Arsenio Gerald sudah menunggu status janda wanita yang di cintainya selama beberapa taun ini, namun bukannya menjanda wanita itu justru malah hamil lagi.
Rupanya tampan dan kaya tidak bisa menjamin kebahagiannya dia kembali sial setelah putus cinta karena menunggu jandanya, Arsenio harus dihadapkan dengan masalah yang dibuatnya sendiri.
Arsenio tidak sengaja meniduri calon tunangan adiknya sendiri, hingga akhirnya mereka pun harus menikah.
Bagaimana Arsenio menjalankan statusnya sebagai seorang suami di saat hatinya masih milik orang lain.
Dan alangkah sialnya Arsenio setelah tau sifat asli istrinya yang sangat susah di atur dan sering membuat ulah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitryas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kiss Me 17
Anya memejamkan matanya saat bibir Arsen mulai menyentuh bibirnya, ini bukan ciuman pertama kalinya namun perasaan Anya masih sangat gugup. Apalagi saat tau pria yang kini mengungkungnya adalah pria normal, jantungnya terus berdebar kencang.
Anya sudah berusaha menolak perasaannya dengan mendekati pria lain, namun yang ada di pikirannya hanyalah Arsen, pria yang dulu paling ia benci. Ketika mendengar kalau Arsen menemui seorang wanita, Anya tak berpikir panjag untuk menyusul dan melabraknya. Selama perjalanan menuju Bali, dada Anya terus terasa nyeri seperti tersayat.
Namun hatinya bahagia saat ucapan Reyno tidak ada yang benar satupun, Anya mulai memejamkan matanya menikmati bibirnya yang dilahap rakus oleh Arsen. Anya membuka hatinya untuk menerima pria ini, pria yang beberapa hari ini membuatnya gundah.
Tanganya masih di tahan di atas kepala, pria itu kini melepaskan ciumannya dan menatap sayu wajah Anya, tatapan tajam masih terlihat jelas. Namun ada yang beda dari tatapan pria itu saat melihat Anya, mungkin dulu Anya sangat membenci tatapan itu.
Namun kini dia mulai menyukai tatapan tajam Arsen, tatapan tajam penuh gairah.
“Anya, apa boleh?” Tanya Arsen pelan-pelan, Arsen belum tau pasti isi hati wanita itu, namun yang pasti dia yakin jika dirinya takut kehilangan wanita yang berada di bawah tubuhnya itu.
Anya tak menjawab, ia hanya menatap Arsen dengan bibir bawahnya yang di gigit. Sejujurnya sejak tadi ia merasa tubuhnya terus bergejolak, sensasi aneh telah menjalar di sekujur tubuhnya.
“Jangan menggigit bibirmu seperti ini, karena kamu terlihat sangat sexy.” Ucap Arsen, sebelah tangannya masih menahan kedua tangan Anya di atas kepala wanita itu, sementara sebelah tanganya lagi menyentuh bibir Anya agar tidak di gigitnya.
Sementara wajahnya langsung tenggelam di lekuk leher Anya, mencium leher wanita itu dengan bibir basahnya.
Seketika dada Anya membusung, menikmati sensasi geli dan merinding bersamaan. Bahkan nafanya kini mulai terengah, bibir Arsen turun ke pundak bagi tulang dada Anya sementara tanganya sudah mulai merambat ke bagian perut, kini turun melalui pinggang.
Sungguh tubuh Anya terasa sangat geli, Arsen meremas bokong Anya lalu menarik kaki kanan Anya agar menekuk dan di elusnya pangkal paha gadis itu sambil sesekali di remasnya.
“Kak.” Panggil Anya mulai waspada, keningnya berkeringat karena tegang.
“Jangan tegang Anya.” Ucap Arsen, pria itu langsung menarik baju sabrina yang Anya pakai hingga terangkat ke atas, Arsen menelusupkan tanganya untuk menyentuh bagian dada Anya.
“Euhh-“ Anya menggigit bibir bawahnya menahan lenguhan yang nyaris keluar, bra hitamnya terangkat hingga memperlihatkan kedua benda kenyal miliknya.
Anya memalingkan wajahnya malu, sementara Arsen menatapnya dengan nafas memburu. Seketika Arsen susah menelan salivanya, sungguh Arsen tidak pernah membayangkan sebelumnya betapa indahnya dua benda kenyal ini.
Hanya dengan melihatnya saja tubuhnya berdesir, bagian bawahnya bereaksi. Mata Anya membelalak saat sesuatu di bawah sana menekan, dengan benda kenyal dan basah mulai menempel di pucuk dadanya.
“Euhh— Kak Arsen.” Panggil Anya tertahan, tubuhnya menggeliat saat merasakan sensasi aneh, sungguh terlalu sensitive sampai seluruh tubuhnya terasa geli.
“Anya, jangan menahan diri seperti itu.” Ucap Arsen dia langsung melepaskan tanganya yang mencengkram kedua tangan Anya. Kini kedua tanganya menyentuh kedua dada itu. “Aku kira kamu tipis.” Bisik Arsen seketika Anya mendoorng tubuh Arsen dengan tatapan jengkel.
“Jangan mengejekku seperti itu.” Ketus Anya dia membalikan tubuhnya sambil merapihkan kembali pakaiannya, walau sesuatu di bawah sana terasa sangat gatal dan aneh. Anya berusaha bersikap waras, namun alahkah terkejutnya saat ia membalikan tubuhnya untuk melihat Arsen.
Pria itu sudah tak memakai sehelai benang pun, tubuh polos Arsen membuat Anya seketika kaku. Matanya membelalak saat melihat sesuatu di bawah sana sedang berdiri tegang, dengan gerakan cepat Arsen menarik tubuh Anya dan mencium bibir Anya dengan rakus.
Anya yang kewalahan sampai tak sadar jika pria itu kini sedang melucuti satu persatu pakaian yang ia kenakan hingga akhirnya mereka sama-sama polos. Arsen terus memberikan kecupan-kecupan basah di sekujur tubuh Anya hingga gadis itu merasa kosong bahkan kini tubuhnya menginginkan sesuatu yang lebih.
“Apa yang kamu lakukan, Kak!” Tanya Anya dengan kenibg mengernyit namun tatapannya sangat sayu, Arsen berada di antara kedua pahanya. Pria itu menatap bagian inti tubuhnya dengan tatapan penuh gairah dan ambisi bersamaan.
Tatapan binatang buas itu terlihat dari sorot mata Arsen, seketika Anya mendongak saat Arsen menenggelamkan wajahnya di bawah sana.
“Aaahhh!! Sshhtt— Kak! To-tolong berhentiaaahh!” Anya melenguh nikmat setiap kalo Arsen memainkan lidahnya di dalam sana, bahkan pinggul Anya bergerak naik turun seiring gerakan lidah Arsen, tanganya menekan kepala suaminya dengan tubuh yang menggeliat nikmat.
Sungguh ini sensasi yang membuat Anya melayang, merasakan geli dan nikmat yang bercampur aduk. Tubuhnya terus berdesir, dengan kedua kaki yang dingin namun keringat terus bercucuran di keningnya.
“Sstthh Ah…” lenguh Anya lagi.
.
To be continued…