulai melebat, buliran kristal menetes di atap rumah terdengar sangat riuh.

Azkia mengigit bibir bawahnya, berusaha menahan agar bendungan matanya yang berdedasakan ingin keluar tidak jebol, dilihatnya kembali gambar yang dikirim Herman.

"Kau jahat bang!." Azkia meremas bantal yang ada di sampingnya. Dia tak tahan lagi menahan air matanya, hingga luruh tumpah ruah menganak sungai di pipinya.

Kali ini perbuatan Herman, menggores luka yang paling dalam di hati Azkia, terasa sesak memenuhi dadanya, Azkia menarik napas dalam, menghirup oksigen sebanyak mungkin, agar dia mampu menepis rasa yang menghimpit.

Tangisnya semakin menjadi, dia terisak, tubuhnya bergetar. Perasaannya semakin hancur, hancur sehancurnya.

"Apa aku akan tetap terus bertahan, mempertahankan pernikahan yang tidak sehat ini, hiks... hiks... hiks." Azkia tersedu.

"Sudah cukup Kia, jangan biarkan lelaki itu menyakitimu lagi, apa aku harus pergi?." batin Kia.

"Jika aku pergi, bagaimana dengan Arta?, untuk apa ku pikirkan Arta, mama Anjelinya kan sudah datang, walau bagaimana pun kau menyayangingi, lambat laut Anjeli akan mengambilnya darimu." suara hati Azkia, semakin meyakinkannya untuk meninggalkan lelaki itu.

Dalam kesedihan dan lamunannya, sambil mengusap sisa-sisa air matanya dengan ujung lengan baju, dia turun dari tempat tidur, kemudian menuju kamar mandi, mengambil air wudhu, dan melakukan shalat qiamul lail.

"Ya Allah, beri aku kekuatan menghadapi cobaan yang Kau berikah, barikan aku petunjuk apa yang harus ku lakukan, ya Allah." Azkia larut dalam doa-doa yang dilangitnya dalam sujud.

Selesai melakukan shalat malam, hati serasa ringan, dadanya terasa lapang, dia kembali merebahkan tubuhnya, sebelum memejamkan mata, diliriknya layar ponselnya, sudah pukul dua tiga puluh.

Azkia memejamkan matanya, sudah terlalu lama dia menangis, percuma dia menyesali dan mengutuki takdirnya, menangisi lelaki yang tak pantas ditangisinya, Azkia pun melupakan luka-lukanya dia tertidur dan berharap ketika besok bangun pagi semuanya akan baik-baik saja.

****

Flashbeck

Herman tertidur pulas, setelah meminum teh hangat yang diberikan Anjeli, dia lupa segalanya, lupa dengan janji dinnernya dengan Azkia.

Anjeli meminta kepada bodyguardnya, agar memindahkan Herman ke kamarnya, meletakkan di atas kasur.

Dengan senyumnya yang penuh kemenangan, dia membuka baju Herman, kemudian mengambil beberapa gambar dengan posisi yang dibuat semesra mungkin. Kemudian gambar-gambar itu dikirimnya ke Azkia, dengan mengatas namakan Herman.

"Beres, selamat menangis bombay Azkia." batin Anjeli tersenyum.

🌹🌹🌹

Bersambung ya thor

Jangan lupa like, komen dan votenya

Maaf jika banyak typonya

Terima kasih🙏🙏

1
falea sezi
astaga kayaknya si semua novelnya peran cwek di buat bodoh semua pantes like dikit
falea sezi
kapok azab laki. tukang selingkuh
falea sezi
sibbangsat rani
falea sezi
Wati ne pembantu munafii
falea sezi
jijik laki. plin plan
falea sezi
masih boodh aja kau
falea sezi
bner g usah ngurusin anak pelakor
falea sezi
azkia gugat cerai deh jangan bodoh kau di jadiin baby sitter doank
falea sezi
azkia ne tololnya astaga cm di jadiin istri cadangan dia mau ya allah
Aulia Ananda
thor knp azkia dibikin sgt bod h jengkel aq thor
nand channel
gara2 si kuntilanak Anjeli kasihan Arta, anak sekecil itu di ombang ambingkan perasaan nya...
nand channel
ini yg goblok othor nya...segitu nya merendahkan azkia, ttp buat azkia menunggu lelaki sangat keparat itu, lelaki plinplan dan babgsat
nand channel
jijik mendengar herman sok berdebar2, lelaki plin plan dan mau enak mu aja
nand channel
wanita yang tak punya pendirian, wanita lemah
nand channel
baguslah azkia pergi dan mencari bahagia nya sendiri, pasti banyak yg mencintai nya
nand channel
yang benar aja thor, udah mau mati masih meluk2 suami orang, mau ditendang malaikat langsung ke neraka ntar...
nand channel
nohhhh...gak hanya gak di anggap sebagai istri di selingkuhin lg...pelihara terus bodoh mu azkia
nand channel
wanita lemah dan bodoh, menciptakan neraka sendiri di hidup nya...nikmatilah kebodohanmu bego.
udah gak dianggap suami, di rendahkan, di maki2, di sakiti, dikasari, di beri madu, jagain anak madu lagi...sempurna ketololan mu sbg wanita
nand channel
perempuan bodoh kau azkia
nand channel
ada ya manusia sebodoh azkia ini, nikmatilah penderitaan mu *bodoh*
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!