Beverly seorang gadis terpelajar yang terpaksa harus menerima sebuah perjodohan yang di adakan oleh orang tua angkatnya .Tapi laki laki yang menikahinya itu malah mempersunting wanita lain setelah beberapa bulan pernikahanannya. Entah nasib apa yang dia alami saat itu?? Niat baiknya membalas budi kedua orang tuanya justru malah menghancurkan masa depannya sendiri.
Dia mengajukan kesepakatan bercerai saat satu tahun pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan nasib Beverly selanjutnya???
Akankah dia menemukan seseorang yang bisa menerima status jandanya saat itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Warsiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nicholas Kenzie Shaquillendra
Baru saja Sbastian menutup telponnya, salah satu karyawannya tiba tiba datang dengan kepanika.
"ad apa lagi ini???kenapa Doni kemari"gumam sbastian yang melihat raut kepanikan dari wajah doni yang baru saja memasuki pintu ruangannya itu,
"pak kepala Sbastian...pak direktur ternyata sudah tiba hari ini?"kata doni dengan kepanikan di wajahnya.
"apa??"kata Sbastian dengan bola mata yang membulat sempurna karena terkejut.
"apalagi yang akan di lakukan iblis itu"umpat Sbastian di dalam hatinya.
"bukannya dia akan datang besok....kenapa bisa tiba tiba datang hari ini?"tanya Sbastian.
"saya kurang tahu untuk alasannya pak,tapi barusan saya mendapatkan telpon dari sekertaris Brian bahwa pesawat pak direktur akan mendarat pagi ini"jawab doni lagi.
"Astaga.....kenapa tidak memberikan kabar terlebih dahulu?"tanya Sbastian .
"itu... berarti dia datang sendiri??"tanya Sbastian.
"iya pak... sekertaris Brian masih di sana karena masih ada beberapa urusan yang harus di selesaikan...jadi pak direktur datang sendiri"kata doni.
"sepertinya iblis ini memang sengaja membuatku mati terkejut"umpat Sbastian lagi sambile menghela nafasnya panjang.
"bagaimana dengan orang yang tadi menghubungi Beverly??apa sudah tersambung??"tanya Sbastian.
"sebentar saya tanyakan pak"kata Doni.
**
Sementara di lain sisi Beverly sedang mengangkat panggilan telepon dari Morgan.
"iya...halo kak Morgan"jawab Beverly.
"syukurlah"kata Morgan menghela nafas lega.
"kamu sekarang di mana?"tanya Morgan dengan nada suara yang terdengar lain tidak seperti biasanya.
"kenapa kak Morgan terdengar marah"gumamnya.
"maafkan saya kak...tadi saya kesiangan"kata Beverly berniat menjelaskan alasannya belum tiba di kantor.
"sudah ceritanya nanti saja... sekarang kamu di mana??lalu bagaimana dengan proposal yang kamu buat...apa sudah selesai"tanya Morgan dengan suara yang nampak sedikit gemetar karena cemas.
"sebentar lagi saya akan sampai kak...dan untuk proposal sudah saya selesaikan tapi mungkin masih banyak typo yang bertebaran...saya belum sempat mengeditnya kembali"jelas Beverly.
"ya sudah"kata Morgan di seberang telepon.
"apa maksudnya ya sudah"gumam Beverly.
"kalau bisa percepatan kedatangannmu sekarang"kata Morgan.
"ahh iya kak , sebentar lagi saya sampai"kata Beverly.
Beverly begitu gugup dan takut mendengar morgan yang sedikit lain dari biasanya bahkan untuk pertama kalinya morgan memutuskan sambungan telponnya secara sepihak.
"kenapa dengan kak Morgan??kenapa dia terdengar khawatir?apa akus sudah melakukan kesalahan"gumam Beverly setelah sambungan telponnya di matikan.
Beverly nampak melamun memikirkan apa yang sedang terjadi di perusahaannya.
"ada apa sebenarnya?"gumam Beverly lagi yang kini nampak meremas tangannya sendiri itu.
**
Sementara sata ini Sbastian sedang merogoh ponsel miliknya untuk menghubungi Kenzie.
Ya, nama direktur baru mereka adalah Nicholas Kenzie Shaquillendra.
Di lain sisi Kenzie yang mendengar dering ponsel dari ponselnya segera merogoh ponselnya yang terletak di saku celananya
"halo???kamu dimana sekarang?apa benar kamu akan tiba hari ini??"tanya Sbastian memastikan.
"hmm.. sepuluh menit lagi mungkin aku sampai... segera siapkan proposal kita akan segera melakukan brefing pagi ini"kata Kenzi yang membuat Sbastian di sebrang telpon kembali terbelalak karena begitu tidak siap dengan permintaan Kenzi yang menurutnya terlalu tiba tiba.
"aa..aa...aapa proposal?"jawabnya kembali memastikan.
"hmm"jawab Kenzie.
"10 menit. apa kamu sudah gila??mmeberi waktu 10 menit untuk menyiapkan semuanya... bukannya proposal ini seharusnya di serahkan sehari setelah kamu bekerja"kata Sbastian
"ok ..dua puluh menit dari sekarang"kata Kenzie.
"heii..heiii..tunggu...aa kamu pikir kami ini pesulap...kami juga butuh persiapan untuk menyiapkan proposal itu dulu..jangan mendadak begini"kata Sbastian mencoba mengulur waktu.
"bukannya proposal itu di tugaskan sejak masa jabatan direktur lamamu di lepas, itu tandanya sudah berjalan selama satu bulan...apa satu bulan itu masih kurang cukup untuk menyelesaikannya??"kata Kenzie.
"aku tidak mau tahu... siapkan sekarang"kata Kenzie sebelum memutuskan sambungan telponnya.
"heii...tunggu"kata Sbastian berteriak di seberang telepon karena Kenzi sudah memutuskan sambungan telponnya.
"dasar brengsek...orang gila ini benar benar ingin membuatku mati tertekan"umpat Sbastian.
Sementara Beverly yang tanpa sadar mendengar pembicaraan Kenzie mengerutkan alisnya karena melihat bagaimana Kenzie tidak bisa mentolerir bawahannya itu.
"kejam sekali dia"gumam Beverly.
**
Sbastian segera berjalan menghampiri para bawahannya.
"bagaimana dengan Beverly??"tanya Sbastian.
"sedng di jalan pak, sudaah hampir sampai"jawab Morgan.
"berapa menit dia bilang??suruh lebih cepat lagi, karena pak direktur akan mengadakan brefing dalam waktu tiga puluh menit lagi"kata Sbastian yang membuat semua karyawan divisi itu ikut merasakan kepanikannya.
"ti..ti...tiga puluh menit"kata Fatir.
"hmmm"jawab Sbastian.
"bagaimana dengan propsalnya??apa Beverly sudah menyelesaikannya?"tanya Sbastian.
"sudah pak....hanya saja..."kata Morgan tidak melanjutkan perkataannya.
"hanya saja apa??"tanya Sbastian.
"Hanya saja mungkin masih banyak typo di tulisannya"kata Morgan.
"sudahlah..yang penting sudah selesai... masalah typo biar nanti kita edit lagi"kata Sbastian.
"baik pak"jawab semuanya.
"suruh dia segera ke ruanganku kalau sudah sampai"kata Sbastian kemudian berjalan pergi memasuki ruangannya.
semangat
ku memilihmu karena adikku