Chen pergi ke masa lalu untuk mencari tau obat yang bisa menyembuhkan kakaknya dengan mencari sahabat lama kakaknya, suatu kejadian Chen bertemu orang yang menyebalkan dan ternyata orang itu adik sahabat kakak nya walaupun mereka menghadapi banyak masalah Chen yakin bisa menemukan obat untuk kakaknya walaupun nyawa taruhannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Larsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
untuk merayakan Festival Musim Gugur"
" Iya aku kesana minggu depan, cepat ganti baju sana"
" Iya-iya, aku memang mau ganti kok". Beberapa saat kemudian setelah tangisan di pagi hari, yang mengakibatkan mata menjadi bengkak karena menangis membuat Chyou tertawa dalam hati karena keimutan Adik-adiknya yang semakin imut walaupun matanya bengkak gitu, "Hahaha mereka imut sekali". Sambil memotong bahan-bahan dengan cepat "Woah," si kembar duduk diam mengamati Kakak memasak dengan sangat keren seperti seorang Chef Handal dan bertalenta karena skillnya sama seperti Chef Internasional. "Kakak hari ini kakak masak apa?"
" Hmm apa ya... gimana kalau sup ayam seperti kemarin"
" Tidak! Paiyu gak mau"
" Nuan juga hmph"
" Kalau begitu, ayo mandi" Ucap Chen yang tiba-tiba datang dan menangkap si kembar sehingga membuat mereka terkejut dan meronta-ronta meminta turun namun tidak diindahkan oleh Chen begitu pula dengan Chyou yang tidak mengindahkan permintaan tolong dari si kembar walaupun mereka keceplosan memanggilnya Ayah. Lalu setelah beberapa menit mereka mandi, akhirnya makanan sudah matang dan Chen sudah ganti baju setelah memandikan mereka, kemudian turun ke dapur untuk membantu Kakak membawa makanan ke meja makan. Saat itu, Kakak berkata "Syukurlah kau tidak memikirkan apa yang dibicarakan tuan Li padamu"
" Eh bagaimana Kakak tau," Chyou memegang pundaknya sambil berkata ''Aku ini Kakakmu Chen, karena itu aku tau''. Chen tersenyum dengan memandang Kakak dari belakang yang merupakan sosok yang penyayang dan berkarisma itu, membuatku semakin sayang pada Kakak, "Hmm tumben kalian tidak mau sup"
" Tidak! tidak mau, bosan"
" Bagaimana dengan apel ini"
" Pasti kakak masukkan racun kan"
" Apa?, racun?"
" Ung racun, seperti di film Putri Salju"
" Pfft hahahaha, hei jika aku meracuni kalian, pasti aku lakukan dari dari dulu"
" Chen hentikan!"
" Cih tidak asik," Ucap Chen dengan sebal sambil memakan Apel yang ada di tangannya, sedangkan Kakak beranjak dari tempat duduknya. Dan seperti biasa si kembar berlari ke arahnya dan berkata ''Kakak ikut,'' hmph, walaupun aku menghentikannya, Kakak tetap membawa mereka.
Sepanjang perjalanan mereka tidak bicara sama sekali, biasanya mereka berisik sekali dalam mobil tapi ini...hening, 'aneh', jika mereka benci padaku, pasti mereka memberi tau Kakak kalau aku memarahi mereka padahal aku didepan mereka setiap aku yang menyetir mobil. Keheningan itu mengganggu Chen sampai ia berbisik "Kakak bertengkar dengan mereka"
" Tidak, kami tidak bertengkar, memang-nya ada apa Chen?"
" Yah cuma aneh saja, mereka tidak bicara dari tadi." Setelah selesai dari pemeriksaan rutin, Chyou menghampiri si kembar dengan menyodorkan sepiring 𝘥𝘪𝘮𝘴𝘶𝘮 di meja, Paiyu melirik sebentar lalu memalingkan wajahnya, "Apa Paiyu masih marah?"
"Tidak!"
"Hmm, begitu ya." Satu pembicara selesai dan suasana jadi hening sampai sekarang lalu terdengar suara ketikan seperti saat Paiyu pergi ke kamar Kakak malam itu. "Woah"
" Hmm Paiyu?"
" Hick, ti tidak aku tidak memakan apa pun!," Ucapnya dengan spontan, seolah ketauan kalau ia sudah memakan 𝘥𝘪𝘮𝘴𝘶𝘮 dengan Nuan, dan itu membuat Chyou tertawa melihat kejujurannya sehingga Chyou menyodorkan sepiring 𝘥𝘪𝘮𝘴𝘶𝘮 lagi sambil menawarinya, "emm Ini buat ku?," tanya Paiyu kepada Chyou. "Iya ini hadiah untuk Paiyu yang berkata jujur, dan Nuan juga"
" Ugh, ja jangan mengejekku Kakak!" teriak Paiyu karena
bantu dukung karyaku juga iya
simpanan brondong tampan
terima. a kasih