NovelToon NovelToon
BUTTERFLY EFFECT : The Glass

BUTTERFLY EFFECT : The Glass

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / TimeTravel / Pembunuhan / Eksplorasi-misteri dan gaib / Tamat
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: Afrendo Edo A

Kisah keenam gadis remaja yang akan melangsungkan sekolah pertamanya disebuah sekolah ternama.

Entah itu adalah sebuah keberuntungan atau kesialan bagi keenam gadis itu. Sesuatu telah meraja lela didalam lubuk hati mereka hingga mereka saling membunuh satu sama lain hanya untuk tujuan yang tidak jelas.

Benda yang mereka temukan adalah sebuah sebab dari hancurnya persahabatan yang mereka bangun sejak lama. Selain itu, sebuah sosok gelap juga berusaha merusak persahabatan mereka.

Sebenarnya, benda apa yang membuat keenam gadis itu saling membunuh dan membuat mereka menghancurkan persahabatan nya sendiri? Siapa kegelapan yang membuat mereka terpaksa menerima nasib itu? Simak selengkapnya didalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afrendo Edo A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Be Aware 6

Lerra yang bertanya kepada Erin pun juga menunjukkan sebuah foto seorang gadis yang tengah berada didalam sebuah sangkar elemen. Ditambah, gadis yang ada dalam foto itu terlihat tidak memiliki sepasang kaki. Siapa lagi jika bukan Linda yang merupakan seseorang dalam tahap pencarian.

"Linda?" tanya Erin kaget.

Disaat Erin mengeluarkan ucapannya itu, seketika Lerra melihat wajah Erin yang seolah-olah sedang khawatir. Lerra sempat berfikir kenapa Erin merasa khawatir, seharusnya Erin merasa senang karena mereka berdua masih memiliki rencana lagi. Mungkinkah Erin merasa iba karena Linda tidak memiliki kedua kakinya secara lengkap?.

Untuk menghindari resiko Erin kembali kepada teman-temannya, Lerra memiliki inisiatif membisikkan perkataan legendarisnya ditelinga Erin untuk menyakinkan Erin kembali pada jalan kegelapan. Lerra yang tidak ingin kehabisan waktupun segera mengitari tubuh Erin sambil sedikit mendekat pada telinga Erin untuk mengucapkan perkataan legendarisnya.

"Kau tau Erin, kuda tidak akan pernah memakan kuda, tetapi singa bisa selalu memakan kuda." bisik Lerra.

"Apa maksudmu Lerra?" tanya Erin heran.

"Bayangkan saja teman-temanmu itu adalah singa dan dirimu adalah kuda, dikarenakan mereka tidak memiliki hubungan darah denganmu, bisa saja para teman-temanmu itu... em maksudku singa-singa itu bisa saja menyerangmu." terang Lerra.

"Jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya Erin lagi.

"Sebelum mereka menjadi singa, sebaiknya dirimu dulu yang menjadi singa. Kau paham kan?" ucap Lerra.

Seketika sebuah senyum lebarpun terlihat diwajah Erin, senyum itu sungguh membuat Erin merasa semakin yakin atas apa yang ia perbuat. Tak lama, senyum itu berubah menjadi tawaan yang sangat kencang dan keras. Tawaan-tawaan itu semakin terdengar saut menyaut antar satu sama lain hingga gemuruh pun takut mendengarnya.

Sekarang, dilain tempat. Bintang utara masuk kedalam dahi Yuna untuk membentuk mimpi indah bagi Yuna sendiri hingga diri Yuna terbangun. Mimpi-mimpi yang dihasilkan oleh bintang utara seakan-akan memang sebagai sebuah kejadian yang nyata. Didalam pikiran Yuna, sekarang dirinya sedang berada disebuah taman indah yang dihiasi dinding tinggi seperti dinding-dinding bangsa yunani yang terdahulu, disana juga terdapat beberapa hiasan rerumputan hijau yang juga bermacam-macam motifnya.

Tak lama setelah dirinya terkagum-kagum oleh pemandangan itu, terlihatlah lima orang gadis yang sangat tidak asing bagi Yuna, ternyata kelima gadis itu adalah kelima teman-temannya. Kelima teman Yuna saat itu memakai sebuah gaun putih nan indah seperti para tuan putri istana. Mata Yuna yang melihat kelima teman-temannya yaitu Tiara, Salsa, Erin, Linda, dan Yewon pun sempat tak berkedip karena merasa sangat kagum.

Tiara, Salsa, Erin, Linda, dan Yewon memakai pakaian putih yang terlihat sama. Selain itu, mereka berlima juga dihiasi beberapa hiasan kepala seperti pita dan bando putih. Rambut kelima teman Yuna itu juga terlihat memiliki sedikit berbeda, terlihat Tiara, Salsa, dan Yewon yang memiliki rambut berwarna hitam kebiruan sedangkan Erin dan Linda memiliki rambut yang sedikit pirang.

Setelah dirasa cukup disaat Yuna mengagumi teman-temannya itu, tiba-tiba Yewon menarik tangan Yuna menuju kesuatu tempat dengan diiringi oleh keempat temannya yang lain. Yewon terus menarik tangan Yuna hingga mereka sempat melewati lorong besar yang penuh dengan hiasan emas. Emas-emas itu sungguh berkilauan saat menghiasi dinding-dinding tinggi lorong. Tak lupa, lampu-lampu besar juga menghiasi lorong itu. Sungguh pemandangan yang sangat menggambarkan sebuah istana megah.

Selain keindahannya, lorong yang sekarang mereka lewati sangatlah panjang hingga membuat keenam gadis itu terengah-engah saat masih berusaha berlari. Akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti sejenak ditengah-tengah lorong besar. Hingga Yuna pun merasakan ada sesuatu yang aneh, Yuna segera menundukkan kepalanya dan benar saja ternyata sekarang Yuna sudah dipenuhi oleh pakaian yang juga mirip dengan pakaian yang sedang dipakai oleh kelima temannya tadi.

Yuna pun merasa kaget sekaligus senang karena mengetahui bahwa dirinya berpenampilan seperti putri istana juga. Disaat Yuna kembali melihat suasana didepannya, ternyata kelima teman-temannya tadi telah menghilang dan meninggalkan Yuna sendiri diloring itu. Yuna yang merasa takut pun segera berlari sekencang-kencangnya sambil menelusuri lorong yang ada didepannya.

Setelah sekian lama, lorong itupun berujung pada sebuah pintu besar. Yuna perlahan berjalan menghadap pintu itu dengan sangat hati-hati. Ia tak mau kejadian buruk menimpanya lagi untuk kesekian kalinya. Ditengah rasa hati-hati itu, pintu besar yang ada dihadapan Yuna pun terbuka lebar lalu Yunapun terdorong untuk masuk kedalamnya.

Dibalik pintu besar itu terlihat sebuah perjamuan yang sangat mewah dan anggun, terlihat kelima teman Yuna yang tadi bersamanya sekarang sedang duduk dibangku perjamuannya masing-masing. Perjamuan itu dilayani oleh beberapa pria tampan bertubuh atletik yang membuat Yuna semakin terkagum-kagum.

Seorang pria tampan dan gagah yang melihat Yuna pun segera memegang tangan Yuna untuk membawanya duduk disebuah bangku perjamuan. Pria itu membuat jantung Yuna berdegup kencang seakan-akan sedang merasa jatuh cinta pada seseorang. Yunapun duduk dibangkunya sambil menatap kelima temannya yang lain.

Beberapa pria pelayan pun berdatangan lagi membawa minuman anggur yang sangat segar. Minuman-minuman anggur itupun dituangkan perlahan kedalam gelas yang ada diatas meja perjamuan untuk Yuna dan teman-temannya minum. Setelah keenam gelas terisi penuh, keenam gadis itu segera meminum minumannya masing-masing secara bersamaan. Disaat minuman mereka hendak habis, semua para pria yang merupakan pelayan-pelayan itupun pergi meninggalkan Tiara, Erin, Salsa, Yewon, Linda dan Yuna.

Perlahan tak terasa minuman mereka akhirnya habis, tapi tiba-tiba sikap mereka berenam berubah drastis setelah meminum minuman itu. Tiara tiba-tiba mulai menaiki meja perjamuan sambil menendang beberapa makanan diatas meja. Sedangkan Yewon dan Salsa tengah menari-nari sambil membawa lilin yang sedari tadi menyala untuk menghiasi ruang perjamuan.

Disamping itu, terlihat Erin dan Linda yang mulai memasukkan bunga-bunga yang ada didalam ruangan perjamuan kedalam mulut mereka seakan-akan mereka berdua sedang memakan bunga itu. Diujung ruangan, terlihat Yuna yang sedang berusaha merusak dan merobek tirai yang menutupi jendela ruangan dari cahaya matahari. Yuna juga merobek, menggigit, dan melemparkan tirai-tirai yang ia ambil saat itu.

Seketika dengan cepat, ruangan perjamuan yang tadinya terlihat sangat anggun dan rapi pun berubah menjadi sebuah ruangan yang rusak seperti telah terkena dampak dari sebuah bencana. Semakin lama semakin parahlah kerusahan ruangan itu, keenam gadis yang masih ada didalam ruangan perjamuan terus menerus merusak semua yang ada didalam ruangan itu sendiri.

Piring-piring juga mereka lemparkan kesana kemari hingga terdengar suara pecahnya piring-piring itu beberapa kali. Tiara terus menerus berada diatas meja perjamuan sambil menari-nari kegirangan. Ditambah dengan kelima gadis lainnya yang seakan-akan menikmati perusakan ruang perjamuan bersama-sama.

Singkat cerita akhirnya malampun tiba didunia mimpi. Disebuah taman, Yuna terlihat menatap sebuah pohon dari kejauhan. Pohon itu sungguh menarik perhatiannya malam itu karena seakan-akan ada sesuatu yang Yuna rasakan sedang menunggu dirinya disekitar pohon itu.

"Ada apa dengan diriku, kenapa aku merasa ada yang janggal?" batin Yuna.

Yuna yang sudah tidak bisa menahan rasa kejanggalan yang meraja lela pada pikirannya pun memutuskan untuk pergi mendekat kepada pohon yang ia pandangi sedari tadi. Perlahan ia berjalan mendatangi pohon itu sambil melihat sebuah buah yang semakin membuat Yuna merasa tertarik. Buah itu berwarna merah terang serta terlihat sangat segar saat dipandang.

Akhirnya Yunapun berhenti tepat dibawah buah merah itu tergantung. Yuna terus menerus memperhatikan buah yang ada diatasnya itu dengan sangat teliti hingga dirinya sadar bahwa buah itu sebenarnya adalah sebuah manik-manik merah. Timbullah pertanyaan dalam hati Yuna, kenapa sebuah manik-manik bisa dihasilkan oleh sebuah pohon?.

Ditengah rasa penasarannya itu, sinar bulan purnama semakin terlihat terang hingga sinar itu bisa menembus sela-sela daun yang ada dipohon depan Yuna. Sedikit jauh dari tempat itu, Yuna melihat sesuatu yang sedikit aneh. Ia melihat beberapa gadis yang memakai pakaian berwarna hitam mulai atas kepala hingga bawah kaki.

Gadis-gadis yang Yuna lihat sepertinya hendak berjalan kesebuah bangunan besar tetapi bangunan itu terlihat tua. Maka dari itu Yuna memutuskan untuk mengikuti beberapa gadis itu karena rasa penasarannya. Sekilas bangunan tua yang didatangi oleh beberapa gadis itu seperti sebuah kuil tua yang biasa didatangi untuk berdoa dan meminta sebuah permintaan. Yuna yang masih penasaran pun terus mengikuti beberapa gadis itu hingga memasuki sebuah bangunan yang mirip kuil disana.

Terlihat seorang gadis diantara gadis-gadis lain yang Yuna ikuti sedang berjalan mendekat kearah beberapa kursi yang terletak diatas sebuah mimbar tinggi. Gadis itu juga membawa sebuah kotak berwarna hitam yang seketika dibuka lalu nampaklah beberapa manik-manik kecil berwarna merah terang. Manik-manik kecil itupun diambil dari kotak asalnya lalu dilemparkan menuju beberapa kursi yang ada diatas mimbar.

Betapa terkejutnya Yuna yang masih diam-diam melihat kejadian itu, terlihat bahwa manik-manik merah yang tadi dilemparkan seketika berubah menjadi beberapa kupu-kupu yang berwarna merah pula. Beberapa kupu-kupu merah itupun berkumpul menjadi sebuah kesatuan lalu mereka menghilang dan berganti dengan datangnya seorang wanita.

Wanita itu berpakaian hitam juga dari atas hingga bawah tubuhnya seperti beberapa gadis yang Yuna ikuti. Dan ternyata, wanita yang muncul dari balik kupu-kupu merah tadi adalah Lerra. Disaat Lerra sudah muncul dengan sepenuhnya, ia mengucapkan beberapa kalimat kepada beberapa gadis yang sedang ada dihadapannya.

"Bagus sekali, kalian memang bisa diandalkan. Aku bangga pada kalian semua, tapi dimana Yuna?" ucap Lerra.

Perkataan Lerra yang bertanya dimana Yuna berada sekarang pun membuat Yuna yang sedari tadi berada dibalik dinding sambil menguping pembicaraan Lerra menjadi takut sekaligus merasa kaget. Untuk memastikan agar Yuna tidak salah dengar, dirinya pun segera mengintip para gadis sekaligus Lerra yang ada didalam bangunan itu kembali dari balik dinding dengan lebih dekat.

Entah apa yang membuat kehadirannya diketahui, tiba-tiba Lerra berteriak kepada gadis-gadis yang ada dihadapannya untuk segera menangkap Yuna yang berada dibalik dinding besar yang Lerra tunjuk. Sekali lagi Yuna sangat merasa kaget karena wanita yang sebenarnya masih tidak ia kenalipun ternyata tau dimana dia bersembunyi. Dengan tujuan agar bisa lolos dan tidak tertangkap oleh wanita aneh yang belum ia kenali itu, Yuna pun segera berlari kembali kedalam ruangannya untuk bersembunyi.

Tetapi tenyata semuanya terlambat, Lerra dan beberapa gadis pengikutnya pun mulai melihat Yuna yang sedang berlari. Dari saat itu Lerra dan pengikutnya mengejar-ngejar Yuna disepanjang jalan malam yang diterangi oleh sinar rembulan purnama. Yuna yang merasa semakin ketakutanpun terus berusaha menambah kecepatannya saat berlari agar tidak tersusul oleh Lerra.

Hingga akhirnya usaha itu malah sia-sia karena tiba-tiba Yuna terjatuh akibat tersandung sebuah akar pohon yang nampak dan timbul dari dalam tanah. Lerra dan pengikutnya pun semakin dekat, makin dekat, dan akhirnya

Be Aware...

Semua akan menjadi jelas,

Hingga waktu tak terasa terus berjalan untuk menyadarkan hati kita menuju persahabatan sejati.

Be Aware 7

1
ͷɪɴɗ⃞ɑ
semangat yaa
ͷɪɴɗ⃞ɑ
dibalik seorang perempuan yg mudah menangis dia tetap akan bisa menahan beratnya beban hidup.. karena setelah menangis mereka bangkit lagi..
ͷɪɴɗ⃞ɑ
tujuan ke sekolah adalah....
ͷɪɴɗ⃞ɑ
aku bacanya kok deg2an yaa.. efek judulnya nihh 🙊🙊
Yukity
salam kenal ya..
hadir bawa boom like...

mampir yuk ke sini
Si Oyen Pacarku bukan manusia.
miqaela_isqa
Semangat bos 💪🏿 mari tamatkan karya sampai akhir
Karin A
Yuna sakti juga ya bisa lawan si Lerra.
Karin A
Lanjut, semangat. Like
Darah Biru (Bangsawan)
mantap 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
semangat 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
kakak hadir lagi 👍🏻
Pembacabaru
Ceritanya makin seru thor, semangat up nya. Like untukmu
Pembacabaru
Likee
Pembacabaru
Like
Daratullaila🍒
like hadir kak, next🥰
Karin A
Lanjut thor, cepet upnya
Karin A
Like like
Karin A
mampir
Karin A
likee
Karin A
like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!