NovelToon NovelToon
TUNANGAN PALSU

TUNANGAN PALSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:931
Nilai: 5
Nama Author: AlinaKS

Hanya karena sebuah kecelakaan, Sophia terjebak dengan Damian -- pria kaya, dingin, arogan, dan sangat posesif.

Damian memaksa Sophia menjadi tunangan palsunya demi kepentingan keluarga. Sebagai gantinya, utang besar Sophia akan dianggap lunas.

Awalnya Sophia pikir itu hanya sandiwara sementara.

Sampai Damian mulai ikut campur dalam hidupnya. Mengatur siapa yang boleh dekat dengannya. Dan perlahan memperlakukannya seperti miliknya sendiri.

“Kalau sudah tahu tidak bisa kabur… berhentilah melawan.”

Di saat Sophia mulai kehilangan kendali atas hidupnya, Arkan -- pria yang selama ini selalu ada untuknya, justru menyimpan rahasia yang menghancurkan semuanya.

Kini Sophia terjebak di antara pria yang terlalu ingin memilikinya… dan pria yang tak pernah benar-benar bisa ia miliki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AlinaKS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TUNANGAN PALSU - Chapter 28

Happy Reading Guys!

_____

"Rumah sebesar ini, sepertinya aku hanya melihat ada sekitar lima pelayan, empat satpam, dan dua penjaga kebun. Apa ada sistem pergantian sif?"

Pelayan muda itu mengangguk sambil menemani Sophia berkeliling rumah Damian.

Dibandingkan tertarik pada kemewahan rumah itu, Sophia justru lebih fokus pada satu hal: gaji.

Sebagai seseorang yang dulu hidup dengan gaji pas UMR, ia merasa pekerjaan di sini terdengar sangat menjanjikan.

Ya, meski para pelayan hidup masing-masing dan tidak banyak berinteraksi, setidaknya itu jauh lebih baik dibandingkan tempat kerjanya dulu. Di sana, ia harus bertahan hidup di tengah berbagai tuduhan dan menjadi karyawan serba bisa tanpa kejelasan peran.

Ia mengembuskan napas pelan.

Di dunia yang luas ini, kenapa ia tidak pernah mendapat keuntungan seperti ini? Lihatlah tuan mereka itu. Sangat royal pada pelayan, tetapi tidak padanya.

Ia bahkan tidak diberi uang sama sekali. Bukankah pekerjaannya jauh lebih berisiko? Sophia tiba-tiba menghentikan langkahnya.

Benar juga.

Kenapa baru terpikir sekarang? Walaupun Damian pernah mengatakan biaya perbaikan mobilnya besar, risiko yang ia tanggung karena pertunangan itu jelas jauh lebih tinggi.

Seharusnya ia mendapat gaji lebih besar.

Sophia menoleh pada pelayan itu.

"Di mana Damian?"

"Saya tidak tahu, Nona. Sepertinya Tuan Jack yang tahu."

Mata Sophia menyipit.

Percuma bertanya pada mereka.

Semua pelayan di rumah ini terlalu patuh pada aturan. Tidak ada satu pun yang akan memberi tahu keberadaan Damian dengan mudah.

Akhirnya, Sophia memutuskan mencarinya sendiri.

Dengan mengandalkan ingatannya, ia berjalan menyusuri lorong hingga akhirnya menemukan orang yang sejak tadi ia cari.

"Jack!"

Suara Sophia yang tiba-tiba terdengar membuat Jack hampir tersedak kopi yang baru saja diminumnya.

Pria itu buru-buru meletakkan cangkirnya sebelum menoleh. Keningnya langsung berkerut ketika melihat Sophia berjalan mendekat dengan senyum lebar.

Bukankah wanita ini seharusnya berada di kamarnya?

Apa yang sedang dilakukannya di sini?

Tanpa merasa bersalah sedikit pun, Sophia menarik kursi di sampingnya lalu duduk dengan santai. Sementara Jack langsung berdiri.

Mereka sedang berada di lantai dua, tepat di depan ruang kerja Damian. Saat ini Damian sedang menerima tamu penting, sehingga Jack memilih menunggu di luar jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Namun, yang keluar lebih dulu justru Sophia.

"Apa yang Nona lakukan di sini?" tanyanya.

Sophia tersenyum lembut, menarik Jack untuk duduk di sebelahnya.

"Jangan tegang, duduk saja dulu."

Jack menatapnya beberapa saat sebelum berkata, "Rumah ini besar. Bagaimana Nona bisa sampai ke sini?"

Sophia menunjuk kedua kakinya.

"Pakai kaki."

Sudut bibir Jack berkedut.

"Saya tahu Nona punya kaki."

"Syukurlah."

"Tapi apa ada pelayan yang memberitahu Nona?"

Sophia menggeleng.

"Tidak."

"Lalu?"

"Saya mengingat jalannya."

Jack mengangkat alis.

Sophia menunjuk kepalanya sendiri dengan bangga.

"Aku punya ingatan yang kuat. Aku juga cukup teliti, jadi biasanya tidak gampang tersesat. Kau bisa katakan ini pada Damian."

Kenapa ia harus mengatakannya pada Damian? Walau begitu, Jack mengangguk kecil. Penjelasan itu cukup masuk akal.

Jack kemudian berdiri. "Kalau begitu saya antar kembali."

Sophia langsung menggeleng.

"Tidak mau."

"Nona."

"Damian di mana?"

Ternyata itu tujuan sebenarnya.

Jack mengembuskan napas pelan.

"Tuan sedang menerima tamu."

Sophia melirik pintu ruang kerja di depan mereka.

"Di dalam?"

Jack mengangguk.

"Bisa dipanggil?"

"Tidak."

"Kenapa?"

"Karena sedang menerima tamu."

Sophia terlihat kecewa.

"Kalau begitu sampaikan pesanku."

Jack mengangguk.

"Baik. Apa pesannya?"

Sophia berpikir beberapa detik. Namun, kemudian ia melambaikan tangan.

"Sudahlah."

Jack mengernyit.

"Kenapa?"

Sophia menatapnya dengan wajah serius.

"Karena kau tidak berguna. Aku tanya, pun kalian hanya akan berkata tidak tahu. Lebih baik aku tidak bertanya."

Hening.

Sudut bibir Jack langsung berkedut. Jelas ia tak terima, siapa orang di rumah ini yang berani mengatakannya tidak berguna, selain mahluk di hadapannya ini.

"Maaf?"

"Aku bilang apapun pertanyaannya jawaban kalian selalu tidak tahu."

Jack memijat pelipisnya.

Entah kenapa, setiap berbicara dengan Tunangan atasannya ini, kesabarannya selalu diuji.

Sementara Sophia justru duduk tenang di kursinya.

Sampai-sampai Jack mulai curiga.

Apa sebenarnya yang sedang direncanakan wanita ini?

"Nona Sophia."

"Hm?"

"Mari saya antar kembali."

Sophia menggeleng lagi.

"Tidak."

"Nona."

"Tidak."

"Nona."

"Tidak."

Kesabaran Jack akhirnya hampir habis. Ia bahkan sudah bersiap memanggil pengawal ketika suara pintu terbuka terdengar dari belakang.

Klik.

Mata Sophia langsung berbinar.

Ia spontan berdiri, lalu buru-buru merapikan pakaiannya. Bukankah sebagai calon karyawan, ia harus bersikap sopan dan rapi. Ia tak bisa membuat lelaki kurang ajar itu menganggapnya tak berguna.

Namun, saat mengangkat kepala dan melihat siapa yang keluar dari ruangan itu, senyum di wajahnya perlahan menghilang.

B e r s a m b u n g ....

Aku posting 2 part hari ini, makasih (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤

Jangan lupa tinggalkan jejak, yah ෆ⁠╹⁠ ⁠.̮⁠ ⁠╹⁠ෆ

1
falea sezi
anak siapa yg dikandungnya sintia
falea sezi
🤣🤣🤣kapok ketipu jalang makan itu rasa. kasian😒
falea sezi
mending ma Damian 🤣 dripada si goblok arkan kayaknya Sintia licik bgt ini jalang🤣
falea sezi
jangan mau sopii🤣 ada yg singgle. kok milih jd pelakor
Rumia Dell: Sopii food kah😭
total 1 replies
falea sezi
klo ma arkan pasti di nanti sintya ge recokin
falea sezi
ini mah bukan hemat tp medit buat diri sendiri😒
Rumia Dell: Gak boleh gitu, demi rumah impian 🤣
total 1 replies
Juli Rosan
keren
Rumia Dell: Ikutin terus ceritanya yah😍
total 1 replies
Dede Kurniawan
Seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!