Xarena yang seorang anggota tingkat 1 di sebuah kelompok mafia harus terbunuh karna ledakan sebuah bom saat melakukan misi,namun bukannya meninggal,Xarena justru bertransmigrasi ke tubuh gadis yang memiliki nama dan wajah yang sangat mirip dengannya
" siapa sebenarnya gadis yang tubuhnya kini aku tempati..."
" kemana dia.... "
" dan kenapa wajah dan nama kita hampir sama..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risma Reyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Setelah di antar pulang oleh Daniel,Xarena pun memasuki mansion masih dengan wajah cemberutnya,namun bukannya langsung pergi ke kamar dan beristirahat,gadis cantik itu justru sibuk mencari keberadaan sang ayah,siapa lagi kalau bukan Aditya.
Namun sekian lama mencari,Xarena tak menemui siapapun di mansion kecuali para maid yang sedang bekerja,sebenarnya ia ingin bertanya pada salah satu maid disana,tapi entah kenapa Xarena marasa segan karna sejak tadi,entah kenapa tidak ada maid yang berani menyapanya ,mereka semua kompak menunduk seakan takut jika bertatapan dengan Xarena.
" selamat sore non.....ada yang bisa saya bantu" ucap Dona yang merupakan kepala pelayan di mansion Bagaskara.
" papa sama mama kemana yah bi ...? "
" oh tuan dan nyonya sedang ada urusan mendadak non,mungkin besok pagi baru sampai rumah"
" masalah perusahaan..?"
" sepertinya begitu non,bibi kurang paham"
" yaudah tolong panggilin Rina sama Siti yah,suruh mereka ke kamar saya,saya ada perlu sama mereka " ucap Xarena memberi perintah.
" maaf non...kalau boleh tau,ada apa yah non...?"
" bukan apa-apa kok bi...kamar saya perlu di beresin" jawab Xarena asal.
Selagi Xarena belum tau siapa saja kaki tangan Leon di mansion ini,ia memutuskan untuk tidak sembarangan percaya pada para maid di mansion,bahkan Xarena berpikir ada untungnya juga dulu queen bersikap kejam pada para maid sehingga sekarang Xarena juga sangat di takuti oleh mereka ,kalau tidak mungkin sekarang mereka semua berlomba-lomba mencari muka padanya.
Karna merasa tak ada yang bisa ia lakukan,gadis cantik itu akhirnya memutuskan untuk kembali mengurung diri di kamar seperti biasanya,apalagi saat ini Rani dan Aditya sedang tidak di mansion,sudah di pastikan,Xarena akan menjalani sisa-sisa harinya dengan sibuk mengutak-atik laptop kesayangannya.
saat memasuki kamarnya,pandangan Xarena langsung tertuju pada sebuah surat yang ada di atas kasurnya, surat yang bersisi permintaan maaf dari Aditya karna meninggalkannya di rumah sakit tadi,dalam surat tersebut,tertulis kalau Aditya dan Rani harus segera pergi ke kota B karna para karyawan mereka disana tengah melakukan unjuk rasa akibat dari keputusan Aditya yang memilih untuk mengurangi sebagian karyawan agar pabrik bisa tetap beroprasi.
Xarena yang merasa cemas akan keadaan kedua orang tuannya,segera membuka laptopnya lalu meretas sistem perusahaan milik keluarga Bagaskara,ia berharap bisa membantu kesulitan Aditya dan Rani walaupun saat ini ia tidak sedang bersama dengan kedua orang tuanya itu.
" tadi papa bilang,ia sengaja mengurangi karyawan di pabriknya supaya pabriknya bisa tetap beroprasi,tapi kalau dilihat dari laporan keuangan global BG group,seharusnya papa masih sangat mampu untuk menyuntikkan sedikit modal lagi supaya pabrik itu masih bisa beroprasi,dan kalaupun papa kehilangan pabrik itu sekalipun itu sama sekali tak mempengaruhi jumlah kekayaan keluarga Bagaskara "
gumam Xarena sambil terus fokus pada layar laptop miliknya.
" itu berarti yang menjadi masalah utama di pabrik itu bukanlah,sistem ataupun keuangannya,melainkan sumber daya manusianya,tunggu....bukankah ini bisa jadi kesempatan yang bagus buat aku...kalau aku bisa mengatasi masalah di pabrik ini,papa dan mama pasti mau mengakui kalau aku punya bakat dan kemampuan yanh cukup untuk mengelola perusahaan,dengan begitu aku bisa punya alasan untuk membatalkan pertunanganku dengan Leon " ucapnya lagi.
" permisi non.....ini Rina sama Siti non " ucap Rina dan Siti sambil mengetuk pelan pintu kamar Xarena.
" oh...masuk...gak di kunci kok pintunya " jawab Xarena.
" permisi non" ucap 2 pelayan tersebut seraya memasuki ruangan pribadi milik Xarena dengan membawa beberapa alat kebersihan.
Tanpa membuang waktu,keduanya langsung memulai tugas mereka,sesuai dengan apa yang di perintahkan Dona.
" setahu saya,semua pelayan yang kerja disini punya sertifikat khusus pendidikan pelayan dan perhotelan,apa kalian juga begitu '' tanya Xarena yang masih tetap fokus pada laptopnya.
" ti...tidak non,kami hanya lulusan SMA biasa " jawab Rina.
" siapa yang bawa kalian kesini...? Oo"
" nyonya non " kali ini Siti yang bersuara.
" mama...? " ucap Xarena yang kini membalikkan badannya menghadap dua maid yang masih seumuran dengannya itu.
" iya non,setelah lulus kami berdua nekat merantau ke kota J karna saudara kami yang ada di sini bilang kalau ada lowongan di BG group sebagai office girl,dan kami tidak keterima,tapi kami beruntung karna waktu itu kami bertemu nyonya,dan di tawari untuk bekerja disini" ucap Siti menjelaskan.
Merasa tertarik dengan penjelasan Siti,Xarena pun menyuruh mereka untuk menghentikan sejenak pekerjaan mereka untuk mengobrol dengannya.
" jadi gini.....kalian tau kan kalau saya sedang mencari pelayan pribadi,nah...gimana kalau kalian aja yang jadi pelayan pribadi saya " tawar Xarena.
" ha....serius non...kita berdua non " ucap Siti.
" ini beneran non...kita gak lagi di prank kan non " ujar Rina menimpali.
" yah gak lah...emang saya youtuber suka nge prank "
" kalau begitu kita mau non,kebetulan kami sebenarnya sudah tidak betah bekerja di bagian kebersihan non" ucap Siti dengan raut wajah yang tiba-tiba berubah dari senang menjadi sedih.
" gak betah kenapa..bukankah kerjaan kalian lumayan mudah yah..? " tanya Xarena heran.
" sebenarnya,disini senioritasnya sangat amat kental non,hampir sebulan kami berdua mengerjakan seluruh pekerjaan kebersihan yang seharusnya di kerjakan 5 orang,kalau kami menolak,kami...."
" kalian di adukan ke Leon kan..? "
Siti dan Rina tidak menjawab pertanyaan Xarena,mereka berdua hanya saling tatap karna terkejut,bagaimana bisa Xarena tahu kalau selama ini seluruh pekerja yang ada di mansion ini berada di bawah kendali Leon.
" okey...dari expresi kalian,saya sudah tahu kalau jawabannya iya" ucap Xarena sambil menahan rasa muaknya kepada lelaki yang menjadi tunangannya itu.
"Maaf non,ini hp non bunyi,keliatannya ada pesan masuk non" ucap Rina yang kebetulan sedang duduk di samping meja dimana Xarena meletakkan handphonenya.
" coba tolong baca,itu pesan dari siapa " pinta Xarena.
" namanya susah non...ini dari..Leonita mokondolina non..."
" oh...yaudah cuekin aja " ucap Xarena.
" itu temen non...?,orang mana sih non,namanya susah bener " celetuk Siti.
" orang utan" jawab Xarena asal
" ini gak di bales non..? "
" udah diemin aja,nanti juga capek sendiri " ucap Xarena lalu kembali fokus pada laptopnya,begitu juga Rina dan Siti yang juga kembali melanjutkan pekerjaan mereka.
Bukannya diam,handphone milik Xarena justru semakin nyaring saja bunyinya,kali ini bukan hanya notifikasi pesan masuk saja,tapi juga bunyi panggilan telfon yang bukan hanya sekali tapi berkali-kali hingga Xarena,Siti dan Rina sampai muak mendengarnya.
" non angkat napa non,barangkali itu telfon penting non " pinta Rina pada Xarena.
" yaudah mana sini tolong ambilin" gerutu Xarena yang mau tak mau harus mengehentikan sejenak kegiatannya untuk mengangkat telfon.
"Kok nomor tidak di kenal...apa jangan-jangan ini papa yah...?" gumam Xarena.
" halo pa...."
" eh.....iya halo mah " jawab Daniel.
" loh,kok bukan suara papah ...halo...ini siapa sih..? "
" ehem...halo mbak kunti,ini saya mas pengawal ganteng yang tadi "
" ada apa " ketus Xarena.
" ehm....jadi gini,saya kan ditugaskan buat mengawal mbak kunti untuk sementara waktu sampai om Aditya pulang,tapi masalahnya saya gak boleh masuk sama satpam yang jaga gerbang,saya udah nyoba telfon om Aditya tapi gak ada jawaban,jadi...boleh gak kalau saya minta tolong bilang ke satpamnya gitu suruh bukain gerbangnya buat saya " pinta Daniel pada Xarena.
" nggak...nggak bisa " jawab Xarena lalu segera mengakhiri panggilan telfonnya dengan Daniel.
Usai mengakhiri telfon tersebut secara sepihak,Xarena kembali fokus pada laptopnya namun tiba-tiba saja Xarena teringat sesuatu.
eh bentar-bentar,bego banget sih gue,kalau di pikir-pikir kan gue butuh partner buat ngedukung niat gue buat ambil alih pabrik yang ada di kota B,dan Daniel itu calon partner yang sempurna buat ini,dia berpengalaman,bisa di percaya dan yang paling penting dia bukan Leon.
ucap batin Xarena..