NovelToon NovelToon
Pygmalion, Malaikat Iblisku

Pygmalion, Malaikat Iblisku

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Tamat
Popularitas:229.9k
Nilai: 4.5
Nama Author: Yoemi

Jonathan Li, kehilangan tunangannya, Wen Xia, secara tragis hingga membuat laki-laki kaya dan tampan itu berubah menjadi sosok iblis kejam dan dingin. Karena obsesinya terhadap sosok Wen Xia, Jonathan menyebut dirinya sebagai Pygmalion, membuat patung Wen Xia, dan selalu berkata akan menghidupkannya.

Sautu hari, mobil Jonathan secara tidak sengaja menabrak Liu Lian. Gadis malang yang dijadikan pelunas hutang keluarga pada seorang rentenir. Dia memiliki wajah sangat mirip dengan Wen Xia. Jonathan kemudaian memaksa Liu Lian untuk menjadi Wen Xia.

Sebuah cerita tentang kekejaman, intrik, serta pembalasan dendam yang diwarnai cinta dan tragedi. Yang kuat adalah penguasa, sementara yang lemah akan tertindas bahkan mati sia-sia!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah

Sejak pertengkaranku dengan Jonathan kemarin, aku belum lagi bertemu dengannya. Dia juga meminta Paman Li untuk mengurungku di kamar. Menjadikanku layaknya tahanan.

Aku telah salah menilai Jonathan. Aku kira sikapnya sudah benar-benar berubah. Ternya dia masih sama seperti yang dulu. Kejam dan arogan. Dia hanya bisa lembut pada Wen Xia.

Aku semakin yakin, waktu di rumah sakit, dia mengenaliku sebagai Wen Xia. Itu sebabnya dia berubah baik dan lembut. Mungkin itu didorong oleh rasa bersalahnya pada Wen Xia. Dia ingin menebusnya dengan menjaga dan merawat luka Wen Xia. Dulu, dia tidak memiliki kesempatan itu. Sekarang, dia melakukan itu padaku untuk Wen Xia.

Namun di dalam rumah ini, semua menjadi lain. Pasti di sini begitu banyak kenangan antara Jonatan dan Wen Xia. Apa lagi di depan patung itu. Jonathan bisa mengenali dengan jelas siapa diriku. Dia kembali sadar bahwa aku bukan Wen Xia miliknya.

"Permisi, Nona Wen .... Bagiamana keadaan Anda saat ini?" suara Paman Wu membuyarkan lamunanku.

"Seperti yang Paman lihat, aku baik-baik saja."

Ini bukan kali pertama Jonathan bersikap kejam padaku. Aku sudah pernah mengalami hal semacam ini. Jadi, aku bisa berkata ini "baik-baik saja". Setidaknya aku tidak menangis meratap seperti dulu.

"Anda memang seorang yang kuat, Nona. Itu bagus untuk Anda. Dengan begitu, Anda bisa bertahan di sisi Taun Muda."

"Paman ke sini bukan untuk memujiku, bukan?" tanyaku dengan sinis.

Paman Wu juga sulit ditebak. Kadang baik, kadang juga sulit diprediksi. Atau mungkin karena dia terlalu setia pada Jonathan. Apapun bisa dia lakukan demi tuan mudanya.

"Iya, Anda benar. Saya ke sini untuk menyampaikan sesuatu pada Anda. Tuan meminta Anda untuk menemaninya menghadiri jamuan nanti malam."

"Jamuan?"

"Iya, Nona. Acara bisnis. Sebentar lagi akan ada yang datang merias Anda. Anda harus bersiap-siap."

Aku hanya membisu. Tidak tahu harus berkata apa. Mau menolak, itu mustahil. Jika menurut, aku bingung bagaimana harus bersikap jika bertemu Jonathan. Mungkin akan sangat canggung.

"Anda tidak perlu cemas, Nona. Anda hanya perlu menemani Tuan datang ke acara tersebut. Tentu Anda harus menjadi Nona Wen Xia dan jangan melakukan kesalahan yang dapat memicu amarah Tuan Muda."

"Apakah acara itu penting?"

"Tuan adalah orang yang sibuk. Jika tidak penting, Tuan Muda tidak akan hadir."

Benar juga apa yang dikatakan Paman Wu. Jonathan pasti tidak akan peduli dengan acara yang remeh. Jika ini acara penting, berarti ada "orang-orang dekat" Jonathan yang mengenali Wen Xia juga.

"Paman, apa dalam acara itu, teman-teman dekat Jonathan akan hadir?" tanyaku memastikan.

"Tentu saja, Nona. Karena alasan itu juga, Tuan Muda meminta Anda untuk ikut."

Aku mengerutkan kening, "Tapi, apakah itu tidak akan aneh, Paman? Jika aku muncul sebagai Wen Xia, apa mereka tidak akan heran? Wen Xia ... dia telah meninggal," kalimat terakhirku kuucap dengan ragu.

"Anda keliru, Nona. Hanya orang tertentu yang mengetahui bahwa Nona Wen telah meninggal. Tuan Muda merahasiakan hal itu dari publik. Yang mereka tahu, Nona Wen belum meninggal, tetapi sedang berada di luar negeri."

Mulutku menganga. Jadi, selama ini Jonathan benar-benar "gila". Dia menyimpan keyakinan bahwa dia seperti Pygmalion yang berharap patung wanitanya bisa hidup. Dengan keyakinan itu pula, dia merahasiakan kematian Wen Xia. Apa benar seperti itu?

"Mengapa dirahasiakan, Paman?" aku tak sanggup menahan penasaran.

"Tuan Muda tergoncang hebat karena kehilangan Nona Wen. Tentu hal tersebut sangat berbahaya baginya jika sampai musuh-musuhnya mengetahui. Selain itu, Tuan Muda bisa tidak disegani lagi jika orang-orang mengetahui bahwa seorang Jonathan Li gagal melindungi kekasihnya sendiri. Ada banyak alasan lainnya juga, mengapa kematian Nona Wen harus dirahasiakan." Paman Wu menghela napas.

"Aku mengerti ..." ucapku meski sebenarnya aku masih janggal dengan beberapa hal.

"Daftar orang-orang yang "dekat" dengan Tuan Muda, Anda sudah menghafalnya, bukan?"

"Iya, Paman. Anda tidak perlu khawatir."

"Baiklah, Nona. Semoga Anda bisa menjalankan tugas Anda dengan baik kali ini. Mohon Anda menunggu, sebentar lagi orang dari salon akan datang. Saya permisi, Nona." Paman Wu pamit, meninggalkanku di kamar sendirian lagi.

"Menjalankan tugas dengan baik?" ucapku pelan disertai tawa kecil.

Aku menertawakan diriku sendiri. Tugas tidak masuk akal yang ada dalam hidupku. Aku harus hidup atas nama orang lain yang sudah meninggal. Ini sama halnya dirikulah yang dikubur, menggantikan Wen Xia mati.

Tidak berapa lama setelah Paman Wu pergi, seorang perempuan mengetuk pintu kamarku. Orang dari salon yang dimaksud Paman Wu tadi. Setelah menyapa dan basa-basi sebentar, dia langsung menjalankan pekerjaannya. Memintaku berganti pakaian dengan gaun yang dia bawa. Kemudian dia merias wajahku dengan terampil. Membuat penampilanku berubah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pukul tujuh malam. Aku dan Jonathan sampai di lokasi jamuan. Jonathan menggandeng tanganku begitu turun dari mobil. Aku tidak berani banyak bicara. Hanya sepatah dua patah kata saja untuk menjawab beberapa pertanyaannya tadi. Aku masih takut jika emosi laki-laki iblis ini kembali meledak.

"Ingatlah untuk tersenyum dan tetap berada di sisiku," ucap Jonathan saat memasuki ruangan.

"Iya, aku mengerti Tuan ...."

"Apa katamu?" mata Jonathan melotot menatapku.

"Maksudku, aku mengerti, Nathan ... aku akan tersenyum manis," ralatku atas kesalahan ucap yang aku lakukan. Tidak lupa aku memberikan contoh senyum manis yang bisa aku lakukan.

"Jika mulutmu salah bicara lagi, aku tidak akan segan terhadapmu ...."

"Aku tidak akan salah lagi. Nathan tidak perlu khawatir."

Kali ini aku sudah seperti artis profesional yang pandai berakting dan menjilat. Mengeluarkan kata-kata manis untuk memikat hati. Sejujurnya, ini sangat melelahkan.

"Tuan Li, selamat datang ... kami sangat beruntung Anda bisa hadir dalam acara ini," sapa seorang laki-laki paruh baya.

Dari data yang dulu Paman Wu berikan padamu, laki-laki ini seharusnya adalah Chen Hua. Pemilik Group Chen yang terkenal. Dia tidak termasuk dalam jajaran musuh Jonathan. Tetapi dia cukup licik. Harus waspada.

"Nona Wen, Anda sudah sudah kembali rupanya? Sungguh beruntung malam ini Anda juga hadir bersama Tuan Li. Kalian sungguh pasangan serasi, tampan dan cantik." Entah laki-laki di depan kami ini benar sedang memuji atau menjilat.

"Terima kasih, Tuan Chen, Anda terlalu memuji." Aku ikut berbasa-basi sambil terus tersenyum.

"Baiklah, Tuan Li dan Wen ... selamat menikmati pestanya. Saya permisi dulu." Chen Hua akhirnya meninggalkan kami setelah seorang anak buahnya membisikkan sesuatu padanya.

"Lumayan, penampilanmu tidak mengecewakan!" komentar Jonathan.

"Terima kasih, untuk pujiannya, Nathan. Aku tidak akan mengecewakanmu."

Tiba-tiba seorang gadis menghampiri kami. Aku tidak mengenalnya. Seingatku Paman Wu tidak memberikan data tentang gadis ini. Berarti, seharusnya dia orang yang tidak penting. Hanya saja, mengapa dia tampak dekat dengan Jonathan? Bahkan, gadis ini berani menyentuh Jonathan dan bersikap manja meski Jonathan tidak bereaksi menanggapinya.

"Jonathan, aku sangat senang bisa bertemu denganmu malam ini. Aku sangat merindukanmu," ucap gadis itu sambil mencoba memeluk Jonathan. Dia seakan tidak peduli dengan keberadaanku yang sedari tadi juga menempel di sisi Jonathan.

"Berani sekali kau menyentuhku!"

Jonathan tiba-tiba menghempaskan gadis itu dengan kasar. Membuatnya tersungkur.

"Jonathan, apa yang kau lakukan padaku? Mengapa kau sekasar ini? Apa karena gadis murahan di dekatmu itu?" tangis gadis itu pecah. Semua perhatian tertuju pada kami.

"Siapa yang membiarkan gadis liar sepertinya berada di sini dan mendekatiku?"

Kemarahan Jonathan sudah memuncak. Suara kerasnya membuat semua orang di ruangan terdiam. Semua mata mengarahkan pandangan pada kami bertiga.

"Jonathan, apa maksudmu? Apa kamu berpura-pura tidak mengenaliku?" gadis bangkit dan mencoba mendekati Jonathan lagi.

Jonathan sudah memandang gadis itu dengan hawa membunuh yang menakutkan. Gadis itu terlihat takut. Tubuhnya mulai gemetaran.

"Bawa dia keluar dan jangan sampai menerobos masuk!" perintah seseorang. Jika tidak salah mengenali, dia pasti Taun Muda keluarga Mu. Relasi penting Jonathan, Michael Mu.

"Baik, Tuan," jawab dua orang pengawal serempak. Mereka lalu menyeret gadis tadi ke luar ruangan. Tanpa belas kasihan, tidak peduli meski gadis itu meronta histeris.

"Tuan Li, maaf untuk insiden tidak menyenangkan tadi. Semoga Anda tidak tersinggung," ujar Michael Mu.

"Karena memandangmu, aku tidak akan mempermasalahkan hal ini," ucap Jonathan datar.

"Terima kasih, Tuan Muda Li, Nona Wen. Silahkan menikmati kembali pesta ini ...."

Jonathan tak menyahut. Dia hanya melihat Tuan Mu sekilas lalu membuang pandangan. Aku yang merasa tidak enak hati atas sikap dingin Jonathan terpaksa harus tersenyum lagi. Berbasa-basi mengucap terima kasih pada Michael Mu.

Sepeninggal Michael Mu dari hadapan kami, suasana kembali seperti semula. Orang-orang melanjutkan obrolan masing-masing. Tidak lagi memusatkan perhatian pada kami. Seolah, tidak terjadi hal apapun yang menegangkan.

Jonathan meneguk minuman di gelas yang digenggamnya hingga habis. Lalu menukarnya dengan gelas lain yang masih terisi penuh. Aku tak mau berkomentar tentang hal itu. Biarkan saja, asal iblis dalam dirinya bisa nyaman dan tidak mengamuk. Begitu pikirku.

Aku menyapu pandangan ke seisi ruangan. Tiba-tiba mataku menangkap sosok orang yang aku kenal. Dia juga sedang menatapku Membuat tubuhku bergetar ketakutan.

Tanpa sadar, mulutku berujar, "Ayah ...."

1
Jenna Joni
makasih thor ceritanya bagus bgt😍😍🙏
Herlina
awal yg bagus...
Herlina
awal yg bagus...
Kustri
G waras kau Li
Kustri
Baca'a ikutan lariii 🏃🏃🏃
Dedek Gemmezzzz
yuk mangats yuuuk ikut giveaway'nya 😍
Ummu Istiqomah
⭐⭐⭐⭐⭐ + ☕ untuk author, semangat terus, 💪💪💪💪💪
Ummu Istiqomah
kenapa novel ini kurang yg like, padahal bagus, awal cerita sudah bikin penasaran, sudah saya masukkan daftar favorit, 😍😍😍😍😍👍👍👍👍👍
yoemi noor: terima kasih kak apresiasinya 🙏
total 1 replies
dewi syah
ceritanya seru jadi Liu Lian dipaksa untuk menjadi Wen Xia baru tau kisah dari Pygmalion tadinya nebak2
dewi syah
mungkin kembar ya thor
dewi syah
seperti nonton film seru
dewi syah
ceritanya keren, bahasa enak, jadi pen lanjut
dewi syah
mulai baca kak sepertinya seru
✨✿[Oliv_¥]✿✨
Kak Semangat Kak Up Novel Yg Lain Kwkw Semnagat
yuni utami
kamsia thoorrr...
sdh membuat kisah yg sll kereeeennnnn..

ditunggu kelanjutan kisah sean yaa..juga kisah yg lainnya.

mangaaaattttt...
luuuuvvvvv....puuuuullll.
yoemi noor: siap kak Yuni, terima kasih selalu hadir di setiap cerita yg Yoemi tulis 🙏
total 1 replies
❄️ sin rui ❄️
gak menarik kalau terlalu mudah jatuh cinta
❄️ sin rui ❄️
pleass liu jangan jatuh cinta duluan sama si nathan,
❄️ sin rui ❄️
tlisan nya rapi, bahasa nya bagus, cuman ada typo nya dikit, pertahankan thorrrr
yoemi noor: terima kasih kak sudah diingatkan untuk typonya😊🙏
total 1 replies
Dedek Gemmezzzz
sampe sini dulu ya akak ngantoekk udah malem.. 🥱
Dedek Gemmezzzz
namanya wu xia apa wrn xia akak thor...?
😁 baru nyampe sini... nyicil ya bacanya..
aku lanjut dulu...
yoemi noor: wen Xia .. aku mesti salah nulis nma lagi😂😂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!