NovelToon NovelToon
Sovereign Asura

Sovereign Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ilfar Aksara

‎"Aku akan menanggung semua kebencian di dunia ini sendirian."

‎Kalimat itu lahir saat dadamu ditembus cahaya.
‎Duniaku runtuh seketika tanpa suara,
‎Meninggalkan kepal tangan yang mengutuk semesta.

‎Kau adalah detak jantung dari raga yang pincang,
‎Satu-satunya alasan bagi sepasang kaki untuk pulang.
‎Kini, kau terbujur kaku di bawah langit yang menghitam,
‎Membuat seluruh kenyataan ini tak lagi berarti untuk dipandang.

‎Dunia yang membiarkanmu mati adalah dunia yang salah,
‎Maka biarlah sejarah kukoyak hingga menyerah.

‎Aku akan membangun surga di atas puing yang bersimbah,
‎Tempat di mana bayangmu tak akan pernah lagi berdarah.

‎Dunia sihir ini tidak akan bisa dihancurkan hanya dengan kegelapan yang ada di dalamnya. Sebelum mencapai tahap kedua di mana dunia terbebas dari siklus kebencian, seseorang harus menjadi target bagi dunia.

‎"Seseorang harus memikul semua rasa sakit dan dendam itu sendirian, dan akulah orangnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilfar Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 - Kebenaran Yang Terungkap

‎Nama Noctis tentu saja tidak asing ditelinga Ashura, begitu juga dengan Magus Magnus yang merasakan hal sama.

‎Mendengar nama tersebut, Magus Magnus telah menyadari jika orang yang mengendalikan kegelapan Kerajaan Flameheart dari bayang-bayang adalah sosok yang ada dihadapannya tersebut.

‎"Jadi kau yang telah menghasut anakku dan menyebabkan malapetaka di kerajaanku!" ujar Magus Magnus dengan sorot mata yang membara.

‎Ada kemarahan yang tidak bisa diungkapkan, namun Magus Magnus menahan diri karena belum mengetahui seberapa jauh kekuatan sosok yang menyebut dirinya sebagai Noctis tersebut.

‎"Raja Sihir Keempat atau yang lebih dikenal Penyihir Bijaksana... Kau tidak asing dengan namaku bukan?" Noctis tersenyum dingin dan memperlihatkan bagaimana lengan kanannya yang tumbuh kembali seperti sedia kala.

‎"Aku selama ini berada di Kerajaan Flameheart dan kalian mengenalku sebagai Tetua Vipera! Apa kau menyadarinya, Yang Mulia Raja?" Lalu Noctis tersenyum mengejek dan terlihat senang saat melihat ekspresi wajah Magus Magnus yang terlihat syok.

‎"Aku Noctis menyatakan kematian mutlak terhadap kalian semua yang ada disini!" seru Noctis mendeklarasikan pertempuran yang terjadi Pulau Emberwind.

‎Diwaktu yang sama saat Noctis berniat melakukan pembantaian, Raja Eldrin dan Vaelor dikejutkan dengan sosok yang telah mati dan kini muncul dihadapan mereka berdua.

‎"Mahaguru Zagred..." Keduanya dikejutkan dengan sosok yang seharusnya sudah lama tiada.

‎"Lama tidak berjumpa, Pangeran Eldrin, Vaelor. Sepertinya kalian berdua telah tumbuh besar ya..." Sosok pria tua yang memiliki rambut putih itu sama sekali tidak berubah.

‎Suaranya yang hangat dan menenangkan membuat Raja Eldrin dan Vaelor melamun untuk sesaat.

‎"Yang Mulia Raja, dia bukanlah Mahaguru Zagred yang kita kenal!" ujar Vaelor kepada Raja Eldrin.

‎"Vaelor, aku paham maksudmu. Suaranya yang tenang itu, aku masih mengingatnya tetapi aura dan kedua matanya telah berubah." Raja Eldrin menggelengkan kepalanya dan menghela napas panjang.

‎"Jadi kau telah menjadi Iblis, Mahaguru Zagred?" tanya Raja Eldrin memastikan.

‎Mahaguru Zagred tersenyum hangat dan membuka telapak tangan kanannya. Terlihat petir seperti mengelilingi telapak tangannya dan mananya terasa sangat berbeda dari sosok yang dahulu mereka kenal.

‎"Manusia, Elf, Dwarf dan ras lainnya adalah makhluk yang lemah. Tidak abadi dan tidak dapat berkembang. Aku mengejar pengetahuan akan sihir, tetapi umur panjang Elf tidak menjamin diriku mengetahui kebenaran tentang sihir di dunia ini." Zagred menjelaskan dan merasa jika menjadi elf adalah sebuah kelemahan saat tubuhnya semakin tua.

‎"Aku hanya menjual jiwa dan ragaku untuk menjadi sosok Iblis agar dapat mengetahui kebenaran dunia ini. Tidak ada yang salah dengan itu. Bukan begitu Yang Mulia Slyvaris?"

‎Tepat setelah Zagred mengatakan itu, sosok pria tua dengan kewibawaan yang tidak memudar membuat Raja Eldrin terkejut.

‎Raja Eldrin terhuyung lemas saat melihat sosok pria tua tersebut datang bersama pengawal kerajaan dan penjaga hutan yang mengepung mereka.

‎"Sepertinya kau memimpin kerajaan ini dengan baik, Eldrin. Apakah kautelah memiliki seorang anak?"

‎Seketika tubuh Raja Eldrin lemas tidak bertenaga, karena sosok yang berbicara kepadanya adalah Raja Edwin Slyvaris dan Ayah kandungnya sendiri.

‎"Bagaimana mungkin..." Raja Eldrin mencoba mempertahankan ketenangannya, namun rasa sedih, bahagia dan terkhianati menjadi satu dalam dirinya.

‎Ia seperti ini bukan tanpa alasan, melihat orang yang seharusnya menjadi sosok paling dikagumi menjadi Iblis, tentu membuatnya kecewa dan marah.

‎"Yang Mulia Raja! Tenanglah!" Vaelor menepuk pundak Raja Eldrin dan menyadari jika semua ini diluar perkiraannya.

‎"Aku mengira Kakek Edwin telah mati begitu juga dengan Mahaguru Zagred, tetapi sepertinya aku salah! Aku tidak mengira akan ada pengkhianat paling menjijikan di Kerajaan Slyph ini!" teriak Vaelor yang tidak terpengaruh dengan aura intimidasi keduanya.

‎Melihat kemampuan Vaelor yang berkembang sangat pesat, Zagred tersenyum hangat dan menunjuk Vaelor dengan jari telunjuknya.

‎"Seperti yang kuharapkan dari muridku-"

‎"Diam!" Vaelor membentak Zagred sebelum pria tua itu menyelesaikan perkataannya.

‎"Sekali lagi kau berbicara! Aku akan menghancurkanmu!" teriak Vaelor tegas.

‎Zagred menghela napas panjang dan melepaskan mana yang lebih besar, lalu hanya dalam kedipan mata, tubuhnya sudah berada diantara Vaelor dan Raja Eldrin.

‎"Apa ini yang kudapatkan setelah mengajarimu sihir, Vaelor?"

‎Menyadari Zagred bergerak secepat kilat, Vaelor mengayunkan tangannya menyerang Zagred, namun tubuh Zagred selalu menghilang dari pandangannya setiap kali dirinya menyerang.

‎"Sepertinya masih banyak yang harus aku ajarkan padamu!" ucap Zagred dan membuat Vaelor marah.

‎"Kau bukanlah Guruku! Aku hanya punya satu orang yang kusebut sebagai Guru yaitu Magus Magnus! Bukan dirimu pengkhianat!" Vaelor menegaskan dengan penuh amarah.

‎Mendengar jawaban Vaelor, ekspresi wajah Zagred yang tenang berubah menjadi dingin dan sinis.

‎"Raja Edwin, kau urus saja anakmu yang bodoh itu..." Zagred berdiri dihadapan Vaelor dan menunjukkan aura yang tidak pernah Vaelor lihat sebelumnya, "Aku akan membunuh orang bodoh ini!"

‎Melihat Zagred yang bersemangat untuk bertarung, Raja Edwin pun memberi isyarat kepada pengawal kerajaan dan penjaga hutan yang dikendalikan Noctis untuk mengepung Raja Eldrin.

‎"Pastikan mereka berdua tidak mendapatkan bantuan dari yang lain! Habisi mereka dalam sekejap!" perintah Raja Edwin tidak menunjukkan belas kasih untuk menghabisi anaknya.

‎Raja Eldrin yang menyadari sosok dihadapannya itu telah berubah total, akhirnya memilih bangkit dan melawan.

‎"Kali ini saya akan lawan!" ucap Raja Eldrin setelah berdiri dan membulatkan tekadnya.

‎"Bagaimanapun aku adalah seorang Raja Elf Yang Agung! Aku tidak bisa mati disini! Aku akan menata ulang kerajaan ini dan memastikan kematianmu, Edwin Slyvaris!" seru Raja Edwin saat dirinya dikepung dari segala arah.

‎"Kau terlalu cepat mengatakan itu putraku yang bodoh! Kematianmu akan membuatku kuat dan aku akan menghancurkan sistem Dunia Sihir yang busuk ini!" teriak Raja Edwin saat melihat pengawal kerajaan dan penjaga hutan bergerak menyerang anaknya.

‎Raja Eldrin tetap tenang, tidak menunjukkan ekspresi panik seperti saat pertama kali melihat sosok Edwin yang berubah menjadi Iblis. Ada hal yang disembunyikan Raja Eldrin dan Edwin tidak mengetahui hal itu.

‎"Tidak sepertimu, aku berhasil memiliki pengikut yang setia dan mereka semua adalah penyihir elf yang kuat dan agung karena memiliki kecocokan dengan Senjata Yggradasil Kerajaan Slyph!" Raja Eldrin memberitahu kebenaran yang membuat Raja Edwin terkejut.

‎"Kau pikir aku bisa mempercayainya? Aku telah menjadi Raja Elf selama ratusan tahun dan belum pernah melihat penyihir elf yang dapat memakai empat Senjata Yggradasil itu!" Raja Edwin tidak terima dan membantah perkataan anaknya, "Kau jangan membodohiku, Eldrin!"

‎Melihat reaksi Edwin membuat Raja Eldrin tertawa kecil.

‎"Sepertinya kau harus belajar banyak dari anakmu yang bodoh ini, Ayahanda!" Raja Eldrin menggigit jari jempolnya hingga mengeluarkan setetes darah segar yang jatuh ke tanah.

‎"Aku memanggil mereka berempat dengan sebutan Nightmare Slyph! Mereka ada pengawalku yang tidak terkalahkan!" ujar Raja Eldrin saat lingkaran sihir berwarna emas muncul dibawah tubuhnya.

‎"Putraku yang bodoh, kau akan mati terlebih dahulu sebelum memamerkan kekuatanmu!" ucap Edwin sinis.

‎Mendengar ejekan ayahnya sendiri membuat Raja Eldrin tersenyum tipis dan mengatakan, "Sudah kukatakan jika mereka berempat adalah pengawalku yang tidak terkalahkan! Aku tidak perlu khawatir!"

‎SWOOSH!

‎Angin tajam pun berembus disekitar Raja Eldrin. Semua orang yang menyerang Raja Eldrin berhenti bergerak dan itu membuat Edwin waspada karena merasakan aura yang tidak biasa.

‎Seorang pria berambut perak dengan telinga runcing berdiri dihadapan Raja Eldrin. Jubah hitamnya berkibar diterpa angin malam, sementara sebilah pedang panjang bercahaya kebiruan tergenggam di tangannya.

‎"Itu... Pedang yang digunakan orang itu tidak asing..." gumam Edwin dengan mata membesar.

‎Untuk sesaat Edwin terdiam, namun setelah melihat hanya satu orang yang melindungi anaknya, akhirnya Edwin tersenyum menyeringai.

‎"Hanya satu orang? Habisi dia!" seru Edwin kepada pengawal kerajaan dan penjaga hutan yang dikendalikan sihir Crimson Cursed Seal milik Noctis.

‎Para pengawal kerajaan dan penjaga hutan pun berlari menyerbu. Namun pendekar yang melindungi Raja Eldrin itu hanya menutup matanya sesaat.

‎"Teknik Pedang Roh..."

‎"Yggdrasil's Divine Judgment!"

‎Pendekar pedang itu terlihat menarik napas panjang. Lalu mengayunkan pedangnya sekali.

‎SHIIIIIING!

‎Sebuah garis cahaya biru melesat melintasi Edwin. Sesaat semuanya hening. Tak ada yang terjadi. Kemudian Edwin dibuat tidak percaya melihat pendekar pedang itu membunuh semua pengawal kerajaan dan penjaga hutan hanya dalam satu kali tebasan.

‎Dalam satu ayunan pedang.

‎Dalam satu tarikan napas.

‎Seluruh pengawal kerajaan dan penjaga hutan yang mengepung Raja Eldrin lenyap.

‎Keheningan menyelimuti Edwin melihat kekuatan pendekar pedang tersebut.

‎Debu perlahan turun dari udara.

‎Pendekar Pedang Elf itu menurunkan pedangnya dan menatap Raja Eldrin.

‎"Maaf, Yang Mulia," ucapnya tenang. "Aku datang terlambat."

1
Green Nord 1927
lanjut
Green Nord 1927
👍
Green Nord 1927
Kreen cak👍
Jakarta Stay High
Stay
Haikal Blues
Lanjut💪
Haikal Blues
Lanjut
Samarindans
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Haikal Blues
Paus Terbang/Joyful/
Maung Bandung
okeee💪
Samarindans
lanjut wal
Maung Bandung
Sip kang
Asura Frost
💪
Ayas Arema
👍
Bontang FC
🔥🔥🔥🔥🔥
Bontang FC
Lanjut
Ayas Arema
Laaanjut Sam
Republik Orange
Sip👍
Jakarta Stay High
Lanjut
Green Nord 1927
Wani!!!
Bontang FC
Lanjut Wal 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!